<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/3341">
<title>Faculty of Engineering Design Innovation</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3341</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64209"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64208"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64207"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/64206"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-28T17:20:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64209">
<title>PENGARUH DIMENSI DAN PENEMPATAN JENDELA TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DI BANGUNAN</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64209</link>
<description>PENGARUH DIMENSI DAN PENEMPATAN JENDELA TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI DI BANGUNAN
Rizky Widiyani, Nabila Zalfaa; Wibisono, Tony Kunto; Kamal, Husein
Restoran dan kafe kini berfungsi sebagai tempat kerja sekaligus tempat &#13;
makan, sehingga kenyamanan visual sangat penting. Penerangan yang baik, baik alami&#13;
maupun buatan, harus sesuai standar untuk kenyamanan penglihatan, terutama malam&#13;
hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan Dialux evo untuk menganalisis&#13;
pengaruh dimensi jendela pada pencahayaan alami dan beban termal. Hasil&#13;
menunjukkan opsi 1 lebih efisien dibandingkan opsi 2 dan 3, namun ruang ber-AC&#13;
membutuhkan penerangan tambahan. Oleh karena itu, saya memilih opsi 1 dan&#13;
menambahkan lampu LED efisien serta downlight 6,5 watt di sembilan lokasi strategis&#13;
untuk meningkatkan kecerahan. Desain memenuhi standar kenyamanan termal GBCI&#13;
dengan nilai OTTV maksimal 35 watt/m2
</description>
<dc:date>2024-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64208">
<title>PENGARUH MODIFIKASI JENDELA DAN PENAMBAHAN ATAP STACK VENTILATION TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PENGHAWAAN  ALAMI</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64208</link>
<description>PENGARUH MODIFIKASI JENDELA DAN PENAMBAHAN ATAP STACK VENTILATION TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PENGHAWAAN  ALAMI
Findy Aprilla, Divana
enelitian ini menganalisis penghawaan alami dan kenyamanan termal di &#13;
Filosofi Kopi Jogja sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan&#13;
dalam ruangan dan efisiensi energi pada bangunan komersial, penelitian ini secara&#13;
khusus menganalisis kondisi penghawaan alami dan kenyamanan termal di kafe Filosofi&#13;
Kopi Jogja. Meskipun memiliki rasio bukaan dan luas area yang melebihi standar (SNI),&#13;
ventilasi silang yang diterapkan saat ini tidak optimal dalam kenyamanan termalnya&#13;
karena orientasi bangunan tidak sesuai dengan arah angin dominan. Akibatnya, sirkulasi&#13;
udara menjadi terhambat sehingga hanya 48,5% area yang nyaman di siang hari untuk&#13;
angin tenggara dan 29% untuk angin barat (CFD). Untuk meningkatkan kenyamanan&#13;
termal berdasarkan hasil simulasi (CFD) penelitian ini merekomendasikan penggantian&#13;
jendela casement top hung bagian (D) di sisi samping bangunan menjadi jendela pivot&#13;
vertikal, serta penambahan atap stack ventilation. Modifikasi ini diprediksi mampu&#13;
meningkatkan area nyaman menjadi 69,5% untuk angin tenggara dan 58,4% untuk&#13;
angin barat terhadap peningkatan kenyamanan termal
</description>
<dc:date>2024-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64207">
<title>PERBANDINGAN PENGGUNAAN SHADING EGGCRATE &amp; MODEL TANPA SHADING TERHADAP KENYAMANAN VISUAL GEDUNG</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64207</link>
<description>PERBANDINGAN PENGGUNAAN SHADING EGGCRATE &amp; MODEL TANPA SHADING TERHADAP KENYAMANAN VISUAL GEDUNG
Julianto, Riski Fatwa; Sugini, Sugini; Yus Fauziah, Isyrin
Mendesaknya pembangunan berkelanjutan dan isu yang muncul terkait &#13;
sumber energi Penyebab terjadinya krsis energi dikarenakan minimnya pemahaman&#13;
dalam mengelola sumber daya secara hijau sehingga meningkatnya kerusakan&#13;
lingkungan. ini dirancang untuk mengevaluasi penerapan dan keberhasilan arsitektur&#13;
berkelanjutan pada gedung Sopo Del Tower. Penelitian ini akan berfokus pada&#13;
pencahayaan bangunan. Analisis ini akan menguraikan beberapa aspek yang diterapkan&#13;
pada gedung Sopo Del Tower termasuk efisiensi fasad bangunan, pemanfaatan cahaya&#13;
matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan antara shading eksisting&#13;
dengan eggcrate dengan sudut kemiringan 15⁰,45⁰,60⁰. Metode penelitian menggunakan&#13;
pendekatan kuantitatif dengan penerapan eksperimen simulasi menggunakan velux untuk&#13;
mengetahui intensitas cahaya terhadap jumlah lux pada bangunan. Studi ini bertujuan&#13;
untuk mengkomparasi nilai Lux yang paling optimal dari pencahayaan alami dengan&#13;
mengkomparasikan antara fasad eksisting dengan Eggcrate 15⁰,45⁰,60⁰ dengan material&#13;
B-Panel, dengan studi kasus Sopo Del Tower yang sesuai dengan SNI 03-7062-2004 untuk&#13;
Gedung perkantoran 350 Lux. Hasil simulasi dan pengujian mendapatkan hasil bahwa&#13;
penambahan shading eggcrate di bangunan Sopo Del Tower dapat mengurangi nilai LUX.&#13;
Dari data paired samples test hasil pengujian SPSS menunjukkan hasil yang paling&#13;
berpengaruh eggcrate 60⁰ dengan nilai mean 5,46685, eggcrate 15⁰dengan nilai mean&#13;
4,79434, eggcrate 45⁰ dengan nilai mean 3,95088
</description>
<dc:date>2024-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/64206">
<title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG CO-WORKING SPACE</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/64206</link>
<description>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG CO-WORKING SPACE
Fathul Islam, Sholahudin; Prasetya, Jarwa; Iskandar, Iskandar
Pencahayaan baik alami maupun buatan yang dapat mempengaruhi &#13;
produktivitas, kenyamanan, dan mempengaruhi kesejahteraan pengguna. Kota&#13;
Yogyakarta memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pencahayaan alami sepanjang&#13;
tahun. Permasalahan yang di identifikasi adalah seberapa baik pencahayaan alami yang&#13;
dapat memenuhi standar kenyamanan visual dan efisiensi energi khususnya di coworking&#13;
&#13;
space tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan&#13;
membandingkan pencahayaan yang digunakan di dalam ruang co- working space&#13;
dengan memahami bagaimana pencahayaan memengaruhi berbagai aspek operasional&#13;
dan kenyamanan. Sasaran pada penelitian ini adalah seluruh ruang lantai satu dan lantai&#13;
dua pada co-working space Kolektif dan co-working space Relasi yang berada di kota&#13;
Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui&#13;
observasi lapangan, pengukuran intensitas cahaya dengan parameter UDI (Useful&#13;
Daylight Illuminanc), dan analisis sumber data sekunder dari google. Hasil dari penelitian&#13;
ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas performa ruang&#13;
Co-Working space, yang menunjukkan bahwa pencahayaan di beberapa area belum&#13;
optimal, dengan sebagian ruangan menerima cahaya berlebih atau kurang
</description>
<dc:date>2024-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
