<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/18269">
<title>International Relations</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/18269</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67100"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67072"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67066"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/67051"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-28T20:59:39Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67100">
<title>Soft Power Jerman dalam Kerja Sama Pendidikan Vokasi dengan Indonesia melalui Program Ausbildung Tahun 2016–2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67100</link>
<description>Soft Power Jerman dalam Kerja Sama Pendidikan Vokasi dengan Indonesia melalui Program Ausbildung Tahun 2016–2024
Rakhman, Dafa Abiyyu Rafi
Ausbildung merupakan salah satu instrumen soft power Jerman dalam kerja sama&#13;
pendidikan vokasi dengan Indonesia. Jerman tidak hanya menawarkan sistem&#13;
pendidikan vokasi yang telah terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja yang&#13;
terampil, tetapi juga mampu membangun daya tarik dengan kualitas pendidikan,&#13;
nilai profesionalisme, kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia.&#13;
Ketertarikan Indonesia untuk menjalin serta memperluas kerja sama ini&#13;
menunjukkan bahwa pengaruh Jerman dibangun bukan berdasarkan paksaan. Kerja&#13;
sama pendidikan vokasi ini tidak hanya memberikan manfaat dalam peningkatan&#13;
kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat citra Jerman dalam&#13;
hubungan bilateral dengan Indonesia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67072">
<title>Upaya Nation Branding Prancis dalam Memperkuat Citra dan Pengaruh Pariwisata di Kancah Internasional melalui Olimpiade Paris 2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67072</link>
<description>Upaya Nation Branding Prancis dalam Memperkuat Citra dan Pengaruh Pariwisata di Kancah Internasional melalui Olimpiade Paris 2024
Al Haidar, Husein
Penelitian ini mengkaji upaya nation branding Prancis dalam memperkuat citra dan &#13;
pengaruh pariwisata di kancah internasional melalui Olimpiade Paris 2024. &#13;
Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana Prancis memanfaatkan Olimpiade &#13;
Paris 2024 sebagai instrumen nation branding di tengah persaingan global yang &#13;
semakin ketat, khususnya dalam memperbaharui citra pariwisatanya yang dinilai &#13;
stagnan dan belum mampu menjangkau audiens internasional yang lebih muda. &#13;
Penelitian ini menggunakan kerangka teori nation branding Moilanen dan Rainisto &#13;
(2009) yang mencakup tiga dimensi, yaitu brand identity communication, brand &#13;
image formation, dan stakeholder coordination. Argumen sementara penelitian ini &#13;
menyatakan bahwa keberhasilan Prancis dalam memanfaatkan Olimpiade Paris &#13;
2024 sebagai instrumen penguatan citra bergantung pada pengelolaan ketiga &#13;
dimensi tersebut secara terpadu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Prancis &#13;
berhasil mengkomunikasikan identitas nasionalnya melalui tema "Games Wide &#13;
Open", logo, maskot Phryges, upacara pembukaan di Sungai Seine, dan kolaborasi &#13;
dengan LVMH. Olimpiade juga berhasil membentuk citra positif Prancis di mata &#13;
publik internasional melalui empat pesan utama, yaitu keterbukaan, perpaduan &#13;
budaya dan modernitas, keberlanjutan, serta budaya yang terus berkembang, yang &#13;
didukung oleh koordinasi terstruktur antara lima pemangku kepentingan utama.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67066">
<title>Strategi Diplomasi Budaya Korea Tourism Organization (KTO) dalam Mendorong Kunjungan Wisatawan Indonesia melalui Hallyu Tahun 2019–2025</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67066</link>
<description>Strategi Diplomasi Budaya Korea Tourism Organization (KTO) dalam Mendorong Kunjungan Wisatawan Indonesia melalui Hallyu Tahun 2019–2025
Manugrahany, Roro Gayatri
Penelitian ini menganalisis diplomasi budaya Korea Tourism Organization (KTO)&#13;
dalam mendorong kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan melalui&#13;
pemanfaatan Hallyu pada periode 2019-2025. Menggunakan kerangka kerja tools&#13;
of cultural diplomacy John Lenczowski, penelitian kualitatif ini menemukan bahwa&#13;
KTO menjalankan strategi melalui empat tools: the arts, exhibitions, broadcasting,&#13;
dan listening and according respect, dengan Hallyu sebagai muatan strategis. Hasil&#13;
menunjukkan keempat tools tersebut berkontribusi secara mendukung, beriringan&#13;
dengan faktor eksternal seperti kebijakan visa dan pemulihan mobilitas global,&#13;
terhadap rekor kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan pada tahun 2025.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/67051">
<title>Analisis Penggunaan Mata Uang Lokal Brasil dan Tiongkok Pascaagenda Ekonomi Bilateral Tahun 2025</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67051</link>
<description>Analisis Penggunaan Mata Uang Lokal Brasil dan Tiongkok Pascaagenda Ekonomi Bilateral Tahun 2025
Halomoan, Muhammad Dzikri Nur Falah Exa
Penelitian ini membahas mengenai kesepakatan ekonomi pemerintah Brazil pada tahun 2025.&#13;
Sebuah kesepakatan tingkat tinggi melalui bank sentral Brazil dengan bank sentral dari&#13;
pemerintah Tiongkok yang memuat terkait pertukaran mata uang lokal dari Real Brazil dan&#13;
Renminbi Tiongkok. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan Policy Content and&#13;
Context milik Merilee S. Grindle dari bukunya yang berjudul “Politics and Policy&#13;
Implementation in the Third World”. Berdasarkan dari beberapa temuan awal dan informasi&#13;
yang tersedia, pemerintah Brazil dan Tiongkok melakukan kesepakatan tersebut didasari atas&#13;
hubungan ekonomi yang baik dan adanya tren global dalam konteks multipolar pada sistem&#13;
finansial global. Dengan adanya pemerintahan Trump yang menggunakan kekuasaannya&#13;
untuk memberikan tekanan pada negara lain terutama mereka yang dianggap melawan&#13;
hegemoni dolarnya. Pemerintah Brazil memanfaatkan kesempatan untuk membangun&#13;
hubungan baik dengan Tiongkok dan menggunakan peluang hubungan ekonomi yang&#13;
membaik untuk mempererat hubungan diantara keduanya dan memperbesar peluang&#13;
keuntungan. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa kedua negara meraih beberapa&#13;
capaian baik dalam konteks penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan ekonomi, tetapi&#13;
memperkuat hubungan diplomatik keduanya. Terlebih secara tidak langsung kedua negara&#13;
menjalankan perannya sebagai negara anggota BRICS dalam mendorong penggunaan mata&#13;
uang lokal.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
