<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/34">
<title>Islamic Law</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/34</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61640"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61634"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61623"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61621"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-24T08:32:19Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61640">
<title>Cerai Talak Dengan Alasan Istri Mengalami Gangguan Jiwa di Pengadilan Agama Kabupaten Klaten Dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus Putusan No. 1874/Pdt.G/2022/PA.Klt)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61640</link>
<description>Cerai Talak Dengan Alasan Istri Mengalami Gangguan Jiwa di Pengadilan Agama Kabupaten Klaten Dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus Putusan No. 1874/Pdt.G/2022/PA.Klt)
Othman, Muhammad Fauzan
Tujuannya studi ini guna menganalisa pertimbangan hakim dalam perkara cerai talak&#13;
No.1874/Pdt.G/2022/PA.Klt di Pengadilan Agama Klaten, khususnya dalam kaitannya dengan&#13;
implementasi maqāṣid al-nikāḥ (tujuan pernikahan) dalam proses pengambilan putusan. Latar&#13;
belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya memahami bahwa pernikahan dalam Islam bukan&#13;
sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga perwujudan dari tujuannya syariat yang mencakup&#13;
perlindungannya pada jiwa, agama, akal, harta, serta keturunan. Studi ini memakai metode&#13;
kualitatif dengan pendekatannya yuridis-normatif serta deskriptif-analitis. Sumber datanya primer&#13;
didapat dari salinan resmi putusan Pengadilan Agama Klaten No.1874/Pdt.G/2022/PA.Klt,&#13;
sedangkan sumber data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum&#13;
Islam (KHI), serta literatur tentang hukum perkawinan Islam dan teori maqāṣid al-syarī‘ah.&#13;
Analisis dilakukan dengan menelusuri dasar hukum, fakta persidangan, serta pertimbangan hakim&#13;
dalam memutus perkara.&#13;
Temuan memperlihatkan pertimbangannya hakim pada perkara ini telah memenuhi aspek&#13;
yuridis sebagaimana diaturnya pada UU No.1/1974 terkait Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam,&#13;
danHukumAcara Peradilan Agama. Menurut pengadilan, pernikahan antara pemohon dan tergugat&#13;
tidak lagi harmonis akibat kondisi psikologis tergugat yang tidak stabil, dan satu-satunya cara&#13;
untuk mencegah kerugian lebih lanjut adalah dengan mengajukan cerai. Keputusan hakim untuk&#13;
menjatuhkan talak raj‘i dan menetapkan pemberian mut‘ah kepada termohon merupakan bentuk&#13;
perlindungan hukum terhadap hak-hak istri. Dari perspektif maqāṣid al-nikāḥ, putusan hakim&#13;
tersebut selaras dengan prinsip perlindungannya pada jiwa (ḥifẓ al-nafs), kehormatan (ḥifẓ al-‘ird),&#13;
serta harta (ḥifẓ al-māl). Perceraian dalam kasus ini dipandang sebagai langkah preventif untuk&#13;
menjaga keselamatan mental dan moral kedua belah pihak ketika tujuan sakinah, mawaddah, dan&#13;
raḥmah tidak lagi dapat diwujudkan. Dengan demikian, penerapan nilainya maqāṣid al-syarī‘ah&#13;
dalam perkara perceraian dapat memberikan paradigma baru bahwa hukum Islam tidak&#13;
berorientasinya pada aspek normatif-formal, namun pada kemaslahatan, keadilan, serta&#13;
perlindungannya kemanusiaan.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61634">
<title>Rekonstruksi Konsep Pembuktian Kejahatan Seksual Dalam Syariat Islam dan Hak Asasi Manusia: Telaah Kritis Atas Prinsip Keadilan bagi Korban dan Pelaku</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61634</link>
<description>Rekonstruksi Konsep Pembuktian Kejahatan Seksual Dalam Syariat Islam dan Hak Asasi Manusia: Telaah Kritis Atas Prinsip Keadilan bagi Korban dan Pelaku
Ar Rohim, Muhammad Dzaky Arkhan
Penelitian ini mengkaji ulang konsep pembuktian kejahatan seksual melalui pendekatan&#13;
komparatif antara Syariat Islam dan instrumen Hak Asasi Manusia (HAM) internasional,&#13;
khususnya CEDAW dan UDHR. Fokus kajian terletak pada ketegangan epistemologis dan&#13;
prosedural dalam mekanisme pembuktian, terutama terkait ketatnya syarat hukum hadd&#13;
yang mensyaratkan empat saksi laki-laki yang adil, berbanding dengan fleksibilitas&#13;
pembuktian dalam HAM modern yang menerima bukti forensik, digital, dan kesaksian ahli.&#13;
Dengan menggunakan metode penelitian normatif-komparatif dan analisis filosofis,&#13;
&#13;
penelitian ini menelaah ketentuan fikih jinayah klasik, ijtihad kontemporer, serta prinsip-&#13;
prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, keadilan Rawlsian, dan etika HAM. Hasil penelitian&#13;
&#13;
menunjukkan bahwa sekalipun Syariat Islam dan HAM memiliki perbedaan mendasar&#13;
dalam dasar normatif dan konstruksi hukumnya, keduanya bertemu pada orientasi&#13;
perlindungan martabat manusia. Ketegangan antara kedua sistem hukum tersebut dapat&#13;
dijembatani melalui mekanisme ta‘zir yang bersifat fleksibel, memungkinkan penggunaan&#13;
alat bukti modern tanpa menanggalkan nilai-nilai syariat. Penelitian ini menawarkan model&#13;
rekonstruksi pembuktian kejahatan seksual yang bersifat adil, kontekstual, dan responsif,&#13;
dengan menempatkan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab menjamin keadilan&#13;
substantif bagi korban sekaligus menghormati hak dasar pelaku. Secara teoritis, penelitian&#13;
ini memberikan kontribusi pada pengembangan fikih jinayah modern dan dialog&#13;
epistemologis antara hukum agama dan standar HAM universal. Secara praktis, hasil&#13;
penelitian dapat menjadi landasan perumusan kebijakan pembuktian kejahatan seksual&#13;
yang lebih inklusif, proporsional, dan selaras dengan kebutuhan hukum Indonesia&#13;
kontemporer.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61623">
<title>Penunjukan Wali Hakim di KUA Turi Sleman Yogyakarta (Analisis Perspektif Sosial dan Hukum)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61623</link>
<description>Penunjukan Wali Hakim di KUA Turi Sleman Yogyakarta (Analisis Perspektif Sosial dan Hukum)
Pitriyanti, Pipit Nur
Dalam konteks perkawinan di Indonesia, khususnya dalam hukum islam Wali hakim di&#13;
KUA Turi Sleman Yogyakarta memiliki peran yang sangat penting dalam melayani&#13;
masyarakat terkait dengan urusan pernikahan dan hak-hak keluarga, terutama dalam situasi&#13;
di mana wali nasab tidak bisa hadir atau tidak memenuhi syarat. Pendekatan dalam&#13;
penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis&#13;
penelitian lapangan (field research), dimana data yang didapatkan yaitu di KUA&#13;
Kecamatan Turi, Sleman Yogyakarta.&#13;
Di KUA Turi Sleman, Yogyakarta, proses penunjukan wali hakim memiliki implikasi&#13;
sosial dan hukum. Dimana KUA Turi Sleman berperan dalam memastikan bahwa&#13;
pernikahan dan hak-hak keluarga diproses dengan adil, sesuai dengan hukum yang berlaku,&#13;
sambil tetap menghargai adat istiadat setempat.&#13;
Dapat disimpulkan bahwa KUA Turi Sleman secara aktif mengevaluasi dampak sosial dari&#13;
penunjukan wali hakim melalui berbagai metode yang melibatkan partisipasi masyarakat.&#13;
Baik Bapak PA maupun Bapak PF menekankan pentingnya pengumpulan umpan balik dari&#13;
masyarakat dan pihak terkait, serta survei untuk menilai sejauh mana keputusan wali hakim&#13;
diterima dan memberikan manfaat.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61621">
<title>Posisi Istri Berprofesi Pengacara dalam mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah dan Warahmah Tinjauan Hukum Islam ( Studi Kasus Pengacara Perempuan Kantor Acf Aas Christio dan Co.law House)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61621</link>
<description>Posisi Istri Berprofesi Pengacara dalam mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah dan Warahmah Tinjauan Hukum Islam ( Studi Kasus Pengacara Perempuan Kantor Acf Aas Christio dan Co.law House)
Abdurrouf, Muhammad
Di era modern saat ini, semakin banyak perempuan yang memilih&#13;
untuk berkarier di ranah publik, termasuk profesi sebagai&#13;
pengacara yang memiliki tuntutan pekerjaan tinggi, waktu yang&#13;
padat, serta tanggung jawab profesional yang besar. Kondisi ini&#13;
menimbulkan tantangan tersendiri bagi seorang istri dalam&#13;
membagi peran domestik dan profesional, sehingga menarik untuk&#13;
dikaji bagaimana mereka mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (samawa). Penelitian ini dilakukan untuk&#13;
menganalisis posisi istri berprofesi pengacara dalam menjaga&#13;
keharmonisan rumah tangga, khususnya di Kantor ACF AAS&#13;
Christio &amp; Co. Law House. Metode yang digunakan adalah&#13;
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan merupakan&#13;
penelitian lapangan (field research) yang dilakukan langsung&#13;
melalui wawancara mendalam terhadap para narasumber. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi istri&#13;
pengacara adalah keterbatasan waktu bersama keluarga, beban&#13;
dalam pengasuhan anak, serta tekanan emosional akibat tuntutan&#13;
profesi. Namun, mereka mampu menjaga keharmonisan rumah&#13;
tangga melalui manajemen waktu yang baik, komunikasi intensif, serta kesepakatan bersama dengan pasangan. Penelitian ini juga&#13;
menemukan bahwa peran istri berprofesi pengacara memberikan&#13;
dampak positif dan negatif. Secara positif, istri mampu&#13;
berkontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga dan&#13;
meningkatkan penghargaan terhadap waktu kebersamaan. Namun, secara negatif seringkali muncul kelelahan, keterbatasan interaksi&#13;
dengan anak, serta potensi konflik apabila tidak dikelola dengan&#13;
komunikasi dan kesepakatan yang baik.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
