<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/56647">
<title>Faculty of Psychology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/56647</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61790"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61742"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61740"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61733"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-21T15:52:59Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61790">
<title>Hubungan antara Harga Diri dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswa</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61790</link>
<description>Hubungan antara Harga Diri dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswa
Putra, Evan Chairul
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara Harga Diri dengan body dissatisfaction pada mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan 110 mahasiswa yaitu 79 perempuan dan 31 laki-laki. Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu (a) Rosenberg Harga Diri Scale (29 aitem) yang dibuat oleh Rosenberg (Corcoran &amp; Fischer, 2000) dan di modifikasi oleh peneliti dengan α= 0,841 dan (b) MBRSQ-AS (The Multidimensional Body-self Relations Questionnaire-Appearance Scales) dari Cash (Corcoran &amp; Fischer, 2000) yang sudah dimodifikasi peneliti berjumlah 69 aitem dengan α= 0,830. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi product moment pearson menunjukan bahwa ada hubungan antara Harga Diri dan body dissatisfaction (r = 0,400, (p &lt; 0,01)), yaitu diketahui bahwa Harga Diri mempengaruhi body dissatisfaction dan sebaliknya bahwa body dissatisfaction mempengaruhi Harga Diri. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa ada hubungan yang sangat signifikan dan hipotesis pada penelitian ini diterima.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61742">
<title>Perbedaan Tingkat Religiusitas Siswa SMA Negeri dengan SMA Pesantren di Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61742</link>
<description>Perbedaan Tingkat Religiusitas Siswa SMA Negeri dengan SMA Pesantren di Yogyakarta
Reza, Radinal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat religiusitas antara siswa SMA Negeri dengan SMA Pesantren. Hipotesis pada penelitian ini ialah terdapat perbedaan tingkat religiusitas antara siswa SMA Negeri dengan SMA Pesantren. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 subjek siswa laki-laki SMA Negeri 1 Yogyakarta yang beragama Islam dan 50 subjek santri laki-laki Madrasah Muhammadiyah Mualimin Yogyakarta dengan total 100 subjek. Skala religiusitas yang digunakan pada penelitian adalah Psychological Measure of Islamic Religiousness (PMIR) oleh Raiya yang diadaptasi Baiquni &amp; Nuryana (2013). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 23 untuk Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat religiusitas antara SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan Madrasah Muhammadiyah Mualimin Yogyakarta (t = 4.381 , p = 0.000).
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61740">
<title>Kepercayaan pada Organisasi dan Work Engagement pada Karyawan Swalayan “Y” di Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61740</link>
<description>Kepercayaan pada Organisasi dan Work Engagement pada Karyawan Swalayan “Y” di Yogyakarta
Hanifa, Fieda
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kepercayaan pada organisasi dan work engagement pada karyawan Swalayan "Y" di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu (a) Skala UWES-17 (15 butir), alat ini dibuat oleh Schaufelli dan Bekker (2003) dengan a=0,856 untuk mengukur work engagement dan (b) Skala Kepercayaan pada Organisasi (24 butir), alat ini berpacu pada teori yang dibuat oleh Johnson (dalam Putri, 2013) dengan a=0,915 untuk mengukur kepercayaan pada organisasi. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman Rho menunjukan bahwa ada hubungan yang positif antara kepercayaan pada organisasi dan work engagement (r=0,567, p&lt;0,01). Semakin tinggi skor kepercayaan pada organisasi karyawan swalayan, semakin tinggi pula work engagement yang dimiliki karyawan. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis pada penelitian ini diterima.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61733">
<title>Hubungan antara Keyakinan Irasional, Kontrol Diri, dan Penggunaan Smartphone yang Berlebihan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61733</link>
<description>Hubungan antara Keyakinan Irasional, Kontrol Diri, dan Penggunaan Smartphone yang Berlebihan
Rahmanita, Sarah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keyakinan irasional, kontrol diri, dan penggunaan smartphone yang berlebihan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 133 pengguna smartphone aktif dengan jenis kelamin laki- laki dan perempuan berusia 17 tahun hingga 26 tahun. Penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala Mobile Phone Problem Use Scale for Adult (MPPUSA) yang disusun oleh Lopez-Fernandez, Honrubia-Serrano, Freixa-Blanxart, dan Gibson (2013), skala keyakinan irasional berdasarkan aspek-aspek hasil wawancara yang dilakukan peneliti dan dikaitkan dengan teori Collins, Steg, dan Koning (2007), yaitu convenient (kemudahan), interaction (interaksi), dan trend (gaya hidup), serta skala Self-Control Scale (SCS) yang disusun oleh Tangney, Baumeister, dan Boone (2004). Hasil analisis penelitian yang pertama menyatakan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara keyakinan irasional dan penggunaan smartphone yang berlebihan dengan koefisien sebesar (r) = 0.333 dan p = 0.000 (p &lt; 0.05). Hasil analisis penelitian yang kedua menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dan penggunaan smartphone yang berlebihan dengan koefisien sebesar (r) = -0.414 dan p = 0.000 (p &lt; 0.05). Secara parsial menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keyakinan irasional dengan penggunaan smartphone yang berlebihan (r = 0.280), serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan penggunaan smartphone yang berlebihan (r = -0.385).
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
