<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat “Kesehatan Modern dan Tradisional” - Diseminasi Pengabdian</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25806</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 22:54:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-21T22:54:38Z</dc:date>
<item>
<title>EDUKASI BERBASIS DARING TENTANG CARA PEMBUATAN HAND SANITIZER ALSIRAPIS (ALKOHOL, SIRIH, ALOEVERA DAN JERUK NIPIS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25904</link>
<description>EDUKASI BERBASIS DARING TENTANG CARA PEMBUATAN HAND SANITIZER ALSIRAPIS (ALKOHOL, SIRIH, ALOEVERA DAN JERUK NIPIS) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19
Karunia Estri, Arimbi; Fina Aryu Puspasari, Scholastica; Mahayanti, Agnes; Eka Noviati, Bernadetha; Amrijati, Amrijati
Strategi physical distancing di masa pandemi Covid-19 menyebabkan masyarakat banyak membutuhkan jasa para driver online atau ojek online (ojol) dalam hal mengantar barang dan memesan makanan. Jasa mengantar makanan sangat berisiko membawa virus dari satu tempat ke tempat lain. Oleh sebab itu perlu kebersihan diri yang baik dari ojol untuk meminimalkan dampak tersebut.  Selain ojol, STIKes Panti Rapih sebagai bagian dari masyarakat Dusun Pringwulung juga mempunyai tanggung jawab untuk mengambil peran dalam mengoptimalkan derajat kesehatan melalui peningkatan kemandirian masyarakat. Bulan Maret 2020 banyak ketersediaan hand sanitizer (HS) yang tidak terstandar dengan beberapa campuran yang tidak jelas kandungannya. Berdasarkan paparan tersebut, tim PKM menemukan beberapa masalah yang dihadapi antara lain ojol sebagai individu yang berisiko tanpa perlengkapan yang memadai, masyarakat Dusun Pringwulung merupakan masyarakat potensial untuk menjadi change agent dalam membuat HS. Solusi permasalahan yang kami tawarkan adalah dengan melakukan riset pada bulan Maret 2020  dengan metode quasi eksperiment dengan  membuat 4 jenis HS dan dilakukan uji coba di laboratorium.  Hasil riset menunjukkan bahwa HS dengan bahan dasar alkohol,sirih,aloevera dan jeruk nipis (Alserapis) sangat efektif menghapus hamakan mikroorganisme sejumlah 2.1 x 10 2 atau membunuh 210 mikroorganisme per lausan cm 2 dibandingkan salah satu produk hand sanitizer yang sudah terstandar. Hasil riset kemudian diaplikasikan dalam PKM yang  diikuti 20 responden ojol  dan 17 warga Pringwulung. Seluruh responden mampu membuat HS Alsirapis secara mandiri dan digunakan dalam kegaitan sehari-hari. HS Alsirapis efektif dan efisein digunakan oleh masyarakat. Saran perlu ada riset lanjutan untuk modifikasi bau HS Alsirapis agar tidak bebau menyengat.
</description>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/25904</guid>
<dc:date>2020-11-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI GUNA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA WARGA DUSUN KAWEDAN RT 02 RW 16, BANGUNKERTO, TURI, SLEMAN, YOGYAKARTA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25902</link>
<description>PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI GUNA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA WARGA DUSUN KAWEDAN RT 02 RW 16, BANGUNKERTO, TURI, SLEMAN, YOGYAKARTA
Kristiyani, Ani; Wijayatri, Ratna; Selvyanti, Intan; Sasmytha, Vanessa; Octavia, Yanti; Magdalena, Magdalena
Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal, jantung dan otak, apabila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Program pencegahan dan pengendalian hipertensi memerlukan kerjasama petugas kesehatan. Dengan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang penyakit dan terapi meningkatkan kesadaran dan kepatuhan kontrol tekanan darah serta kepatuhan terhadap pengobatan (Haendra dkk,2013). Sasaran pengabdian ini adalah warga dusun Kawedan, Bangunkerto, Turi. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada seluruh peserta yang hadir. Diperoleh rata rata nilai tekanan darah sistolik 156,84 mmHg dan tekanan darah diastolik 83,97 mmHg. Edukasi dilakukan dengan paparan materi mengenai hipertensi. Peningkatan pengetahuan dilakukan uji pre-test danpost-test dianalisis dengan kolmogorov-smirnov dan dianalisis dengan uji T berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan antara pre dan post edukasi awalnya 45,45 menjadi 90,00 dengan p-value 0,03(p&lt;0,05). Dengan demikian pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan warga terkait hipertensi.
</description>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/25902</guid>
<dc:date>2020-11-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PKMS PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BAGI GURU MADRASAH KECAMATAN KARANGANOM KLATEN</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25901</link>
<description>PKMS PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BAGI GURU MADRASAH KECAMATAN KARANGANOM KLATEN
Permana Putra, Aji; Prihantoro, Agung
Madrasah-Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah sudah menerapkan Kurikulum 2013 (K-13), tetapi belum mengajarkan high order thinking skills (HOTS), keterampilan berpikir tingkat tinggi. Padahal, K-13 bermuatan HOTS, dan peserta didik setiap tahun selalu menghadapi soalsoal ujian HOTS. Karenanya, kegiatan pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru MI dalam pembuatan perangkat pembelajaran berbasis HOTS. Peserta kegiatan ini sebanyak 60 orang guru dari 5 MI di Kecamatan Karanganom. Hasil kegiatan adalah sebagai berikut: Pertama, terdapat peningkatan pemahaman para peserta pelatihan tentang HOTS, yaitu dari base line  &lt;50% menjadi &gt;75% pada aspek pemahaman materi HOTS. Hasil ini berdasarkan pretest dan posttest serta wawancara dengan peserta latihan. Suasana pelatihannya kondusif dan bernuansa akademik, narasumbernya berkualitas, dan peserta pelatihannya aktif. Kedua, setiap peserta menghasilkan produk perangkat pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  berbasis HOTS. Kendala pelatihan ini ialah kebijakan work from home (WFH) karena pandemi Covid-19. Solusinya adalah penerapan protokol kesehatan dan tanggap dalam pemberlakuan fase New Normal.
</description>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/25901</guid>
<dc:date>2020-11-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGEMBANGAN POTENSI UMKM DI DUSUN PUCANGANOM A  DENGAN PRODUK OLAHAN KERIPIK PISANG</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25900</link>
<description>PENGEMBANGAN POTENSI UMKM DI DUSUN PUCANGANOM A  DENGAN PRODUK OLAHAN KERIPIK PISANG
Taufiq, Agus; Azjar, Azjar; Arief Setiawan, Rizky; Pratama, Yoga; Jorgy Gabriel, Adrian; Maydhika Fasha, Annisaa; Choiriyah, Zulfa; Tri Utami, Yanti; Amri, Khairul
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksaksa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Tanaman pisang merupakan tanaman yang banyak ditemukan di  Dusun Pucanganom A. Tanaman ini mudah ditemukan karena mudah tumbuh di lingkungan manapun jika memiliki tanah yang subur. Akan tetapi tanaman pisang yang banyak tersebut belum dimanfaatkan sebagai salah satu produk olahan dan hanya dijual dalam bentuk mentahan saja sehingga memiliki nilai jual yang rendah. Oleh karena itu diadakan program kerja berupa pembuatan olahan keripik pisang. Tujuan yang ingin dicapai dari karya ini adalah untuk menumbuhkan kreatifitas warga dalam hal melakukan pengolahan keripik pisang dan meningkatkan nilai jual dari hasil tani tanaman pisang di dusun Pucanganom A. Kegiatan ini diawali dengan melakukan pencarian vendor untuk packaging serta penggalian potensi pisang yang ada di dusun Pucanganom A. Pembuatan olahan keripik pisang memiliki beberapa tahapan, yaitu melakukan  pemilahan pisang, pemotongan, perendaman dalam air garam, penggorengan dan pengemasan.Tanaman pisang yang sangat mudah ditemukan di dusun Pucanganom A diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber penpghasilan tambahan bagi warga dan masyarakat setempat.
</description>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/25900</guid>
<dc:date>2020-11-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
