<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/4333">
<title>Article Keislaman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4333</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/8503"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/5588"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/5179"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/5178"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-30T01:40:45Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/8503">
<title>PEMIKIRAN FIQH SYEH MAHFUDZ TERMAS DALAM KITAB HASYIAH AL-TARMASI</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/8503</link>
<description>PEMIKIRAN FIQH SYEH MAHFUDZ TERMAS DALAM KITAB HASYIAH AL-TARMASI
Qabili, Zuhal
Tulisan ini membahas tentang pemikiran Syeh Mahfudz Termas tentang fiqh dalam kitab Hasyiah al-Tarmasi. Dilihat dari kitab fiqhnya, kecenderungan ushul fiqh Syeikh Muhammad Mahfudz Termas adalah thariqah al-mutakallimin atau ushul fikih madzhab Syafi’i. Adapun secara khusus dalam kitab Hasyiah al-Tarmasi, sangat perhatian dalam menyebutkan dalil-dalil dari dua sumber utama syariat Islam, al-Qur’an dan al-Hadits, bahkan sampai pada takhrij dari hadits yang dijadikannya sebagai rujukan hukum. Hampir pada setiap pembahasan yang isinya terdapat baik tersirat maupun tersurat dalam al-Qur’an maupun al-Hadits, beliau pasti mengutipnya. Jadi dalam Hasyiah al-Tarmasi ini, landasan hukum atau dalil yang digunakan oleh Syeikh Mahfudz Termas lebih didominasi oleh dua sumber utama hukum Islam, al-Qur’an dan al-Hadits. Hal ini dikarenakan latar belakang beliau yang seorang al-Muqri’ dan al-Muhaddits.
</description>
<dc:date>2018-04-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/5588">
<title>PEMIKIRAN MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI TENTANG KEARIFAN LOKAL DALAM KITAB SABIL AL-MUHTADIN (PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/5588</link>
<description>PEMIKIRAN MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI TENTANG KEARIFAN LOKAL DALAM KITAB SABIL AL-MUHTADIN (PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH)
Afdoli, Ahmad
Tulisan ini membahas tentang pemikiran Syeh Muhammad Arsyad al-Banjari tentang kearifan lokal dalam kitab Sabil al-Muhtadin. Salah satu bidang keagamaan yang menjadi perhatian al-Banjari adalah masalah syari‘ah. Salah satu pemikiran al-Banjari mengenai masalah syar‘ah, yang lebih tepatnya mengenai fiqih, diulas panjang lebar dalam sebuah kitab berjudul Sabil al-Muhtadin. Pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari dibidang fiqih, tidaklah muncul begitu saja. Banyak peristiwa penting dan alasan strategis yang melatari kemunculannya, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Banjar waktu itu. Isu-isu strategis tersebut, tidak lain karena latar belakang kondisi sosio kultur masyarakat Banjar itu sendiri, yang bersinggungan dengan pokok-pokok hukum Islam. Jika hukum Islam tidak menyeseuaikan dengan sosial kultur masyarakat maka hukum Islam akan stagnan.
</description>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/5179">
<title>PENGEMBANGAN USHUL FIQH MENURUT JĀSER ‘AUDAH (PEMAKNAAN ULANG MAKNA MAQĀSID AL-SYARIAH)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/5179</link>
<description>PENGEMBANGAN USHUL FIQH MENURUT JĀSER ‘AUDAH (PEMAKNAAN ULANG MAKNA MAQĀSID AL-SYARIAH)
Mustaqimah, Nur Laili
Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi pemikiran Jaser Audah tentang pengembangan konsep maqashid al-syari’ah. Jāser ‘Audah memberikan pemaknaan ulang terhadap makna maqasid al-syariah, yaitu hifz al-din dimaknai ulang dengan menjaga, melindungi dan menghormati kebebasan beragama dan berkepercayaan, hifz al-nasl dimaknai ulang dengan perlindungan terhadap keluarga dan institusi keluarga, hifz al-‘aql dimaknai ulang dengan melipat gandakan pola pikir dan berpikir secara ilmiah, hifz al-karāmah al-insāniyah dimaknai ulang dengan perlindungan kehormatan manusia atau hifz huqūq al-insān dimaknai ulang dengan perlindungan hak-hak manusia, hifz al-nafs dimaknai dimaknai ulang dengan menjaga martabat kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan hifz al-mal dimaknai ulang dengan mengutamakan kepedulian sosial, pembangunan dan kesejahteraan sosial. Dengan adanya pemaknaan ulang maqasid a-syariah setidaknya menjadi penerus bangsa berikutnya untuk berani dan aktif dalam mengkaji metodologi kajian hukum Islam yang lebih fleksibel ketika di lingkungan yang berbeda guna kepentingan kehidupan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya kepada kehidupan yang lebih adil, saling menghormati, dan penuh kedamaian.
</description>
<dc:date>2017-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/5178">
<title>KONSEP MASHLAHAH IBNU QOYYIM Al-JAUZIYYAH</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/5178</link>
<description>KONSEP MASHLAHAH IBNU QOYYIM Al-JAUZIYYAH
Syafi'i, Imam
Tulisan ini membahas tentang pemikiran Ibn Qayyim al-Jauziyyah tentang mashkahah dan pembagiannya, khususnya dalam buku I’lam al-Muwaqqi’īn, Syifā’ al-‘Alīl, Aḥkām ahl al-Dhimmah, dan Zād al-Ma’ād. Dalam membahas mashlahah, Ibn Qayyim al-Jauziyyah memberi perhatian besar terhadap konsep ta’līl al-aḥkām, hikmah al-tashri’, dan kulliyyat al-khams. Di samping itu Ibn Qayyim juga menjelaskan tentang prinsip jalb al-maṣaliḥ wa dar’u al-mafāsid (mencapai kemaslahatan dan menghindari kemudaratan) yang mana telah beliau jelaskan panjang lebar dalam bukunya I’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-‘Alamin.
</description>
<dc:date>2017-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
