<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>International Relations</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/18269</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 08:03:58 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-24T08:03:58Z</dc:date>
<item>
<title>Pemanfaatan Industri Penerbangan Sebagai Instrumen Diplomasi: Studi Kasus Emirates dan Etihad Oleh Uni Emirat Arab Tahun 2013-2023</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63675</link>
<description>Pemanfaatan Industri Penerbangan Sebagai Instrumen Diplomasi: Studi Kasus Emirates dan Etihad Oleh Uni Emirat Arab Tahun 2013-2023
Kusuma, Dimas Ardito
Penelitian ini menganalisis pemanfaatan industri penerbangan sebagai instrumen&#13;
diplomasi Uni Emirat Arab (UEA) melalui maskapai nasional Emirates dan&#13;
Etihad. Studi ini menyoroti bagaimana penerbangan sipil tidak hanya berfungsi&#13;
sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi kebijakan luar&#13;
negeri dan pembentukan citra negara. Penelitian menggunakan kerangka aviation&#13;
diplomacy Kobierecki (2020) dengan pendekatan Tripartite Framework. Metode&#13;
yang digunakan adalah kualitatif berbasis data sekunder. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa strategi penerbangan UEA terintegrasi dengan agenda&#13;
diversifikasi ekonomi, proyeksi soft power, serta peningkatan konektivitas global&#13;
dan hubungan bilateral, sehingga industri penerbangan menjadi elemen strategis&#13;
diplomasi kontemporer UEA periode 2013–2023.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63675</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63578</link>
<description>Analisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023
Ilmannavi, Zidni
Islamofobia mengalami peningkatan di Inggris selama periode 2018–2023 yang&#13;
dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan media. Penelitian ini menganalisis&#13;
upaya faith-based diplomacy Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aktor non-negara&#13;
dalam merespons fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
dengan kerangka analisis faith-based diplomacy dan second-track diplomacy. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa NU menjalankan diplomasi berbasis nilai&#13;
keagamaan melalui tiga pendekatan utama, yaitu dialog lintas agama untuk&#13;
membangun saling pengertian, diplomasi budaya dan intelektual untuk&#13;
mempromosikan Islam moderat, serta penguatan jejaring diaspora melalui&#13;
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Inggris. Upaya tersebut&#13;
berfungsi sebagai kontra-narasi terhadap Islamofobia dengan menegaskan Islam&#13;
sebagai agama yang inklusif, humanis, dan kompatibel dengan masyarakat plural.&#13;
Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis&#13;
dalam diplomasi non-negara untuk membangun kepercayaan, memperkuat kohesi&#13;
sosial, dan meningkatkan toleransi antarumat beragama di Inggris.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63578</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Malaysia untuk Mengembangkan Industri Chip Semikonduktor dalam Global Value Chain (Gvc)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63545</link>
<description>Peran Malaysia untuk Mengembangkan Industri Chip Semikonduktor dalam Global Value Chain (Gvc)
Maylinda
Penelitian ini mengkaji peran Malaysia dalam pengembangan industri chip&#13;
semikonduktor pada periode 2020-2024 di tengah perubahan geopolitik global,&#13;
pergeseran rantai pasokan internasional, dan meningkatnya persaingan di kawasan&#13;
Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan kerangka Global Value Chain (GVC)&#13;
dari Rory Horner untuk menganalisis posisi Malaysia dalam rantai nilai global&#13;
serta kapasitas negara dalam mendorong transformasi industrinya. Analisis&#13;
dilakukan melalui penelaahan peran pemerintah Malaysia dalam tiga peran utama,&#13;
yaitu sebagai fasilitator, regulator, dan produsen, serta analisis terhadap&#13;
implementasi National Semiconductor Strategy (NSS) yang diluncurkan pada&#13;
tahun 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran negara melalui NSS&#13;
menjadi pondasi penting bagi Malaysia untuk meningkatkan daya saing,&#13;
memperluas aktivitas bernilai tambah tinggi, dan mengurangi ketergantungan&#13;
pada aktivitas Assembly, Testing, and Packaging (ATP). Namun demikian,&#13;
penelitian ini juga menemukan bahwa Malaysia masih menghadapi tantangan&#13;
signifikan berupa keterbatasan talenta terampil, ketergantungan pada Foreign&#13;
Direct Investment (FDI), tekanan geopolitik yang mempengaruhi stabilitas rantai&#13;
pasokan, minimnya kapasitas penelitian dan pengembangan, serta lemahnya&#13;
kemampuan hulu yang masih tertinggal dibandingkan negara lain.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63545</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Proses Deklarasi Darurat Militer Presiden Yoon Seok-yeol dalam Perspektif Executive Aggrandizement</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63517</link>
<description>Analisis Proses Deklarasi Darurat Militer Presiden Yoon Seok-yeol dalam Perspektif Executive Aggrandizement
Saroyo, Citra Angelina
Deklarasi darurat militer dilakukan oleh Presiden Yoon Seok-yeol sebagai pernyataan&#13;
bahwa adanya keadaan yang mengancam stabilitas negara. Darurat militer ini terjadi&#13;
karena adanya pola kebijakan yang menyebabkan kemunduran demokrasi dan&#13;
ketidakstabilan nasional Republik Korea. Kemunduran demokrasi itu sendiri menjadi&#13;
&#13;
bagian dari proses yang berkembang sejak masa pemerintahan Presiden Yoon Seok-&#13;
yeol, yang ditandai dengan adanya ketegangan antara pemerintah dan partai oposisi.&#13;
&#13;
Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kemunduran demokrasi&#13;
yang menyebabkan deklarasi darurat militer tersebut serta peran Majelis Nasional yang&#13;
didominasi partai oposisi dalam menjalankan pemerintahan. Penelitian ini&#13;
menggunakan perspektif Executive aggrandizement sebagai kerangka pemikiran untuk&#13;
mengidentifikasi pola-pola yang menyebabkan kemunduran demokrasi terjadi pada&#13;
masa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder&#13;
yang berbasis pada literasi laman resmi, jurnal, dan newspaper article. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa adanya penyempitan kekuasaan menyebabkan ketidakstabilan&#13;
internal dari dalam sehingga mendatangkan fenomena besar untuk memperluas&#13;
kekuasaan pemimpin yang kemudian menggunakan kepentingan nasional untuk&#13;
melindungi citra pemimpin.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63517</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
