<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SAKAPARI 2020 #SERIES 6</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25333</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 04:59:48 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-01T04:59:48Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh	Urbanisasi	Terhadap	Permukiman	Kumuh	Di	Kawasan	 Penjaringan	Jakarta	Utara</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43583</link>
<description>Pengaruh	Urbanisasi	Terhadap	Permukiman	Kumuh	Di	Kawasan	 Penjaringan	Jakarta	Utara
Suryanti, Nopita; Brintiska	Putri, Kenzila; Saniyah	Taqiyah, Yumna
Salah	 satu	 permukiman	 kumuh	 yang	 ada	 di	 ibukota	 adalah	 Kelurahan	&#13;
Pejagalan,	Kecamatan	Penjaringan,	Jakarta	Utara.	Permukiman	yang	letaknya	berada	di	&#13;
sepanjang	pinggir	sungai	ini	selain	padat,	tak	beraturan	juga	selalu	ada	kemungkinan	&#13;
banjir	 yang	 diakibatkan	 oleh	 meluapnya	 air	 sungai.	 Tidak	 hanya	 banjir,	 peluang	&#13;
kebakaran	 yang	 tinggi	 akibat	 rumah	 yang	 saling	 berdempetan	 pun	 sangat	 tinggi.		&#13;
Lingkungan	 permukiman	 kumuh	 di	 perkotaan	 telah	 menimbulkan	 dampak	 pada	&#13;
peningkatan	 frekuensi	 bencana	 di	 perkotaan,	 meningkatnya	 potensi	 kerawanan	 dan	&#13;
konflik	 sosial,	 menurunnya	 tingkat	 kesehatan	 masyarakat	 dan	 menurunnya	 kualitas	&#13;
pelayanan	prasarana	dan	sarana	permukiman	juga	bangunan	yang	dibangun	semrawut	&#13;
menambah	kesan	pelik	di	kawasan	yang	telah	sesak	ini
</description>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/43583</guid>
<dc:date>2020-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi	Sarana	dan	Prasarana	Pada	Kawasan	Pariwisata	Publik	 STUDI	KASUS:	Citra	Niaga	Samarinda	 TAHUN	2020</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43582</link>
<description>Evaluasi	Sarana	dan	Prasarana	Pada	Kawasan	Pariwisata	Publik	 STUDI	KASUS:	Citra	Niaga	Samarinda	 TAHUN	2020
Hari	Sulistiawan, Ananda; Hendrawati, Dyah
Kawasan	Citra	Niaga	merupakan	objek	wisata	budaya	yang	sangat	terkenal	&#13;
di	 Kota	 Samarinda,	 Kalimantan	 Timur.	 Citra	 niaga	 memiliki	 kekhasan	 wisata	 budaya	&#13;
sebagai	ikon	kota	Samarinda	yang	dibangun	pada	tahun	1984.	Kawasan	pariwisata	ini	&#13;
telah	 dikelola	 oleh	 Pemerintah	 Kota	 Samarinda,	 Citra	 Niaga	 merupakan	 pusat	&#13;
perbelanjaan	dan	arena	promosi	budaya	khas	Kalimantan,	terdapat	beberapa	fasilitas	&#13;
mulai	dari	penginapan	hingga	pasar	tradisional	yang	dikelilingi	oleh	kios-kios	komersil.	&#13;
Namun	 potensi	 dari	 kawasan	 cindera	 mata	 Citra	 Niaga	 belum	 dimanfaatkan	 secara	&#13;
maksimal.	 Penelitian	 ini	 bertujuan	 agar	 pariwisata	 publik	 di	 daerah	 Citra	 Niaga	&#13;
Samarinda	 tersebut	 dapat	 dikembangkan	 dari	 sebelumnya.	 Maka	 dari	 itu	 dilakukan	&#13;
observasi	 dan	 evaluasi	 di	 daerah	 Citra	 Niaga	 tersebut	 menjadi	 sesuatu	 yang	 dapat	&#13;
diangkat	 menjadi	 bahan	 penelitian.	 Berdasarkan	 hasil	 evaluasi	 yang	 telah	 dilakukan,	&#13;
Citra	Niaga	termasuk	dalam	kategori	yang	belum	layak.	Kawasan	Pariwisata	Citra	Niaga	&#13;
Samarinda	 sebagai	 pariwisata	 publik	 belum	 memenuhi	 kriteria	 standar	 sarana	 dan	&#13;
prasarana	 yang	 telah	 dievaluasi.	 Terdapat	 aspek-aspek	 yang	 belum	 memenuhi	 pada	&#13;
kondisi	Kawasan	Citra	Niaga	sekarang.
</description>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/43582</guid>
<dc:date>2020-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pasar	Badung,	Denpasar,	Bali	Jelang	Era	Kenormalan	Baru</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43581</link>
<description>Pasar	Badung,	Denpasar,	Bali	Jelang	Era	Kenormalan	Baru
Widiastuti, Widiastuti; Alam	Paturusi, Syamsul
Pasar	 adalah	 salah	 satu	 pilar	 ekonomi	 masyarakat.	 Dari	 pasar	 distribusi	&#13;
barang	 kebutuhan	 sehari-hari	 dilakukan	 oleh	 pedagang	 dan	 pembeli	 yang	 difasilitasi	&#13;
oleh	 pengelola.	 Begitu	 pentingnya	 pasar	 dalam	 kehidupan	 kota,	 maka	 pasar	 sering	&#13;
menjadi	 pusat	 keramaian	 kota.	 Pada	 masa	 pandemi,	 kondisi	 seperti	 ini	 menciptakan	&#13;
pasar	sebagai	klaster	penyebaran	virus	di	Indonesia.	Sehingga	pasar	menjadi	sepi	yang	&#13;
mengakibatkan	perekonomian	nasional	menurun.	Untuk	menggairahkan	perekonomian,	&#13;
Presiden	 Jokowi	 pada	 26	 Mei	 2020	 melontarkan	 ide	 untuk	 mempersiapkan	 tatanan	&#13;
kehidupan	 baru	 yang	 dirasakan	 efektif	 untuk	 membuat	 masyarakat	 tetap	 produktif	&#13;
sekaligus	tetap	aman	dari	virus	corona.	Permasalahnnya	adalah	bagaimana	pengelola	&#13;
pasar	 menindaklanjuti	 kebijakan	 presiden	 tersebut?	 Penelitian	 ini	 mengekplorasi	&#13;
tindakan	 pengelola	 Pasar	 Tradisional	 Badung,	 Denpasar,	 Bali	 dalam	 menyambut	 era	&#13;
kenormalan	 baru	 tersebut	 dan	 serta	 mengamati	 bagaimana	 perilaku	 pedagang	 dan	&#13;
pembeli	 dalam	 pasar	 selama	 kebijakan	 tersebut.	 Penelitian	 ini	 menggunakan	 metoda	&#13;
kualitatif	 dengan	 pendekatan	 kasus.	 Hasilnya	 adalah	 bahwa	 pengelola	 pasar	 telah	&#13;
melakukan	 langkah-langkah	 terstruktur	 dengan	 penyediaan	 tempat	 cuci	 tangan,	&#13;
memberi	 pembatas	 transparan	 antara	 pedagang	 dan	 pembeli,	 memberi	 jarak	 antrian.	&#13;
Namun	 perilaku	 pedagang	 yang	 meletakkan	 barang	 dagannya	 melebihi	 ruang	 yang	&#13;
disediakan,	 serta	 perilaku	 pembeli	 yang	 cenderung	 tetap	 berkerumun	 di	 titik	 tertentu	&#13;
menjadikan	hambatan	usaha	tersebut.
</description>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/43581</guid>
<dc:date>2020-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Millennial	and	Gen	Z	Preferences	for	Their	Co-living</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43580</link>
<description>Millennial	and	Gen	Z	Preferences	for	Their	Co-living
Fachriza	Zuhdi, Rafif; Saptorini, Hastuti
The	need	for	housing	is	a	common	problem	in	Indonesia.	Demographic	shifts	&#13;
need	to	be	considered	to	see	the	population	that	will	occupy	the	house	is	one	of	the	factors	&#13;
that	fill	the	problem.	Generations	Y	and	Z	are	the	generations	currently	dominating	and	&#13;
need	future	planning.	Existing	characters	from	each	generation	will	influence	preferences	&#13;
for	housing.	Residential	alternatives	are	needed	that	can	reduce	the	problem,	one	of	which	&#13;
is	Co-living.	This	study	aims	to	determine	the	preferences	of	generation	Y	and	Z	towards	&#13;
housing	in	the	concept	of	living	together	to	plan	for	future	needs.	A	quantitative	approach	&#13;
was	 taken	 to	 retrieve	 data	 which	 is	 then	 analyzed.	 The	 results	 show	 that	 there	 are	&#13;
generations	Y	and	Z	prefer	co-living	with	quite	a	few	occupants.	Then,	they	choose	to	live	&#13;
in	cities	with	large	private	spaces	that	already	contain	furniture,	parks	that	can	be	used	&#13;
as	shared	spaces,	and	equipped	with	a	multipurpose	room	as	additional	facilities.
</description>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/43580</guid>
<dc:date>2020-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
