<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Master of Economic and Finance</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/12089</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 12:26:30 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T12:26:30Z</dc:date>
<item>
<title>Determinan Faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian SPM Kesehatan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61828</link>
<description>Determinan Faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian SPM Kesehatan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024
Giyanti, Fitri
Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah&#13;
daerah melalui pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.&#13;
Kabupaten Gunungkidul sebagai wilayah luas dan berbukit menghadapi tantangan&#13;
pemerataan layanan, keterbatasan SDM, serta sarana dan prasarana kesehatan.&#13;
Untuk mendukung peningkatan capaian SPM, sesuai dengan Permenkes Nomor 3&#13;
Tahun 2023 pemerintah menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik atau&#13;
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang digunakan untuk kegiatan promotif,&#13;
&#13;
preventif, dan operasional puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-&#13;
faktor yang memengaruhi capaian SPM kesehatan di Kabupaten Gunungkidul&#13;
&#13;
periode 2020–2024, mencakup variabel SDM, ketersediaan alat, obat, jumlah&#13;
sasaran, dan anggaran. Selain itu penelitian juga mengkaji efisiensi penggunaan&#13;
DAK Non Fisik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode&#13;
kuantitatif dengan regresi data panel pada 30 puskesmas. Hasil uji Chow, Hausman,&#13;
dan Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM)&#13;
merupakan model paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara&#13;
simultan seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian SPM.&#13;
Secara parsial, anggaran dan ketersediaan sarana berpengaruh positif signifikan,&#13;
sementara SDM tidak terbukti berpengaruh signifikan. Evaluasi efisiensi&#13;
menunjukkan sebagian besar puskesmas telah memanfaatkan anggaran secara&#13;
efisien meskipun terdapat variasi capaian antar wilayah. Penelitian menyimpulkan&#13;
bahwa pengelolaan anggaran dan sarana kesehatan berperan penting dalam&#13;
peningkatan capaian SPM, sehingga diperlukan penguatan kapasitas SDM dan&#13;
perencanaan berbasis kebutuhan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61828</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61810</link>
<description>Analisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)
Kurniati, Ari
Kondisi kemiskinan di Kota Magelang selama ini diukur menggunakan&#13;
pendekatan monodimensi yaitu berbasis garis kemiskinan keluarga. Dimana&#13;
hasilnya belum mampu menggambarakan deprivasi rumah tangga yang lebih&#13;
komprehensif. Komprehensif yang dimaksud meliputi berbagai segi kehidupan dari&#13;
pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)&#13;
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensi di Kota Magelang Tahun 2020-2024&#13;
berdasarkan analisis dengan Metode Multidimensional Poverty Index (2)&#13;
mengetahui indikator yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan multidimensi&#13;
di Kota Magelang Tahun 2020-2024 (3) mengetahui perbedaan kemiskinan&#13;
multidimensi di Kota Magelang periode sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.&#13;
Penelitian ini menggunakan data hasil Susenas Kota Magelang pada Tahun 2020-&#13;
2024 dengan pengecualian di Tahun 2021 dimana Covid-19 berlangsung. Untuk&#13;
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensional di Kota Magelang perlu&#13;
dilakukan penghitungan MPI menggunakan Metode Alkire-Foster yang terdiri 5&#13;
dimensi dan 11 indikator. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar periode&#13;
menggunakan uji-t two sample independent.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai MPI berfluktuasi selama periode&#13;
penelitian, dimana mengalami peningkatan tajam di Tahun 2022 pasca pandemi&#13;
Covid-19 mulai menurun secara bertahap pada tahun 2023 dan 2024. Indikator yang&#13;
berkotribusi tinggi terhadap kemiskinan multidimensional adalah rumah layak huni&#13;
(85,63%), nutrisi balita (55,43%), dan mordibitas (47,45%). Terkait dengan&#13;
perbedaan, berdasarkan hasil uji-t menunjukan adanya perbedaan yang signifikan&#13;
antara sebelum dan sesudah covid-19 yang mengindikasikan bahwa pandemi&#13;
memberikan dampak negatif terhadap peningkatan deprivasi rumah tangga.&#13;
Temuan ini menguatkan teori Alkire-Foster dan pendekatan capability Amartya&#13;
Sen, bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan idpengarugi oleh berbagai&#13;
keterbatasan kemampuan akses rumah tangga terhadap layanan dasar. Penelitian ini&#13;
menyarankan untuk menjadikan pengukuran Multidimensional Poverty Index&#13;
(MPI) sebagai alat pemantauan rutin kesejahteraan rumah tangga. Hal ini penting&#13;
agar kebijakan pengentasan kemiskinan dapat berbasis bukti (evidence-based&#13;
policy) dan bisa fokus dalam menangani pengentasan kemiskinan sesuai dengan&#13;
indikator yang berkontribusi terbesar dalam kemiskinan multidimensional di Kota&#13;
Magelang. Serta perlu adanya pernguatan program perlindungan sosial sebagai&#13;
respon cepat terhadap guncangan eksternal.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61810</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Dampak Ketiadaan Penjaminan Simpanan Terhadap Loyalitas Anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Studi pada BMT Sanden Kopontren Al Furqon Sanden, Kecamatan Sanden,  Kabupaten Bantul)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61679</link>
<description>Dampak Ketiadaan Penjaminan Simpanan Terhadap Loyalitas Anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Studi pada BMT Sanden Kopontren Al Furqon Sanden, Kecamatan Sanden,  Kabupaten Bantul)
Fitriana, Muhammad Zafri Fauzan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan&#13;
profesionalisme pengelolaan terhadap loyalitas anggota Baitul Maal wat Tamwil&#13;
(BMT) sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), dengan persepsi&#13;
ketiadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai variabel mediasi. Penelitian&#13;
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 847 anggota&#13;
aktif BMT Sanden di Kabupaten Bantul. Analisis data dilakukan menggunakan&#13;
Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan profesionalisme&#13;
pengelolaan berpengaruh positif terhadap loyalitas anggota, baik secara langsung&#13;
maupun melalui persepsi ketiadaan LPS. Temuan ini menunjukkan bahwa&#13;
ketiadaan LPS tidak dipersepsikan sebagai risiko semata, melainkan sebagai&#13;
karakteristik kelembagaan yang dapat diterima secara rasional dan sosial. Dalam&#13;
konteks ini, Theory of Planned Behavior (TPB) tetap relevan, namun bekerja secara&#13;
kontekstual melalui kepercayaan, modal sosial, dan ikatan komunitas. Penelitian ini&#13;
memperluas penerapan TPB dalam konteks lembaga keuangan mikro syariah serta&#13;
memberikan implikasi praktis bagi penguatan loyalitas anggota.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61679</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Collaborative Governance dalam Pengembangan Pariwisata di Gunung Kidul (Studi Kasus: Kawasan Karst Kabupaten Gunung Kidul)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61670</link>
<description>Collaborative Governance dalam Pengembangan Pariwisata di Gunung Kidul (Studi Kasus: Kawasan Karst Kabupaten Gunung Kidul)
Susilowati, Tri
Wisata alam berbasis karst di Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu&#13;
pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pengelolaan destinasi&#13;
karst melibatkan aktor dengan kepentingan beragam Dinas Pariwisata, swasta, dan&#13;
masyarakat. Sehingga diperlukan analisis tata kelola kolaboratif. Fokus penelitian&#13;
diarahkan pada tiga destinasi utama: Goa Jomblang, Kali Suci, dan Pantai&#13;
Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode&#13;
studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,&#13;
observasi langsung di lapangan, serta analisis dokumen. Data yang diperoleh&#13;
kemudian dianalisis dengan menggunakan kerangka kerja collaborative&#13;
governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2008), yang meliputi&#13;
aspek-aspek seperti starting conditions, institutional design, facilitative&#13;
leadership, collaborative process, dan intermediate outcomes. Hasil penelitian&#13;
memperlihatkan adanya variasi tipologi kolaborasi sesuai aktor dominan. Goa&#13;
Jomblang menampilkan model investor-driven collaboration dengan dominasi&#13;
swasta dan keterlibatan terbatas masyarakat sebagai tenaga kerja. Kali Suci&#13;
menunjukkan community-driven collaboration berbasis kepercayaan sosial dan&#13;
gotong royong melalui Pokdarwis, yang mendekati prinsip kolaborasi ideal.&#13;
Sementara itu, Pantai Gunungkidul merepresentasikan government-driven&#13;
collaboration dengan dominasi Dinas Pariwisata melalui sistem birokratis,&#13;
meskipun masyarakat tetap dilibatkan dalam pola shifting pengelolaan.&#13;
Keberhasilan collaborative governance dalam wisata karst dipengaruhi oleh&#13;
kekuatan modal sosial, kepastian tata kelola, kepemimpinan fasilitatif, akses&#13;
masyarakat terhadap otoritas, mekanisme distribusi manfaat, serta dukungan&#13;
teknologi digital. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penGoatan&#13;
partisipasi masyarakat, perluasan ruang dialog antar aktor, serta penataan&#13;
distribusi manfaat yang lebih adil guna mewujudkan pariwisata karst&#13;
Gunungkidul yang berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61670</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
