<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Islamic Law</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/34</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:19:31 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-25T17:19:31Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Citra Merek, Gaya Hidup, dan Pencantuman Label Halal terhadap Keputusan Pembelian Makanan Cepat Saji Mister Burger (Studi pada Mahasiswa FIAI UII Angkatan 2013 dan 2014) (The Influence of Brand Image, Lifestyle, and Halal Labeling Toward the Decision of Purchasing Fast Food Mister Burger (A Study on Students of FIAI UII, Year 2013–2014)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63348</link>
<description>Pengaruh Citra Merek, Gaya Hidup, dan Pencantuman Label Halal terhadap Keputusan Pembelian Makanan Cepat Saji Mister Burger (Studi pada Mahasiswa FIAI UII Angkatan 2013 dan 2014) (The Influence of Brand Image, Lifestyle, and Halal Labeling Toward the Decision of Purchasing Fast Food Mister Burger (A Study on Students of FIAI UII, Year 2013–2014)
Islamy, Nur
Di era modern seperti sekarang ini manusia semakin dimudahkan dengan perkembangan produk makanan yang beraneka ragam salah satunya makanan cepat saji dengan merek-merek yang sudah dikenal oleh masyarakat seperti mister burger. Pemahaman yang semakin baik tentang agama makin membuat konsumen Muslim menjadi semakin selektif dalam pemilihan produk yang dikonsumsi, masyarakat muslim umumnya memperhatikan label halal yang ada pada produk yang akan dibeli khususnya produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup mahasiswa berpengaruh atau tidak terhadap pilihan produk makanan untuk dikonsumsi selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana merek yang terkenal dapat menentukan keputusan pembelian mister burger serta dengan melihat mahasiswa FIAI UII yang muslim maka dengan penelitian ini juga akan memberikan hasil apakah ada atau tidaknya label halal dalam suatu produk berpengaruh atau tidak. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengambil sampel responden dengan metode  purposive  sampling, pengumpulan datanya  dengan  kuesioner, dan pengolahannya menggunakan teknik analisis linier berganda. Uji parsial (uji t), dapat diketahui bahwa variabel citra merek tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung variabel citra merek dari nilai t tabel yaitu 1.621 &lt; 1,996. Jadi, meskipun dengan citra merek yang cukup dikenal, namun dalam penelitian ini variabel citra merek tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Sama halnya dengan variabel gaya hidup dalam penelitian ini tidak ditemukan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini ditunjukkan dari t hitung lebih lebih kecil dari t Tabel yaitu -756 &lt; 1.996. Sedangkan diketahui besar t hitung untuk variabel pencantuman label halal sebesar 3.308, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pencantuman label halal terhadap keputusan pembelian produk mister burger.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63348</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Implementasi Pola Asuh Islami pada Keluarga Muslim para Pengajar (Asatidz) Pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz di Era Digital</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62901</link>
<description>Implementasi Pola Asuh Islami pada Keluarga Muslim para Pengajar (Asatidz) Pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz di Era Digital
Wibowo, Luqman Adam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pola asuh Islami&#13;
dalam keluarga para pengajar (asatidz) Pondok Pesantren Islamic Centre Bin&#13;
Baz dengan perspektif Abdullah Nasih Ulwan dalam karyanya yang berjudul&#13;
Tarbiyatul Aulad Fil Islam. Pola asuh Islami dipahami sebagai usaha orang&#13;
tua dalam mendidik anak berdasarkan nilai-nilai Islam yang berorientasi pada&#13;
pembentukan akhlak, kepribadian, serta keberlangsungan generasi Muslim&#13;
yang berkualitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan&#13;
pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam&#13;
dengan para pengajar serta dokumentasi aktivitas pengasuhan keluarga dan&#13;
kebijakan pesantren. Analisis dilakukan dengan teori konsep Abdullah Nasih&#13;
Ulwan, yaitu : Pembiasaan, keteladanan, nasehat, memberikan perhatian, dan&#13;
memberikan hukuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh Islami&#13;
di keluarga asatidz mengedepankan nilai syariat seperti solat berjamaah dan&#13;
menghafal al-qur’an melalui keterlibatan kedua orang tua, penanaman prinsip&#13;
akhlak Islami, serta dukungan lingkungan pesantren. Tantangan yang muncul&#13;
meliputi perkembangan teknologi, pengaruh media sosial, dan perbedaan pola&#13;
pandang antara suami dan istri. Pola asuh Islami terbukti memberikan dampak&#13;
positif terhadap pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62901</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pemanfaatan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis (Mbg): Analisis Kesesuaian Syariah dan Persepsi Baznas Daerah di DIY</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62897</link>
<description>Pemanfaatan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis (Mbg): Analisis Kesesuaian Syariah dan Persepsi Baznas Daerah di DIY
Amaanullah, Alif Ihsaan
Di era modern, pengelolaan zakat menghadapi tantangan baru ketika pemerintah&#13;
berupaya mengintegrasikan dana zakat dalam kebijakan publik, seperti Program&#13;
Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji persepsi&#13;
BAZNAS Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul terhadap wacana pemanfaatan&#13;
dana zakat untuk MBG; (2) menilai kesesuaian program MBG dengan ketentuan&#13;
syariah berdasarkan delapan asnaf dalam Q.S. At-Taubah ayat 60 dan pemikiran&#13;
Yusuf al-Qaradhawi; serta (3) menganalisis peluang dan tantangan pemanfaatan&#13;
dana zakat oleh negara dalam konteks kebijakan publik. Penelitian ini merupakan&#13;
penelitian kualitatif lapangan (field research) dengan teknik wawancara mendalam&#13;
kepada pimpinan BAZNAS di tiga wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa pemanfaatan zakat untuk MBG hanya dibenarkan apabila sasarannya adalah&#13;
siswa dari golongan fakir dan miskin. BAZNAS Sleman menolak penggunaan zakat&#13;
secara menyeluruh karena sifat program yang universal. BAZNAS Kota&#13;
Yogyakarta bersikap lebih fleksibel selama ada validasi data mustahik. BAZNAS&#13;
Bantul hanya membenarkan penggunaan zakat dalam situasi darurat. Selain itu,&#13;
ditemukan peluang berupa sinergi kelembagaan dan integrasi sistem pengelolaan&#13;
zakat, namun tantangan utama mencakup keterbatasan regulasi, rendahnya literasi&#13;
zakat, dan pentingnya menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam&#13;
kebijakan publik.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62897</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tinjauan Hukum Islam terhadap Persepsi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia tentang Kriteria Pasangan Hidup</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62890</link>
<description>Tinjauan Hukum Islam terhadap Persepsi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia tentang Kriteria Pasangan Hidup
MR, Putra Wira Abdul Warits
Pernikahan dalam islam merupakan instrument penting yang bertujuan&#13;
membentuk kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Salah&#13;
satu faktor utama dalam mewujudkan tujuan tersebut adalah ketetapan dalam&#13;
memilih pasangan hidup. Namun, perkembangan sosial dan budaya modern&#13;
memengaruhi cara pandang generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam&#13;
menentukan kriteria pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua&#13;
rumusan masalah, yaitu: bagaimana kriteria pemilihan pasangan hidup menurut&#13;
mahasiswa Universitas Islam Indonesia dan apakah kriteria tersebut sesuai dengan&#13;
ketentuan hukum islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan&#13;
pendekatan sosiologis dan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui&#13;
wawancara terhadap mahasiswa Universitas Islam Indonesia dari berbagai fakultas,&#13;
kemudian dianalisis secara deskriptif – analitis dengan merujuk pada Al – Qur’an,&#13;
Hadis, dan pendapat para ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas&#13;
mahasiswa menjadikan agama dan akhlak sebagai kriteria utama dalam memilih&#13;
pasangan hidup. Selain itu, faktor pendukung seperti komunikasi, kedewasaan&#13;
emosional, latar belakang keluarga, dan penampilan fisik juga turut&#13;
dipertimbangkan. Dalam tinjauan hukum islam, kriteria tersebut tidak bertentangan&#13;
dengan syariat selama agama tetap menjadi prioritas utama. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa Universitas Islam Indonesia dalam&#13;
memilih pasangan hidup mencerminkan keseimbangan antara nilai – nilai islam dan&#13;
realitas sosial modern.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62890</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
