<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/25332">
<title>SAKAPARI 2020 #SERIES 5</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25332</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/43529"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/43528"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/43527"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/43526"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-23T21:30:47Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/43529">
<title>EVALUASI PENGHEMATAN ENERGI PADA KOST  EKSKLUSIF SALSABILA MENGGUNAKAN APLIKASI  EDGE</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43529</link>
<description>EVALUASI PENGHEMATAN ENERGI PADA KOST  EKSKLUSIF SALSABILA MENGGUNAKAN APLIKASI  EDGE
Utami, Kartikya Ishlah; Al Athas, Syarifah Ismailiyah; Rakhmadi, Marzal
Pembangunan di kota maupun di desa terus dilakukan untuk memenuhi &#13;
kebutuhan manusia, baik dari infrastuktur maupun bangunan. Sektor bangunan &#13;
sendiri memberikan dampak negatif atau merugikan bagi lingkungan sekitarnya. &#13;
Dampak negatif tersebut kurang diperhatikan oleh para pelaku di bidang &#13;
pembangunan. Penerapan konsep bangunan hijau menjadi salah satu solusi untuk &#13;
mereduksi dampak negatif dari pembangunan terhadap lingkungan sekitar dan &#13;
kesehatan pengguna. Namun, konsep bangunan hijau masih belum banyak &#13;
diterapkan pada bangunan akomodasi mahasiswa. Hal ini disebabkan karena &#13;
penerapan bangunan hijau memerlukan pembiayaan lebih diawal dan analisis &#13;
mendaalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penghematan energi yang &#13;
diterapkan pada bangunan Kost Eksklusif Salsabila di Bengkulu. Data penelitian &#13;
penghematan energi diperoleh dari desain Kost Eksklusif Salsabila, berupa luasan, &#13;
rasio bukaan, material, dan infrastruktur pada rancangan. Analisa penghematan &#13;
energi dilakukan melalui aplikasi dari IFC yaitu EDGE (Excellence in Design for &#13;
Greater Efficiences). Hasil analisa data menghasilkan perkiraan penghematan pada &#13;
energi, air, dan material pada Kost Eksklusif Salsabila, sehingga dapat mengetahui &#13;
standar bangunan hijau yang dicapai dari aplikasi EDGE. Selain itu, mendapatkan &#13;
perkiraan sejumlah alternatif penghematan energi yang dapat membantu &#13;
menentukan opsi paling hemat biaya untuk merancang bangunan hijau dalam &#13;
konteks iklim lokal.
</description>
<dc:date>2020-02-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/43528">
<title>PENGARUH JARAK KOMUNIKASI LAYOUT FURNITURE RUANG  STUDIO TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN AKTIF PEER-TO PEER MAHASISWA ARSITEKTUR (Studi Kasus : Studio Arsitektur UII, ITENAS dan UNIKA.)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43528</link>
<description>PENGARUH JARAK KOMUNIKASI LAYOUT FURNITURE RUANG  STUDIO TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN AKTIF PEER-TO PEER MAHASISWA ARSITEKTUR (Studi Kasus : Studio Arsitektur UII, ITENAS dan UNIKA.)
Sari, Melisa Akma; Gunama, M. Galieh
Sejatinya banyak proses pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam studio &#13;
perancangan arsitektur. Di Indonesia sendiri terjadi pergeseran metode pembelajaran &#13;
dari teacher centered learning ke student centered learning. Dalam hal ini pembelajaran &#13;
aktif (active learning) antar mahasiswa sangat dibutuhkan terutama dalam proses &#13;
diskusi dan evaluasi. Untuk merespon hal tersebut penelitian ini membahas pembelajaran&#13;
aktif antar mahasiswa. Pada tahapan lebih lanjut penelitian mengambil layout furnitur &#13;
studio sebagai object yang mewadahi pembelajaran aktif antar mahasiswa. Penelitian ini &#13;
menunjukan bagaimana layout furnitur yang memiliki jarak jangkauan paling mudah &#13;
berdasarkan zona jarak proxemics dan responden, dalam pembelajaran aktif antar &#13;
mahasiswa. Untuk itu diambil studi kasus 3 sample layout furniture studio arsitektur. &#13;
Setelah itu layout furniture dianalisis berdasarkan perhitungan zona jarak proxemics &#13;
dan data dari responden. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa analisis perhitungan &#13;
berdasarkan proxemic dan responden memiliki kesimpulan yang sama. Walaupun &#13;
memiliki perbandingan presentasi angka yang berbeda pada setiap layout furnitur. Hasil &#13;
penelitian juga menunjukan keberagaman sudut pandang responden dalam menilai &#13;
jarak kemudahan layout furnitur. Dimana responden melihat kemudahan jarak dari &#13;
sudut pandang dari faktor kedekatan, kerenggangan dan arah hadap. Penelitian &#13;
jangkauan jarak layout furnitur ini berguna dalam memberi analisis jarak yang cukup &#13;
dalam metode pembelajaran aktif antar mahasiswa di dalam studio perancangan &#13;
arsitektur.
</description>
<dc:date>2020-02-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/43527">
<title>EVALUASI PERFORMA DESAIN SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP  PENGHEMATAN ENERGI BANGUNAN  (Studi Kasus : Rumah Sakit JIH Purwokerto)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43527</link>
<description>EVALUASI PERFORMA DESAIN SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP  PENGHEMATAN ENERGI BANGUNAN  (Studi Kasus : Rumah Sakit JIH Purwokerto)
Oktaviani, Paramitha; Rito, Baritoadi Buldan Rayaganda
Penghematan energi merupakan upaya suatu rancangan untuk &#13;
meminimalisir penggunaan energi dalam bangunan. Desain selubung bangunan &#13;
berperan pada penghematan energi bangunan secara pasif dengan mengoptimalkan &#13;
masuknya cahaya dan dapat mereduksi panas radiasi matahari. Perancangan bangunan &#13;
yang hemat energi sangat dibutuhkan pada bangunan Rumah sakit, hal ini dikarenakan &#13;
kebutuhan energi bangunan Rumah Sakit yang cukup besar. Dalam mengatasinya, desain &#13;
Rumah Sakit JIH Purwokerto dirancang dengan selubung bangunan yang dapat &#13;
meminimalisir penggunaan energi bangunan. Fasad bangunan didominasi dengan &#13;
penggunaan material yang dapat mereduksi panas juga dapat meneruskan cahaya &#13;
matahari seperti material dinding bata merah dengan bukaan dan material kaca &#13;
panasap green 12mm. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui bangunan RS JIH &#13;
sudah memenuhi bangunan hemat energi berdasarkan selubung bangunan. Metode &#13;
penelitian menggunakan perhitungan nilai OTTV selubung bangunan. OTTV merupakan &#13;
penilaian greenship untuk mengetahui perpindahan panas matahari pada selubung &#13;
bangunan. Hasil OTTV bangunan dapat menentukan bangunan yang hemat energi &#13;
apabila telah memenui standard SNI 03-6389-2011 tentang konservasi energi yaitu &lt;35 &#13;
w/m2. Hasil perhitungan ditemukan keseluruhan selubung bangunan memiliki nilai &#13;
OTTV 58,373 w/m2 sehingga tidak memenuhi standard kriteria bangunan hemat &#13;
energi. Untuk memenuhi kriteria bangunan yang hemat energi maka diperlukan &#13;
penurunan nilai WWR, SC kaca dan SC peneduh dengan modifikasi desain.
</description>
<dc:date>2020-02-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/43526">
<title>EVALUASI FASAD KANTOR UNIVERSITAS TERBUKA DI SERANG  TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI DALAM RUANG</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/43526</link>
<description>EVALUASI FASAD KANTOR UNIVERSITAS TERBUKA DI SERANG  TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI DALAM RUANG
Zhavira, Fairuz Rana; Rito, Baritoadi Buldan Rayaganda
Pencahayaan pada bangunan harus dioptimalkan khususnya pencahyaan &#13;
alami agar dapat menghemat konsumsi energi bangunan. Pada perencanaan &#13;
perancangan kantor Universitas Terbuka di Serang, fasad menggunakan bahan &#13;
Alumunium Composite Panel (ACP) menyelimuti seluruh bangunan yang mana bentuk &#13;
bangunan membujur dari barat ke timur dan hanya memiliki bukaan yang sedikit &#13;
sehingga pencahyaan alami belum dapat dimaksimalkan yang mana seharusnya dapat &#13;
menghemat energi. Metode penelitian dilakukan dengan cara eksperimental &#13;
(eksperimental yang dilakukan berupa simulasi pada ruang dalam menggunakan &#13;
aplikasi dialux). Berdasarkan standar GBCI terdapat salah satu kriteria bangunan hemat &#13;
energi dalam parameter, yaitu bangunan dengan pencahayaan yang optimal itu &#13;
standarnya 30% pencahyaan alami masuk ke dalam bangunan. Dari hasil evaluasi yang &#13;
dilakukan dengan aplikasi dialux didaptkan bahwa belum ada ruangan yang memenuhi &#13;
persyaratan dari GBCI yaitu 30% cahaya alami masuk dari luas ruangan dan mayoritas &#13;
ruang belum memenuhi kenyamanan visual yang mana dalam SNI untuk mencapai &#13;
kenyamanan visual dibutuhkan cahaya sebesar 300 lux. Selanjutnya untuk mendukung &#13;
kenyamanan visual dapat dicapai dengan modifikasi pada fasad, yang berupa modifikasi &#13;
eksterior dengan mendesain jenis-jenis shading untuk mengoptimalkan cahaya matahari &#13;
agar tidak terlalu silau ataupun tidak gelap.. Modifikasi eksterior dapat dengan &#13;
menambahkan shading device (elemen pembayangan), memperbesar luasan jendela, &#13;
atau menambahkan skylight dan light shelves.
</description>
<dc:date>2020-02-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
