<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/4687">
<title>Psychology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4687</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63661"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63546"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63541"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63539"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-24T11:26:57Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63661">
<title>Hubungan antara Gaya Kelekatan Aman dengan Resiliensi pada Korban Gempa Bumi</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63661</link>
<description>Hubungan antara Gaya Kelekatan Aman dengan Resiliensi pada Korban Gempa Bumi
Sanusi, Agus
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 99 orang laki-laki dan wanita dewasa yang sudah menikah dan tinggal di Dusun Cikelet. Subjek yang dipilih adalah subjek yang berusia antara 22-75 tahun. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala gaya kelekatan aman dan skala resiliensi. Skala gaya kelekatan aman disusun peneliti dengan memodifikasi skala gaya kelekatan aman oleh Julianto (2009), berdasarkan karakteristik gaya kelekatan aman yang mengacu pada Helmi (1998), yang terdiri dari 34 aitem. Skala resiliensi disusun peneliti dengan memodifikasi skala resiliensi oleh Vesdiawati (2008) berdasarkan aspek-aspek resiliensi yang dikemukankan oleh Reivich &amp; Shatte (2000 yang terdiri dari 31 aitem. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Product Moment dari Pearson. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi (r = 0.584 dengan p=0.000 (p&lt;0.05) → hipotesis diterima). Gaya kelekatan aman memiliki sumbangan efektif terhadap tingkat resiliensi sebesar 34.1%.
</description>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63546">
<title>Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Problem Focused Coping pada Penderita Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63546</link>
<description>Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Problem Focused Coping pada Penderita Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa
Paramita, Gisara Widya
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Hipotesis awal yang digunakan adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa maka semakin efektif problem focused coping yang dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa; sebaliknya semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa maka semakin tidak efektif problem focused coping yang dilakukan. Subjek penelitian ini adalah penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa yang menjadi anggota dari perkumpulan penderita gagal ginjal Lentera. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode skala. Skala problem focused coping mengacu pada teori dari Lazarus dan Cohen (Sarafino, 1994) dan skala dukungan sosial mengacu pada teori Cohen dan Syme (Jumeriah, 2008). Skala problem focused coping berjumlah 40 aitem dengan indeks deskriminasi 0,338 sampai dengan 0,772 dan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,936. Skala dukungan sosial berjumlah 34 aitem dengan indeks deskriminasi aitem mulai dari 0,360 sampai dengan 0,744 dan koefisien reliabilitas 0,927. Analsis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson dengan dibantu program SPSS versi 17 for windows menunjukkan r = 0,725; p 0,000 (p&lt;0,01). Hasil analisis data penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan problem focused coping pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi&#13;
hemodialisa.
</description>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63541">
<title>Persepsi terhadap Iklim Organisasi dan Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63541</link>
<description>Persepsi terhadap Iklim Organisasi dan Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil
Nurlaksono, Annas
Penelitian ini bertujuan menguji hubungan positif antara persepsi terhadap iklim organisasi dengan disiplin kerja PNS. Semakin positif persepsi terhadap iklim organisasi pegawai maka semakin tinggi pula disiplin kerjanya. Semakin negatif persepsi terhadap iklim organisasi pegawai maka semakin rendah juga disiplin kerja yang ditampilkan pegawai tersebut. Subyek dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional 1 Yogyakarta. Teknik pengambilan subyek pengambilan data adalah menggunakan skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala iklim organisasi yang mengacu dari teori Stringer (2007) sedangkan skala disiplin kerja mengacu pada teori Latainer (1971) dan Strauss dan Sayles (1990). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 12,0 for windows untuk menguji hubungan antara persepsi terhadap iklim organisasi dengan disiplin kerja PNS pada Pegawai Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional 1 Yogyakarta. Korelasi non parametrik dari Spearman rho menunjukan korelasi sebesar = 0.191 p = 0.023; p&lt; 0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap iklim organisasi dengan disiplin kerja PNS. Jadi hipotesis penelitian diterima.
</description>
<dc:date>2008-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63539">
<title>Hubungan antara Pengambilan Resiko dan Stres Kerja pada Peternak Ayam Potong</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63539</link>
<description>Hubungan antara Pengambilan Resiko dan Stres Kerja pada Peternak Ayam Potong
Komala, Shinta
This study aims to determine the relationship between risk-taking with job stress in broiler breeders. Proposed initial assumption is that there is a negative relationship between job stress pengeambilan risk with which the higher the commitment the organization has, the lower the stress of work and so any breeder and vice versa. Subjects in this study were broiler breeder, at least junior secondary education, and have at least 1 year working period. Retrieving data using the scale method, which in this study there are 2 (two) scale, the scale of risk-taking and job stress scale. Risk-taking scale prepared on aspects - aspects of the theory of Kiev (2007) which consists of 18 aitem with correlation coefficient aitem saheeh move between 0253 to 0808 with a correlation coefficient alpha for 0860, while the scale of job. stress have been prepared based on aspect aspect of the theory of Cooper &amp; Straw (1995) consists of 26 aitem with correlation coefficient aitem saheeh move between 0498 to 1063 with a correlation coefficient alpha for 0904. The analytical method used is the technique of product moment correlation analysis of Spearman. The counting process is assisted by the program SPSS 12.0 for Windows. The results of this research is no association between risk-taking and job stress on broiler breeder with a score ofr-0012 and p-0468 (p&gt;0.05).
</description>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
