<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>New Submissions</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3469</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 12:25:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-14T12:25:57Z</dc:date>
<image>
<title>New Submissions</title>
<url>http://dspace.uii.ac.id:80/bitstream/id/224336/</url>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3469</link>
</image>
<item>
<title>Preparasi dan Karakterisasi Nanopartikel Emas Ekstrak Daun Singkong Karet (Manihot glaziovii) dengan Proses Biosintesis Ramah Lingkungan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62579</link>
<description>Preparasi dan Karakterisasi Nanopartikel Emas Ekstrak Daun Singkong Karet (Manihot glaziovii) dengan Proses Biosintesis Ramah Lingkungan
Faradita, Muhammad Aldiyan
Daun singkong karet (Manihot glaziovii) merupakan tanaman obat yang belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Senyawa flavonoid menjadi senyawa aktif dalam ekstrak daun singkong karet yang memiliki kelarutan baik dalam air. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembentukan nanopartikel emas adalah proses biosintesis ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan preparasi dan karakterisasi nanopartikel emas menggunakan ekstrak daun singkong karet yang mengandung senyawa flavonoid. Observasi perubahan warna dilakukan secara visual. Waktu pembentukan nanopartikel emas dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Ukuran partikel dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), morfologi nanopartikel diamati menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), sedangkan profil gugus fungsi nanopartikel dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel emas yang dihasilkan melalui proses biosintesis ramah lingkungan mengalami perubahan warna dari kuning menjadi merah ungu. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh berada pada rentang 500–550 nm, yaitu pada 532 nm. Ukuran partikel yang dihasilkan sebesar 58,63 nm dengan bentuk nanopartikel berupa spherical (bulat). Selain itu, dalam proses pembentukan nanopartikel tidak ditemukan gugus fungsi yang berbeda secara signifikan yang berperan dalam pembentukan nanopartikel emas.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62579</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Penurunan Ketinggian Sampah, Makrobiologi dan Koloni Mikrobiologi (Fecal Coli) pada Sampah Daun Kering dalam Media Komposter Cacing Tanah</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62523</link>
<description>Analisis Penurunan Ketinggian Sampah, Makrobiologi dan Koloni Mikrobiologi (Fecal Coli) pada Sampah Daun Kering dalam Media Komposter Cacing Tanah
Maulana, Cendekia Ilham
Penelitian ini membahas pemanfaatan sampah daun kering sebagai pupuk organik melalui metode vermicomposting. Vermicomposting merupakan proses dekomposisi bahan organik yang melibatkan kerja sama antara cacing tanah dan mikroorganisme. Dalam proses ini, sampah daun dikonsumsi oleh cacing tanah sehingga massa sampah berkurang dan menghasilkan casting atau kotoran cacing, yang kemudian dibantu oleh mikroorganisme dalam pembentukan nutrien.Penelitian ini menggunakan daun beringin (Ficus benjamina) dan daun bambu (Bambusa bambos) sebagai bahan vermikompos dengan media reaktor cacing tanah. Salah satu tujuan penelitian adalah mengetahui laju konsumsi atau penurunan ketinggian sampah dalam reaktor. Selain itu, penelitian juga menganalisis jumlah koloni mikroorganisme menggunakan metode MPN (Most Probable Number) berdasarkan parameter bakteri fecal coli sesuai SNI 19-7030-2004.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan hingga vermikompos matang adalah 56 hari. Pengukuran penurunan ketinggian dilakukan setiap tiga hari menggunakan mistar. Rata-rata penurunan ketinggian pada daun Ficus benjamina sebesar 2,18 cm/hari, sedangkan pada daun Bambusa bambos sebesar 1,0 cm/hari.Pengambilan sampel mikroorganisme dilakukan pada hari ke-28 dan hari ke-56 untuk menghitung nilai MPN. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai MPN sebesar 290 MPN/g pada hari ke-28 dan 460 MPN/g pada hari ke-56. Berdasarkan hasil tersebut, jumlah bakteri fecal coli telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62523</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Kedelai di Indonesia Tahun 1999–2014</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62515</link>
<description>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Kedelai di Indonesia Tahun 1999–2014
Zulkarnaen, Alwis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor kedelai di Indonesia tahun 1999–2014. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia untuk mendukung analisis penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi memiliki pengaruh positif terhadap impor kedelai di Indonesia tahun 1999–2014. Artinya, ketika produksi dan konsumsi meningkat, maka impor kedelai juga meningkat. Sementara itu, kurs rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia tahun 1999–2014. Di sisi lain, harga memiliki pengaruh negatif terhadap impor kedelai di Indonesia, yang berarti ketika harga meningkat maka impor kedelai akan menurun. Dalam jangka panjang, variabel konsumsi berpengaruh terhadap impor kedelai. Sedangkan dalam jangka pendek, variabel produksi, harga, dan kurs tidak berpengaruh terhadap impor kedelai di Indonesia.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62515</guid>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Perilaku Driver pada Bagian Distribusi Barang dengan Metode Survey dan Cluster pada CV. Mitra Mulia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62495</link>
<description>Analisis Perilaku Driver pada Bagian Distribusi Barang dengan Metode Survey dan Cluster pada CV. Mitra Mulia
Khasan, Naormandhi Farizal
CV. Mitra Mulia merupakan distributor produk AQUA yang berada di Yogyakarta. Produk yang didistribusikan meliputi AQUA galon dan AQUA karton. Dalam persaingan bisnis saat ini, perusahaan dituntut untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen karena kepuasan konsumen merupakan faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan. Salah satu strategi yang digunakan untuk memenuhi kepuasan konsumen adalah dengan melakukan distribusi barang secara baik dan efektif.&#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan cluster. Metode survei digunakan untuk pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, sedangkan metode cluster digunakan untuk menganalisis perilaku driver berdasarkan variabel-variabel yang diteliti. Hasil dari metode cluster berupa pengelompokan perilaku masing-masing driver ke dalam beberapa cluster yang terbentuk berdasarkan hasil dendogram.&#13;
&#13;
Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk membantu perusahaan dalam memberikan tugas kepada para driver agar proses pendistribusian barang dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hasil pengelompokan berdasarkan dendogram menunjukkan bahwa apabila dilakukan cut off pada angka 10, maka terbentuk 2 cluster dan beberapa outlier. Sementara itu, apabila dilakukan cut off pada angka 5, maka terbentuk 4 cluster dan beberapa outlier.&#13;
&#13;
Hasil profilisasi masing-masing cluster menunjukkan bahwa pada cut off 10 terdapat 3 kelompok (2 cluster dan beberapa outlier), sedangkan pada cut off 5 terdapat 5 kelompok (4 cluster dan beberapa outlier). Setiap cluster memiliki variabel yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap karakteristik cluster tersebut.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62495</guid>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
