<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61">
<title>Mechanical Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66764"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66758"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66629"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66616"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-28T19:23:22Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66764">
<title>Pembuatan Produk Suvenir Layak Jual Menggunakan Teknologi Spin Casting Bercorak Menara Teratai Purwokerto</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66764</link>
<description>Pembuatan Produk Suvenir Layak Jual Menggunakan Teknologi Spin Casting Bercorak Menara Teratai Purwokerto
Musyaffa, Ariqo
Menara Teratai Purwokerto merupakan ikon wisata baru Kabupaten&#13;
Banyumas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk&#13;
suvenir. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi menjadikan terbukanya&#13;
potensi untuk membuat suvenir khas Menara Teratai Purwokerto. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan produk suvenir bercorak Menara&#13;
Teratai Purwokerto menggunakan teknologi spin casting serta menganalisis&#13;
pengaruh finishing pewarnaan terhadap kualitas produk yang layak jual. Metode&#13;
penelitian diawali dengan studi literatur, penentuan konsep dan desain 2D melalui&#13;
survei kuesioner terhadap responden, dilanjutkan pembuatan desain 3D&#13;
menggunakan perangkat lunak Solidwork, pembuatan master melalui pemesinan&#13;
3D print resin, pembuatan cetakan silicone rubber dengan proses vulkanisir,&#13;
hingga pengecoran menggunakan mesin spin casting dengan material zinc alloy&#13;
pada parameter kecepatan putar 850 rpm, arah searah jarum jam, tekanan 40 psi,&#13;
dan waktu 20 detik. Tahap akhir meliputi finishing permukaan, pewarnaan, serta&#13;
wawancara kepada responden untuk menentukan preferensi warna, minat beli, dan&#13;
harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses spin casting mampu&#13;
menghasilkan produk suvenir dengan bentuk dan detail yang sesuai desain master,&#13;
tanpa cacat pengisian yang signifikan. Warna biru terpilih sebagai finishing&#13;
pewarnaan terbaik berdasarkan preferensi mayoritas responden, dengan harga jual&#13;
paling sesuai sebesar Rp15.000 dan tingkat minat beli mencapai 76,7%. Dapat&#13;
disimpulkan bahwa kombinasi teknologi spin casting dan finishing pewarnaan&#13;
yang tepat mampu menghasilkan produk suvenir Menara Teratai Purwokerto yang&#13;
layak jual.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66758">
<title>Perancangan Alat Bantu Pengolah Sampah Rumah Tangga Menggunakan Motor Listrik 70 Watt</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66758</link>
<description>Perancangan Alat Bantu Pengolah Sampah Rumah Tangga Menggunakan Motor Listrik 70 Watt
Gussayfrie, Muhammad Hilal
Peningkatan jumlah sampah organik rumah tangga menjadi salah satu&#13;
permasalahan yang perlu mendapat perhatian karena apabila tidak dimanfaatkan&#13;
dengan baik, dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Sebagai&#13;
salah satu solusi untuk memanfaatkannya yaitu dengan cara mengolahnya menjadi&#13;
kompos yang bermanfaat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang sebuah&#13;
alat bantu yang dilengkapi dengan sistem pencacah dan komposter yang berguna&#13;
untuk mendukung pengolahan sampah organik tersebut.&#13;
Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari identifikasi&#13;
masalah, perancangan alat, pemilihan material, dan juga perhitungan yang meliputi&#13;
kecepatan sudut dan torsi pada sistem penggerak yang digunakan. Alat yang&#13;
dirancang memanfaatkan motor listrik pengering mesin cuci sebagai sumber&#13;
penggerak utama untuk menggerakkan pisau pencacah yang bertujuan untuk&#13;
memperkecil ukuran sampah organik sebelum dijadikan kompos.&#13;
Hasil dari perancangan ini menunjukkan bahwa alat pengolah sampah yang&#13;
dikembangkan mampu melakukan proses pencacahan dan pengomposan dalam satu&#13;
sistem. Ukuran dari sampah organik yang sudah melewati pencacahan akan&#13;
membantu kemudahan dalam pengomposan. Dengan adanya alat ini, sampah&#13;
organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan dengan baik bisa diolah menjadi&#13;
kompos yang memiliki nilai positif.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66629">
<title>Alat Bending Hidrolik untuk Pembuatan Rangka Kursi Roda Berdiri</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66629</link>
<description>Alat Bending Hidrolik untuk Pembuatan Rangka Kursi Roda Berdiri
Wijaya, Bryan Mahendra
Kursi roda berdiri (standing wheelchair) memerlukan rangka dengan bentuk&#13;
lengkung tertentu sehingga dibutuhkan proses pembengkokan material yang presisi&#13;
dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat bending&#13;
hidrolik yang mampu membengkokkan dua material uji secara bersamaan dengan&#13;
hasil tekukan yang identik serta dapat digunakan untuk membengkokkan square&#13;
tube 40 × 20 mm dan pipe Ø22 × 3 mm sebagai material penyusun rangka kursi&#13;
roda berdiri. Proses perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak&#13;
SolidWorks 2022 melalui pemodelan tiga dimensi komponen alat dan simulasi&#13;
pembebanan untuk mengevaluasi keamanan desain. Berdasarkan hasil simulasi,&#13;
nilai perpindahan, regangan, dan tegangan maksimum yang terjadi pada alat&#13;
bending dan rangka masih berada di bawah batas luluh material. Oleh karena itu,&#13;
desain alat bending dinyatakan aman terhadap pembebanan sebesar 20 kN,&#13;
sedangkan desain rangka dinyatakan aman terhadap pembebanan sebesar 4.500 N.&#13;
Pengujian dilakukan pada square tube 40 × 20 mm dengan ketebalan 1,5 mm dan&#13;
3 mm serta pipe Ø22 × 3 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat bending&#13;
yang dirancang mampu membengkokkan dua material uji secara bersamaan dengan&#13;
hasil tekukan yang identik. Material square tube dengan ketebalan 1,5 mm&#13;
mengalami deformasi berupa kerutan pada bagian dalam tekukan meskipun telah&#13;
dilakukan penambahan sistem penguncian untuk mencegah pergerakan material&#13;
selama proses pembengkokan. Penggunaan square tube dengan ketebalan 3 mm&#13;
menghasilkan kualitas pembendingan yang lebih baik, namun menyebabkan&#13;
peningkatan berat rangka. Sementara itu, pipe Ø22 × 3 mm menghasilkan kualitas&#13;
tekukan yang baik tanpa ditemukan cacat pembengkokan yang signifikan sehingga&#13;
dipilih sebagai material yang paling sesuai digunakan sebagai penyusun rangka&#13;
kursi roda berdiri karena memiliki kualitas pembengkokan yang baik serta bobot&#13;
yang lebih ringan dibandingkan square tube 40 × 20 mm dengan ketebalan 3 mm.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66616">
<title>Pengaruh Suhu Penuangan Zinc Alloy terhadap Produktivitas Proses Pembuatan Produk dengan Metode Spin Casting</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66616</link>
<description>Pengaruh Suhu Penuangan Zinc Alloy terhadap Produktivitas Proses Pembuatan Produk dengan Metode Spin Casting
Putra, Muhammad Ezra Fadel
Perkembangan teknologi manufaktur mendorong proses produksi produk kreatif&#13;
berukuran kecil menjadi lebih efisien, salah satunya pada pembuatan merchandise&#13;
komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu penuangan&#13;
zinc alloy terhadap produktivitas proses pembuatan produk pada pembuatan&#13;
merchandise komunitas sepeda Batam dengan metode spin casting. Proses&#13;
penelitian dimulai dari pencarian konsep, pembuatan desain 2D, pemilihan desain&#13;
melalui kuesioner, pembuatan desain 3D menggunakan SolidWorks, pembuatan&#13;
master menggunakan 3D print resin, pembuatan cetakan silicone rubber melalui&#13;
proses vulkanisasi, hingga pengecoran menggunakan metode spin casting. Variasi&#13;
suhu penuangan yang digunakan adalah 480°C, 500°C, dan 530°C dengan durasi&#13;
pengujian masing-masing selama satu jam. Parameter yang dianalisis meliputi&#13;
jumlah produk terbentuk, produk layak, produk gagal, siklus gagal, presentase&#13;
produk terbentuk, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu&#13;
480°C menghasilkan 9 produk terbentuk, 7 produk layak, 2 produk gagal, dan&#13;
persentase produk terbentuk sebesar 45%. Pada suhu 500°C diperoleh 17 produk&#13;
terbentuk, 16 produk layak, 1 produk gagal, dan persentase produk perbentuk&#13;
sebesar 85%. Sementara itu, suhu 530°C menghasilkan 19 produk terbentuk, 18&#13;
produk layak, 1 produk gagal, dan persentase produk Terbentuk sebesar 95%.&#13;
Berdasarkan hasil tersebut, suhu penuangan 530°C menjadi suhu paling optimal&#13;
karena menghasilkan jumlah produk layak tertinggi, siklus gagal terendah, serta&#13;
produktivitas sebesar 18 pcs/jam.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
