<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/50">
<title>Faculty of Medicine</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/50</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61690"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61613"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61612"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61605"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-21T12:03:54Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61690">
<title>Potensi Air Alkali Terhadap Perubahan Histologis Hepar Tikus Wistar yang diinduksi High-fat Diet</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61690</link>
<description>Potensi Air Alkali Terhadap Perubahan Histologis Hepar Tikus Wistar yang diinduksi High-fat Diet
Aula, Muhammad Hably Hukma
Latar Belakang: Gaya hidup modern yang ditandai dengan penurunan aktivitas&#13;
fisik dan pola makan yang buruk telah menyebabkan peningkatan kasus&#13;
hiperlipidemia dan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) secara global.&#13;
Meskipun pemahaman mengenai patogenesis dan epidemiologi NAFLD telah&#13;
berkembang, hingga saat ini belum tersedia terapi farmakologis yang disetujui.&#13;
Modifikasi gaya hidup menjadi pendekatan utama, namun kepatuhan pasien relatif&#13;
rendah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pencegahan baru. Salah satu yang&#13;
tengah dikaji adalah air alkali hasil distilasi bioglass, yang diduga dapat&#13;
mengurangi akumulasi lemak hati, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.&#13;
Tujuan: Mengetahui efek pemberian air alkali hasil distilasi bioglass terhadap&#13;
perubahan histologis hepar tikus Wistar yang diinduksi dengan diet tinggi lemak&#13;
(high-fat diet/HFD).&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental sejati dengan metode&#13;
post-test only randomized control group. Sebanyak 21 ekor tikus Wistar jantan&#13;
berusia 12–16 minggu dibagi dalam empat kelompok: (1) kontrol sehat (diberi&#13;
pakan standar), (2) kontrol negatif (HFD tanpa terapi), (3) perlakuan simvastatin&#13;
(HFD + simvastatin 0,18 mg/hari), dan (4) perlakuan air alkali (HFD + air alkali 3&#13;
mL/hari). Induksi HFD diberikan selama 8 minggu. Pengamatan histologis hepar&#13;
dilakukan dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin untuk menilai gambaran&#13;
edematous hepatocyte.&#13;
Hasil: Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,004).&#13;
Kelompok kontrol negatif (HFD tanpa terapi) memiliki persentase edema tertinggi&#13;
(68,73%), sedangkan kelompok perlakuan air alkali menunjukkan persentase&#13;
edema yang lebih rendah (37,25%), hampir setara dengan kelompok kontrol sehat&#13;
(39%). Kelompok perlakuan simvastatin menunjukkan penurunan edema hingga&#13;
51,18%.&#13;
Kesimpulan: Pemberian air alkali hasil distilasi bioglass memiliki potensi untuk&#13;
melindungi hepar dari kerusakan akibat diet tinggi lemak dan dapat menjadi
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61613">
<title>Perilaku Menyusui Pada Ibu dengan Disabilitas Fisik di Kabupaten Klaten</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61613</link>
<description>Perilaku Menyusui Pada Ibu dengan Disabilitas Fisik di Kabupaten Klaten
Nugraheni, Sofia Putri
Latar Belakang: Menyusui adalah proses pemberian air susu dari payudara&#13;
kepada bayi. WHO menganjurkan pemberian ASI dilakukan hingga usia dua&#13;
tahun atau lebih. Ibu penyandang disabilitas fisik mengalami berbagai hambatan&#13;
dalam menyusui sehingga tingkat pemberian ASI pada ibu disabilitas cenderung&#13;
rendah. Tujuan Penelitian: Mengetahui persepsi, faktor yang memengaruhi perilaku&#13;
menyusui, dan pola menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik di Kabupaten&#13;
Klaten&#13;
Metode: Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diambil dengan metode wawancara mendalam semi terstruktur. Wawancara&#13;
dilakukan pada delapan narasumber dengan berbagai jenis disabilitas fisik. Hasil: Karakteristik narasumber menunjukkan tingkat pendidikan yang&#13;
cenderung rendah, yakni TK hingga SMA. Persepsi ibu terhadap menyusui&#13;
adalah mereka menyadari berbagai manfaat ASI. Faktor yang memengaruhi&#13;
perilaku menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik meliputi pengetahuan, paritas, akses informasi, pelayanan kesehatan, dan dukungan dari keluarga, serta&#13;
lingkungan. Lima narasumber dalam penelitian ini berhasil memberikan ASI&#13;
eksklusif, sementara tiga lainnya memberikan ASI secara predominan atau&#13;
parsial. Simpulan: Perilaku menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik dipengaruhi oleh&#13;
berbagai faktor. Meskipun menghadapi sejumlah hambatan, lima narasumber&#13;
berhasil menyusui secara eksklusif. Dukungan, akses informasi, dan pelayanan&#13;
kesehatan yang memadai dapat meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu&#13;
dengan disabilitas fisik.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61612">
<title>Pengalaman Persalinan Pada Perempuan dengan Disabilitas Fisik di Kabupaten Klaten</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61612</link>
<description>Pengalaman Persalinan Pada Perempuan dengan Disabilitas Fisik di Kabupaten Klaten
Razak, Roihan Mohamad
Latar Belakang: Persalinan adalah pengalaman fisik dan emosional yang intens&#13;
bagi para ibu karena adanya kontraksi pada uterus yang menyebabkan&#13;
terjadinya pelebaran pada serviks, kemudian disusul dengan lahirnya janin. Disabilitas fisik erat kaitannya dengan pengaruh jenis persalinan dan&#13;
pengalaman persalinan yang akan dihadapi. Dengan adanya disabilitas fisik, pengalaman persalinan perlu di eksplorasi lebih lanjut. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengalaman persalinan pada perempuan&#13;
dengan disabilitas fisik di Kabupaten Klaten. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan desain&#13;
fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi&#13;
terstruktur. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil wawancara&#13;
ditranskrip dan dilakukan olah data dengan open coding. Setelah itu dilakukan&#13;
final coding untuk membuat subkategori, kategori, dan tema. Hasil: Hasil wawancara mendalam didapatkan hasil bahwa pengalaman&#13;
persalinan pada perempuan disabilitas fisik mencangkup dari pemahaman&#13;
narasumber mengenai kehamilan dan persalinan. Selain itu didapatkan juga&#13;
adanya kebutuhan, hambatan, dan pelayanan maternal yang didapat selama&#13;
kehamilan dan persalinan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dengan disabilitas&#13;
fisik di Kabupaten Klaten memiliki pengalaman dan tantangan unik selama&#13;
kehamilan dan persalinan.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61605">
<title>Hubungan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Tablet Fe) dengan Kejadian Partus Prematur di Indonesia (Analisis Data SSGI 2022)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61605</link>
<description>Hubungan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Tablet Fe) dengan Kejadian Partus Prematur di Indonesia (Analisis Data SSGI 2022)
Rahadian, Ananta Fairuz
Latar Belakang : Partus prematur menjadi salah satu penyebab morbiditas dan&#13;
mortalitas bayi. Pencegahan dengan patuh melakukan kunjungan ANC dan&#13;
mengonsumsi TTD. Kondisi terkini angka kepatuhan kunjungan ANC dan&#13;
konsumsi TTD cukup tinggi namun angka kejadian partus prematur tergolong&#13;
tinggi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan analisis mengenai hubungan&#13;
antara kepatuhan kunjungan ANC dan konsumsi TTD dengan kejadian partus&#13;
prematur di Indonesia&#13;
Tujuan Penelitian : Menjelaskan hubungan kepatuhan kunjungan ANC dan&#13;
konsumsi TTD oleh ibu hamil dengan kejadian Partus Prematur di Indonesia tahun&#13;
2022&#13;
Metode Penelitian : Penelitian ini memiliki desain cross sectional. Menggunakan&#13;
data sekunder SSGI 2022 dengan teknik total sampling, besar sampel 1.598 balita&#13;
yang sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel penelitian yaitu variabel bebas seperti&#13;
kepatuhan kunjungan ANC dan kepatuhan konsumsi TTD. Variabel terikat adalah&#13;
partus prematur, dan variabel luar yakni wilayah tempat tinggal ibu, tingkat&#13;
pendidikan ibu, pekerjaan ibu, kualitas ANC. Analisis data antara lain analisis&#13;
univariat yakni tabel distribusi subjek, analisis bivariat yakni chi-square, dan&#13;
analisis multivariat yaitu regresi logistik ganda model prediksi&#13;
&#13;
Hasil : Analisis Bivariat diperoleh hasil kepatuhan kepatuhan kunjungan ANC (p-&#13;
value 0,000,OR 1,530,Cl 95 % 1,224-1,913) kepatuhan konsumsi TTD (p-value&#13;
&#13;
0,000,OR 1,9200,Cl 95 % 1,532-2,401), wilayah tempat tinggal ibu (p-value&#13;
0,000,OR 1,629,Cl 95 % 1,304-2,034), pekerjaan ibu (p-value 0,003,OR 0,708,Cl&#13;
95 % 0,567-0,983), tingkat pendidikan ibu (p-value 0,527,OR 0,918,Cl 95 % 0,714-&#13;
1,179), dan kualitas ANC (p-value 1,000,OR 0,752,Cl 95 % 0,068-8,316). Analisis&#13;
Multivariat diperoleh faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian partus&#13;
prematur di Indonesia tahun 2022 adalah kepatuhan konsumsi TTD,wilayah&#13;
tempat tinggal ibu, pekerjaan ibu, dan kepatuhan kunjungan ANC.&#13;
Simpulan : Terdapat hubungan antara kepatuhan kunjungan ANC,kepatuhan&#13;
konsumsi TTD dengan kejadian Partus Prematur di Indonesia tahun 2022.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
