<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SAKAPARI 2019 #SERIES 3</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25330</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 00:06:06 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T00:06:06Z</dc:date>
<item>
<title>PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR TANGGAP IKLIM :  PELUANG DAN TANTANGAN DI INDONESIA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/42949</link>
<description>PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR TANGGAP IKLIM :  PELUANG DAN TANTANGAN DI INDONESIA
Handoko, Jarwa Prasetya Sih
Arsitektur tanggap iklim adalah sebuah konsep arsitektur yang berbasis pada bagaimana bentuk dan struktur bangunan dapat mengakomodasi kondisi iklim setempat untuk kenyamanan manusia pengguna bangunan. Hal ini dicapai dengan memperhitungkan parameter iklim meliputi suhu udara, kelembaban udara, arah dan &#13;
kecepatan angin, intensitas radiasi matahari, jalur edar matahari yang memiliki pengaruh langsung pada kenyamanan termal dalam ruangan dan konsumsi energi pada bangunan. Konsep ini muncul sebagai salah satu konsep ekologi arsitektur yang berupaya memecahkan persoalan penghematan energi pada bangunan dengan tetap mempertimbangkan aspek kenyamanan pengguna bangunan khususnya kenyamanan &#13;
termal ruangan. Konsep arsitektur ini mengedepankan integrasi antara desain bangunan, kenyamanan manusia penghuninya dan kondisi iklim setempat. Dengan kajian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran umum tentang peluang dan tantangan yang dihadapi dalam upaya penerapan konsep arsitektur tanggap iklim di Indonesia. Hasil dari kajian ini dapat digunakan untuk meningkatkan upaya penerapan konsep ini &#13;
di masyarakat.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/42949</guid>
<dc:date>2019-01-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>TIPOLOGI MASJID BERSEJARAH DI INDONESIA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/42946</link>
<description>TIPOLOGI MASJID BERSEJARAH DI INDONESIA
Pamuji, Rembulan Suha; Sholihah, Arif Budi
Menurut hasil seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963, Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad pertama hijriah (± abad ke-7 sampai 8 M) langsung dari negeri Arab. Masuknya Islam ke Indonesia tidak lepas dari berkembangnya arsitektur masjid. Masjid merupakan tempat untuk melaksanakan aktivitas keislaman, seperti ibadah shalat, pelaksanaan majelis ilmu dan kegiatan keislaman lainnya. Masjid di Indonesia dari waktu ke waktu memiliki tipologi bentuk yang berbeda-beda, mulai dari masa awal masuknya Islam ke Indonesia, hingga pada masa dimana penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan maupun persamaan tipologi khususnya pada bentuk masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Content Analisys, dimana akan dilakukan penelusuran dari buku-buku terkait dan penelusuran jurnal maupun literatur yang didapatkan dari internet. Data tersebut kemudian diolah kembali menjadi gambar-gambar ilustrasi masjid. Selanjutnya analisis dilakukan dengan melakukan parafrasa terhadap tipologi gambar masjid yang telah dibuat. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat beberapa tipologi bentuk masjid bersejarah di Indonesia yaitu adanya bentuk dominasi berupa masjid dengan atap tumpang yang mulai nampak tahun 1400-an M dan bentuk kubah yang mulai nampak pada tahun 1600-an M. Memasuki tahun 1700-an M, mulai nampak variasi bentuk masjid seperti adanya penggabungan antara atap tumpang dengan kubah, serta adanya variasi bentuk atap tumpang yang dipadukan dengan arsitektur lokal serta filosofi-filosofi yang ingin diterapkan. Memasuki era &#13;
setelah kemerdekaan (1950-an M), masjid-masjid di Indonesia mulai memiliki ciri khas bentuk Internasional yaitu dengan penggunaan kubah serta desain yang modern.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/42946</guid>
<dc:date>2019-01-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>STUDI AKSESIBILITAS DAN MOBILITAS ANAK BERKEBUTUHAN  KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI (Studi Kasus SMP N 2 Sewon &amp; SMP Tumbuh, Yogyakarta)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/42945</link>
<description>STUDI AKSESIBILITAS DAN MOBILITAS ANAK BERKEBUTUHAN  KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI (Studi Kasus SMP N 2 Sewon &amp; SMP Tumbuh, Yogyakarta)
Purnamasari, Jesica Intan; Raharjo, Wiryono
Aksesibilitas merupakan salah satu kebutuhan penting bagi penyandang disabilitas salah satunya anak-anak. Dengan adanya aksesibilitas yang mendukung akan mempermudah anak disabilitas (berkebutuhan khusus) menjalankan aktivitas dalam kehidupan sehari hari, salah satunya pendidikan . Sekolah inklusi merupakan sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus dan siswa regular (normal) dimana kegiatan belajar anak berkebutuhan khusus dilakukan bersama dengan siswa regular (normal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh desain aksesibilitas diterapkan di SMP N 2 Sewon dan SMP Tumbuh Yogyakarta meliputi ruang luar &amp; ruang dalam dan faktor apa saja yang mendukung kenyamanan mobilitas ABK, selain desain aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif yang artinya penelitian yang &#13;
memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Dengan metode yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil sampel guru, serta siswa berkebutuhan khusus SMP N 2 Sewon dan SMP Tumbuh Yogyakarta . Purposive sampling yaitu teknik pengambilan data secara sengaja dengan menetukan sendiri sampel yang akan diambil dengan beberapa pertimbangan. Dalam memperoleh data data primer, yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data – data di lapangan kemudian dianalisa dan dikaitkan dengan studi literature yang kemudian ditarik kesimpulan.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/42945</guid>
<dc:date>2019-01-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pembagian Ruang Sakral dan Profan dalam Prosesi Doa di Mrajan Warga Menyali sebagai Bentuk dari Setting Perilaku</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/42943</link>
<description>Pembagian Ruang Sakral dan Profan dalam Prosesi Doa di Mrajan Warga Menyali sebagai Bentuk dari Setting Perilaku
Murti, Desy Ayu Krisna
Proses berdoa merupakan bagian keseharian dari warga Hindu Bali khususnya Menyali, setiap keluarga besar mempunyai tempat khusus untuk berdoa yang biasa disebut mrajan atau sanggah ini memiliki karakter yang berbeda-beda maka berbeda pula pola dan ruang yang terbentuk. Kebanyakan warga moderen melupakan bahwa proses berdoa juga merupakan proses meruang yang menjadikan manusia merupakan pelaku yang membentuk perilaku. &#13;
Masyarakat pun mempercayai pembagian kosmologi dengan konsep tata ruangnya yaitu triloka dan nawa sanga. Perilaku yang berkaitan dengan keruangan arsitektur merupakan bagian yang bisa disampaikan dan dilihat secara visual namun apa yang menjadi kebiasan dan membentuk pola semacam itu yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Maka dengan melihat bagaimana pola perilaku dari penghuninya akan terbagi &#13;
menjadi ruang sakral dan profane, yaitu profan di bagian bawah sedangkan sakral di bagian atas. Itu sebabnya posisi mrajan ada di atas yang semakin dekat dengan sang hyang Widhi dan profan yaitu dapur dan tempat tinggal manusia.
</description>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/42943</guid>
<dc:date>2019-01-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
