<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Journal Article / Artikel Jurnal</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3479</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 01:52:18 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-26T01:52:18Z</dc:date>
<item>
<title>UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA MENCIT GALUR DDY</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/6252</link>
<description>UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK ATSIRI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA MENCIT GALUR DDY
Juliantina Rachmawaty, Farida; Nahdliyyah, Qonitatun
Penggunaan bahan a/am, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung&#13;
meningkat, terlebih dengan adanya slogan back to nature. Sirih merah (Piper crocatum)&#13;
merupakan tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka&#13;
Indonesia. Beberapa peneliti Ielah melakukan penelitian secara ilmiah mengenai&#13;
manfaatnya. Agar diketahui batas keamanannya maka perlu dilakukan uji toksisitas.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LD50 minyak atsiri daun sirih merah serta&#13;
mengkaji kondisi histopatologis hati, ginjal dan lambung setelah pengujian. Mencit&#13;
galur DD Y sebanyak 70 ekor dibagi menjadi 7 kelompok. Tiap kelompok 10 ekor terdiri&#13;
atas 5 jantan dan 5 betina. Kelompok I diberi dosis 10,20 mglkgBB, kelompok II diberi&#13;
dosis 66,10 mg/kgBB, kelompok III diberi dosis 428,43 mg/kgBB, kelompok IV diberi&#13;
dosis 2777,10 mg/kgBB, Kelompok V diberi dosis 18000,00 mg/kgBB, kelompok VI diberi&#13;
dosis isoniazid 56,10/kgBB (sebagai kontrol obat antituberkulosis standar), kelompok&#13;
VII diberi aquades. Semua mencit diamati ada tidaknya kematian pada 24 jam pertama.&#13;
Selanjutnya mencit yang masih hidup dilanjutkan pengamatan hingga 1 minggu. Hasil·&#13;
diana/isis dengan cara aritmatik menurut Karber. Kemudian dilakukan nekropsi, diambil&#13;
organ hati, ginjal dan lambung untuk pemeriksaan histopatologisnya. Pada pengamatan&#13;
24 jam pertama, kelompok V yaitu kelompok dengan dosis tertinggi, semua mencit mati,&#13;
sementara kelompok IV terdapat 1 ekor mencit betina yang mati, selebihnya hidup hingga&#13;
akhir pengamatan. Dari perhitungan aritmatik menurut Karber LDso minyak atsiri daun&#13;
sirih merah pada dosis 9509,97 mg/kgBB atau 9,51 g/kgBB. Setelah dicocokkan dengan&#13;
tabel batas keamanan obat diketahui bahwa minyak atsiri daun sirih merah termasuk&#13;
dalam kategori tidak toksik (5-15 glkgBB). Berdasarkan pemeriksaan hasil histopatologis&#13;
tidak ada kelainan patologis pada semua pemeriksaan ginjal dan lambung. Sementara&#13;
pada hati kelainan patologis terdapat pada dosis tertinggi yaitu terjadi degenerasi&#13;
melemak. Hasil uji toksisitas akut minyak atsiri daun sirih merah memiliki LDso 9,51&#13;
g/kgBB. Dengan demikian aman untuk dikonsumsi hingga lebih 1 OOx dosis terapi. Pada&#13;
dosis itu tidak dipero/eh kelainan pato/ogis pada pemeriksaan ginja/, hati dan lambung.
Collections &gt; Lecturers &gt; Faculty of medicine &gt; Journal Article
</description>
<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/6252</guid>
<dc:date>2011-12-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
