<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11502</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 23:31:33 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-12T23:31:33Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH  (IKM)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11548</link>
<description>ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH  (IKM)
Tantular Rachman, Yoga; Heru Prayitno, Yogo; Gunanta, Remon
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan akuntansi pada Industri&#13;
Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu sarana mempersiapkan diri dalam menghadapi&#13;
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah mulai diterapkan. Faktor akuntansi merupakan&#13;
fokus sementara penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode&#13;
deskriptif. Data dari hasil observasi langsung melalui kuesioner dan wawancara diolah dan&#13;
dideskriptifkan dengan berdasarkan sumber dari literatur (artikel, buku, majalah, dll).&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden sangat setuju bahwa Aspek&#13;
Akuntansi Manajemen, Aspek Akuntansi Keuangan, Aspek Pengendalian Internal serta Aspek&#13;
Perpajakan dapat menjadi faktor pendorong IKM mempersiapkan diri menghadapi MEA.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/11548</guid>
<dc:date>2017-11-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>TINGKAT KONSENTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI 33 KABUPATEN  DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2011-2015</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11547</link>
<description>TINGKAT KONSENTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI 33 KABUPATEN  DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2011-2015
Priyadi, Unggul; Firmansyah Aditya, Ferry
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu&#13;
proses pembangunan. Adapun syarat bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut efektif dalam&#13;
mengurangi tingkat pengangguran maka pertumbuhan tersebut lebih menyebar di setiap golongan&#13;
pendapatan termasuk digolongan penduduk miskin. Secara langsung, hal ini berarti pertumbuhan&#13;
perlu dipastikan terjadi disektor-sektor dimana penduduk miskin bekerja yaitu sector pertanian&#13;
atau sector yang padat karya. Adapun secara tidak langsung, diperlukan pemerintah yang cukup&#13;
efektif mendistribusikan manfaat pertumbuhan yang mungkin didapatkan dari sektor modern&#13;
seperti jasa yang padat modal. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah dapat dilihat dari&#13;
pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang merupakan salah satu indikator makro&#13;
yang penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah pada suatu periode tertentu.&#13;
Secara kuantitatif, PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang dihitung atas dasar harga berlaku&#13;
dan atas dasar harga konstan PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat besaran&#13;
ekonomi dan perubahan struktur ekonomi, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan digunakan&#13;
untuk melihat pertumbuhan ekonomi riil atau perubahan volume produksi. Penelitian ini&#13;
menggunakan analisis deskriptif dan konsentrasi geografis.&#13;
Dari hasil analisis yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi geografis&#13;
(geographical concentration) pertumbuhan ekonomi dan IPM 33 kabupaten di Provinsi Sumatera&#13;
Utara selama tahun 2010-2015 menunjukkan indikasi pertumbuhan ekonomi dan IPM di tiap&#13;
kabupaten di sudah terdistribusi, meskipun besaran nilai GC bervariasi dari tahun ke tahun.&#13;
Tingkat konsentrasi geografis kemiskinan dan pengangguran menunjukkan bahwa pada tiap&#13;
kebupaten terdistribusi, artinya di Provinsi Sumatera Utara kondisi tersebut kurang baik karena&#13;
seharusnya kemiskinan dan pengangguran terpusat dibeberapa kabupaten bukan disetiap&#13;
kabupaten. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara yang tertinggi pada tahun&#13;
2013 sedangkan rata-rata pertumbuhan yang terendah yakni pada 2015. Pertumbuhan ekonomi&#13;
dari 33 kabupten, sebagian besar wilayah tingkat pertumbuhannya diatas 5% dari tahun 2010-&#13;
2015. Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2010, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di&#13;
Medan dengan share 10 persen. Hal tersebut dibuktikan pada tahun yang sama secara regional,&#13;
share pengangguran di Medan juga lebih tinggi dibanding daerah lain.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/11547</guid>
<dc:date>2017-11-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG PENERIMA HIBAH DARI ORANG TUA TERHADAP AHLI WARIS LAINNYA PADA PROSES PEMBAGIAN WARIS</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11546</link>
<description>KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG PENERIMA HIBAH DARI ORANG TUA TERHADAP AHLI WARIS LAINNYA PADA PROSES PEMBAGIAN WARIS
Haris Sanjaya, Umar; Suprapto, Muhammad Yusuf
Penelitian ini memfokuskan pada penjelasan tentang keberadaan dari ahli waris yang telah&#13;
mendapatkan hibah dari orang tua semasa hidupnya, sehingga ahli waris yang lainnya dan belum&#13;
menerima hibah menganggap penerima hibah tidak berhak untuk mendapatkan harta warisan lagi&#13;
dari orang tuanya. Penelitian ini memuat rumusan masalah yang bagaimana kedudukan ahli waris&#13;
penerima Hibah terhadap ahli waris lainnya dalam harta warisan pada perspektif hukum ? apakah&#13;
penerima hibah terhalang untuk menerima warisan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengertian&#13;
hibah dari 3 perspektif hukum perdata yaitu perdata barat (KUHPerdata), adat, dan fiqih islam&#13;
(KHI) menjelaskan bahwa penerima hibah dari orang tua diperhitungan sebagai harta warisan,&#13;
tetapi kedudukan mereka tidak terhalang untuk dapat menerima harta warisan. Sepatutnya para&#13;
ahli waris bermusyawarah terlebih dahulu untuk mengutarakan keberadaan ahli waris yang&#13;
sebelumnya menerima hibah untuk diperjelas bagiannya ketika membahas warisan. Sehingga&#13;
ketika dibuat surat keterangan pembagian harta warisan tidak ada lagi ahli waris yang disimpangi&#13;
dalam pengurusan harta warisannya.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/11546</guid>
<dc:date>2017-11-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>HASIL PEMBELAJARAN KKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT MADANI: KASUS MAHASISWA PESERTA KKN UNIVERSITAS  ISLAM INDONESIA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11545</link>
<description>HASIL PEMBELAJARAN KKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MASYARAKAT MADANI: KASUS MAHASISWA PESERTA KKN UNIVERSITAS  ISLAM INDONESIA
P. Nugraha1*, Sumedi
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakter nasyarakat madani&#13;
sudah tercermin melalui persepsi mahasiswa tentang pembelajaran selama mengikuti program&#13;
KKN baik dalam menjalankan program bersama masyarakat, bergaul sehari-hari dengan&#13;
masyarakat di sekitar tempat pemondokan (Posko), dan dengan teman-teman satu unit atau sesama&#13;
desa. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 96 orang mahasiswa peserta KKN&#13;
Antar Waktu Tahun Akademik 2015/2016 (48 orang laki-laki dan 48 orang perempuan) dari&#13;
berbagai prodi di Unit 316 sampai dengan Unit 327 di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten&#13;
Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Data penelitian berupa data kualitatif dari survei dengan&#13;
mengajukan pertanyaan kualitatif, yaitu tentang pembelajaran yang diperoleh baik dalam&#13;
menjalankan program, atau bergaul dengan masyarakat dan sesama anggota Unit selama program&#13;
KKN. Dari 96 mahasiswa menghasilkan data sejumlah 834 jawaban, yang berupa kalimat atau&#13;
phrasa. Analisis Data menggunakan metode Tematik. Analisis data menghasilkan tujuh kategori&#13;
pembelajaran mahasiswa, yaitu: (1) Ketrampilan kerja (2) Pengembangan pribadi, (3) Ketrampilan&#13;
Sosial, (4) Memahami Lingkungan Sosial, (5) Pengabdian kepada Masysrakat, (6) Sikap Hidup,&#13;
dan (7) Religiusitas (Ke-Islaman). Dari tujuh kategori ini perilaku sebagai anggota masyarakat&#13;
madani sudah tercermin pada kategori ketrampilan sosial, dan sikap hidup. Hasil penelitian juga&#13;
menyampaikan saran dan rekomendasi.
</description>
<pubDate>Wed, 22 Nov 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/11545</guid>
<dc:date>2017-11-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
