<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/50">
<title>Faculty of Medicine</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/50</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62570"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62567"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62566"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62564"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-14T10:53:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62570">
<title>Hubungan Antara Tingkat Adiksi Internet dengan Kejadian Burnout Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62570</link>
<description>Hubungan Antara Tingkat Adiksi Internet dengan Kejadian Burnout Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Azzaki, Zulkarnaen Ulinnuha
Latar Belakang: Penggunaan internet yang semakin meningkat pada mahasiswa,&#13;
khususnya mahasiswa kedokteran, berpotensi menimbulkan adiksi internet yang&#13;
dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, salah satunya burnout.&#13;
Burnout pada mahasiswa kedokteran merupakan masalah penting karena&#13;
berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dan performa akademik.&#13;
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat adiksi internet dengan kejadian&#13;
burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain&#13;
cross-sectional. Subjek penelitian adalah 98 mahasiswa Fakultas Kedokteran&#13;
Universitas Islam Indonesia tahun akademik 2024/2025 yang memenuhi kriteria&#13;
inklusi dan eksklusi. Tingkat adiksi internet diukur menggunakan Young’s Internet&#13;
Addiction Test (YIAT), sedangkan burnout diukur menggunakan Maslach Burnout&#13;
Inventory–Student Survey (MBI-SS). Analisis data dilakukan secara univariat dan&#13;
bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta perhitungan Odds Ratio (OR).&#13;
Hasil: Prevalensi adiksi internet tinggi pada responden sebesar 32,7%, sedangkan&#13;
prevalensi burnout sebesar 33,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat&#13;
hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi internet dengan kejadian burnout&#13;
(p = 0,017). Mahasiswa dengan tingkat adiksi internet tinggi memiliki risiko 2,88&#13;
kali lebih besar untuk mengalami burnout dibandingkan mahasiswa dengan tingkat&#13;
adiksi internet rendah (OR = 2,88; CI 95%: 1,19–6,99).&#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi internet&#13;
dengan kejadian burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam&#13;
Indonesia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62567">
<title>Prevalensi Dan Faktor Risiko Kecacingan (Soil Transmitted Helminths) Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62567</link>
<description>Prevalensi Dan Faktor Risiko Kecacingan (Soil Transmitted Helminths) Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman
Putrinadi, Dara Saraswati
Latar Belakang:Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan&#13;
penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama&#13;
pada anak usia sekolah dasar. Infeksi STH berhubungan dengan personal&#13;
hygiene, sanitasi lingkungan, serta tingkat pengetahuan orang tua. Kabupaten&#13;
Sleman memiliki variasi angka kecacingan, sehingga diperlukan penelitian untuk&#13;
mengetahui prevalensi kecacingan, faktor risiko yang berperan, serta efektivitas&#13;
edukasi sebagai upaya promotif dan preventif.&#13;
Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi&#13;
kecacingan Soil Transmitted Helminths pada anak usia sekolah dasar di SD Negeri&#13;
Purwomartani Sleman, mengidentifikasi faktor risiko kecacingan, serta menilai&#13;
perbedaan tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan&#13;
edukasi kecacingan.&#13;
Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan&#13;
desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa SD Negeri&#13;
Purwomartani Sleman yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling.&#13;
Pemeriksaan kecacingan dilakukan melalui pemeriksaan feses menggunakan&#13;
metode langsung dengan NaCl 0,9% fisiologis dan metode Kato-Katz. Faktor risiko&#13;
dinilai menggunakan kuesioner personal hygiene dan sanitasi lingkungan,&#13;
sedangkan tingkat pengetahuan orang tua diukur melalui pretest dan posttest&#13;
setelah pemberian edukasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik.&#13;
Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 0%&#13;
(zero case). Sebagian besar anak memiliki personal hygiene kurang baik,&#13;
sedangkan sanitasi rumah tangga mayoritas tergolong baik. Tidak ditemukannya&#13;
kasus positif menyebabkan analisis faktor risiko kecacingan tidak dapat dilakukan.&#13;
Edukasi kecacingan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan orang tua secara&#13;
signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 39,0&#13;
menjadi posttest 96,5 dengan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05).&#13;
Simpulan:Prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminths pada anak usia&#13;
sekolah dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman adalah 0%. Edukasi kecacingan&#13;
efektif meningkatkan pengetahuan orang tua sebagai upaya pencegahan&#13;
kecacingan.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62566">
<title>Pengaruh Kombinasi Lari Intensitas Sedang dan Latihan Beban Terhadap Pencegahan Sarkopenia Pada Lansia : A Scoping Review</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62566</link>
<description>Pengaruh Kombinasi Lari Intensitas Sedang dan Latihan Beban Terhadap Pencegahan Sarkopenia Pada Lansia : A Scoping Review
Atsani, Ikhwan Faqih
Latar Belakang: Sarkopenia pada lansia ditandai penurunan progresif massa,&#13;
kekuatan, dan fungsi otot yang meningkatkan risiko jatuh serta ketergantungan&#13;
fisik. Latihan fisik adalah intervensi utama, namun efektivitas kombinasi lari&#13;
intensitas sedang dan latihan beban (concurrent training) dibanding modalitas&#13;
tunggal perlu disintesis lebih lanjut.&#13;
Tujuan: Penelitian ini meninjau literatur mengenai pengaruh kombinasi lari&#13;
intensitas sedang dan latihan beban terhadap pencegahan sarkopenia pada&#13;
lansia, meliputi parameter massa, kekuatan, dan performa otot.&#13;
&#13;
Metode: Penelitian menggunakan metode Scoping Review pedoman PRISMA-&#13;
ScR pada basis data PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar.&#13;
&#13;
Kriteria inklusi: artikel original research desain Randomized Controlled Trial (RCT),&#13;
terbit 2016–2025, berbahasa Inggris, dan subjek lansia (≥60 tahun).&#13;
Hasil: Lima artikel RCT dianalisis. Hasil menunjukkan intervensi kombinasi lari dan&#13;
latihan beban (concurrent training) berdampak positif signifikan. Latihan ini&#13;
meningkatkan total lean body mass (+1 kg) dan massa otot apendikular dibanding&#13;
aerobik tunggal. Kombinasi lari intensitas sedang dan latihan beban efektif&#13;
meningkatkan kekuatan genggaman tangan, kaki, serta mencegah dinapenia.&#13;
&#13;
Pendekatan multikomponen ini juga meningkatkan kemampuan fungsional sit-to-&#13;
stand (8,59 menjadi 7,27 detik) dan keseimbangan dinamis (effect size, d=0,96),&#13;
&#13;
mengindikasikan perbaikan kemandirian lansia.&#13;
Simpulan: Berdasarkan analisis mendalam terhadap lima studi Randomized&#13;
Controlled Trial (RCT), dapat disimpulkan bahwa kombinasi lari intensitas sedang&#13;
dan latihan beban (concurrent training) merupakan strategi preventif yang efektif&#13;
dan aman untuk mencegah sarkopenia pada lansia. Intervensi ini memberikan&#13;
dampak positif yang signifikan secara simultan terhadap seluruh parameter&#13;
sarkopenia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62564">
<title>Hubungan Konsumsi Kopi Terhadap Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62564</link>
<description>Hubungan Konsumsi Kopi Terhadap Gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Khonsa, Hanna Alleyda
Background: Medical students are a population at high risk of academic stress&#13;
and often consume coffee to enhance focus and alertness. Coffee consumption&#13;
may affect the digestive system and sleep quality, particularly in relation to&#13;
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) and insomnia.&#13;
Objective: This study aimed to analyze the association between coffee&#13;
consumption and GERD symptoms and to evaluate the role of insomnia among&#13;
medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia.&#13;
Methods: This was an observational quantitative study with a cross-sectional&#13;
design conducted among active medical students of Universitas Islam Indonesia.&#13;
Data were collected using a coffee consumption questionnaire, the GERD-Q to&#13;
assess GERD symptoms, and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess&#13;
insomnia. Data analysis included univariate and bivariate analyses.&#13;
Results: A total of 67 respondents participated in this study, the majority of whom&#13;
were female. The results showed no significant association between coffee&#13;
consumption and GERD occurrence based on consumption status (p=0.349),&#13;
duration (p=0.108), frequency (p=0.458), or type of coffee consumed (p=0.182).&#13;
Conclusion: Coffee consumption is not significantly associated with GERD&#13;
symptoms among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam&#13;
Indonesia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
