<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Master of Psychology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/39</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 16:27:18 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-07T16:27:18Z</dc:date>
<item>
<title>Pelatihan Manajemen Diri untuk Menurunkan Nomophobia pada Mahasiswa</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64176</link>
<description>Pelatihan Manajemen Diri untuk Menurunkan Nomophobia pada Mahasiswa
Novitasari, Dian
This research aims to figure out how the self-management training can reduce the nomophobia among students in University “X” Yogyakarta. This research used Pretest-Posttest Control Group Design. 22 students have been participated as the respondent in this research aged in the range of 18 to 22 years old and they have been divided into two groups: 11 students as the experimental group and other 11 students as the control group. The measurement in this research used the scale of nomophobia to determine whether the respondents experienced nomophobia either in the medium category or in high category that are the modification from nomophobia questionnaire (NMP-Q) from Yildirim and Correia (2015). The hypothesis test used the analysis of Friedman. The result showed that there was a difference in the level of nomophobia among students before and after given training (p = 0.000 where p &lt; 0.05) to the students in university “X” Yogyakarta. Therefore, it can be concluded that the self- management training can reduce the nomophobia to the students.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/64176</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Asertivitas untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Supervisor di PT. X Kalimantan Barat</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63590</link>
<description>Asertivitas untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Supervisor di PT. X Kalimantan Barat
Hervita, Windy
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah asertivitas dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada supervisor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelatihan. Subjek pada penelitian ini adalah supervisor pada masing-masing divisi di PT. X Kalimantan Barat yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang tinggi dan sangat tinggi. Alat yang digunakan untuk mendeteksi kemampuan komunikasi interpersonal pada supervisor adalah angket komunikasi interpersonal. Penelitian ini dilakukan secara kuasi eksperimen, dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Metode analisis data menggunakan analisis U Mann-Whitney untuk mengetahui apakah asertivitas berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi interpersonal pada supervisor. Hasil penelitian menunjukkan Z = -2,841 dan skor p (uji dua sisi) = 0,005, skor p (uji satu sisi) = 0,004 sehingga p &lt; 0,05 artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan pelatihan asertivitas dan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asertivitas dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada supervisor di PT. X Kalimantan Barat.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63590</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Parent Management Training untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Anak yang Mengalami Gangguan Perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63584</link>
<description>Parent Management Training untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial pada Anak yang Mengalami Gangguan Perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD)
Hairina, Yulia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah apakah parent management training dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak yang mengalami gangguan perilaku oppositional-defiant disorder (ODD). Subjek dalam penelitian satu orang anak yang mengalami gangguan perilaku oppositional defiant disorder (ODD) berjenis kelamin laki-laki, usianya 7 tahun, saat ini duduk di kelas II Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dengan metode anecdotal record dan behavioural checklist dan wawancara semi terstruktur. Desain penelitian yang digunakan adalah single case design experiment dengan desain A-B follow up. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan analisis pendekatan perilaku. RAC-S (Respon, Antecendents, Consequences, Respon- Strength), dan analisis data visual inspection. Hasil penelitian yaitu parent management training dapat meningkatkan keterampilan sosial anak yang mengalami gangguan perilaku oppositional defiant disorder. terutama pada aspek perilaku yang medukung kesuksesan akademik di sekolah.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63584</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) untuk Meningkatkan Konsep Diri Pada Remaja yang Mengalami Luka Bakar dan Post-Traumatic Stress Disorder Akibat Erupsi Merapi 2010</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62723</link>
<description>Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) untuk Meningkatkan Konsep Diri Pada Remaja yang Mengalami Luka Bakar dan Post-Traumatic Stress Disorder Akibat Erupsi Merapi 2010
Wulandari, Firsty Ajeng
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas mindfulness based cognitive therapy sebagai suatu alternatif untuk meningkatkan konsep diri pada remaja yang mengalami luka bakar dan PTSD akibat erupsi Merapi 2010. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang, yaitu seorang remaja berusia 17 tahun yang mengalami Combustio grade II - III dengan sebaran luka hingga 38 % yang mengakibatkan cacat fisik pada dirinya dan juga mengalami PTSD akibat erupsi Merapi 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan skala. Penelitian ini adalah penelitian single case experimental design dengan disain penelitian n=1 dan disain pengukuran AB-Follow up. Analisis terhadap data yang diperoleh dalam penelitian ini diukur dengan dua metode yaitu, (1) teknik visual inspection yang menampilkan grafik berdasarkan hasil skor skala konsep diri dan PTSD pada tahap baseline, intervensi, dan follow up yang kemudian dievaluasi, (2) metode analisa kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi selama pada tahap asesmen, baseline, intervensi dan follow up. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan konsep diri yang dilihat dari dimensi internal berupa identitas diri sebagai pelaku dan penilai serta dimensi eksternal berupa konsep diri fisik, pribadi, sosial, moral etik, keluarga, akademik. Selain itu juga terjadi penurunan PTSD yang signifikan berdasarkan DSM IV. Hal tersebut sesuai dengan analisis data yang telah dijelaskan pada penelitian ini, sehingga kesimpulannya adalah mindfulness based cognitive therapy dapat meningkatkan konsep diri pada remaja yang mengalami luka bakar dan PTSD akibat erupsi Merapi 2010.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62723</guid>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
