<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/25">
<title>Management</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/25</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61844"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61835"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61833"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/61832"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-24T10:41:12Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61844">
<title>Strategi Pemasaran Business To Business (B2B) Pt Telkom Witel Yogyakarta sebagai Upaya Membangun Awareness Pelanggan Pada Adopsi Platform Pijar Telkom di Sekolah-sekolah Wilayah Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61844</link>
<description>Strategi Pemasaran Business To Business (B2B) Pt Telkom Witel Yogyakarta sebagai Upaya Membangun Awareness Pelanggan Pada Adopsi Platform Pijar Telkom di Sekolah-sekolah Wilayah Yogyakarta
Muhadin, Nasrullah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi strategi pemasaran Business to&#13;
Business (B2B) yang diterapkan pleh PT Telkom Witel Yogyakarta sebagai upaya membangun&#13;
awareness pelanggan institusional dalam rangka mendorong adopsi platform digital pendidikan,&#13;
Pijar Telkom, di sekolah-sekolah wilayah Yogyakarta. Pentingnya awareness fungsional menjadi&#13;
tahap penting dalam proses pengambilan keputusan adopsi teknologi oleh lembaga pendidikan.&#13;
Konsep strategi B2B, diferensiasi produk, dan tahapan brand awareness digunakan sebagai&#13;
landasan teoritis untuk menguji upaya perusahaan dan respon pelanggan. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap Account&#13;
Manager PT Telkom Witel Yogyakarta sebagai pihak penyedia produk digital pendidikan dan&#13;
perwakilan dari enam sekolah sebagai pihak pelanggan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa&#13;
strategi pemasaran B2B Telkom didominasi oleh pendekatan formal Top-Down (melibatkan&#13;
Dinas Pendidikan) untuk legitimasi dan didukung strategi berbasis pengalaman (trial dan pilot&#13;
project) untuk membangun awareness fungsional. Diferensiasi produk Pijar Telkom (didukung&#13;
infrastruktur data center Telkom, harga per sekolah, dan service center 24 jam) menjadi&#13;
keunggulan kompetitif. Namun, efektivitas strategi ini dalam mencapai adopsi penuh masih&#13;
terhambat oleh tingkat awareness yang tidak merata, keterbatasan anggaran dan infrastruktur&#13;
sekolah, serta adanya kepuasan pelanggan terhadap platform pesaing yang telah digunakan.&#13;
Proses keputusan adopsi di sekolah bersifat kolektif, hierarkis, dan sangat sensitif terhadap&#13;
jaminan dukungan teknis serta layanan after-sale berkelanjutan dari vendor. Secara keseluruhan,&#13;
strategi B2B Telkom efektif dalam menciptakan kesadaran awal (Brand Recognition), tetapi perlu&#13;
memperkuat relationship marketing dan pendampingan pasca-sosialisasi untuk mengatasi&#13;
hambatan internal pelanggan dan mengkonversi awareness menjadi adopsi penuh.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61835">
<title>Evaluasi Kualitas Layanan Internet Banking Pada Nasabah Bank BSI KCP Yogyakarta Kusumanegara</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61835</link>
<description>Evaluasi Kualitas Layanan Internet Banking Pada Nasabah Bank BSI KCP Yogyakarta Kusumanegara
Firmansyah, Maulana
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan internet banking pada&#13;
Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Yogyakarta Kusumanegara dengan&#13;
menggunakan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability,&#13;
responsiveness, assurance, dan empathy. Objek penelitian adalah nasabah BSI KCP&#13;
Yogyakarta Kusumanegara yang menggunakan layanan internet banking, dengan&#13;
jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive&#13;
sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan&#13;
data melalui kuesioner dan analisis menggunakan statistik deskriptif melalui&#13;
perhitungan nilai rata-rata (mean) untuk menilai persepsi nasabah terhadap&#13;
masingmasing dimensi kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
secara umum kualitas layanan internet banking BSI sudah berjalan dengan baik&#13;
pada semua dimensi, namun aspek tangible masih memerlukan evaluasi dan&#13;
perbaikan terutama terkait tampilan antarmuka, konsistensi desain, serta&#13;
kemudahan akses aplikasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya&#13;
optimalisasi kualitas layanan internet banking, khususnya pada aspek tangible, agar&#13;
BSI mampu menghadirkan layanan digital yang lebih unggul, modern, dan sesuai&#13;
dengan kebutuhan nasabah.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61833">
<title>Analisis Pengaruh Metode PDCA Terhadap Continuous Improvment di PT. Buma Jobsite Adaro</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61833</link>
<description>Analisis Pengaruh Metode PDCA Terhadap Continuous Improvment di PT. Buma Jobsite Adaro
Al-Alif, Regiano
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Plan-Do-Check-Act&#13;
(PDCA) dalam mendukung continuous improvement khususnya pada upaya&#13;
penurunan insiden sarana transportasi tambang di PT Bukit Makmur Mandiri&#13;
Utama (BUMA) Site Adaro. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif&#13;
melalui studi kasus, menggunakan wawancara mendalam kepada tim proyek yg&#13;
melakukan inisiatif perbaikan, observasi selama magang, serta analisis dokumen&#13;
inisiatif perbaikan “Integrated Transport Management”.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PDCA berjalan efektif pada&#13;
seluruh tahapannya. Pada tahap Plan, perusahaan mampu mengidentifikasi akar&#13;
masalah menggunakan analisis Pareto, Fishbone, dan Why Analysis. Pada tahap&#13;
Do, implementasi program seperti BS Online, telematics, coaching, dan inspeksi&#13;
unit terbukti meningkatkan kepatuhan operator terhadap SOP. Pada tahap Check,&#13;
evaluasi berkala melalui rapat mingguan dan bulanan menunjukkan peningkatan&#13;
performa keselamatan, termasuk kenaikan BS valid dari 31% menjadi 100% serta&#13;
penurunan pelanggaran perilaku berkendara. Pada tahap Act, perusahaan&#13;
melakukan standardisasi perbaikan melalui pembaruan prosedur dan penguatan&#13;
sistem digital.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDCA merupakan metode yang efektif dalam&#13;
mendorong perbaikan berkelanjutan dan memperkuat budaya keselamatan di PT&#13;
BUMA Site Adaro. Rekomendasi yang diberikan meliputi penguatan sistem digital,&#13;
peningkatan kompetensi pengawas dan operator, serta replikasi program ke site lain&#13;
untuk memperluas dampak perbaikan.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/61832">
<title>Analisis Metode Utaut untuk menjelaskan Niat Berkelanjutan dalam menggunakan Layanan Buy Now, Pay Later di Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61832</link>
<description>Analisis Metode Utaut untuk menjelaskan Niat Berkelanjutan dalam menggunakan Layanan Buy Now, Pay Later di Indonesia
Dzaky, Muhammad Athaya
Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mendorong munculnya berbagai&#13;
inovasi dalam sistem pembayaran digital, salah satunya layanan Buy Now, Pay Later (BNPL).&#13;
Layanan ini memungkinkan konsumen melakukan pembelian dengan pembayaran yang dapat&#13;
ditunda tanpa memerlukan kartu kredit, sehingga menjadi alternatif populer di Indonesia.&#13;
Berdasarkan data OJK, pertumbuhan layanan BNPL mencapai 26,59% pada April 2025,&#13;
menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi masyarakat terhadap sistem pembayaran&#13;
digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat&#13;
berkelanjutan pengguna dalam menggunakan layanan BNPL di Indonesia dengan&#13;
menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Variabel&#13;
yang diteliti meliputi ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi&#13;
fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, dukungan fasilitas, dan&#13;
pengaruh sosial berpengaruh lebih kuat terhadap niat pengguna untuk terus menggunakan&#13;
layanan BNPL dibandingkan ekspektasi kinerja. Oleh karena itu, penyedia layanan BNPL&#13;
disarankan untuk fokus pada peningkatan aksesibilitas, keandalan sistem, serta membangun&#13;
kepercayaan melalui pendekatan berbasis komunitas.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
