<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/3469">
<title>New Submissions</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3469</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66952"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66877"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64506"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/63920"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-28T22:10:08Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66952">
<title>Sistem Pendukung Keputusan Uji Kelayakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66952</link>
<description>Sistem Pendukung Keputusan Uji Kelayakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah
Satyagraha, Gilang
TPA sampah memiliki peran penting dalam mengelola sampah disetiap &#13;
kota ataupun kabupaten di Indonesia, TPA sampah yang baik akan memberikan &#13;
dampak yang baik bagi lingkungan sekitar. Secara berkala TPA sampah dilakukan &#13;
pengujian, banyaknya macam komponen dan sub komponen dalam pengujian &#13;
TPA sampah secara manual dapat memakan waktu yang tidak efisien. Atas dasar &#13;
inilah dipikirkan bagaimana membuat suatu sistem terkomputerisasi yang dapat &#13;
digunakan oleh penguji dalam menguji TPA sampah. &#13;
Sistem pendukung keputusan uji kelayakan TPA sampah ini menggunakan &#13;
metode K-Nearest Neighbor (K-NN). Pada tahap pengujian, komponen dan sub &#13;
komponen yang digunakan dalam pengujian TPA sampah sudah berdasarkan &#13;
Peraturan Mentri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 07 Tahun &#13;
2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura. &#13;
Hasil penelitian menunjukan, sistem dapat digunakan oleh penguji TPA &#13;
sampah untuk menentukan nilai dari suatu TPA sampah. Nilai yang dihasilkan &#13;
sudah berdasarkan peratuan yang sudah ada. Terdapat lima klasifikasi nilai yaitu &#13;
sangat jelek, jelek, sedang, baik, dan sangat baik.
</description>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66877">
<title>Proses Pengambilan Keputusan Beriklan di Media Radio Geronimo</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66877</link>
<description>Proses Pengambilan Keputusan Beriklan di Media Radio Geronimo
Muhammad, Sahid Ramadhan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan beriklan di&#13;
media radio khususnya di Radio Geronimo Yogyakarta dan faktor-faktor yang melatar belakangi&#13;
pemilihan serta pengambilan keputusan beriklan tersebut. Media radio adalah hal yang&#13;
menyangkut strategi pemasaran, fungsi-fungsi periklanan dan dinamika psikologis yang terbentuk&#13;
dari pihak pemasang iklan, media radio, dan pendengar. Mengambil sebuah keputusan dalam&#13;
beriklan bukan hal yang mudah, diperlukan pemikiran serta tindakan yang cermat dan matang agar&#13;
nantinya produk atau jasa dapat tersampaikan dengan baik dan sesuai dengan target market. Lalu&#13;
bagaimanakah proses beriklan di Radio Geronimo? Apa sajakah faktor-faktor yang melatar belakangi pengambilan keputusan beriklan tersebut?&#13;
Subjek dalam penelitian ini adalah pemasang iklan di media Radio Geronimo Yogyakarta..&#13;
Pemasang iklan dengan kriteria memasang iklan di radio tersebut dari tahun 2006 hingga 2007.&#13;
Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara. Responden adalah empat&#13;
orang yang terlibat langsung dalam proses pemasangan iklan, terdiri dari wakil biro iklan,&#13;
perusahaan, dan instansi pemerintah. Dari wawancara tersebut memberikan hasil bahwa memilih&#13;
radio Geronimo karena sesuai dengan target market anak muda dimana radio Geronimo juga&#13;
merupakan media radio dengan segmentasi anak muda. Selain itu adanya hubungan emosional&#13;
yang baik antara kedua belah pihak dan peringkat yang bagus. Ada tiga tipe yang menjadi dasar&#13;
pengambilan keputusan, yaitu: (1) pengambilan keputusan berdasarkan fakta, (2) pengambilan&#13;
keputusan berdasarkan intuisi, (3) pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman. Proses&#13;
pengambilan keputusan temyata melewati lima tahapan ideal yang sama, yaitu (1) pengenalan&#13;
kebutuhan masalah, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan pembelian, dah (5) hasil pasca pembelian.&#13;
Rincian hasil penelitian dideskripsikan dalam laporan penelitian ini.
</description>
<dc:date>2008-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64506">
<title>Penerapan Teknologi Text-to-Speech pada Perangkat Berbasis iOS (Studi Kasus Kamus Bahasa Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64506</link>
<description>Penerapan Teknologi Text-to-Speech pada Perangkat Berbasis iOS (Studi Kasus Kamus Bahasa Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris)
Ardhi, Mohammad Fajar
Era digital merupakan era dimana masyarakat sudah mulai beralih dari teknologi konvensional ke teknologi digital. Salah satu contoh perubahan tersebut adalah ketika sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan media informasi digital dibandingkan informasi yang diterbitkan dalam media cetak, baik itu surat kabar maupun buku formal dan non-formal. Dengan menggunakan media digital, suatu informasi dapat dengan mudah, cepat dan tentunya lebih murah untuk didapatkan. Namun, hal tersebut tentunya akan menjadi suatu pemasalahan bagi penyandang Tuna Netra. Dimana dengan keterbatasan kemampuan penglihatan yang dimiliki Tuna Netra, teknologi digital tersebut tidak dapat mereka gunakan untuk memperoleh informasi secara langsung. Pendengaran merupakan salah satu indera yang dapat mereka gunakan untuk memperoleh informasi tersebut. Text-to-speech merupakan teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat/komputer untuk dapat memproses input sebuah tulisan yang kemudian menghasilkan output suara (audio). iPhone merupakan sebuah perangkat mobile yang praktis untuk dibawa dan disertai dengan teknologi perangkat keras dan perangkat lunak (sistem operasi) yang memungkinkan untuk diterapkan teknologi text-to-speech tersebut. Maka, dibuatlah sebuah aplikasi dengan teknologi text-to-speech yang diterapkan dalam bentuk kamus bahasa Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris digital dalam perangkat iPhone bersistem operasi iOS yang dilengkapi fitur VoiceOver. Aplikasi ini dkembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Objective-C dan library cocoa touch yang telah disediakan oleh Apple. Aplikasi ini dapat membantu Tuna Netra belajar bahasa Inggris dalam bentuk kamus yang dapat mensintesis tulisan menjadi suara.
</description>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/63920">
<title>Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan PT NC Wonosobo</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63920</link>
<description>Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Kehidupan Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan PT NC Wonosobo
Rifkah, Dewi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada karyawan PT. NC di Wonosobo. Asumsi awal yang diajukan adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja dengan motivasi kerja karyawan. Semakin tinggi persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja karyawan, maka akan motivasi kerja karyawan akan semakin tinggi dan juga sebaliknya. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas berupa persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja, dan variabel tergantung motivasi kerja. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 karyawan bagian produksi. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan skala. Terdapat dua skala yang digunkan yaitu skala persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja yang disusun berdasarkan aspek-aspek kualitas kehidupan kerja yang dikemukakan oleh Werther &amp; Davis (1993) dan skala motivasi kerja yang disusun berdasarkan aspek-aspek motivasi kerja yang dikemukakan oleh Anoraga (2001) yang mengacu pada teori motivasi motivational factors oleh Herzberg. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis product moment untuk menganalisis hubungan persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja dengan motivasi kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya koefisien korelasi (r) sebesar 0.811, berarti persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja dengan motivasi kerja berhubungan secara positif. Semakin tinggi persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi motivasi kerja, sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah motivasi kerja. Jadi hipotesis penelitian diterima.
</description>
<dc:date>2009-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
