<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Professional Program of Architect (PPAr)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/6157" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/6157</id>
<updated>2026-04-26T02:21:52Z</updated>
<dc:date>2026-04-26T02:21:52Z</dc:date>
<entry>
<title>Perancangan Kampung Vertikal Berbasis Komunitas dan Home Based Enterprise Sampah yang Terintegrasi untuk Mendukung Program Naturalisasi Sungai Cikapundung, Bandung</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/52459" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rizka Utami, Ghifari</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/52459</id>
<updated>2024-10-16T02:01:59Z</updated>
<published>2021-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan Kampung Vertikal Berbasis Komunitas dan Home Based Enterprise Sampah yang Terintegrasi untuk Mendukung Program Naturalisasi Sungai Cikapundung, Bandung
Rizka Utami, Ghifari
Perancangan Kampung vertikal yang berbasis komunitas dan home based enterprise sampah di RW13 Kelurahan Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat ini bertujuan untuk memperbaiki hunian warga disekitar Sungai Cikapundung yang kumuh dan padat, dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar sekaligus menyelesaikan permasalahan sampah dan mendukung naturalisasi Sungai Cikapundung. Metode perancangan kampung vertikal ini dengan merumuskan 3 isu utama yaitu, isu lingkungan, isu ruang dan isu ekonomi. Setelah itu dapat dirumuskan permasalahan umum yaitu bagaimana merancang kampung vertikal di kawasan bantaran Sungai Cikapundung berbasis komunitas dan home based enterprise sampah yang mendukung program naturalisasi sungai dengan variabel naturalisasi sungai, pengolahan sampah, dan hunian vertikal berbasis komunitas dan ekonomi. Setelah itu dilakukan proses analisis berdasarkan variabel yang sudah di dapat, dan dikelompokkan kedalam persoalan desain berupa tata ruang, struktur, infrastruktur, tata massa bangunan, tata lansekap, selubung dan fasad. Permasalahan desain ini akan diselesaikan menjadi konsep yang digambarkan dengan skematik desain dan uji desain untuk melihat keberhasilan desain. Perancangan kampung vertikal di RW13 Tamansari ini dengan proses analisis wilayah, dibutuhkan 387 hunian untuk 2.141 jiwa. Dikelompokan menjadi 68 hunian untuk tipe 1-2 orang, 159 hunian untuk tipe 3-4 hunian dan 159 hunian untuk tipe 5-6 orang. Massa hunian dibagi menjadi 6 blok yang akan disatukan oleh skywalk dengan orientasi bangunan menghadap ke Utara-Selatan-Timur untuk mendapatkan sinar matahari pagi dan menghindari sinar matahari sore (ultraviolet) yang panas. Setiap blok memiliki void ditengah dengan tujuan penghawaan di hunian. Setiap blok memiliki fasilitasnya sendiri seperti kios, mushala, ruang terbuka hijau dan bank sampah per blok. Selain itu, di kawasan juga disediakan bank sampah pusat yang dapat menampung seluruh sampah dari hunian, tempat sampah sementara kawasan untuk mengumpulkan sampah yang sudah tidak bisa di daur ulang kembali, dan juga modul - modul khusus yang digunakan untuk mengelola sampahkompos. Seluruh sampah yang dihasilkan di kawasan dapat ditampung dan dikelola lagi di kawasan sebanyak 100% Metode desain yaitu dengan melakukan check list dari rumusan persoalan desain dan penyelesaian desain dengan melihat ketersediaanpendukung kebutuhan yang sudah di rumuskan untu naturalisasi sungai, sistem pengolahan sungai dan untuk kampung vertikalnya berupatata massa, tata ruang, tata lanskap, fasad dan selubung, dan struktur da infrastruktur. Desain dianggap berhasil jika sudah memenuhi kebutuhan sehingga dapat disimpulkan bahwa presentasi keberhasilan 100%
</summary>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisa Kesesuaian Prinsip Feng Shui dan Arsitektur pada Rancangan Bangunan Rumah Kost Studi Kasus : Rancangan Rumah Kost di Pekalongan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/20094" rel="alternate"/>
<author>
<name>Trendyanitra, 18515023</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/20094</id>
<updated>2020-05-01T14:49:27Z</updated>
<published>2019-11-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Kesesuaian Prinsip Feng Shui dan Arsitektur pada Rancangan Bangunan Rumah Kost Studi Kasus : Rancangan Rumah Kost di Pekalongan
Trendyanitra, 18515023
Feng Shui merupakan salah satu Ilmu tentang tata bangunan yang menyarankan manusia dan alam&#13;
hidup harmonis dan sejalan. Fengshui seringkali dianggap tabu atau dianggap mistis karena mempelajari&#13;
peran energy dalam kehidupan manusia yang mengukur keberuntungan dan kemakmuran yang tidak semua&#13;
dapat dijelaskan melalui logika, namun faktanya kini sebagian masyarakat yang tidak hanya orang keturunan&#13;
cina telah menerapkan Fengshui  hal ini disebabkan karena mereka ingin mendapatkan hunian yang nyaman&#13;
dan memberikan keberuntungan atau hoki dalam kehidupan. Karakter konsep arsitektur Fengshui berasal dari&#13;
TiongHoa yang menghasilkan keharmonisan alam dan manusia melalui angka,symbol,lambang dan analogi&#13;
sehingga diharapkan sebuah bangunan mencapai ShengQi. Dasar ilmu Feng Shui dalam arsitektur diterapkan&#13;
melalui pemahaman tentang energy chi yang dijelaskan melalui aliran  bentuk dan  aliran mata angin sehingga&#13;
diharapkan terwujud kombinasi keseimbangan aliran air dan angin.  Penelitian ini berupa analisis kualitatif&#13;
berdasarkan  kajian dan bahasan tentang prinsip FengShui yang dikorelasikan dengan ilmu arsitektur  pada&#13;
hasil rancangan bangunan untuk mengetahui apakah dalam studi kasus ini ditemukan kesamaan prinsip antara&#13;
ilmu fengshui dan arsitektur. Pengajian dan pembahasan akan difokuskan pada aliran bentuk yaitu bentuk &#13;
massa,layout ruang, dan sirkulasi sedangkan pada aliran arah mata angin yaitu zoning dan orientasi bangunan&#13;
yang akan diidentifikasi dan dianalisis berdasarkan ilmu fengshui dan arsitektur sehingga didapatkan tujuan&#13;
dari penelitian ini adalah dapat mengetahui bagian mana pada desain yang bertentangan atau selaras dengan&#13;
aspek fengshui dan arsitektur serta berbagai kasus yang dijelaskan sebagai landasan pembangunan sehingga&#13;
diharapkan memberikan shengqi masuk ke dalam rumah yang akan memberikan kenyamanan dan&#13;
keberuntungan bagi penghuninya. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa aspek yang telah sesuai dengan Fengshui yaitu orientasi, kurang sesuai terdapat pada zoning,bentuk masa dan konfisgurasi masa, dan tidak sesuai lebih banyak pada layout ruang  sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya ditemukan bahwa penerapan prinsip fengshui dapat sesuai dengan konteks arsitektur seperti kenyamanan,keamanan,  fungsi, dan kontekstual.
</summary>
<dc:date>2019-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EVALUASI KONTEKSTUALITAS DESAIN BANGUNAN KLINIK KESEHATAN PADA KAWASAN KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/20093" rel="alternate"/>
<author>
<name>Susilawati Indi Lestari, 18515022 S.Ars</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/20093</id>
<updated>2020-05-01T14:39:18Z</updated>
<published>2019-11-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EVALUASI KONTEKSTUALITAS DESAIN BANGUNAN KLINIK KESEHATAN PADA KAWASAN KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
Susilawati Indi Lestari, 18515022 S.Ars
Kawasan pendidikan tinggi merupakan gabungan dari berbagai&#13;
organisasi ruang dan bangunan dengan berbagai macam baik fungsi utama&#13;
maupun fungsi penunjang.  Tujuan penelitian adalah menganalisis keberhasilan &#13;
rancangan klinik kesehatan UAD pada area pintu gerbang dua kampus&#13;
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang ditinjau dari segi kontekstual&#13;
lingkungan, proporsi, dan juga sifat welcome bangunan. Kontekstual pada&#13;
kawasan bangunan perlu memperhatikan kondisi lingkungannya yang secara&#13;
kontekstual ditinjau dari karakter, motif dan pola desain bangunan lingkungan&#13;
setempat. Sedangkan prinsip proporsi geometri dalam arsitektur dijabarkan&#13;
sebagai hubungan antar tiap-tiap bagian atau keseluruhan desain yang dapat&#13;
menciptakan hubungan harmoni dan estetik. Bagaimana penerapan desain klinik&#13;
yang kontekstual, proporsional dan sifat welcome bangunan pada pintu gerbang&#13;
dua kampus UAD. Data primer didapatkan dari masterplan kawasan UAD, DED&#13;
UAD, dan Fotografi. Cara analisis di lakukan dengan cara mengevaluasi desain&#13;
bangunan klinik kesehatan UAD pada area pintu gerbang dua dengan teori&#13;
kontekstual arsitektur, proporsi, dan welcoming. Hasil analisis memberikan&#13;
informasi bahwa desain bangunan klinik kesehatan UAD secara kontekstual&#13;
arsitektur sesuai dengan kriteria kontekstual arsitektur.
</summary>
<dc:date>2019-11-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KARAKTERISTIK BANGUNAN TAMBAHAN DI  LABORATORIUM DAN PERPUSTAKAAN DI SMA N 3 YOGYAKARTA DENGAN  PENDEKATAN INFILL DESIGN  (Studi Kasus: Bangunan SMA N 3 Yogyakarta (Padmanaba), Yogyakarta)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/20092" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sholli Cholik Rifa’i S. Ars, 18515021</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/20092</id>
<updated>2020-05-01T14:31:23Z</updated>
<published>2019-12-15T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KARAKTERISTIK BANGUNAN TAMBAHAN DI  LABORATORIUM DAN PERPUSTAKAAN DI SMA N 3 YOGYAKARTA DENGAN  PENDEKATAN INFILL DESIGN  (Studi Kasus: Bangunan SMA N 3 Yogyakarta (Padmanaba), Yogyakarta)
Sholli Cholik Rifa’i S. Ars, 18515021
Indonesia merupakan salah satu Negara yang pernah dijajah oleh&#13;
Belanda. Hal itu dibuktikan salah satunya oleh banyaknya peninggalan&#13;
bangunan sejarah bergaya colonial dan indis. Salah satu kota yang memiliki&#13;
bangunan peninggalan belanda adalah Kota Yogyakarta. Yogyakarta adalah&#13;
kota yang kental akan budayanya. Yogyakarta memiliki beberapa bangunan&#13;
heritage. Salah satunya yaitu dikawasan kotabaru, bangunan SMA N 3&#13;
yogyakarta. Bangunan beralih fungsi yang awalnya adalah markas tentara&#13;
belanda menjadi sekolah, dalam hal ini untuk mewadahi kegiatan belajar&#13;
mengaajar dibutuhkan area yang sesuai dengan standar kenyamanan belajar.&#13;
Perubahan dan perkembangan yang terjadi diperkotaan saat ini sudah tidak&#13;
terbendung lagi. Berbagai keinginan dan kebutuhan masyarakat untuk menuntut&#13;
fasilitas-fasilitas baru  seringkali tidak memperhatikan keberadaan bangunanbangunan&#13;
bersejarah&#13;
disekitarnya,&#13;
sehingga&#13;
merusak&#13;
citra&#13;
kawasan&#13;
yang&#13;
telah&#13;
&#13;
terbentuk.&#13;
&#13;
Fenomena ini juga terjadi di kota yogyakarta yang mengalami&#13;
pertumbuhan dengan pesat, dalam kasus ini bangunan bersejarah SMA N 3&#13;
Yogyakarta yang menjadi cagar budaya/ bangunan heritage di kawasan&#13;
kotabaru. Karena belum ada pedoman dan masih ada celah diperaturan di PU&#13;
no 40 tahun 2014 tentang cagar budaya yang harusnya menjadi acuan untuk&#13;
wilayah kota baru dan khususnya bangunan SMA N 3 Yogyakarta dari segi&#13;
bentuk dan fasad bangunan  Tujuan: melengkapi kembali peraturan yang atau&#13;
tentang gaya arsitektur elemen bentuk bangunan dan bisa menjadi pedoman&#13;
bagi bangunan dikota baru khususnya Padmanaba: Cara untuk penelitian ini&#13;
menggunakan metode infill design dan cara mendapatkan menggunakan metode&#13;
4 pendekatan yaitu matching, contrasting, compatible barrel dan compatible&#13;
contrasting untuk mendapatkan gaya arsitekturnta lalu dijadikan pedoman&#13;
mendesign.
</summary>
<dc:date>2019-12-15T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
