<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/47">
<title>Civil Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/47</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62546"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62409"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62395"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62373"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-13T20:45:24Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62546">
<title>Evaluasi Struktur Gedung Bertingkat Berbasis Kinerja dengan Metode Pushover  Studi Kasus Gedung Nariba Office</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62546</link>
<description>Evaluasi Struktur Gedung Bertingkat Berbasis Kinerja dengan Metode Pushover  Studi Kasus Gedung Nariba Office
Wijanarka, Naufal Afif Bagus
Indonesia merupakan daerah yang rawan terjadi bencana gempa, maka peraturan mengenai gempa harus selalu disesuaikan dengan kondisi terbaru. Pada studi kasus penelitian ini, struktur direncanakan menggunakan SNI tahun 2012. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis menggunakan peraturan yang terbaru. Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai gaya geser dasar dan simpangan saat performance point  tercapai, mengetahui level kinerja seismic dari analisis pushover, dan mengetahui mekanisme sendi plastis. Penelitian ini menggunakan struktur gedung Nariba office yang berada di Jakarta Selatan. Permodelan struktur menggunakan software SAP2000, pembebanan, prosedur desain dan perhitungan struktur gedung mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Analisis pushover dilakukan mengacu pada ATC-40. Hasil penelitian berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, didapatkan nilai performance point pada arah x yaitu V = 2219,530 kN dan δ = 0,019 m untuk arah y yaitu V = 1809,952 kN dan δ = 0,014 m. Level kinerja yang didapatkan adalah Immediate Occupancy (IO). Skema sendi plastis pada arah x dan y pertama muncul pada step ke-2 dan berada pada level kinerja B. Sendi plastis terakhir untuk arah x terhenti pada step ke-92 dan berada pada level kinerja IO (Immediate Occupancy). Arah y terhenti pada step ke-24 dan berada pada level kinerja IO (Immediate Occupancy).
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62409">
<title>Validasi Data Hujan Satelit TRMM dengan Data Hujan Observasi dalam Analisis Hujan Rancangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62409</link>
<description>Validasi Data Hujan Satelit TRMM dengan Data Hujan Observasi dalam Analisis Hujan Rancangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang
Putri, Amariris Pramesti
Keakuratan data curah hujan sangat penting untuk analisis hidrologi, sementara data dari&#13;
stasiun pengamatan sering kali terbatas. Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dapat&#13;
menjadi alternatif sumber data, namun diperlukan proses validasi terhadap data observasi. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi data TRMM, menguji korelasi dengan data observasi, serta&#13;
membandingkan hasil hujan kala ulang.&#13;
Lokasi penelitian berada di DAS Serang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta. Data curah hujan yang digunakan yaitu tahun 2008-2019 untuk diuji&#13;
konsistensinya menggunakan metode RAPS dan uji stasioner. Kemudian dikalibrasi dan diverifikasi&#13;
dengan model regresi, serta divalidasi melalui parameter statistik RMSE, NSE, KR, serta koefisien&#13;
korelasi. Analisis frekuensi hujan rancangan dilakukan dengan distribusi probabilitas Gumbel,&#13;
Normal, Log-Normal, dan Log Pearson III.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data TRMM terkoreksi memiliki akurasi yang baik&#13;
berdasarkan periode data 11 tahun kalibrasi dan 1 tahun verfikasi pada persamaan polinomial.&#13;
Dengan nilai RMSE relatif kecil, NSE pada kategori memenuhi, KR sangat akurat dan korelasi&#13;
sangat kuat. Korelasi paling tinggi terdapat pada periode 1 tahun (R = 0,966; R2 = 0,9522). Analisis&#13;
frekuensi memperlihatkan hujan rancangan dari TRMM lebih rendah dibanding observasi dengan&#13;
selisih 30%-40%, namun pola kenaikan tetap sejalan. Kesimpulannya, TRMM dapat digunakan&#13;
sebagai alternatif sumber data hujan, terutama di wilayah dengan keterbatasan stasiun, meskipun&#13;
diperlukan kalibrasi lanjutan pada kala ulang besar.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62395">
<title>Analisis Kapasitas Daya Dukung Tiang Bor dan Penurunan Berdasarkan Data N - Spt pada Titik P22 dan P23</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62395</link>
<description>Analisis Kapasitas Daya Dukung Tiang Bor dan Penurunan Berdasarkan Data N - Spt pada Titik P22 dan P23
Waluyan, Dimas Dipo Putr
Fondasi tiang bor merupakan elemen struktur bawah yang berperan penting dalam menopang beban jembatan, khususnya pada kondisi tanah non-kohesif dengan beban struktur yang besar. Oleh karena itu, analisis daya dukung dan penurunan fondasi perlu dilakukan secara akurat guna menjamin keamanan dan kinerja struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung serta penurunan fondasi tiang bor pada Proyek Pembangunan Jembatan Kabanaran, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan fokus pada titik fondasi P22 dan P23. Metode analisis yang digunakan meliputi metode Reese and Wright, Meyerhof, serta Reese and O’Neill untuk menghitung daya dukung tiang bor tunggal dan kelompok berdasarkan data standard Penetration Test (SPT). Analisis dilakukan pada kondisi diameter eksisting 1,2 m serta variasi diameter 1,0 m dan 1,3 m. Penurunan tiang bor tunggal dan kelompok dihitung secara empiris, kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D untuk memperoleh respons deformasi tanah–struktur yang lebih representatif. Hasil analisis selanjutnya diverifikasi menggunakan data uji dinamis Pile Driving Analyzer (PDA) dan analisis CAPWAP. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting (diameter 1,2 m), daya dukung tiang bor tunggal di titik P22 dan P23 masing-masing sebesar 1.997,21 ton dan 1.862,50 ton berdasarkan metode Reese and Wright; 3.254,86 ton dan 3.203,80 ton berdasarkan metode Meyerhof; serta 2.001,74 ton dan 1.919,80 ton berdasarkan metode Reese and O’Neill. Daya dukung kelompok tiang pada diameter yang sama mencapai 34.368,30 ton dan 32.050,24 ton (Reese and Wright), 56.010,09 ton dan 55.131,42 ton (Meyerhof), serta 34.446,20 ton dan 33.036,20 ton (Reese and O’Neill). Penurunan tiang bor tunggal berada pada rentang 0,017–0,020 m. Penurunan kelompok tiang hasil perhitungan empiris pada titik P22 untuk diameter 1,0 m, 1,2 m, dan 1,3 m masing-masing sebesar 0,0480 m, 0,0405 m, dan 0,0417 m, sedangkan pada titik P23 sebesar 0,0437 m, 0,0380 m, dan 0,0391 m. Berdasarkan analisis Plaxis 2D, penurunan kelompok tiang pada titik P22 berturut-turut sebesar 0,04742 m, 0,03767 m, dan 0,03693 m, sedangkan pada titik P23 sebesar 0,04007 m, 0,03202 m, dan 0,03231 m. Seluruh nilai penurunan masih berada di bawah batas layanan yang diizinkan, sehingga fondasi tiang bor dinyatakan aman dalam mendukung beban struktur jembatan
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62373">
<title>Analisis Perhitungan Harga Sewa Rumah Susun berdasarkan Metode Pelaksanaan Konstruksi Konvensional dan Pracetak (Studi Kasus: Rusunawa Jongke, Kab. Sleman) (Analysis of Flat Rental Price Calculations Based on Conventional and Precast Construction Methods)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62373</link>
<description>Analisis Perhitungan Harga Sewa Rumah Susun berdasarkan Metode Pelaksanaan Konstruksi Konvensional dan Pracetak (Studi Kasus: Rusunawa Jongke, Kab. Sleman) (Analysis of Flat Rental Price Calculations Based on Conventional and Precast Construction Methods)
Anwar, M.Hasbi Reyhan
Rumah susun dibangun untuk mengatasi kekurangan kebutuhan rumah dan keterbatasan lahan untuk perumahan yang tersedia.Rumah susun sewa diperuntukan untuk golongan menengah kebawah. Pada saat ini pemerintah sedang giat mencanangkan rusunawa sebagai salah satu upaya mengurangi masyarakat yang masih tinggal di daerah kumuh dan bantaran sungai. Untuk menghasilkan suatu Rusunawa yang baik dan nyaman diperlukan pelaksanaan kontruksi yang baik dan benar,dengan banyak nya Rusunawa yang akan dibangun maka efiseiensi biaya dan waktu pelaksanaan menjadi hal yang penting,penggunaan metode pelaksanaan kontruksi sangat mempengaruhi kecepatan waktu pekerjaan pembangunan suatu kontruksi Rusunawa, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi biaya pembangunan antara metode konvensional dan metode pracetak,menganalisa harga sewa Rusunwa Jongke dengan memperhitungkan biaya investasi,operasional,perawatan dan pemeliharaan yang dibutuhkan. Metode perhitungan tarif sewa Rusunawa berdasarkan PERMENPERA no.18 tahun 2007 yang digunakan untuk mendapatkan harga pokok sewa tiap unit perbulan.Sebelum menghitung harga sewa perlu dilakukan identifikasi dan perhitungan biaya yang terjadi. Perhitungan tarif sewa Rusunawa berdasarkan PERMENPERA no.18 tahun 2007 belum memperhitungkan perubahan nilai uang karena waktu (time value of money). Dalam penelitian ini akan dilakukan analisa yang memperhitungkan adanya perubahan nilai uang karena waktu Dari hasil analisis didapat biaya pekerjaan dengan menggunakan metode pracetak sebesar Rp.14.067.587.117,03 dan menggunakan metode konvensional sebesar Rp.13.873.585.259,37. Selisih harga antara kedua metode tersebut adalah sebesar Rp.194.001.857,66. Dengan demikian metode pracetak lebih mahal dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini disebabkan metode pracetak menggunakan material mutu tinggi dan ada tambahan alat berat saat pemasangan komponen nya. Dari hasil perhitungan harga sewa Rusunawa Jongke didapatkan harga sewa sesuasi kriteria penetapan harga sewa yang harus terjangkau oleh masyarakat menengah kebawah khusus nya MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dengan besaran tidak lebih dari 1/3 pendapatan penghuni sehingga klasifikasi yang tepat adalah tarif sewa sosial dengan tarif sebesar Rp.259.000/unit/bulan
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
