<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/48161">
<title>Master of Pharmacy</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48161</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63521"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63498"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63442"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62904"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-25T23:01:19Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63521">
<title>Formulasi dan Evaluasi Sediaan Snedds Kombinasi Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera L.) dan Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dengan Menggunakan Metode Low Energy sebagai Obat Antikanker</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63521</link>
<description>Formulasi dan Evaluasi Sediaan Snedds Kombinasi Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera L.) dan Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dengan Menggunakan Metode Low Energy sebagai Obat Antikanker
Sabillah, Farhad Aulan
Kanker merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan alternatif terapi&#13;
dengan efikasi tinggi dan toksisitas rendah. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.)&#13;
dan benalu batu (Begonia medicinalis) memiliki potensi sitotoksik, namun&#13;
kelarutan air yang buruk membatasi bioavailabilitasnya. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk memformulasi dan mengevaluasi sediaan Self-Nanoemulsifying Drug&#13;
Delivery System (SNEDDS) kombinasi ekstrak kelor dan benalu batu menggunakan&#13;
metode low energy untuk meningkatkan aktivitas antikankernya terhadap sel HeLa.&#13;
Metode penelitian meliputi ekstraksi maserasi dengan etanol 70% dan standarisasi&#13;
ekstrak sesuai parameter mutu. Formulasi SNEDDS dilakukan dengan melakukan&#13;
optimasi perbandingan rasio minyak (isopropil miristat), surfaktan (Tween 80), dan&#13;
kosurfaktan (propilen glikol). Karakterisasi sediaan mencakup uji kelarutan, ukuran&#13;
partikel, indeks polidispersitas (PDI), potensial zeta, serta stabilitas termodinamik.&#13;
Aktivitas antikanker dievaluasi melalui uji sitotoksisitas in vitro dengan metode&#13;
MTT assay pada sel HeLa dan sel Vero kemudian menganalisis hasil guna&#13;
menentukan nilai IC50 dan indeks selektivitas (SI). Hasil menunjukkan bahwa&#13;
formula optimal (F1) mamapu melarutkan kombinasi ekstrak secara sempurna,&#13;
menghasilkan nanoemulsi jernih dan transparan dengan ukuran partikel 23,63 ±&#13;
0,15 nm, PDI 0,34 ±0,02, dan transmitansi 86,51%. Sediaan terbukti stabil secara&#13;
termodinamik dan tahan terhadap pengenceran. Uji aktivitas antikanker pada sel&#13;
HeLa menunjukkan nilai IC50 84,67 ± 10,9 μg/mL dengan selektivitas indeks 5,9,&#13;
yang dikategorikan sebagai sitotoksisitas selektif. Kesimpulannya, sediaan&#13;
SNEDDS metode low energy berhasil meningkatkan kelarutan senyawa aktif dan&#13;
memberikan efek sitotoksisitas yang potensial serta selektif (aman terhadap sel&#13;
normal).
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63498">
<title>Formulasi dan Karakterisasi Snedds Kombinasi Ekstrak Etanol Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan Metode Low Energy Serta Uji Aktivitas Imunostimulan Secara In Vitro</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63498</link>
<description>Formulasi dan Karakterisasi Snedds Kombinasi Ekstrak Etanol Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan Metode Low Energy Serta Uji Aktivitas Imunostimulan Secara In Vitro
Ayunanda, Nurul Putri Ramadhani
Benalu batu (Begonia medicinalis) dan Kelor (Moringa oleifera L.)&#13;
merupakan tanaman obat yang berasal dari Sulawesi Tengah yang memiliki potensi&#13;
sebagai imunostimulan. Namun, senyawa aktif dalam ekstrak etanol kedua tanaman&#13;
ini memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah yang dapat menghambat&#13;
efektivitas terapeutiknya. Sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug&#13;
Delivery System (SNEDDS) menjadi alternatif untuk meningkatkan kelarutan dan&#13;
efektivitas senyawa aktif tersebut. Metode low energy menjadi pilihan untuk&#13;
membuat sediaan ini karena lebih sederhana, stabil dan efisien dibandingkan&#13;
dengan metode high energy yang perlu menggunakan alat khusus sehingga kurang&#13;
efisien dalam melakukan produksi dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
membuat dan melakukan karakterisasi sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak etanol&#13;
70% herba benalu batu dan daun M.oleifera menggunakan metode low energy serta&#13;
menentukan aktivitas imunostimulan sediaan tersebut secara in vitro menggunakan&#13;
sel RAW 264.7. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol&#13;
70%, dilanjutkan dengan standarisasi ekstrak (parameter spesifik dan non-spesifik).&#13;
Formulasi SNEDDS dilakukan dengan metode low energy. Karakterisasi meliputi&#13;
uji transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersi, zeta potensial, dan uji stabilitas.&#13;
Aktivitas imunostimulan diuji melalui viabilitas sel, aktivitas fagositosis, dan&#13;
produksi nitrit oksida (NO) pada sel RAW 264.7. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa formulasi 1 sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak benalu batu dan daun&#13;
M.oleifera yang mengandung isopropyl myristate (40%), tween 80 (50%) dan&#13;
propylene glycol (10%). Karakterisasi SNEDDS menghasilkan nilai ukuran partikel&#13;
(44,4 ± 0,58 nm), polydispersity index (0,213 ± 0,019), zeta potential (-17,2 ± 1,26&#13;
mV), dan persen transmitan (83,58± 0,00%), serta memiliki stabilitas yang stabil.&#13;
Sediaan SNEDDS formulasi 1 menunjukkan viabilitas sel yang aman serta mampu&#13;
meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan produksi NO pada konsentrasi&#13;
62,5 μg/mL. Disimpulkan bahwa SNEDDS kombinasi ekstrak etanol 70% benalu&#13;
batu dan daun M.oleifera dengan metode low energy berpotensi meningkatkan&#13;
aktivitas imunostimulan secara in vitro.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63442">
<title>Formulasi, Karakterisasi dan Uji Toksisitas Akut Sediaan Kapsul Solid Self Nanoemulsifying Drig Delivery System (S-SNEDDS) Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri L.)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63442</link>
<description>Formulasi, Karakterisasi dan Uji Toksisitas Akut Sediaan Kapsul Solid Self Nanoemulsifying Drig Delivery System (S-SNEDDS) Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Pandapotan, Herianto
Meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki aktivitas farmakologis seperti hepatoprotektor&#13;
dan antioksidan, namun pemanfaatannya secara oral masih terbatas oleh kelarutan dan&#13;
bioavailabilitas yang rendah. Pengembangan Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery&#13;
System (S-SNEDDS) dilakukan untuk meningkatkan stabilitas dan kinerja absorpsi ekstrak&#13;
meniran. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, mengkarakterisasi sediaan kapsul&#13;
S-SNEDDS ekstrak meniran, serta mengevaluasi toksisitas akut oral. S-SNEDDS dibuat&#13;
menggunakan metode freeze drying dan dikarakterisasi melalui uji sifat alir, bulk density,&#13;
tapped density, kadar air, morfologi partikel (SEM), kristalinitas (XRD), dan keseragaman&#13;
bobot kapsul. Uji toksisitas akut dilakukan pada tikus betina galur Wistar berdasarkan&#13;
OECD 425 pada dosis 175, 550, dan 2000 mg/kgBB. Parameter pengamatan meliputi&#13;
gejala klinis, berat badan, berat organ relatif, serta histopatologi hati (NASH CRN) dan&#13;
ginjal (EGTI).&#13;
Hasil menunjukkan waktu alir serbuk 5,14–6,59 detik dengan sudut diam &lt;40°. Nilai bulk&#13;
density 0,32 g/mL dan tapped density 0,31 g/mL menghasilkan Carr’s Index &lt;15% dan&#13;
Hausner Ratio &lt;1,25. Kadar air berada pada rentang 2,18–2,38%. Nilai zeta potensial&#13;
sebesar −26,23 ± 0,49 mV menunjukkan stabilitas sistem yang baik. Pada uji toksisitas akut&#13;
tidak ditemukan kematian signifikan hingga dosis 2000 mg/kgBB sehingga LD50 &gt;2000&#13;
mg/kgBB. Histopatologi hati menunjukkan inflamasi lobular ringan dengan median skor&#13;
0–1, sedangkan ginjal menunjukkan perubahan ringan hingga sedang (median 0–3) berupa&#13;
vakuolisasi tubular dan inflamasi interstisial tanpa kerusakan masif.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sediaan&#13;
kapsul S-SNEDDS ekstrak meniran memiliki karakteristik fisikokimia yang baik&#13;
dan profil keamanan ketoksikan akut tergolong rendah pada dosis uji.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62904">
<title>Evaluasi Kemudahan dan Kegunaan E-logistik Dalam Pengelolaan Obat dan Bmhp di Gudang Farmasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten/kota</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62904</link>
<description>Evaluasi Kemudahan dan Kegunaan E-logistik Dalam Pengelolaan Obat dan Bmhp di Gudang Farmasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten/kota
Handayani, Eka
Sistem e-logistik dikembangkan untuk mendukung pengelolaan obat dan Bahan&#13;
Medis Habis Pakai (BMHP) di gudang farmasi, dengan tujuan meningkatkan&#13;
ketepatan distribusi, akurasi pelaporan, dan transparansi manajemen. Penelitian ini&#13;
mengevaluasi persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan (usability),&#13;
kegunaan sistem (usefulness), kendala implementasi, dan keamanan data, serta&#13;
menilai dampaknya terhadap efisiensi sistem. Metode penelitian menggunakan&#13;
mixed methods sequential explanatory, dengan pengumpulan data kuantitatif&#13;
melalui kuesioner pada 43 responden dan data kualitatif melalui wawancara&#13;
mendalam terhadap 10 informan. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa&#13;
usability (β=0,312; p&lt;0,05), usefulness (β=0,398; p&lt;0,05), dan keamanan data&#13;
(β=0,221; p&lt;0,05) berpengaruh signifikan terhadap efisiensis e-logistik, sedangkan&#13;
kendala implementasi tidak signifikan (β=-0,145; p&gt;0,05). Secara umum, sistem e-&#13;
logistik terbukti meningkatkan akurasi pelaporan dan transparansi distribusi obat,&#13;
namun efisiensi waktu dan biaya masih terbatas akibat keterbatasan infrastruktur&#13;
serta kurangnya pelatihan sumber daya manusia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
