<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/48567">
<title>Textile Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48567</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61573"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/50578"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/50575"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/49360"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T11:58:46Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61573">
<title>Perancangan Pakaian Adaptif bagi Lansia Penderita Stroke dengan Metode Quality Function Deployment (QFD)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61573</link>
<description>Perancangan Pakaian Adaptif bagi Lansia Penderita Stroke dengan Metode Quality Function Deployment (QFD)
Hadna, Aulia Muchammad Roqieba
Perancangan ini bertujuan untuk merancang pakaian adaptif bagi lansia&#13;
penderita strok dengan menggunakan metode Quality Function Deployment.&#13;
Penderita strok umumnya mengalami keterbatasan mobilitas, penurunan kekuatan&#13;
otot, dan ketergantungan dengan pendamping saat melakukan aktivitas, terutama&#13;
untuk berpakaian. Oleh karena itu, diperlukan rancangan pakaian adaptif yang&#13;
mampu menjawab kebutuhan fungsional dan kenyamanan pengguna.&#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner sebanyak tiga kali.&#13;
Kuisioner pertama bersifat terbuka untuk mengumpulkan voice of customer terkait&#13;
kesulitan yang dialami. Hasilnya jawaban tentang pakaian adalah yang paling&#13;
dominan. Kuisioner kedua bersifat tertutup untuk mengukur tingkat kepentingan&#13;
fitur pakaian adaptif melalui skala likert dan dianalisis menggunakan SPSS serta&#13;
menghitung importance rating. Hasilnya menunjukkan bahwa yang paling&#13;
penting adalah mudah dipakai (7,40), bahan yang nyaman (8,33), bahan yang&#13;
ringan (7,67), dan longgar (7,26). Selanjutnya tiga opsi desain dibuat&#13;
menggunakan CLO3D untuk menghasilkan desain 3 dimensi dan akan disebarkan&#13;
pada kuisioner ketiga. Kuisioner ketiga bertujuan untuk mengetahui preferensi&#13;
model yang paling sesuai dengan kebutuhan responden dan hasilnya sebanyak&#13;
50% responden memilih desain 3. Desain tersebut paling banyak dipilih karena&#13;
lebih fleksibel, longgar, dan mudah digunakan. Matriks House of Quality&#13;
membuktikan bahwa kebutuhan responden dapat diterjemahkan menjadi&#13;
karakteristik teknis. Hasil perancangan ini berupa desain 3 dimensi dan prototipe.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/50578">
<title>Potensi Daun Adam Hawa Ungu (Tradescantia Pallida Purpurea) Sebagai Zat Pewarna Alami Tekstil untuk diaplikasikan Pada Pewarnaan Batik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/50578</link>
<description>Potensi Daun Adam Hawa Ungu (Tradescantia Pallida Purpurea) Sebagai Zat Pewarna Alami Tekstil untuk diaplikasikan Pada Pewarnaan Batik
Annisa, Syahnanda
Banjir di Pekalongan, Jawa Tengah mengakibatkan kerusakan lingkungan diantaranya&#13;
pencemaran air dan penyakit gatal-gatal akibat air yang tercemar. Kerusakan lingkungan&#13;
disebabkan oleh pengelolaan Zat Pewarna Sintetis (ZPS) industri batik. Maka dari itu perlu&#13;
ditemukan Zat Pewarna Alami (ZPA) untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Salah satu&#13;
tanaman yang berpotensi sebagai ZPA batik yaitu Daun Adam Hawa Ungu (DAHU) atau&#13;
Tradescantia Pallida purpurea. Metode Ekstraksi Panas (Refluks) variabel yang digunakan&#13;
yaitu 45 menit, 60 menit dan 75 menit dan Metode Ekstraksi Dingin (Maserasi) variabel yang&#13;
digunakan yaitu 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Kain Mori Primissima digunakan untuk&#13;
pengambilan sampel dan di mordanting dengan Tawas dan Soda Abu. Teknik yang digunakan&#13;
untuk pewarnaan yaitu Teknik Pencelupan dan Teknik Jumputan. Pengujian yang dilakukan&#13;
adalah Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Pencucian Sabun, Uji Tahan Luntur Warna&#13;
Kain Terhadap Gosokan-Kering, Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Panas&#13;
Penyetrikaan-Kering. Zat Fiksasi yang digunakan adalah Kapur dan Tunjung. Hasil&#13;
pewarnaan yang terbaik adalah Metode Ekstraksi Panas (Refluks) dengan mordan tawas&#13;
variabel 45 menit. Hasil Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Pencucian Sabun yaitu 1-2&#13;
hingga 3 , Hasil Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Gosokan Kering yaitu 3-4 hingga 4&#13;
dan Uji Tahan Luntur Warna Kain Terhadap Panas Penyetrikaan-Kering yaitu 4-5 hingga 5.&#13;
Hasil untuk Teknik Jumputan dengan Fiksasi Kapur dan Tunjung menghasilkan warna yang&#13;
mengikuti zat fiksasi.
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/50575">
<title>Analisis Variasi pH yang Berbeda dan Lama Waktu Paparan Sinar Matahari Terhadap Kestabilan Warna Resin 2252 Pada Komposit Serat Karbon</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/50575</link>
<description>Analisis Variasi pH yang Berbeda dan Lama Waktu Paparan Sinar Matahari Terhadap Kestabilan Warna Resin 2252 Pada Komposit Serat Karbon
Alfian, Ahmad
Komposit banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti industri&#13;
otomotif, kedirgantaraan, dan olahraga. Namun disisi lain, penggunaan serat&#13;
karbon memiliki tantangan tersendiri. Kerusakan yang sering terjadi adalah&#13;
timbulnya warna menguning atau yang biasa disebut dengan yellowing pada&#13;
permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak variasi pH resin&#13;
(pH 3, 4, 5, 6, dan 7) dan paparan sinar matahari terhadap kestabilan warna resin&#13;
2252 dalam komposit serat karbon. Hasil menunjukkan bahwa STD-Resin (resin&#13;
tanpa paparan) stabil dengan nilai reflektansi 109,73% selama 21 hari,&#13;
menunjukkan ketahanan warna yang baik dalam kondisi terkendali. pH 4&#13;
menunjukkan penurunan dari 101,10% pada hari ke-7 menjadi 64,29% pada hari&#13;
ke-21. pH 5 menunjukkan stabilitas tinggi dengan nilai reflektansi berturut-turut&#13;
105,56%, 77,93% pada hari ke-7 dan ke-21. Sementara itu, pH 6 menunjukkan&#13;
penurunan signifikan dari 77,40% pada hari ke-7 menjadi 63,29% pada hari ke-21.&#13;
Dari keseluruhan analisis yang telah dilakukan, pH 5 memiliki kondisi yang paling&#13;
optimal.
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/49360">
<title>Pengaruh Konsentrasi H2O2 dan Waktu Pengerjaan pada Proses Bleaching Kain Kapas</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/49360</link>
<description>Pengaruh Konsentrasi H2O2 dan Waktu Pengerjaan pada Proses Bleaching Kain Kapas
Budiono, Latif; R.D., Aulia Ajeng
Penelitian ini difokuskan pada pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi hidrogen&#13;
peroksida (H2O2) terhadap putih kain katun dalam proses bleaching. Dilakukan dengan&#13;
lima variasi waktu dan tiga konsentrasi H2O2 yang berbeda. Proses melibatkan pemasakan&#13;
kain, dan bleaching dengan H2O2, Na2SO3, dan NaOH. Tahap awal melibatkan persiapan&#13;
kain dan proses bleaching dengan variasi konsentrasi H2O2 (15 ml, 25 ml, dan 35 ml) serta&#13;
waktu (40-80 menit). Evaluasi dilakukan menggunakan Spectrophotometer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H2O2 dan waktu aplikasi&#13;
berpengaruh signifikan pada tingkat putih kain. Lebih spesifik, konsentrasi H2O2 sebesar&#13;
25 ml dengan waktu aplikasi selama 50 menit memberikan tingkat putih terendah. Namun,&#13;
konsentrasi H2O2 sebesar 35 ml menunjukkan penurunan dalam tingkat putih,&#13;
mengindikasikan bahwa konsentrasi yang terlalu tinggi dapat mengurangi efektivitas&#13;
proses bleaching.&#13;
Selain itu, perlakuan awal seperti pemasakan kain dan proses bleaching&#13;
meningkatkan daya serap air kain. Studi ini memberikan wawasan yang mendalam tentang&#13;
optimasi proses bleaching pada kain katun, yang memiliki potensi untuk pengembangan&#13;
metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam industri tekstil.
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
