<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/56">
<title>Faculty of Industrial Technology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/56</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62470"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62466"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62465"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62441"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-13T01:07:51Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62470">
<title>Peningkatan Produktivitas pada Lini Produksi dengan Pendekatan Lean Manufacturing (Studi Kasus:PT. Lezax Nesia Jaya)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62470</link>
<description>Peningkatan Produktivitas pada Lini Produksi dengan Pendekatan Lean Manufacturing (Studi Kasus:PT. Lezax Nesia Jaya)
Halimatussa'diah
Persaingan industri yang semakin ketat mengakibatkan setiap perusahaan manufaktur perlu mempertahankan posisinya dengan melakukan peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan pendekatan lean manufacturing. PT. Lezax Nesia Jaya adalah sebuah industri tekstil yang memproduksi sarung tangan golf dan caddy bag. Setiap harinya perusahaan ini memiliki target produksi sebanyak 600 pcs per line. Namun, pada kondisi realitanya perusahaan sering kali tidak mampu mencapai target yang diinginkan sehingga akan mempengaruhi keterlambatan pengiriman produk kepada customer. Pada penelitian ini akan dilakukan usulan penerapan konsep lean manufacturing dengan pendekatan value stream mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab waste yang terjadi di bagian cutting, psp, dan sewing yaitu terdapatnya 5 kategori waste yang teridentifikasi serta waste yang terjadi disebabkan oleh operator yang tidak teliti, operator tidak fokus, operator tidak disiplin, operator kurang terampil, mesin rusak, dan lingkungan kerja yang tidak bersih/nyaman. Setelah dilakukan pemetaan pada value stream mapping maka lead time berkurang sebanyak 440,4 detik yang diakibatkan oleh pengeleminasian waste yaitu aktivitas non value added. Dengan berkurangnya lead time maka output yang dihasilkan dapat bertambah menjadi 502 pcs sehingga produktivitas dapat ditingkatkan sebanyak 20,89 %.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62466">
<title>Penerapan Lean Six Sigma untuk Mengurangi Waste di Bagian Sub Assy Case (Studi Kasus: PT. Yamaha Indonesia)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62466</link>
<description>Penerapan Lean Six Sigma untuk Mengurangi Waste di Bagian Sub Assy Case (Studi Kasus: PT. Yamaha Indonesia)
Yulianti, Rani Sri
PT. Yamaha Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan alat musik khususnya piano. Sub assy case salah satu bagian dari departemen assembly yang bertugas untuk merakit sub kabinet. Target produktivitas sub assy case adalah 15%. Produktivitas erat kaitannya dengan pemborosan. Cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan menghilangkan pemborosan-pemborosan. Pemborosan yang ditemukan di bagian sub assy case terdiri dari pemborosan gerakan, cacat, persediaan dan transportasi. Pemborosan ini didukung dengan nilai process cycle efficiency sub assy case sebesar 72% dan level sigma sebesar 3,668 yang berarti menghasilkan cacat dalam sejuta kemungkinan sebanyak 15074,587 unit. Penyebab utama pemborosan terdiri dari adanya kesalahan operator dalam memperlakukan atau proses kabinet karena sebagian besar proses perakitan masih manual, desain tempat kerja yang kurang efisien, adanya ketidaksinkronan antara permintaan piano utama (keyboard, sideboard dan lain-lain) dengan sub assy kabinet dari bagian Sub Assy Case dan adanya waktu antar proses yang berbeda serta kurangnya koordinasi antar bagian unit kerja. Perbaikan bagian Sub Assy Case untuk mengatasi pemborosan-pemborosan yang ada adalah adanya peningkatan kemampuan pekerja, mesin otomatis, menjaga area kerja tetap bersih dan adanya alat bantu yang dapat meminimalkan kesalahan pekerja dalam proses produksi serta desain tempat kerja yang lebih efisien.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62465">
<title>Integrasi Metode Objective Matriks (OMAX) dan Theory of Problem Solving (TRIZ) dalam Pengukuran dan Perencanaan Perbaikan Produktivitas (Studi Kasus di Departemen Injection Moulding ASIA PROTENDO GRAHA SOLO)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62465</link>
<description>Integrasi Metode Objective Matriks (OMAX) dan Theory of Problem Solving (TRIZ) dalam Pengukuran dan Perencanaan Perbaikan Produktivitas (Studi Kasus di Departemen Injection Moulding ASIA PROTENDO GRAHA SOLO)
Mustofa, Ferry Arif
Produktivitas merupakan tolak ukur kemajuan dan kemunduran dari perusahaan. Meningkatnya produktivitas menggambarkan peningkatan kemapuan perusahaan. Asia Protendo Graha adalah perusahaan pembuat mesin plastik maupun penghasil produk yang berbahan plastik. Penelitian dilakukan pada departemen injection moulding untuk mengetahui tingkat produktivitas dan memberikan perencanaan perbaikan produktivitas. Metode OMAX digunakan untuk mengetahui tingkat produktivitas perusahaan sedangkan metode TRIZ digunakan untuk menganalisa perbaikan penyebab penurunan produktivitas. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa penurunan tingkat produktivitas yang signifikan terjadi pada bulan Agustus 2012 sebesar 55,87%. Sedangkan peningkatan signifikan terjadi pada periode bulan April 2013 yaitu sebesar 69,21%. Aadapun usulan perbaikan adalah menugaskan teknisi untuk memberikan pengarahan dalam mengoperasikan mesin,melakukan pengawasan serta memberikan motivasi dalam bekerja, melakukan perawatan mesin secara rutin serta terjadwal dan melakukan pergantian komponen dengan harga yang lebih murah untuk penghematan biaya.
</description>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62441">
<title>Pembuatan Filament 3D Printing Fused Filament Fabrication dari Botol Polyethylene Terephthalate</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62441</link>
<description>Pembuatan Filament 3D Printing Fused Filament Fabrication dari Botol Polyethylene Terephthalate
Sobari, Hanif
Peningkatan volume limbah plastik, khususnya dari botol berbahan&#13;
polyethylene terephthalate (PET), menimbulkan permasalahan lingkungan yang&#13;
signifikan. Salah satu solusi potensial untuk mengurangi dampak tersebut adalah&#13;
dengan mendaur ulang botol PET menjadi filamen yang dapat digunakan dalam&#13;
teknologi Fused Filament Fabrication (FFF) pada proses 3D printing. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengembangkan proses daur ulang botol PET menjadi&#13;
filamen 3D printing melalui metode pultrusi, serta mengevaluasi pengaruh variasi&#13;
parameter proses terhadap kualitas filamen yang dihasilkan. Bahan baku yang&#13;
digunakan berupa pita botol PET berukuran 95 mm yang diproses melalui metode&#13;
pultrusi dengan variasi suhu 200°C, 210°C, dan 220°C serta kecepatan tarik 0,12&#13;
rpm dan 0,36 rpm. Filamen hasil pultrusi kemudian digunakan pada mesin 3D&#13;
printer dengan pengaturan suhu nozzle 255°C, suhu bed 80°C, dan kecepatan&#13;
cetak 30 mm/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi parameter suhu&#13;
220°C dan kecepatan tarik 0,12 rpm menghasilkan filamen dengan dimensi yang&#13;
paling mendekati ukuran ideal dan permukaan yang seragam. Uji lanjutan&#13;
terhadap filamen menunjukkan potensi yang baik sebagai alternatif bahan baku&#13;
3D printing, ditinjau dari aspek kualitas hasil cetak. Temuan ini membuktikan&#13;
bahwa limbah plastik PET dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang&#13;
menjadi filamen 3D printing yang bernilai guna tinggi, sekaligus mendukung&#13;
penerapan konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam industri manufaktur&#13;
aditif.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
