<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/28812">
<title>Master of Chemistry</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/28812</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67154"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67095"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66371"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/66352"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-30T09:45:03Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67154">
<title>Eksplorasi Peptida Antidiabetes dari Limbah Bulu Ayam (Gallus gallus domesticus L.) Hasil Hidrolisis Alcalase–Neutrase Melalui Analisis In Silico dan In Vitro</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67154</link>
<description>Eksplorasi Peptida Antidiabetes dari Limbah Bulu Ayam (Gallus gallus domesticus L.) Hasil Hidrolisis Alcalase–Neutrase Melalui Analisis In Silico dan In Vitro
Sabrina, Nadia
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang&#13;
prevalensinya terus meningkat, sehingga diperlukan pengembangan sumber bahan&#13;
alam sebagai kandidat agen antidiabetes. Peptida bioaktif hasil hidrolisis protein&#13;
berpotensi menghambat enzim dipeptidyl peptidase-IV (DPP-IV) yang berperan&#13;
dalam regulasi kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi&#13;
potensi limbah bulu ayam sebagai sumber peptida bioaktif inhibitor DPP-IV&#13;
melalui pendekatan in silico dan in vitro. Protein bulu ayam (EPBA) diekstraksi&#13;
menggunakan metode alkali, kemudian dihidrolisis menggunakan kombinasi enzim&#13;
Alcalase dan Neutrase dengan variasi waktu hidrolisis 2, 3, dan 4 jam. Derajat&#13;
hidrolisis (DH) ditentukan menggunakan metode TCA, sedangkan profil ukuran&#13;
peptida dianalisis menggunakan SDS-PAGE. Screening awal proteolisis secara&#13;
virtual dilakukan menggunakan BIOPEP-UWMTM, sedangkan identifikasi peptida&#13;
pada hidrolisat terpilih dilakukan menggunakan LC-HRMS/MS dengan pendekatan&#13;
de novo sequencing. Potensi bioaktivitas peptida dianalisis menggunakan&#13;
PeptideRanker dan prediktor terkait, kemudian aktivitas penghambatan DPP-IV&#13;
hidrolisat diuji secara in vitro. Ekstraksi alkali menghasilkan rendemen EPBA&#13;
sebesar 18,4924% dan analisis HPLC-FLD mengidentifikasi 17 jenis asam amino.&#13;
HEPBA 3 jam menunjukkan DH tertinggi sebesar 57,4% dengan profil peptida&#13;
berukuran dominan &lt;5 kDa. Screening virtual menghasilkan sembilan fragmen&#13;
peptida yang diprediksi memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk inhibitor&#13;
DPP-IV. Analisis LC-HRMS/MS pada HEPBA 3 jam mengidentifikasi 3.414&#13;
peptida dengan tingkat kepercayaan tinggi (High Confidence). Screening&#13;
bioinformatika menghasilkan empat kandidat utama inhibitor DPP-IV, yaitu&#13;
LEGEENRI, TIPGPIL, PLDPNYLPP, dan LEGEESRI. HEPBA 3 jam&#13;
menunjukkan penghambatan DPP-IV sebesar 64,43 ± 0,05% pada konsentrasi 62,3&#13;
ppm, dengan nilai IC50 sebesar 49,4 ppm (0,0494 mg/mL). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa limbah bulu ayam berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber&#13;
peptida bioaktif dengan aktivitas penghambatan DPP-IV.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67095">
<title>Teknologi Elektrokoagulasi Menggunakan Anoda Mg untuk Struvite Recovery dari Air Limbah Domestik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67095</link>
<description>Teknologi Elektrokoagulasi Menggunakan Anoda Mg untuk Struvite Recovery dari Air Limbah Domestik
Zuriatni, Yulisya
Air limbah domestik mengandung nitrogen dan fosfor yang berpotensi&#13;
menyebabkan eutrofikasi apabila dibuang tanpa pengolahan, tetapi juga dapat&#13;
dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrien untuk pupuk. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi pengaruh pH dan kuat arus pada proses elektrokoagulasi&#13;
menggunakan anoda magnesium terhadap penyisihan amonium dan fosfat serta&#13;
pembentukan struvite dari air limbah domestik. Penelitian dilakukan menggunakan&#13;
reaktor tubular continuous flow dengan anoda Mg silinder dan katoda Multi Rods&#13;
Helical System (MRHS). Variasi operasi meliputi pH 7, 8, dan 9 serta kuat arus 3,&#13;
5, dan 10 A. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi amonium, fosfat, pH,&#13;
serta karakteristik endapan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning&#13;
Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), dan&#13;
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa kondisi optimum diperoleh pada pH 8 dan arus 5 A, dengan efisiensi&#13;
penyisihan fosfat sebesar 91,27% dan penyisihan amonium sebesar 69,50%.&#13;
Peningkatan arus hingga 10 A tidak meningkatkan efisiensi secara signifikan karena&#13;
pembentukan flok magnesium hidroksida yang berlebihan dan aglomerasi partikel.&#13;
Analisis XRD menunjukkan terbentuknya hazenite sebesar 32,4%, struvite sebesar&#13;
24,3%, dan brucite sebesar 9,3% pada pH 8 dan arus 5 A. Hasil FTIR&#13;
mengonfirmasi keberadaan gugus fosfat, amonium, dan air terhidrasi yang khas&#13;
pada struvite. Dengan demikian, elektrokoagulasi berbasis anoda Mg berpotensi&#13;
digunakan untuk pemulihan nutrien dari air limbah domestik menjadi produk pupuk&#13;
mineral bernilai tambah.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66371">
<title>Nanoenkapsulasi minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle (L.)) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66371</link>
<description>Nanoenkapsulasi minyak atsiri serai dapur (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle (L.)) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Mustikasari, Meri
Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan sirih hijau (Piper betle L.) diketahui&#13;
memiliki senyawa aktif dengan aktivitas antibakteri, namun sifatnya yang volatil&#13;
dan mudah teroksidasi membatasi stabilitas dan efektivitasnya sehingga diperlukan&#13;
teknik nanoenkapsulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak&#13;
atsiri serai dapur dan sirih hijau, membuat formulasi nanoenkapsulasi, serta&#13;
menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia&#13;
coli. Nanoenkapsulasi dilakukan dengan metode freeze-drying menggunakan&#13;
kombinasi maltodekstrin dan gum arab sebagai bahan penyalut pada berbagai&#13;
formulasi (EOL, EOPB, dan EOPBL) dengan variasi rasio inti-penyalut dan&#13;
konsentrasi minyak atsiri. Karakterisasi hasil enkapsulasi meliputi uji organoleptik,&#13;
efisiensi enkapsulasi (% EE), analisis morfologi (SEM), dan ukuran partikel (PSA).&#13;
Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi sumuran terhadap media selektif&#13;
EMB dan MSA. Hasil GC-MS menunjukkan minyak atsiri serai dapur didominasi&#13;
senyawa citral 81,74%, geranial 49,45% dan β-citral 32,15%, minyak atsiri sirih&#13;
hijau didominasi senyawa fenolik turunan eugenol 68,73%; eugenol 27,07%,&#13;
chavicol acetate 17,94%, dan acetyl eugenol 13,42%. Rata-rata efisiensi&#13;
enkapsulasi (% EE) seluruh formulasi mencapai 92,04%, dengan ukuran partikel&#13;
formulasi EOPBL 1 sebesar 144,5 nm dan indeks polidispersitas sebesar 0,3989,&#13;
tergolong dalam skala nanopartikel. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan&#13;
formulasi EOPB 1 dan EOPBL 1 memberikan zona hambat terbesar pada kedua&#13;
bakteri uji. Secara umum, seluruh formulasi menunjukkan aktivitas antibakteri&#13;
yang lebih tinggi terhadap S. aureus dibandingkan E. coli. Nanoenkapsulasi minyak&#13;
atsiri serai dapur dan sirih hijau dengan metode freeze-drying berhasil&#13;
menghasilkan partikel berukuran nano dengan efisiensi enkapsulasi tinggi, serta&#13;
berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami terhadap S. aureus dan E.&#13;
coli.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/66352">
<title>Material magnetik ZnFe₂O₄ dan bentuk terdopingnya sebagai fotokatalis kinerja tinggi dalam degradasi zat warna</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/66352</link>
<description>Material magnetik ZnFe₂O₄ dan bentuk terdopingnya sebagai fotokatalis kinerja tinggi dalam degradasi zat warna
Kholida, Faraz Nurdina
Telah dilakukan sintesis spinel ferrite ZnFe2O4 dan ZnFe2O4 terdoping Co&#13;
dengan metode hidrotermal serta aplikasinya sebagai fotokatalis yang bersifat&#13;
magnetis. Sintesis dilakukan degan perkusor FeCl3.6H2O, ZnCl2 dan&#13;
Co(CH3COOH)2. Karakterisasi dilakukan dengan XRD, PSD, Zeta Potensial,&#13;
VSM, TGA dan UV-Vis. Material digunakan sebagai fotokatalis pada degradasi&#13;
bromofenol blue di bawah cahaya UV. Hasil analisis menggunakan XRD&#13;
menunjukkan fasa tunggal spinel dengan ukuran kristalit rata-rata masing-masing&#13;
sebesar 27,69 nm untuk ZnFe2O4, 8,95 nm untuk 0,05 M CoZnFe2O4 dan 7,22 nm&#13;
untuk 0,1 M CoZnFe2O4. Pergeseran posisi puncak difraksi menandakan adanya&#13;
kontraksi kisi akibat masuknya ion Co2+ ke dalam struktur. Spektrum UV-vis DRS&#13;
mengindikasikan peningkatan penyerapan cahaya tampak dan penyempitan celah&#13;
pita seiring dengan doping kobalt. Uji fotodegradasi bromophenol blue (BPB) 10&#13;
ppm dibawah iradiasi cahaya tampak menunjukkan efesiensi hingga 99,1% dalam&#13;
90 menit dengan kinetika mengikuti model pseudo orde pertama dengan kapp =&#13;
0,0325min-1. Katalis mempertahankan 99,8% aktivitas setelah tiga siklus,&#13;
menunjukkan bahwa doping kobalt mengoptimalkan struktur pita dan pemisahan&#13;
muatan, sehingga meningkatkan kinerja fotokatalik tanpa tambahan H2O2.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
