<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/3216">
<title>Lecturers And Researchers</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/3216</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62478"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/62467"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/60982"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/59918"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-13T12:18:54Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62478">
<title>Human Reliability Assessment guna Peningkatan Kinerja Karyawan pada Industri Kreatif</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62478</link>
<description>Human Reliability Assessment guna Peningkatan Kinerja Karyawan pada Industri Kreatif
Pratama, Aiza Yudha Pratama
Industri kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan bakat, keahlian, dan kreativitas merupakan sektor yang sangat mendukung perekonomian Indonesia. Namun, manusia tidak pernah terlepas dari keterbatasan dalam mencurahkan keahlian dan kreativitasnya sehingga masih memungkinkan terjadinya kesalahan manusia atau Human Error. Salah satu industri kreatif unggulan di Kota Yogyakarta adalah kerajinan perak filigree. Pada proses produksi ornamen perak filigree, keahlian dan keterampilan pekerja menjadi faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap hasil produksi.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keandalan pekerja pada proses produksi ornamen perak filigree menggunakan metode SPAR-H, mengetahui pola kesalahan pada proses produksi, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan human error tersebut. Penelitian dilakukan di Sansans Silver Craft dan Ira Silver yang merupakan industri kreatif kerajinan perak di kawasan Kotagede, Yogyakarta.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Human Error Probability terbesar pada Sansans Silver Craft terdapat pada kegiatan peletakan filling pada frame yang dikerjakan divisi framing dan filling dengan probabilitas sebesar 53,4%. Sementara itu, pada Ira Silver, probabilitas terbesar terdapat pada kegiatan peleburan yang dikerjakan divisi pengolahan bahan baku dengan nilai sebesar 41,78%. Pada Sansans Silver Craft ditemukan 6 kesalahan produk akhir, sedangkan pada Ira Silver ditemukan 10 kesalahan produk akhir.&#13;
&#13;
Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya human error pada kedua UKM tersebut meliputi waktu pengerjaan, tingkat stres, tingkat kesulitan kerja, prosedur pengerjaan, dan faktor ergonomi.
</description>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/62467">
<title>Penentuan Kriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Sensitivitas</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62467</link>
<description>Penentuan Kriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Sensitivitas
Nugraha, Isna
Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha atau bisnis. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam proses pengadaan guna mencapai keunggulan bersaing. Brainattack Apparel merupakan perusahaan clothing yang memiliki factory outlet serta sistem penjualan berbasis online dengan konsumen yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan melakukan pemilihan supplier hanya berdasarkan kriteria kualitas, ketersediaan barang, dan harga. Namun, kriteria tersebut belum mampu menjamin keberlangsungan proses produksi (manufacturing sustainability) maupun keberlangsungan lingkungan (environment sustainability). Oleh karena itu, diperlukan model pengambilan keputusan multikriteria yang mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pemilihan supplier.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria pemilihan supplier. Metode AHP diintegrasikan dengan Analisis Sensitivitas guna mengidentifikasi pengaruh perubahan prioritas kriteria terhadap hasil akhir pemilihan supplier. Penelitian menggunakan 13 kriteria dan 46 subkriteria dalam proses evaluasi supplier.&#13;
&#13;
Hasil perhitungan AHP menunjukkan bahwa kriteria terpenting dalam pemilihan supplier secara berturut-turut adalah kualitas (0,20234), hak-hak karyawan (0,13977), keselamatan dan kesehatan kerja (0,13200), pengiriman dan pelayanan (0,09482), produk ramah lingkungan (0,08203), biaya (0,06917), perancangan ramah lingkungan (0,06823), fleksibilitas (0,05189), kegiatan pendukung (0,04899), penyimpanan ramah lingkungan (0,03415), lingkungan (0,03124), transportasi ramah lingkungan (0,02270), dan teknologi ramah lingkungan (0,02267). Berdasarkan analisis sensitivitas, kriteria yang paling berpengaruh terhadap pemilihan supplier adalah kualitas, hak-hak karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, pengiriman dan pelayanan, produk ramah lingkungan, perancangan ramah lingkungan, biaya, kegiatan pendukung, dan fleksibilitas.&#13;
&#13;
Prioritas alternatif keputusan pemilihan supplier menunjukkan bahwa Supplier A memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,367168, diikuti Supplier D sebesar 0,303305, Supplier C sebesar 0,178574, dan Supplier B sebesar 0,150953.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/60982">
<title>Melawan Impunitas Israel</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/60982</link>
<description>Melawan Impunitas Israel
Heriyanto, Dodik Setiawan Nur
Belum genap setahun sejak gelombang serangan sebelumnya, Israel kembali melancarkan operasi militer ke wilayah Iran dengan dukungan terbuka Amerika Serikat. Serangan itu dibingkai sebagai preemptive strike, yakni tindakan pencegahan atas ancaman yang diklaim membahayakan keamanan nasional Israel. Namun, dalam perspektif hukum internasional, dalih tersebut justru menimbulkan persoalan serius mengenai pelanggaran terhadap larangan penggunaan kekuatan bersenjata sebagai norma fundamental dalam tata hukum global modern.&#13;
&#13;
Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas melarang penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara lain. Larangan ini merupakan fondasi sistem keamanan kolektif pasca-Perang Dunia II. Pengecualian hanya diberikan dalam dua keadaan: mandat Dewan Keamanan atau hak membela diri jika terjadi armed attack sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.&#13;
&#13;
Masalahnya, doktrin preemptive self-defense yang kerap dikemukakan tidak memiliki dasar yang kokoh dalam hukum positif internasional. Hak membela diri mensyaratkan adanya serangan bersenjata yang aktual atau paling tidak ancaman yang bersifat segera, nyata, dan tidak terelakkan. Tuduhan kepada Iran mengenai pengembangan senjata nuklir di masa depan tidak memenuhi standar tersebut. Jika tuduhan dijadikan dasar serangan, maka setiap negara dapat secara sepihak menilai niat negara lain dan menjadikannya alasan serangan militer.
</description>
<dc:date>2026-03-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/59918">
<title>Modal Psikologis Dan Perilaku Kerja Inovatif Pada Karyawan Industri Kreatif Bidang Kuliner Di Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/59918</link>
<description>Modal Psikologis Dan Perilaku Kerja Inovatif Pada Karyawan Industri Kreatif Bidang Kuliner Di Yogyakarta
Rafiqi, Muhammad Daffa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan industri kreatif bidang kuliner di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di industri kreatif bidang kuliner di Yogyakarta sebanyak 212. Dalam proses pengambilan data, penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan bantuan google form yang disebarkan langsung ke karyawan. Penelitian ini menggunakan skala modal psikologis dan perilaku kerja inovatif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara modal psikologis dan perilaku kerja inovatif pada karyawan yang bekerja di industri kreatif bidang kuliner di Yogyakarta. Penelitian ini mendapatkan hasil jika terdapat hubungan positif antara modal psikologis dan kesiapan untuk perubahan pada karyawan ( r = 0.652 dan p = 0.000).
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
