<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Business and Economics</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/24</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 03:03:39 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-24T03:03:39Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Suku Bunga, Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Tingkat Pengangguran, dan Jumlah Penduduk Terhadap Pertumbuhan Industri Mikro di Indonesia Tahun 2017–2021</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63656</link>
<description>Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Suku Bunga, Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Tingkat Pengangguran, dan Jumlah Penduduk Terhadap Pertumbuhan Industri Mikro di Indonesia Tahun 2017–2021
Dermawan, Okki
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia&#13;
(IPM), suku bunga, kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tingkat&#13;
pengangguran, dan jumlah penduduk terhadap pertumbuhan industri mikro di&#13;
Indonesia selama periode 2017–2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang&#13;
bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan metode analisis regresi data panel&#13;
melalui pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Data yang digunakan mencakup 34&#13;
provinsi di Indonesia dengan periode pengamatan selama 2017–2021. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM)&#13;
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap industri mikro, sedangkan suku bunga dan&#13;
kredit UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap industri mikro. Sementara&#13;
itu, variabel tingkat pengangguran dan jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan&#13;
terhadap industri mikro di Indonesia. Secara simultan, kelima variabel independen&#13;
berpengaruh signifikan terhadap industri mikro. Temuan ini menunjukkan bahwa&#13;
perkembangan industri mikro di Indonesia dipengaruhi oleh faktor pembangunan&#13;
manusia serta akses pembiayaan usaha, namun tidak secara langsung dipengaruhi oleh&#13;
kondisi demografi dan tingkat pengangguran.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63656</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Realisasi Anggaran untuk menilai Efektivitas dan Efisiensi Anggaran Belanja Terhadap Satuan Kerja Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Jawa Tengah Tahun Anggaran 2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63641</link>
<description>Analisis Realisasi Anggaran untuk menilai Efektivitas dan Efisiensi Anggaran Belanja Terhadap Satuan Kerja Bidang Keuangan (Bidkeu) Polda Jawa Tengah Tahun Anggaran 2024
Azizah, Wyna Nur
Anggaran memainkan peran penting dalam memastikan pelaksanaan kegiatan&#13;
organisasi berjalan sukses karena berfungsi sebagai alat untuk perencanaan,&#13;
pengendalian, dan evaluasi kinerja. Dalam sektor publik, Laporan Realisasi&#13;
Anggaran (LRA) merupakan instrumen penting untuk menilai keberhasilan&#13;
pelaksanaan rencana kerja berdasarkan konsep Value for Money, yaitu keselarasan&#13;
antara hasil yang dicapai dengan penggunaan sumber daya yang efisien, dan&#13;
efektif. Prinsip ini diharapkan dapat membantu instansi pemerintah dalam&#13;
melaksanakan kebijakan yang sejalan dengan prinsip-prinsip Good Governance.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi&#13;
penyerapan anggaran di Bidang Keuangan (Bidkeu) Kepolisian Daerah Jawa&#13;
Tengah untuk Tahun Anggaran 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui&#13;
observasi dan wawancara singkat darisitu diperoleh data berupa Laporan Realisasi&#13;
Anggaran (LRA) dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Analisis&#13;
dilakukan menggunakan metode perbandingan rasio perbandingan efektivitas dan&#13;
rasio perbandingan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat&#13;
efektivitas anggaran secara keseluruhan berada dalam kategori sangat efektif&#13;
dengan pencapaian 391%, sementara tingkat efisiensi berada dalam kategori cukup&#13;
efisien dengan nilai 99%. Berdasarkan klasifikasi jenis belanja, efektivitas belanja&#13;
pegawai sebesar 88% (cukup efektif), belanja barang sebesar 152% (sangat efektif),&#13;
dan belanja modal belum dapat diukur karena belum dianggarkan (not defined)&#13;
dalam DIPA. Di sisi lain, dalam hal efisiensi, ketiga jenis belanja menunjukkan&#13;
kriteria serupa dengan nilai 100%, 98%, dan 100%, masing-masing dikategorikan&#13;
sebagai cukup efisien. Analisis lebih lanjut terhadap pos belanja dengan tingkat&#13;
penyerapan di bawah 90% menunjukkan bahwa sebagian besar di antaranya telah&#13;
menunjukkan kinerja yang efektif dan cukup efisien.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63641</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tantangan dan Hambatan terhadap Transformasi Digital pada UMKM</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63640</link>
<description>Tantangan dan Hambatan terhadap Transformasi Digital pada UMKM
Bhayangkara, Arkham Hikmawan Putra
Transformasi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kebutuhan&#13;
strategis di era ekonomi berbasis teknologi. Melalui pemanfaatan e-commerce dan media sosial,&#13;
UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta membangun&#13;
kedekatan dengan konsumen. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi digital&#13;
masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan literasi digital, rendahnya&#13;
keterampilan sumber daya manusia, akses internet yang belum merata, serta keterbatasan modal&#13;
untuk investasi teknologi. Hambatan tersebut berdampak pada rendahnya daya saing UMKM&#13;
dan terhambatnya pertumbuhan usaha di pasar digital. Penelitian ini dilakukan untuk&#13;
menganalisis tantangan dan hambatan dalam proses transformasi digital pada UMKM serta&#13;
strategi yang digunakan pelaku usaha untuk mengatasinya. Metodologi yang digunakan bersifat&#13;
deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai penelitian terdahulu dan data&#13;
sekunder terkait digitalisasi UMKM di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
meskipun UMKM telah mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana&#13;
pemasaran, keterbatasan pemahaman teknologi dan dukungan kelembagaan masih menjadi&#13;
penghalang signifikan. Penggunaan media sosial yang tidak terarah bahkan berisiko menurunkan&#13;
kredibilitas merek. Namun demikian, strategi peningkatan literasi digital, pelatihan&#13;
berkelanjutan, kolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan, serta akses&#13;
pembiayaan yang lebih inklusif terbukti dapat membantu UMKM mengatasi hambatan. Dengan&#13;
strategi tersebut, UMKM memiliki peluang untuk lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan&#13;
dalam menghadapi era digital.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63640</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Evaluasi Laporan Kinerja Pengadilan Negeri Sleman Kelas IA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63635</link>
<description>Analisis Evaluasi Laporan Kinerja Pengadilan Negeri Sleman Kelas IA
Putri, Sofiani Oktafiana
Laporan magang ini membahas analisis dan evaluasi laporan kinerja Pengadilan&#13;
Negeri Sleman Kelas 1A sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kinerja instansi&#13;
pemerintah. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk menilai kesesuaian penyusunan&#13;
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dengan pedoman Sistem Akuntabilitas&#13;
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta mengkaji pencapaian indikator kinerja yang&#13;
telah ditetapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan&#13;
studi kasus. Data diperoleh melalui observasi selama kegiatan magang, wawancara&#13;
dengan pegawai terkait, serta studi dokumentasi dan studi pustaka terhadap dokumen&#13;
kinerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil analisis menunjukkan&#13;
bahwa secara umum penyusunan laporan kinerja Pengadilan Negeri Sleman Kelas 1A&#13;
telah mengikuti ketentuan yang berlaku dan mencerminkan Upaya penerapan prinsip&#13;
akuntabilitas dan transparansi. Capaian kinerja dan realisasi anggaran menunjukkan hasil&#13;
yang cukup baik serta didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan&#13;
public. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan,&#13;
terutama pada penguatan indikator kinerja berbasis outcome, pendalaman analisis&#13;
keterkaitan antara anggaran dan hasil kinerja, serta peningkatan keterbukaan informasi&#13;
laporan kinerja kepada Masyarakat. Oleh karena itu, perbaikan berkelanjutan dalam&#13;
penyusunan dan penyajian leporan kinerja diperlukan guna mendukung peningkatan&#13;
akuntabilitas dan transparansi kinerja di masa mendatang.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63635</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
