<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/4305">
<title>Student Papers | Makalah Mahasiswa</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4305</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66776"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64855"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63455"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62321"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-28T19:38:39Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66776">
<title>How Depending on AI Can Impact the Analytical Skills and Critical Thinking of Young People</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66776</link>
<description>How Depending on AI Can Impact the Analytical Skills and Critical Thinking of Young People
Al-khazan, Badr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed
Artificial intelligence is now a common tool for students, but overuse of it can dull their brainpower and problem-solving skills. The paper argues that AI is not the sole cause of this problem. Students are often under tight deadlines and are judged on their final answers, so AI doing their work quickly becomes an easy option. The essay leverages research and a personal experience in an Operations Research course to explain how students may reach correct answers without understanding how they were produced. Banning AI won't solve this problem. A better approach is for students to think first, and use AI second. They should try to solve the task, explain what they are thinking, and then ask AI to help them. AI is able to then give hints, point mistakes, and ask useful questions. In this way, students can benefit from AI while still developing their critical-thinking skills.Banning AI is not going to solve this problem. A better approach is for students to think first, and use AI second. They should try to solve the task, explain what they are thinking, and then ask AI to help them. AI is able to then give hints, point mistakes, and ask useful questions. This way students would be able to use AI without losing the opportunity to develop their critical-thinking skills.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64855">
<title>Kartel Garam di Sumatera Utara (Studi Putusan KPPU No. 10/KPPU-L/2005)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64855</link>
<description>Kartel Garam di Sumatera Utara (Studi Putusan KPPU No. 10/KPPU-L/2005)
Fitriana, Pipit
</description>
<dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63455">
<title>Perkembangan Peran, Kedudukan dan Tanggung Jawab Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Pewarisan Mayorat di Masyarakat Adat Semende Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63455</link>
<description>Perkembangan Peran, Kedudukan dan Tanggung Jawab Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Pewarisan Mayorat di Masyarakat Adat Semende Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
Vitagora, Yogi
Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang perkembangan peran, kedudukan dan tanggung jawab anak Tunggu Tubang dalam sistem pewarisan mayorat di masyarakat adat Semende Kabupaten Muara Enim. Permasalahannya ialah sering terjadi pada faktor internal seperti perebutan harta warisan yang memicu adanya konflik serta faktor eksternalnya seperti pengaruh kebudayaan luar yang masuk yang membuat pergeseran kebiasaan adat Semende. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum sosiologis. Objek penelitian ini adalah proses pewarisan dan harta benda dalam pewarisan Tunggu Tubang. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan Sosiologis, pendekatan Kasus, dan pendekatan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi dokumen dan pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa perkembangan peran dan kedudukan anak Tunggu Tubang dalam sistem pewarisan Mayorat pada masyarakat hukum adat Semende di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, migrasi, perubahan mata pencaharian, dan agama seperti bekerja di luar desa dan mempekerjakan orang untuk mengelola lahan pertanian, tanpa melanggar ketentuan adat yang bersifat lisan dan diwariskan turun-temurun. Tanggung jawab anak Tunggu Tubang dalam penyelesaian sengketa pewarisan dalam sistem pewarisan mayorat pada masyarakat adat Semende melibatkan peran penting dalam memberikan pemahaman tentang ketentuan waris adat Semende kepada anggota keluarga Tunggu Tubang bertanggung jawab untuk melakukan musyawarah dengan Payung Meraje guna mencapai keputusan yang bersifat mutlak dan mengikat.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62321">
<title>Analisis Pengukuran Tingkat Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan Metode Service Quality (Servqual) (Studi Kasus pada “UKM Empal Gentong Amarta” Cirebon – Jawa Barat)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62321</link>
<description>Analisis Pengukuran Tingkat Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan Metode Service Quality (Servqual) (Studi Kasus pada “UKM Empal Gentong Amarta” Cirebon – Jawa Barat)
Afif, Anisah Fitriah
Empal Gentong Amarta merupakan sebuah bisnis makanan kuliner khas Cirebon yang berada di Cirebon Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas pelayanan yang selama ini telah diberikan pihak Empal Gentong Amarta terhadap harapan pelanggan dan mengetahui preferensi antara pelanggan dan pihak pengelola Empal Gentong Amarta tentang atribut-atribut layanan terhadap kepuasan yang dirasakan oleh para pelanggan.Analisa dilakukan dengan menggunakan Metode Servqual (Service Quality) pada dimensi layanan. Dimensi layanan tersebut meliputi Tangibles (Bukti Langsung), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), dan Empathy (Empati). Hasil yang didapat adalah diketahuinya kualitas pelayanan yang diberikan pihak pengelola selama ini belum memenuhi harapan pelanggan karena nilai kualitas (Q) yang dihitung ≤ 1. Didapat nilai kualitas pelayanan pada dimensi Tangible sebesar 0,657958, dimensi Reliability diperoleh nilai kualitas pelayanan sebesar 0,903459, dimensi Responsiveness nilai kualitas pelayanan sebesar 0,838568, dimensi Assurance nilai kualitas pelayanan sebesar 0,653287, sementara untuk dimensi Empathy nilai kualitas pelayanan sebesar 0,91944. Dengan rata-rata kualitas pelayanan pada tiap dimensinya sebesar 0,794542. Pada haasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama dan harus ditingkatkan pada kuadran A adalah atribut 16 yaitu tempat parkir aman dengan nilai gap sebesar -2,84, dan atribut 1 yaitu suhu ruangan nyaman dengan nilai gap sebesar -2,6.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
