<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/11428">
<title>DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/11428</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/53528"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/53527"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/53526"/>
<rdf:li rdf:resource="http://hdl.handle.net/123456789/53525"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-21T17:52:10Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/53528">
<title>PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DAN KETERTIBAN UMUM DESA KALIBENING KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/53528</link>
<description>PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN DESA TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DAN KETERTIBAN UMUM DESA KALIBENING KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH
Endy Fadani, Valen; Ivana, Yola; Farhansyah S, Geniel; Fulma Rahayu, Silvani; Lailika, Nur; Rahmatri Afsari, Salwa; Velonia, ⁠Olwyn; Putra Ramadhan Daffa, Eka; Nur Rahmawati, Sukma; Mutiara Mona, ⁠Adiba; Ariq Nasandaputra, Farros; Ramza Pratam, Mayo; Fitri, Noor; El Rois, Rofiq
Pengelolaan sampah dan ketertiban umum merupakan aspek penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Pemerintah Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berencana membuat peraturan desa tentang pengelolaan sampah dan ketertiban umum untuk mewujudkan kebersihan lingkungan serta menciptakan suasana yang nyaman dan tertib bagi masyarakatnya. Ada 2 rancangan Perdes yang disusun, yaitu (1) Raperdes Pengelolaan Sampah yang mengatur tata cara pengelolaan sampah mulai dari pemilahan di sumber, pengangkutan, hingga pemrosesan akhir; dan (2) Raperdes Ketertiban Umum, yang mengatur penggunaan ruang publik, kebisingan, jam malam dan keamanan lingkungan. Penyusunan Raperdes dilakukan oleh mahasiswa KKN UII Angkatan 69 dari Fakultas Hukum UII. Tahapan penyusunan Raperdes terdiri dari (i) observasi dan FGD dengan perangkat desa dan tokoh Masyarakat; (ii) kajian literatur dan konsultasi materi kepada narasumber hukum; (iii) analisis kebutuhan Masyarakat; (iv) penyusunan naskah akademik;  (v) Penyusunan Raperdes; (vi) Rapat dengar Pendapat dan evaluasi Raperdes Bersama perangkat desa; (vii) revisi dokumen Raperdes berdasarkan RDP; (viii) Uji Publikasi Raperdes; dan terakhir (ix) Sosialisasi Raperdes kepada Masyarakat desa Kalibening. Penyusunan Raperdes ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, sehingga kualitas hidup masyarakat desa semakin baik.
</description>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/53527">
<title>PENGEMBANGAN LIFE SKILL PEREMPUAN LEWAT PEGELOLAAN SAMPAH DI SARIHARJO, SLEMAN</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/53527</link>
<description>PENGEMBANGAN LIFE SKILL PEREMPUAN LEWAT PEGELOLAAN SAMPAH DI SARIHARJO, SLEMAN
Utami, Utami; Mumpuni Wijayanti, Punik
Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia pada 2021, menurut The Economics Intelligence Unit. Hal ini mengakibatkan kerugian ekonomi sebesar 4-5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, setara dengan Rp 213-551 triliun. Penyebab utamanya adalah perilaku konsumtif yang tinggi serta kurang optimalnya pengelolaan sampah. Berkaitan dengan hal ini, konsep ekofeminisme menekankan peran perempuan dalam penyelamatan lingkungan. Kesadaran akan eksploitasi alam mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dan ramah perempuan. Keterlibatan perempuan serta empati terhadap peran mereka dalam lingkungan hidup menjadi kunci penting. Program pemberdayaan perempuan di Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, berfokus pada pengembangan keterampilan perempuan dalam mengelola sampah rumah tangga. Program ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis kondisi dan kebutuhan terkait pengelolaan sampah. (2)Meningkatkan peran perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. (3)Meningkatkan kerja sama dengan mitra dalam mendukung pengelolaan sampah. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan dan pendampingan. Hasil dari program ini meliputi penerbitan jurnal terakreditasi dan pengembangan sistem pengelolaan sampah rumah tangga mandiri.Program ini telah berhasil meningkatkan keterampilan hidup (life skill) perempuan dalam manajemen rumah tangga, kreativitas, dan kewirausahaan. Dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi, perempuan di Sariharjo mampu meningkatkan penghasilan keluarga sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Selain itu, program ini juga memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di keluarga dan komunitas, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kesadaran lingkungan.
</description>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/53526">
<title>PENGELOLAAN KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI KELURAHAN BROTONEGARAN PONOROGO</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/53526</link>
<description>PENGELOLAAN KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING DI KELURAHAN BROTONEGARAN PONOROGO
Isnatin, Umi; Rani Nurfadila, Agustin; Pibriyanti, Kartika
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh yang tidak memadai pada 1000 hari pertama kehidupan. Prevalensi status gizi balita di Desa Brotonegaran sebesar 5,08% dan salah satu upaya pencegahan stunting dengan ketahanan pangan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara sinergis dengan pemerintah untuk mendukung PKK yaitu kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader PKK melalui penyuluhan dan pelatihan, serta pendampingan dengan Gerakan Sayang Ibu. Mitra kegiatan adalah kelompok kader PKK Desa Brotonegaran. Jumlah peserta sebanyak 25 orang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Sebanyak 25 kader PKK mengikuti serangkaian kegiatan pemberdayaan, antara lain FGD dengan tema pemberdayaan PKK dalam pengelolaan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang dihadiri oleh Kepala Kelurahan dan perwakilan Puskesmas wilayah Ponorogo Selatan dan Dinas Pertanian. Penyuluhan pertama tentang penyuluhan tentang budidaya tanaman sayur di KRPL, pelatihan cara mengolah makanan bergizi badi balita, pendampingan pemantauan dan pendampingan pada sasaran sebagai makanan berprotein tinggi untuk memenuhi kebutuhan kelompok risiko rawan stunting. Pemberdayaan kader PKK melalui kegiatan FGD, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penyaluran telur ayam kampung dan sayuran, meningkat 30% terkait pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian kader PKK sebagai pendamping keluarga di masyarakat.
</description>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://hdl.handle.net/123456789/53525">
<title>PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM KAIN ETNIK MELALUI VIDEO KONTEN</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/53525</link>
<description>PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM KAIN ETNIK MELALUI VIDEO KONTEN
Hanifah, Umi; Okfitasari, Antin; Suyatno, Agus
Pelaku UMKM membutuhkan branding produk melalui konten video di era digitalisasi untuk memperluas kegiatan usahanya dalam menghadapi tantangan kompetitor yang semakin banyak bermunculan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pelaksana dilakukan di UMKM Kain Etnik yang bergerak di bidang fashion. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu mitra dalam meningkatkan pendapatan melalui branding produk dengan membuat konten video. Konten video merupakan salah satu cara pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya. Kegiatan ini dilakukan melalui 6 tahap yaitu (1) Penyusunan Materi, (2) Sosialisasi, (3) Persiapan Konten, (4) Pelaksanaan Konten, (5) Pendampingan dan (6) Monitoring. Pendekatan yang dilakukan untuk proses penyusunan materi dan sosialisasi adalah pendekatan konsep-proses. Pendekatan proses menekankan pada konsep aspek pemahaman branding dan konten video berbasis etnik. Pendekatan untuk proses persiapan konten dan pendampingan adalah pendekatan project based, sedangkan pendekatan problem solving dilakukan untuk kegiatan monitoring. Hasil konten video yang telah dilakukan akan diunggah ke akun tim pelaksana dengan menautkan marketplace milik mitra. Harapannya, konten video tersebut dapat meningkatkan views produk dan grafik kunjungan di marketplace.
</description>
<dc:date>2024-10-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
