<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/48">
<title>Architecture</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62555"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62458"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62356"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62073"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-14T05:55:42Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62555">
<title>Redesain Taman Buaya di Kabupaten Bekasi dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62555</link>
<description>Redesain Taman Buaya di Kabupaten Bekasi dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Ponowati, Widya Shakila
Perancangan Taman Buaya Indonesia Jaya dilakukan untuk mendukung upaya&#13;
konservasi buaya sekaligus menyediakan fasilitas edukasi serta wisata konservasi yang&#13;
lebih layak. Ancaman terhadap keberadaan buaya terus meningkat akibat perburuan liar,&#13;
perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat alami. Kondisi tersebut memicu meningkatnya&#13;
konflik antara buaya dan manusia, sehingga keberadaan buaya sering dianggap&#13;
mengancam permukiman masyarakat.&#13;
Secara eksisting, Taman Buaya Indonesia Jaya memiliki potensi besar untuk&#13;
dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan edukasi. Namun, kawasan ini masih&#13;
menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada kualitas ruang, pengaturan zonasi,&#13;
sistem sirkulasi, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung maupun&#13;
pengelola. Oleh karena itu, perancangan ini diarahkan untuk menciptakan kawasan yang&#13;
mampu mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan wisata dalam satu tatanan&#13;
ruang yang lebih terstruktur.&#13;
Pendekatan desain mengacu pada prinsip arsitektur ekologi, yang mencakup&#13;
penyesuaian desain terhadap kondisi alam setempat, efisiensi energi, pemanfaatan&#13;
material daur ulang, pengelolaan sistem air, serta penciptaan keamanan dan&#13;
kenyamanan bagi pengguna. Perancangan juga menitikberatkan pada sistem utilitas&#13;
kawasan, khususnya pengelolaan air untuk mendukung kebutuhan hidup buaya agar tidak&#13;
menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, penyusunan zonasi dirancang dengan&#13;
hierarki yang jelas antara area publik, semi publik, dan area privat yang diperuntukkan&#13;
bagi aktivitas pengelolaan serta penangkaran.&#13;
Hasil akhir perancangan menghasilkan integrasi antara habitat buaya dan aktivitas&#13;
manusia melalui penyediaan jalur tematik berdasarkan siklus hidup buaya, viewing deck,&#13;
ruang edukasi, serta fasilitas penelitian yang mendorong peningkatan kesadaran&#13;
masyarakat terhadap konservasi satwa. Sistem sirkulasi pengunjung dirancang mengikuti&#13;
alur perjalanan kehidupan buaya, mulai dari fase tukik hingga buaya dewasa, sekaligus&#13;
disesuaikan dengan kondisi tapak. Dengan demikian, perancangan Taman Buaya&#13;
Indonesia Jaya diharapkan mampu menjadi kawasan konservasi yang edukatif,&#13;
berkelanjutan, dan memiliki kualitas wisata yang lebih baik.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62458">
<title>Vision for Bener 2025 : Architectural Intervention for Creative Space of Desakota</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62458</link>
<description>Vision for Bener 2025 : Architectural Intervention for Creative Space of Desakota
Sekartaji, Paramitta
This design thesis is about developing the creative economy embryo of the urban informal community through architectural intervention. It took setting in Bener, desakota in the western part of Yogyakarta municipal area. Desakota, as the melting point between rural and urban characters, is the feature of urbanization in most Asian cities, where rapid changing from agricultural-based economy to creativity-based economy, takes place. In this case, Bener is fortunate for having the creative economy embryo in the form of micro community-based industry named Salingsih that recycles inorganic trashes e.g. plastic bottle and snack wraps into wearable products such as bags, pillowcases and accessories. The project proposes various level of community based-design intervention to create "creative space" namely macro; meso; and micro that range from urban guideline to small-scale architectural intervention e.g. single pod. At urban design level, the project proposes the urban design guidelines on how to create the creative space. At meso scale planning, the project proposes the master plan to generate the creative space of Bener which is divided into 3 five-yearly stages started at year 2012 and is expected to be completed at 2025; the first step of the project is initialization, continued with proliferation, cultivation, and then advancement. Initialization phase is based on the author's dialogue with the actress of the creative industry, that the crucial need to develop the industry is the establishment of workshop facilitation. Proliferation phase is trying to embrace the men folks into the industry by providing alternative to create another product of the trash recycling industry. The cultivation is the effort to generate creative support infrastructure by merging the creative economy to the educational institution. Advancement phase is the urban guidelines for the façade of the Bener Street to generate it into Bener Promenade. The phases in the project master plan need the formal device that covers every requirements of each stage. The design of the formal device is the micro scale planning in the project.
</description>
<dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62356">
<title>Pusat Pelatihan Bencana di UII Yogyakarta (Tata Ruang Luar dan Dalam sebagai Wadah Pelatihan dan Simulasi)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62356</link>
<description>Pusat Pelatihan Bencana di UII Yogyakarta (Tata Ruang Luar dan Dalam sebagai Wadah Pelatihan dan Simulasi)
Kelirey, Muhammad Rifai
UII Disaster Training Center sebagai wadah pelatihan dan simulasi yang &#13;
merupakan upaya dalam mengurangi resiko bahaya akibat bencana dan&#13;
merupakan Respon dari peraturan pemerintah D.I. Yogyakarta, dengan fasilitas&#13;
utama   yaitu wadah pelatihan dan simulasi indoor serta outdoor mengenai&#13;
kebencanaan. Pada rancangan pusat pelatian dan simulasi ini menitkberatkan pada tata&#13;
ruang dalam dan luar sebagai media simulatif serta integritas civitas akademika&#13;
dalam tanggap bencana.Pendekatan tersebut diterapkan kedalam elemen&#13;
fungsional yang dapat mewadahi aktivitas pelatihan dan simulasi baik indoor&#13;
maupun outdoor serta dapat mengintegrasikan civitas akademika di UII sebagai&#13;
potensi tanggap bencana. Pusat Pelatihan dan simulasi tanggap bencana atau emergensi respons di&#13;
Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, D.I. Yogyakarta sebagai wadah&#13;
pelatihan dan simulasi Tanggap Bencana bagi mahasiwa sebagai potensi tanggap&#13;
bencana khususnya atau pelaksana operasi SAR bencana dan masyrakat serta&#13;
sebagai wahana penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai tanggap&#13;
darurat atau cara2 penyelamatan diri ketika terjadi bencana yang didukung&#13;
dengan sarana pelatihan dan simulasi, dalam rangka peningkatan kapasitas&#13;
relawan (Mahasiswa) serta masyrakat dalam menghadapi pencegahan dan&#13;
penanganan bencana. Bentuk kegiatan yang akan diakomodasi mencakup&#13;
pelatihan, Simulasi, dan penyampaian informasi melalui media lisan, tulisan,&#13;
visual, audio visual, simulasi, dan praktik.Sehingga Mewujudkan Masyarakat&#13;
sadar Bencana.
</description>
<dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62073">
<title>Perancangan Pusat Agro-Edukasi Pertanian Bawang Merah di Kabupaten Tegal</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62073</link>
<description>Perancangan Pusat Agro-Edukasi Pertanian Bawang Merah di Kabupaten Tegal
Yuliani, Dwi Putri
Kabupaten Tegal merupakan wilayah penyangga pangan nasional dengan komoditas&#13;
unggulan bawang merah, namun penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB&#13;
(Produk Domestik Regional Bruto) menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani&#13;
melalui fasilitas edukatif yang mendukung penguatan produktivitas. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji karakteristik bawang merah dan&#13;
prinsip perancangan pertanian edukatif, serta survei lokasi di Desa Bogares Kidul untuk&#13;
memperoleh data tapak, kondisi iklim, arah angin, dan potensi penyinaran. Seluruh data&#13;
kemudian dianalisis menggunakan metode sintesis untuk merumuskan konsep rancangan&#13;
yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat agro-edukasi perlu dirancang&#13;
menyesuaikan kebutuhan bawang merah akan cahaya matahari penuh, sehingga massa&#13;
bangunan ditempatkan di tepi tapak, dan berorientasi utara–selatan agar tidak menghalangi&#13;
area tanam lahan budidaya dibagi menjadi penanaman langsung dan penanaman polybag&#13;
dengan naungan paranet untuk merespons angin kencang. Sedangkan selubung bangunan&#13;
menggunakan fasad tanaman rambat yang menyaring cahaya, mengurangi panas dan debu,&#13;
serta mereduksi tekanan angin. Kombinasi strategi tersebut menciptakan lingkungan yang&#13;
kondusif bagi proses edukasi dan budidaya, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor&#13;
pertanian bawang merah di Kabupaten Tegal.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
