<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Islamic Education</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/33</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 19:11:26 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T19:11:26Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Pemanfaatan Gadget terhadap Prestasi Belajar Siswa MTsN Maguwoharjo</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/65991</link>
<description>Pengaruh Pemanfaatan Gadget terhadap Prestasi Belajar Siswa MTsN Maguwoharjo
Tamimi, Kurnia
Latar belakang penelitian ini adalah karena gadget merupakan hal yang sangat erat sekali kaitanya dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok banyak orang. Sekarang ini hampir semua aspek kehidupan menggunakan gadget. Gadget ini tentunya memiliki banyak sekali dampak bagi penggunanya. Tidak terkecuali siswa-siswa yang duduk di bangku sekolah. Gadget telah menjadi bagian dari kehidupan pelajar, sehingga keberadaan gadget menyebabkan adanya dampak positif maupun negatif. Maka atas dasar kasus- kasus tersebut penulis merumuskan judul skripsi sebagai berikut “ PENGARUH PEMANFAATAN GADGET TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA”. Penelitian ini bertujuan untuk yaitu untuk memberitahu secara jelasnya bagaimana dampak positif, negatif dan upaya yang harus dilakukan agar siswa menggunakan gadget dengan benar dan tidak menyalahgunakanya, serta mengetahui apakah gadget memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar siswa MTSn Maguwoharjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi seluruh kelas tujuh dan kelas delapan siswa MTSN Maguwohrjo dengan jumlah 221 dan sapelnya peneitian berjumlah 96 siswa. Teknik pengambian sampel proposional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket untuk mendapatkan data pengaruh penggunaan gadget terhadap prestasi belajar, serta data raport untuk mendapatkan data prestasi. Analisis data yang digunakan ialah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari pemanfaatan gadget terhadap prestasi belajar siswa MTSN Maguwoharjo. Dibuktikan dengan Hasil yang menunjukan nilai F hitung sebesar 57,420 dengan nilai signifikansi 0.000, maka Ho ditolak yang berarti Ha diterima karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 ( 0,000 &lt; 0,05).
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/65991</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pendidikan Keluarga dan Kecerdasan Interpersonal terhadap Kenakalannya Remaja pada Siswa Kelas XI MAN 5 Sleman Yogyakarta (The Effect of Family Education and Interpersonal Intelligence on Juvenile Delinquency at Class XI in MAN 5 Sleman Yogyakarta)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/65945</link>
<description>Pengaruh Pendidikan Keluarga dan Kecerdasan Interpersonal terhadap Kenakalannya Remaja pada Siswa Kelas XI MAN 5 Sleman Yogyakarta (The Effect of Family Education and Interpersonal Intelligence on Juvenile Delinquency at Class XI in MAN 5 Sleman Yogyakarta)
Hanani, Miftahul
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang marak terjadi akhir-akhir ini yaitu kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh pelajar di tingkat sekolah menengah atas. Hal ini juga terjadi pada siswa di MAN 5 Sleman Yogyakarta, peneliti sering kali menjumpai siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. Kenakalan remaja bisa terjadi karena faktor ekstrinsik dan intrinsik. Faktor ekstrinsik yang mempengaruhi salah satunya adalah pendidikan keluarga. Apabila anak melakukan tindakan yang menyimpang maka perlu ditinjau kembali pada lingkungan dimana anak itu dididik dan dibesarkan. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu. Salah satu sifat yang dibawa sejak lahir adalah kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal yaitu kemampuan dan keterampilan seseorang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi serta menghadapi orang lain ataupun lingkungan dengan cara yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan keluarga dan kecerdasan interpersonal terhadap kenakalan remaja pada siswa kelas XI di MAN 5 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di MAN 5 Sleman Yogyakarta dengan populasi siswa sebanyak 208 siswa. Dalam menentukan jumlah sampel digunakan teknik Random Sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 52 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda, analisis data ini menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 20 for windows. Hasil analisis regeresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05 dan nilai F Regresi sebesar 9,783 &gt; Ftabel 3,18. Hasil nilai R Square sebesar 0,285 atau 28,5 %. Maka hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh pendidikan keluarga dan kecerdasan interpersonal terhadap kenakalan remaja sebesar 28,5% dan 71,5% lagi dipengaruhi oleh faktor lain.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/65945</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Lingkungan Pesantren terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII di MTs Sunan Pandanaran, Jl. Kaliurang Km 12,5 Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/65944</link>
<description>Pengaruh Lingkungan Pesantren terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII di MTs Sunan Pandanaran, Jl. Kaliurang Km 12,5 Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
Aini, Qurrotul
Latar belakang ini adalah bahwa seharusnya, siswa yang menjadi santri juga harus pandai bagaimana menciptakan kondisi lingkungan pesantren yang kondusif. Karena biasanya siswa yang sekaligus menjadi santri tersebut di sebuah pondok pesantren, cenderung prestasi belajarnya baik dibangku formal maupun di pondok pesantren sama-sama memuaskan. Semua itu tergantung individu masing-masing bagaimana cara mereka mensiasati belajarnya, karena cara mereka mensiasati itulah yang menentukan prestasi belajarnya. Apabila perolehan prestasi belajarnya yang tidak bisa keduanya memuaskan. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang pengaruh lingkungan pesantren terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan pesantren terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII Di MTs Sunan Pandanaran Jl. Kaliurang Km 12,5 Candi Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII Di MTs Sunan Pandanaran yang berjumlah 478 siswa yang terdiri dari kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G, VIII H, VIII I, VIII J, VIII K, VIII L, VIII M, VIII N, VIII O, VIII P dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket. Analisis instrument meliputi analisis validitas dan reliabilitas. Hasil analisis validitas menunjukkan dari 25 butir soal terdapat 16 butir soal terbukti valid, sedang hasil analisis reliabilitas menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0,723 untuk lingkungan pesantren dan dinyatakan reliabel. Analisis data meliputi analisis uji product moment dan uji hipotesis. Uji prasyarat dilakukan dengan melakukan uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji regresi linier sederhana ( F hitung = 182,758 &gt; F tabel = 0, 216 ). Karena F hitung lebih besar dari F tabel makan Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti persamaan regresi linier sederhana Y atas X bersifat nyata atau ini juga berarti bahwa lingkungan pesantren secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dari hasil perhitungan juga diperoleh bahwa besarnya kontribusi lingkungan pesantren terhadap prestasi belajar sebesar 69,3%. Nilai tersebut terlihat dari besarnya R Square, yaitu sebesar 0,693. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pesantren menjadi salah satu faktor penting dalam prestasi belajar. Koefisien determinasi yang menunjukkan nilai sebesar 0,693 yang berarti bahwa lingkungan pesantren dapat meningkatkan terhadap prestasi belajar sebesar 69,3%, sedangkan sisanya sebesar ( 100% ─ 69,3 = 30,7% ) menunjukkan faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/65944</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Kecerdasan Emosional Peserta Didik di MAN 2 Sleman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/65941</link>
<description>Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Kecerdasan Emosional Peserta Didik di MAN 2 Sleman
Kholil, Muhammad
Selama ini banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi belajar yang tinggi diperlukan kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi. Namun, menurut hasil penelitian terbaru dibidang psikologi membuktikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang, tetapi ada banyak faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar, yang salah satunya adalah kecerdasan emosional.Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi yang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.Permasalahan yang terjadi karena adanya anak/siswa yang ber-IQ tinggi tetapi prestasi akademiknya menurun, ini merupakan permasalahan yang harus dicari solusinya. Dari alasan tersebut penulis mencoba mengadakan penelitian mengenai bagaimana peranan guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan kecerdasan emosional peserta didi di MAN 2 Sleman, Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang peranan guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan kecerdasan emosional peserta didik di MAN 2 Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, dari populasi 500 peserta didik yang dipilih menjadi sampel sebanyak 50 responden, dengan teknik pengembilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cara acak (Random Sampling).Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunkan angket, wawancara dan observasi. Anget sebagai alat untuk menjaring jawaban siswa, sedangkan wawamcara dilakukan terhadap guru pendidikan agama Islam. Observasi dilakukan dengan mengamati kondisi sekolah dan segala objek penelitian di sekolah.Teknik analisa data dilakukan dengan cara mentabulasikan data sesuai dengan jawaban siswa yang sejenis. Selanjutnya dipresentasikan dan peneliti melakukan interprestasi data, dengan hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi atau gambaran masing-masing aspek yang diteliti berdasarkan tanggapan responden. Hasil penelitian tentang peranan guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan kecerdasan emosional peserta didik di MAN 2 Sleman, Yogyakarta memperoleh skor 3.085 (77,13%) dengan kategori baik.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/65941</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
