<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Islamic Education</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/33</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 01:06:20 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-25T01:06:20Z</dc:date>
<item>
<title>Studi Tentang Kecemasan dalam menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61668</link>
<description>Studi Tentang Kecemasan dalam menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia
Yusri, Rifqi Muhammad
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena&#13;
kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Agama&#13;
Islam (PAI) Universitas Islam Indonesia dalam menghadapi transisi menuju dunia&#13;
kerja. Masa transisi ini sering memicu kecemasan yang kompleks, meliputi dimensi&#13;
psikologis, sosial, ekonomi, dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif jenis fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman subjektif&#13;
mahasiswa melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan&#13;
dokumentasi. Hasil penelitian (1) Bentuk kecemasan meliputi aspek psikis (takut&#13;
gagal, kurang percaya diri, cemas masa depan), fisik (sulit tidur, jantung berdebar,&#13;
kelelahan), dan sosial (minder, takut bersaing, khawatir ditolak kerja). (2) Faktor&#13;
penyebab bersifat multidimensional, mencakup tekanan akademik dari skripsi,&#13;
&#13;
ketidakpastian peluang kerja, tuntutan keluarga dan lingkungan, serta rendahnya self-&#13;
efficacy dan soft skill. (3) Analisis teoritis dan perspektif Islam menunjukkan&#13;
&#13;
kecemasan dapat dipahami dengan konsep state anxiety dan trait anxiety&#13;
(Spielberger), teori Lazarus tentang penilaian situasi sebagai ancaman, serta&#13;
pendekatan Islam melalui keseimbangan ikhtiar dan tawakal. (4) Dampak kecemasan&#13;
bersifat ganda: sebagian mahasiswa terhambat dalam belajar dan persiapan karier,&#13;
sementara sebagian lain justru terdorong meningkatkan disiplin dan keterampilan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61668</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Kreativitas Guru PAI dalam membentuk Karakter Religius Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pada Era Digitalisasi Kelas VIII di SMP Negeri 2 Sragen</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61645</link>
<description>Peran Kreativitas Guru PAI dalam membentuk Karakter Religius Peserta Didik Dalam Pembelajaran Pada Era Digitalisasi Kelas VIII di SMP Negeri 2 Sragen
Turangan, Hanif Dzaky
Karakter religius memiliki peran penting dalam dunia pendidikan sebagai benteng&#13;
dalam menghadapi degradasi moral peserta didik. Namun, pada era digital, masih&#13;
ditemukan perilaku peserta didik yang menunjukkan lemahnya akhlak dan moral, yang&#13;
bertentangan dengan nilai-nilai karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji&#13;
kreativitas guru PAI dalam membentuk karakter religius peserta didik, mengidentifikasi&#13;
tantangan dan hambatan yang dihadapi, serta menganalisis strategi guru PAI dalam&#13;
mengatasi tantangan tersebut pada peserta didik kelas VIII di era digitalisasi di SMP Negeri&#13;
2 Sragen.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan&#13;
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian&#13;
terdiri atas dua guru PAI dan tujuh peserta didik kelas VIII yang dipilih menggunakan&#13;
teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik,&#13;
sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah menunjukkan kreativitas&#13;
dalam membentuk karakter religius melalui variasi metode pembelajaran, penggunaan&#13;
media, keteladanan, dan pembiasaan keagamaan. Hambatan yang dihadapi meliputi&#13;
minimnya integrasi media digital, distraksi penggunaan gawai, perbedaan latar belakang&#13;
religius peserta didik, serta keterbatasan waktu dan pembiasaan. Adapun strategi yang&#13;
diterapkan guru PAI meliputi pendekatan edukatif dan humanis, komunikasi persuasif,&#13;
pembelajaran adaptif, integrasi nilai religius dalam pembelajaran, keteladanan,&#13;
pembiasaan, kolaborasi, penguatan motivasi, serta pengendalian penggunaan media digital&#13;
secara edukatif.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61645</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepsi Siswa Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Sleman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61644</link>
<description>Persepsi Siswa Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Sleman
Rohman, Syahrur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap&#13;
implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan di Madrasah Tsanawiyah&#13;
Negeri 9 Sleman. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena meningkatnya&#13;
tantangan moral pada generasi muda serta pentingnya peran sekolah khususnya madrasah&#13;
dalam membentuk karakter religius melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan&#13;
data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan&#13;
melibatkan 17 informan yang terdiri dari kepala madrasah, guru pendamping, dan siswa.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi beragam terhadap&#13;
kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kultum, dan&#13;
peringatan hari besar Islam. Sebagian besar siswa memandang kegiatan tersebut&#13;
bermanfaat dalam meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kedekatan&#13;
spiritual, sementara sebagian lainnya menilai beberapa kegiatan masih bersifat rutinitas&#13;
formal. Faktor internal seperti motivasi, pengalaman religius, dan pemahaman agama,serta&#13;
faktor eksternal seperti dukungan guru, teman sebaya, dan budaya religius madrasah turut&#13;
memengaruhi persepsi siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi positif siswa&#13;
berkontribusi langsung pada keterlibatan aktif dan internalisasi nilai-nilai karakter religius.&#13;
Dengan demikian, implementasi kegiatan keagamaan di MTsN 9 Sleman berperan&#13;
penting dalam pembentukan karakter religius siswa, meskipun efektivitasnya sangat&#13;
dipengaruhi oleh kualitas pembinaan, keteladanan guru, dan suasana religius yang tercipta&#13;
di lingkungan madrasah. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak&#13;
sekolah dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang lebih bermakna, partisipatif, dan&#13;
transformatif.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61644</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa di MAN 4 Sleman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61642</link>
<description>Pengaruh Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa di MAN 4 Sleman
Irenfi, Tasya Putri
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya sikap jujur dan disiplin&#13;
siswa yang tercermin dari maraknya perilaku menyontek serta ketidakjujuran dalam&#13;
berbagai situasi sekolah. Kondisi ini mengindikasikan adanya degradasi karakter&#13;
religius, di mana nilai-nilai moral dan ajaran agama belum sepenuhnya&#13;
terinternalisasi dalam tindakan sehari-hari siswa. Tantangan ini menunjukkan&#13;
perlunya penguatan kembali pembentukkan karakter untuk membangun pribadi&#13;
yang bertanggung jawab. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter&#13;
religius siswa di MAN 4 Sleman.&#13;
Penelitian menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif.&#13;
Populasi sebanyak 198 siswa aktif kelas XI dengan sampel 50 siswa (25%). Teknik&#13;
Sampling yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Teknik&#13;
penguumpulan data melalui kuesioner dan dianalsisi menggunakan regresi linier&#13;
ganda dengan SPSS Versi 26 for Macbook.&#13;
Temuan penelitian ini adalah 1) Tidak ada pengaruh yang signifikan kecerdasan&#13;
spiritual terhadap pembentukan karakter religius siswa yang dibuktikan dengan&#13;
nilai signifikansi variabel X1 adalah 0,063 lebih besar dari 0,05. 2) Tidak ada&#13;
pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter&#13;
religius siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi variabel X2 adalah 0,123&#13;
lebih besar dari 0,05. 3) Ada pengaruh simultan dan signifikan dari kecerdasan&#13;
spiritual dan kecerdasan emosional terhadap pembentukan karakter religius siswa&#13;
yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 18,926 lebih besar dari Ftabel sebesar&#13;
3,20.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61642</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
