<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Students &amp; Alumnae</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/6" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/6</id>
<updated>2026-04-21T12:04:21Z</updated>
<dc:date>2026-04-21T12:04:21Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Psychological Resilience Terhadap Kinerja dan Kepuasan Kerja Mahasiswa Program Magang dengan Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61815" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dienullah, Fakhri Akhmad</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61815</id>
<updated>2026-04-21T07:59:28Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Psychological Resilience Terhadap Kinerja dan Kepuasan Kerja Mahasiswa Program Magang dengan Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi
Dienullah, Fakhri Akhmad
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh psychological resilience terhadap&#13;
kinerja dan kepuasan kerja mahasiswa program magang dengan dukungan sosial&#13;
sebagai variabel moderasi. Berdasarkan teori Conservation of Resources dan&#13;
Social Support Theory, penelitian kuantitatif ini menggunakan survei kuesioner&#13;
berskala Likert kepada mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas&#13;
Islam Indonesia. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan&#13;
Moderated Regression Analysis (MRA) melalui SPSS versi 26. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan psychological resilience memiliki pengaruh positif dan signifikan&#13;
terhadap kinerja dan kepuasan kerja, selain itu dukungan sosial memperkuat&#13;
hubungan keduanya. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan psychological&#13;
resilience dan dukungan sosial tidak hanya memiliki peran dalam meningkatkan&#13;
kinerja dan kepuasan kerja mahasiswa selama program magang, tetapi juga&#13;
menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan mereka menghadapi tantangan&#13;
pekerjaan di masa depan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Redesain Stadion Tridadi Sleman dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61814" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pambudi, Sandy Wahyu</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61814</id>
<updated>2026-04-21T07:57:00Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Redesain Stadion Tridadi Sleman dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan
Pambudi, Sandy Wahyu
Stadion Tridadi Sleman merupakan salah satu fasilitas olahraga utama di Kabupaten Sleman yang saat ini menghadapi&#13;
keterbatasan lahan, penurunan kualitas bangunan, serta sejumlah fasilitas yang belum memenuhi standar nasional&#13;
maupun internasional sehingga fungsi stadion kurang optimal dalam mendukung kegiatan olahraga dan pembinaan atlet&#13;
daerah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan perancangan ulang dengan pendekatan Arsitektur&#13;
Berkelanjutan yang menekankan efisiensi ruang, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penerapan teknologi ramah&#13;
lingkungan. Optimalisasi ruang dilakukan secara vertikal dan multifungsi untuk memaksimalkan kapasitas tanpa perluasan&#13;
tapak, sementara perbaikan fasilitas mencakup lintasan atletik, tribun penonton, ruang ganti atlet, sirkulasi pengunjung,&#13;
hingga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Selain itu, desain baru mengintegrasikan sistem rainwater harvesting,&#13;
penggunaan panel surya, pengelolaan energi yang efisien, serta mempertimbangkan orientasi bangunan, pencahayaan&#13;
alami, ventilasi silang, pengendalian suhu ruang, dan integrasi lanskap ekologis guna menciptakan stadion yang lebih&#13;
nyaman, adaptif, dan berkelanjutan.&#13;
Proses perancangan Stadion Tridadi Sleman berangkat dari tiga pertanyaan utama, yaitu bagaimana penerapan konsep&#13;
Arsitektur Berkelanjutan untuk mengoptimalkan fungsi stadion pada lahan terbatas, bagaimana strategi desain dapat&#13;
meningkatkan kualitas ruang dengan memaksimalkan potensi tapak sekaligus menjaga kenyamanan pengguna, serta&#13;
bagaimana merancang sirkulasi seluruh pengguna dengan fungsi berbeda sesuai standar keamanan dan keselamatan&#13;
stadion. Tahapan perancangan dilakukan melalui identifikasi permasalahan eksisting, analisis tapak dan kondisi&#13;
lingkungan, telaah standar regulasi nasional maupun standar FIFA, pengembangan konsep desain, hingga evaluasi akhir&#13;
terhadap performa ruang dan keberlanjutan bangunan. Hasil perancangan menghadirkan konsep stadion vertikal dengan&#13;
penggunaan struktur baru yang lebih efisien, penataan fasilitas ruang yang lebih lengkap dan nyaman, serta sirkulasi&#13;
pengguna yang lebih terorganisir dan aman. Dengan pendekatan tersebut, Stadion Tridadi tidak hanya memenuhi&#13;
kebutuhan olahraga atletik dan sepak bola secara profesional, tetapi juga menjadi fasilitas yang ramah disabilitas, inklusif&#13;
bagi masyarakat, efisien dalam penggunaan energi dan sumber daya air, serta mampu menjadi pusat kegiatan olahraga&#13;
modern yang adaptif dan berkelanjutan bagi Kabupaten Sleman.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Merancang Pasar Tradisional Wage di Ponorogo Jawa Timur Sebagai Upaya meningkatkan Daya Tarik dengan Pendekatan Desain Pasif</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61813" rel="alternate"/>
<author>
<name>Efendi, Rahmalia Nada Nisrina</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61813</id>
<updated>2026-04-21T07:50:10Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Merancang Pasar Tradisional Wage di Ponorogo Jawa Timur Sebagai Upaya meningkatkan Daya Tarik dengan Pendekatan Desain Pasif
Efendi, Rahmalia Nada Nisrina
Untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik Pasar Tradisional Wage&#13;
di Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, diperlukan perancangan ulang&#13;
dengan desain pasif. Perancangan ini bertujuan menghadapi persaingan&#13;
pasar modern serta mengatasi masalah internal seperti penataan&#13;
dagangan, kebersihan, dan infrastruktur rusak. Perancangan difokuskan&#13;
pada massa bangunan, penataan ruang perdagangan, dan selubung&#13;
bangunan yang nyaman, efisien, dan estetis sesuai prinsip desain pasif.&#13;
Metode perancangan meliputi analisis masalah, observasi kondisi eksisting,&#13;
pengembangan konsep desain, serta pengujian dan evaluasi&#13;
menggunakan simulasi software terkait, yaitu Velux untuk pencahayaan&#13;
alami dan CFD untuk penghawaan alami, dengan tujuan memastikan&#13;
efisiensi dan kenyamanan ruang sesuai prinsip desain pasif. Alternatif&#13;
gubahan massa dipilih berdasarkan orientasi matahari dan arah angin,&#13;
dengan sisi permukaan yang optimal untuk pencahayaan dan ventilasi&#13;
pasif, serta diintegrasikan dengan program ruang untuk pengelompokan&#13;
pedagang kering, basah, dan hewan, serta sirkulasi site yang&#13;
memanfaatkan tiga jalan sekitar dengan akses kendaraan terpisah.&#13;
Selubung bangunan dirancang dengan overhang untuk mengatur cahaya&#13;
dan angin, mendukung ventilasi silang dari azimuth 114°–247°&#13;
&#13;
, serta fasad&#13;
bermotif bulu merak untuk efektivitas penghawaan. Struktur bangunan&#13;
menggunakan rigid frame dengan kolom dan balok beton. Lanskap pasar&#13;
dibuat berkelanjutan dengan vegetasi lokal, mendukung kenyamanan&#13;
termal dan keseimbangan ekosistem, sehingga Pasar Tradisional Wage&#13;
menjadi lingkungan yang nyaman, fungsional, dan adaptif bagi masyarakat&#13;
modern.&#13;
Berdasarkan hasil simulasi pencahayaan dan penghawaan alami, metode&#13;
perancangan yang diterapkan terbukti efektif. Intensitas cahaya dan&#13;
kecepatan angin telah berada dalam rentang standar kenyamanan,&#13;
menunjukkan bahwa orientasi massa bangunan, ventilasi silang, selubung&#13;
bangunan, dan penggunaan vegetasi lokal bekerja sesuai prinsip desain&#13;
pasif. Hasil ini menegaskan bahwa strategi perancangan tidak hanya&#13;
meningkatkan kenyamanan visual dan termal, tetapi juga efisiensi energi&#13;
dan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Dengan demikian, Pasar&#13;
Tradisional Wage yang dirancang ulang mampu menyediakan ruang yang&#13;
nyaman dan fungsional bagi penjual dan pengunjung, sambil mendukung&#13;
keberlanjutan dan adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat modern.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pemberdayaan Diri: Antara Motivasi Kerja, Manajemen Waktu, Stres Kerja dan Tugas Sebagai Mahasiswa</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61812" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabrina, Jihan Nuza</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61812</id>
<updated>2026-04-21T07:46:10Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pemberdayaan Diri: Antara Motivasi Kerja, Manajemen Waktu, Stres Kerja dan Tugas Sebagai Mahasiswa
Sabrina, Jihan Nuza
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberdayaan Diri: Antara Motivasi&#13;
Kerja, Manajemen Waktu, dan Tugas Sebagai Mahasiswa. Responden dalam&#13;
penelitian ini berjumlah 11 orang mahasiswa yang bekerja paruh waktu di&#13;
Yogyakarta. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling&#13;
dengan syarat mahasiswa yang bekerja paruh waktu dan sudah bekerja minimal 3&#13;
bulan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara&#13;
kepada responden yang dipilih berdasarkan relevansi responden dengan objek&#13;
penelitian. Adapun tantangan yang dihadapi mahasiswa pekerja paruh waktu adalah&#13;
manajemen waktu yang mana mahasiswa pekerja paruh waktu menjalani peran&#13;
ganda sebagai mahasiswa dan pekerja. Selain itu, mahasiswa pekerja paruh waktu&#13;
juga sering kali mengalami stres akibat beban kerja ataupun peran ganda itu sendiri.&#13;
Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa para informan memiliki evaluasi diri&#13;
yang positif terhadap kinerja mereka, memiliki komitmen yang kuat untuk terus&#13;
berkembang, serta berhasil menerapkan berbagai strategi manajemen waktu yang&#13;
adaptif dan cara mengelola stres akibat beban ganda yang diemban. Perusahaan&#13;
disarankan memberikan waktu istirahat yang cukup dan insentif yang jelas dan adil&#13;
kepada pekerja paruh waktu, dan penelitian selanjutnya disarankan menggunakan&#13;
metode kuantitatif untuk mengukur besarnya pengaruh variabel motivasi kerja,&#13;
manajemen waktu, dan stress kerja terhadap kinerja karyawan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
