<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>International Relations</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/18269</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:19:55 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-23T20:19:55Z</dc:date>
<item>
<title>Kerja Sama Indonesia dan Amerika Serikat dalam menangani Keamanan Siber Tahun 2018-2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61811</link>
<description>Kerja Sama Indonesia dan Amerika Serikat dalam menangani Keamanan Siber Tahun 2018-2024
Tama, Mohammad Ravel Resi
Penelitian ini mengkaji hubungan kerja sama keamanan siber antara Indonesia dan&#13;
Amerika Serikat pada periode 2018–2024. Meningkatnya ancaman digital di&#13;
tingkat global, seperti ransomware, kebocoran data, serangan terhadap infrastruktur&#13;
vital, serta aktivitas kelompok kriminal dan aktor negara mendorong kedua negara&#13;
untuk membangun kolaborasi strategis. Studi ini menggunakan metode kualitatif&#13;
deskriptif melalui analisis pustaka dan dokumen, serta menggunakan teori Kerja&#13;
Sama Internasional K.J. Holsti guna menelusuri motivasi, dinamika proses, dan&#13;
bentuk implementasi kerja sama yang dilakukan kedua pihak. Temuan penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki kepentingan yang&#13;
sejalan dalam memperkuat kemampuan nasional, membangun kepercayaan&#13;
strategis, serta mengembangkan mekanisme pertukaran informasi untuk&#13;
menghadapi ancaman siber lintas negara. Implementasi kerja sama tercermin dalam&#13;
penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada 2018, perpanjangan perjanjian pada&#13;
2021, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada&#13;
Desember 2024. Bentuk kolaborasi tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan&#13;
keamanan siber, peningkatan kemampuan manajemen insiden, pertukaran intelijen&#13;
siber, penguatan regulasi, serta dukungan teknologi dan peningkatan sumber daya&#13;
manusia.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61811</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Upaya Framing Walhi Sulawesi Tengah Terhadap Investasi Tiongkok Pada Hilirisasi Nikel Morowali 2020-2025</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61600</link>
<description>Upaya Framing Walhi Sulawesi Tengah Terhadap Investasi Tiongkok Pada Hilirisasi Nikel Morowali 2020-2025
Putri, Ratna Ayu Oktavia
Penelitian ini membahas bagaimana WALHI Sulawesi Tengah membangun&#13;
framing terhadap isu hilirisasi nikel di Morowali pada tahun 2020-2025. Isu ini&#13;
menjadi penting karena hilirisasi nikel mendorong masuknya investasi Tiongkok&#13;
melalui perusahaan seperti Tsingshan Group dan PT IMIP, yang kemudian&#13;
menimbulkan berbagai persoalan lingkungan serta ketegangan antara kepentingan&#13;
ekonomi dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Snow&#13;
dan Benford, yang terdiri dari tiga pilar yaitu diagnostik, prognostik, dan motivasi.&#13;
Kerangka ini digunakan untuk memahami bagaimana WALHI menyoroti masalah,&#13;
menawarkan solusi, serta mendorong keterlibatan publik. Berdasarkan analisis&#13;
laporan publikasi, siaran pers, dan wawancara dengan WALHI Sulawesi Tengah,&#13;
penelitian ini menemukan bahwa WALHI membangun framing yang menekankan&#13;
kerusakan ekologis, kerentanan masyarakat, dan lemahnya pengawasan negara.&#13;
WALHI juga mendorong alternatif pembangunan yang berkelanjutan serta&#13;
memperkuat partisipasi masyarakat dalam advokasi. Temuan ini menunjukkan&#13;
bahwa framing menjadi strategi penting bagi WALHI dalam mengkritisi model&#13;
pembangunan ekstraktif dan dalam mempengaruhi cara pandang masyarakat&#13;
mengenai investasi nikel di Indonesia.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61600</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Upaya Sekuritisasi Polandia Terhadap Pencari Suaka Asal Timur Tengah Pada Tahun 2015-2018</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61542</link>
<description>Upaya Sekuritisasi Polandia Terhadap Pencari Suaka Asal Timur Tengah Pada Tahun 2015-2018
Prabowo, Mahendra Aprilianto Daru
Penelitian ini membahas bagaimana pemerintah Polandia melakukan&#13;
sekuritisasi terhadap pencari suaka asal Timur Tengah pada periode 2015-2018.&#13;
Polandia memandang bahwa arus pencari suaka, khususnya yang dari Timur&#13;
Tengah, bukan sekedar persoalan kemanusiaan, tetapi menjadi ancaman keamanan&#13;
dan identitas nasional. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini&#13;
adalah teori sekuritisasi oleh Barry Buzan, Ole Waever, dan Jaap de Wilde. Teori&#13;
ini membantu menjelaskan bagaimana suatu isu dapat dikonstruksikan sebagai&#13;
ancaman oleh aktor negara. Argumen sementara dalam penelitian ini adalah&#13;
pemerintah Polandia membentuk konstruksi keamanan akibat kekhawatiran akan&#13;
datangnya para pencari suaka yang dapat merusak Polandia menggunakan&#13;
sekuritisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi benar-benar&#13;
terjadi melalui tujuh elemen sekuritisasi, yang tercermin dari retorika politik yang&#13;
membingkai pencari suaka sebagai ancaman bagi negara dan bangsa Polandia,&#13;
pembingkaian tersebut diterima oleh audiens sehingga melegitimasi aktor&#13;
sekuritisasi untuk mengambil langkah penolakan terhadap kebijakan relokasi&#13;
pencari suaka yang ditetapkan oleh Uni Eropa, dengan menolak relokasi maka&#13;
langkah tersebut telah melanggar aturan yang seharusnya disepakati oleh Polandia.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61542</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Diplomasi AS dalam mempromosikan Budaya Hip-Hop Melalui Program Next Level Tahun 2013-2025</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61541</link>
<description>Strategi Diplomasi AS dalam mempromosikan Budaya Hip-Hop Melalui Program Next Level Tahun 2013-2025
Ibrahim, Tsaqif
Penelitian ini membahas strategi diplomasi budaya Amerika Serikat dalam&#13;
mempromosikan budaya hip-hop melalui program Next Level selama periode 2013–&#13;
2025. Permasalahan yang diangkat berfokus pada bagaimana Amerika Serikat&#13;
memanfaatkan budaya hip-hop sebagai instrumen diplomasi publik untuk&#13;
membangun citra, memperkuat hubungan internasional, dan mencapai kepentingan&#13;
nasionalnya. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran diplomasi budaya&#13;
menurut John Lenczowski yang menekankan peran elemen-elemen budaya sebagai&#13;
alat soft power, seperti seni, pameran, pertukaran budaya, pendidikan, literatur,&#13;
bahasa, penyiaran, hingga dialog lintas budaya. Argumen sementara penelitian ini&#13;
menyatakan bahwa melalui Next Level, Amerika Serikat menjalankan strategi&#13;
diplomasi budaya yang bertujuan tidak hanya untuk promosi budaya, tetapi juga&#13;
untuk memperhalus citra negara, menumbuhkan empati lintas bangsa, serta&#13;
memperkuat pengaruh politik dan ideologinya di tingkat global. Temuan penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Next Level berhasil memadukan nilai-nilai hip-hop dengan&#13;
diplomasi budaya melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan edukatif yang&#13;
menumbuhkan saling pengertian serta memperluas jejaring internasional Amerika&#13;
Serikat dalam ranah budaya populer.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61541</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
