<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Master of Chemistry</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28812</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 06:25:34 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-09T06:25:34Z</dc:date>
<item>
<title>Potensi Brokoli (Brassica Oleracea L. Var. Italica.) Sebagai Kandidat Sumber Probiotik Pangan Fungsional Penghasil Enzim Protease dan Amilase</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63473</link>
<description>Potensi Brokoli (Brassica Oleracea L. Var. Italica.) Sebagai Kandidat Sumber Probiotik Pangan Fungsional Penghasil Enzim Protease dan Amilase
Maharani, Najlaa Ayu
Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) merupakan sayuran yang kaya akan&#13;
nutrisi dan senyawa bioaktif sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan&#13;
fungsional. Selain nilai gizinya, brokoli juga berpotensi menjadi sumber bakteri&#13;
asam laktat (BAL) yang memiliki karakteristik probiotik dan mampu menghasilkan&#13;
enzim hidrolitik yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengevaluasi potensi brokoli sebagai kandidat sumber probiotik pangan fungsional&#13;
melalui analisis aktivitas antimikroba, kemampuan produksi enzim protease dan&#13;
amilase oleh isolat BAL, serta analisis komposisi nutrisi menggunakan metode&#13;
proksimat. Penelitian dilakukan melalui fermentasi spontan brokoli yang&#13;
dilanjutkan dengan isolasi bakteri, uji resistensi terhadap pH asam, uji aktivitas&#13;
antimikroba terhadap beberapa bakteri patogen, pewarnaan Gram, serta skrining&#13;
aktivitas enzim protease dan amilase. Aktivitas enzim selanjutnya dianalisis&#13;
menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Selain itu, analisis proksimat dilakukan&#13;
untuk menentukan kandungan nutrisi utama brokoli yang meliputi kadar air, abu,&#13;
protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri&#13;
dari fermentasi brokoli mampu bertahan pada kondisi asam, menunjukkan aktivitas&#13;
antimikroba terhadap bakteri patogen uji, serta memiliki kemampuan menghasilkan&#13;
enzim protease dan amilase yang ditunjukkan oleh terbentuknya zona bening pada&#13;
media selektif dan aktivitas enzim secara spektrofotometri. Analisis proksimat&#13;
menunjukkan bahwa brokoli memiliki kandungan nutrisi yang mendukung&#13;
pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas enzimatik. Dengan demikian, brokoli&#13;
berpotensi dikembangkan sebagai sumber bakteri probiotik penghasil enzim serta&#13;
sebagai bahan pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan .
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63473</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Isolasi dan Karakteristik Karagenan dari Rumput Laut Acanthophora spicifera</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63206</link>
<description>Isolasi dan Karakteristik Karagenan dari Rumput Laut Acanthophora spicifera
Ahmad, Ramdhani Andriansyah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia biomassa rumput&#13;
laut Acanthophora spicifera yang berasal dari Pantai Sayang Heulang, Kabupaten&#13;
Garut, serta mengkaji karakteristik fisik dan kimia karagenan yang dihasilkan&#13;
melalui berbagai metode isolasi alkali. Penelitian ini didasarkan pada melimpahnya&#13;
potensi rumput laut di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai&#13;
sumber hidrokoloid alternatif. Analisis proksimat terhadap biomassa kering&#13;
menunjukkan bahwa A. spicifera didominasi oleh kandungan karbohidrat sebesar&#13;
51,03%, diikuti oleh protein 15,90%, kadar abu 14,86%, dan kadar lemak yang&#13;
sangat rendah yaitu 0,66%. Kadar air bahan baku tercatat sebesar 17,55%, yang&#13;
menunjukkan stabilitas bahan baku untuk proses penyimpanan dan pengolahan&#13;
lebih lanjut. Proses ekstraksi karagenan dilakukan menggunakan tiga jenis pelarut&#13;
alkali (NaOH, KOH, dan Ca(OH)2) dengan variasi konsentrasi 4%–8%. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi pelarut berpengaruh&#13;
signifikan terhadap rendemen dan sifat fisikokimia karagenan. Rendemen tertinggi&#13;
diperoleh dari penggunaan NaOH 5% sebesar 71,70%, disusul oleh KOH 5%&#13;
sebesar 43,95%, dan Ca(OH)2 5% sebesar 15,35%. Namun, dari sisi karakteristik&#13;
fisik, pelarut Ca(OH)2 memberikan performa terbaik dengan kekuatan gel mencapai&#13;
6.594,72 g/cm2 pada konsentrasi 4% dan viskositas tertinggi sebesar 139,00 cP pada&#13;
konsentrasi 4%. Sebaliknya, ekstraksi menggunakan KOH menghasilkan&#13;
karagenan yang tidak memiliki kekuatan gel yang terdeteksi. Secara kimiawi,&#13;
analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi bahwa karagenan dari&#13;
A. spicifera merupakan tipe kappa-karagenan. Hal ini ditandai dengan munculnya&#13;
&#13;
pita serapan khas ester sulfat pada bilangan gelombang 1210–1260 cm−1 dan D-&#13;
galaktosa-4-sulfat pada rentang 840–850 cm−1. Analisis SEM-EDX menunjukkan&#13;
&#13;
komposisi atomik yang didominasi oleh oksigen dan karbon, serta adanya substitusi&#13;
kation (Na+&#13;
, K+&#13;
, Ca2+) yang sesuai dengan jenis pelarut yang digunakan, yang&#13;
memperkuat struktur jaringan polisakarida. Kesimpulannya, A. spicifera memiliki&#13;
potensi besar sebagai bahan baku industri karagenan dengan karakteristik&#13;
fisikokimia yang kompetitif, terutama jika diekstraksi menggunakan pelarut&#13;
berbasis kalsium untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan gel dan viskositas&#13;
tinggi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63206</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Komposit Magnetik Nio/fe3o4-rgo sebagai Adsorpsi Zat Warna Remazol Red pada Limbah Batik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62911</link>
<description>Komposit Magnetik Nio/fe3o4-rgo sebagai Adsorpsi Zat Warna Remazol Red pada Limbah Batik
Ningrum, Rizki Bangun Setia
Limbah batik yang mengandung zat warna remazol red bersifat stabil dan sulit&#13;
terurai, sehingga memerlukan adsorben yang efektif untuk pengolahan air limbah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi kinerja komposit&#13;
NiO/Fe3O4–rGO sebagai adsorben. Reduced graphene oxide (rGO) disintesis&#13;
melalui reduksi graphene oxide (GO), yang diperoleh dari grafit murni&#13;
menggunakan metode Hummers, sedangkan Fe3O4 disintesis melalui metode&#13;
kopresipitasi. Komposit dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM–EDX,&#13;
dan Gas Sorption Analyzer (GSA) untuk menilai gugus fungsi, fase kristalin,&#13;
morfologi, dan sifat porositas. Hasil FTIR menunjukkan gugus C=C (1634 cm−1),&#13;
Fe–O (583 cm−1), dan Ni–O (450 cm−1). XRD menunjukan terbentuknya fase&#13;
kristalin NiO dan Fe3O4 dengan tiga puncak utama, serta adanya struktur rGO.&#13;
SEM–EDX menunjukkan partikel NiO/Fe3O4 terbentuk dan terdispersi merata pada&#13;
permukaan lembaran rGO. GSA menunjukkan struktur mesopori (isoterm IVa)&#13;
dengan luas permukaan 7,650 m2/g, volume pori 0,1113 cc/g, dan ukuran pori 29,09&#13;
nm. Uji adsorpsi menunjukkan efisiensi tinggi dengan pH optimum 2, waktu kontak&#13;
100 menit (gelap) dan 80 menit (terang), massa adsorben optimum 0,25–0,35 g, dan&#13;
konsentrasi optimum 40–80 ppm. Persen adsorpsi mencapai 99,8% (gelap) dan&#13;
99,0% (terang). Adsorpsi mengikuti kinetika pseudo-order kedua, menunjukkan&#13;
mekanisme yang konsisten dan efisien. Secara keseluruhan, komposit NiO/Fe3O4–&#13;
rGO memiliki karakteristik fisik dan kimia yang mendukung efisiensi adsorpsi&#13;
sangat tinggi, sehingga berpotensi digunakan sebagai adsorben efektif untuk&#13;
pengolahan limbah batik.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62911</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pretreatment dan Metode Ekstraksi Terhadap Sifat Fisikokimia Ekstrak Kayu Gaharu Non-resinous Sebagai Bahan Baku Parfum</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62879</link>
<description>Pengaruh Pretreatment dan Metode Ekstraksi Terhadap Sifat Fisikokimia Ekstrak Kayu Gaharu Non-resinous Sebagai Bahan Baku Parfum
Mahpud, Najwa Luthfikal
Kayu gaharu non-resinous berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum alami&#13;
melalui pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh berbagai&#13;
metode pretreatment (fermentasi, microwave, dan ultrasonik) serta metode ekstraksi&#13;
(hidrodestilasi dan maserasi) terhadap sifat fisikokimia, rendemen, stabilitas, dan&#13;
karakteristik aroma ekstrak kayu gaharu non-resinous. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa variasi pretreatment dan metode ekstraksi berpengaruh nyata terhadap warna,&#13;
intensitas aroma, dan rendemen ekstrak. Pretreatment fermentasi dan ultrasonik&#13;
menghasilkan ekstrak berwarna lebih pekat dengan aroma woody yang kuat, sedangkan&#13;
pretreatment microwave menghasilkan warna lebih cerah dan aroma lebih lembut.&#13;
Pretreatment ultrasonik meningkatkan rendemen ekstrak sebesar 75%, sementara&#13;
hidrodestilasi selama 18 jam meningkatkan rendemen hidrosol hingga 80%. Analisis&#13;
senyawa volatil menunjukkan terbentuknya senyawa khas gaharu seperti agarospirol,&#13;
eudesmol, dan 10-epi-γ-eudesmol. Berdasarkan evaluasi sensori, uji hedonik, dan&#13;
stabilitas aroma, metode hidrodestilasi durasi 12–18 jam serta maserasi dengan&#13;
pretreatment microwave 300 W paling sesuai sebagai bahan baku parfum alami.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62879</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
