<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/46628">
<title>SAKAPARI 2024 #SERIES 13</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/46628</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/54601"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/54600"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/54599"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/54598"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T11:58:46Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/54601">
<title>MENJEMBATANI TEORI DENGAN PRAKTIK DALAM DESAIN LANDSKAP YANG INDAH DAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/54601</link>
<description>MENJEMBATANI TEORI DENGAN PRAKTIK DALAM DESAIN LANDSKAP YANG INDAH DAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Rito, Baritoadi Buldan Rayaganda
Penelitian ini mengeksplorasi persimpangan antara keindahan, &#13;
keberlanjutan, dan inklusi sosial dalam desain lanskap, memperluas perspektif tentang &#13;
Inisiatif Bauhaus Eropa Baru. Melalui wawancara kualitatif dengan para ahli dari &#13;
akademisi, praktik, asosiasi profesional, dan lembaga pemerintah, penelitian ini meneliti &#13;
bagaimana ketiga prinsip ini terintegrasi dalam desain lanskap dan tantangan dalam &#13;
menyeimbangkannya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa meskipun &#13;
keberlanjutan sering kali berfungsi sebagai fondasi, keindahan dan inklusi sama &#13;
pentingnya untuk menciptakan lanskap yang beresonansi dengan pengguna dan &#13;
bertahan dalam ujian waktu. Responden menekankan pentingnya desain yang peka &#13;
terhadap konteks, di mana prioritas elemen-elemen ini bervariasi tergantung pada &#13;
kebutuhan khusus lingkungan, komunitas, dan kerangka peraturan. Pada akhirnya, &#13;
penelitian ini menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik yang menyelaraskan &#13;
faktor-faktor ini untuk menciptakan ruang yang bertanggung jawab terhadap &#13;
lingkungan, menyenangkan secara estetika, dan inklusif secara sosial.
</description>
<dc:date>2024-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/54600">
<title>REVITALISASI TERAS CIHAMPELAS PASCA PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/54600</link>
<description>REVITALISASI TERAS CIHAMPELAS PASCA PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE
Zahri, Raja Rayhan; Mutaqi, Ahmad Saifudin; Rahmat, Febrianta
Permasalahan fast fashion berdampak pada limbah yang signifikan, terutama &#13;
di kota industri seperti Bandung. Salah satu cara untuk melawan permasalahan ini &#13;
adalah dengan membeli pakaian bekas. Namun, pemerintah melarang impor pakaian &#13;
bekas karena dinilai mematikan ekonomi setempat. Oleh karena itu, perlu adanya &#13;
rancangan dan program fast fashion yang dapat memberikan solusi terhadap fenomena &#13;
fast fashion  dengan pendekatan adaptive reuse. Penelitian ini dilaksanakan di Teras &#13;
Cihampelas Bandung sebagai tempat yang mewadahi bisnis ekonomi rakyat untuk &#13;
pusat penjualan pakaian pantas pakai di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan &#13;
menganalisa data yang sudah ada dari sumber lain, seperti studi sebelumnya, laporan, &#13;
atau basis data untuk mendapatkan informasi atau konfirmasi terhadap hipotesis yang &#13;
ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu fast-fashion dapat dikurangi dengan &#13;
merevitalisasi Teras Cihampelas dengan pendekatan adaptive reuse ke arah fashion hub &#13;
di kota Bandung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung &#13;
keberhasilan pembangunan ini yaitu: mengoptimalkan peran komunitas, menjalin kerja &#13;
sama dengan pemerintah dan mengembangkan model bisnis yang inovatif. Pemilihan &#13;
lokasi yang tepat juga penting untuk menunjang keberhasilan, dalam hal ini Teras &#13;
Cihampelas menjadi lokasi yang dinilai ideal untuk menjawab permasalahan ini.
</description>
<dc:date>2024-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/54599">
<title>Alih Fungsi Bangunan Terbengkalai Menjadi Cafe untuk Meningkatkan Perekonomian dengan Pendekatan Adaptive Reuse</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/54599</link>
<description>Alih Fungsi Bangunan Terbengkalai Menjadi Cafe untuk Meningkatkan Perekonomian dengan Pendekatan Adaptive Reuse
Jelvi, Ulfah Dwity; Widyoputro, Muhammad Kholif Lir; Efendi, Muhammad Imron
Batusangkar merupakan sebuah ibu kota yang terdapat di Kabupaten Tanah &#13;
Datar dan merupakan daerah pusat pemerintahan, perekonomian, dan pendidikan. Di &#13;
kawasan Batusangkar ini terdapat beberapa bangunan terengkalai salah satunya &#13;
bangunan lama dari sekolah TK Bhayangkari yang terletak di Jl. Soetoyo, Baringin, Kec. &#13;
Lima Kaum. Bangunan ini memiliki potensi yang besar untu bisa digunakan kembali &#13;
karena terletak di pusat kota Batusangkar sebagai pusat perekonomian. Alih fungsi &#13;
bangunan lama sekolah ini menjadi sebuah kafe bisa memberikan dampak yang baik &#13;
terhadap perekonomian yaitu meningkatkan perekonomian daerah. Pada perancangan &#13;
ini akan mengggunakan konsep adaptive reuse bangunan lama menjadi sebuah kafe &#13;
dengan mempertahankan beberapa elemen di bangunan sehingga bisa mengurangi biaya &#13;
pembangunan. Penggunaan konsep ini doharapkan bisa menarik perhatian masyarakat &#13;
untuk mengunjungi bangunan ini dan menikmati fasilitas yang tela disediakan. Tujuan &#13;
dari perancangan ini yaitu meningkatkan perekonomian Masyarakat melalui bangunan &#13;
terbengkalai dengan meminimalisir biaya pembangunan. Adapun yang dipertahankan &#13;
dalam perancangan ini yaitu struktur bangunan dan dinding kemudian yang harus &#13;
diperbaiki yaitu strutur atap dan atap karena sudah hancur. Selai itu, melakukan &#13;
penambahan fasilitas lainnya seperti, area parkir, toilet, area bermain anak, tenant food &#13;
courth, dan seating area. Jadi, perancangan ini menjadi salah satu cara untuk &#13;
mengurangi bangunan terbengkalai dan dialih fungsikan menjadi sebuah kafe dengan &#13;
meminimalisir biaya sebagai upaya meningkatkan perekonomian Masyarakat.
</description>
<dc:date>2024-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/54598">
<title>REVITALISASI KAWASAN WISATA KOLAM RENANG DESA JATISOBO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/54598</link>
<description>REVITALISASI KAWASAN WISATA KOLAM RENANG DESA JATISOBO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Nusantara, Bakti; Widyoputro, Muhammad Kholif Lir; Efendi, Muhammad Imron
Desa jatisobo merupakan salah satu desa maju di Sukoharjo, sehingga pada &#13;
tahun 2020 pemerintah Desa Jatisobo membangun objek wisata baru berupa kolam &#13;
renang yang diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat &#13;
setempat. Namun semuanya berjalan tidak sesuai harapan, proses pembangunan yang &#13;
baru berjalan 70% terpaksa berhenti dikarenakan kendala biaya. Pemerintah Desa &#13;
Jatisobo tetap mengoperasikan kolam renang tersebut walaupun dengan kondisi &#13;
seadanya dikarena tingginya antusias dari masyarakat terutama anak-anak, namun &#13;
sesuai dugaan hal tersebut hanya bertahan beberapa bulan saja. Jumlah pengunjung &#13;
yang terus mengalami penurunan yang pada akhirnya resmi ditutup pada awal tahun &#13;
2021, sehingga dari hal ini kolam renang Desa Jatisobo memiliki potensi untuk dilakukan &#13;
revitalisasi. Maka dari itu, perancangan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali &#13;
kawasan kolam renang Desa Jatisobo, dengan pengaplikasian pendekatan arsitektur &#13;
biofilik untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas pendukung dari kawasan tersebut, &#13;
sehingga terciptanya pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Perancangan ini &#13;
menggunakan metode kuantitatif, diawali dengan identifikasi permasalahan, &#13;
menemukan solusi, hingga dikembangkan menjadi sebuah konsep rancangan. &#13;
Pendekatan arsitektur biofilik dengan tetap mempertahankan fasilitas yang telah &#13;
terbangun dipilih, bertujuan agar tidak terjadi kesenjangan dengan bangunan lain di &#13;
sekitarnya dan agar dapat menyatu dengan lingkungan pedesaan.
</description>
<dc:date>2024-07-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
