<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Industrial Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/58" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/58</id>
<updated>2026-06-02T11:03:16Z</updated>
<dc:date>2026-06-02T11:03:16Z</dc:date>
<entry>
<title>Optimasi Algoritma Genetika Rantai Pasok “Vendor Managed Inventory” yang Melibatkan Kerusakan Bahan Baku dan Produk</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63129" rel="alternate"/>
<author>
<name>Purnamasari, Laely I.</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63129</id>
<updated>2026-06-02T08:08:30Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimasi Algoritma Genetika Rantai Pasok “Vendor Managed Inventory” yang Melibatkan Kerusakan Bahan Baku dan Produk
Purnamasari, Laely I.
Persaingan ekonomi saat ini bukan lagi antar perusahaan namun antar rantai pasok. Dalam hal ini bahan baku menjadi pertimbangan yang sangat penting khususnya yang memproduksi produk makanan yang mudah rusak (deteriorating). Bahan baku yang deteriorating seperti tepung terigu yang digunakan untuk menghasilkan pasta beku yang juga deteriorating. Penelitian ini mempelajari tentang Manajemen persediaanmengelola bahan baku dan produk yang deterioratingsehingga meminimalkan total biaya inventori yang ada. Asumsi asumsi yang dipakai dalam penelitian ini permintaan retail adalah deterministik. Tingkat kerusakan dari bahan baku yang berupa tepung terigu adalah 0,02%. Sedangkan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan berupa pasta beku adalah 0,03%. Variabel keputusan yang dipakai yaitu keadaan siklus pengisian umum dan frekuensi pengisian dari bahan baku. Dalam penelitian ini dipakai singlevendordan single retail dalam mengelola bahan baku dan produknya. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan VMI didapatkan total biaya inventori sebesar 522651 USD. Kemudian dari model yang ada dilakukan optimasi menggunakan Algoritma Genetika (AG).Sehingga menghasilkanpenurunan total biaya inventori sebesar 503387 USD. Penurunan total biaya inventori ini dapat memberikan peningkatan keuntungan vendor dan retailer sebesar 3,8%.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63113" rel="alternate"/>
<author>
<name>Novian, Agit</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63113</id>
<updated>2026-06-02T03:00:47Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Novian, Agit
Dalam era modern saat ini kebutuhan akan teknologi sangat tinggi. Internet salah satunya. Dalam hal ini adanya pelayanan jasa persewaan komputer yang berakses internet sangat banyak di Indonesia, salah satunya di Jogjakarta. Kepuasan pelanggan merupakan faktor terpenting bagi perusahaan yang bersangkutan. Pengukuran kinerja pelayanan akan diukur dengan menggunakan metode Importance And Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Indeks (CSI). Dari hasil penelitian yang menggunakan IPA dan CSI pada Dewa Net Yogyakarta ini terdapat 68 pertanyaan kuesioner, dan ada beberapa poin termasuk dalam kuadran I. Dan persentase CSI mencapai 59,70% yang mana itu menunjukan tingkat kepuasan pelanggan dalam kriteria cukup puas. Oleh karena itu tindakan yang perlu dilakukan pihak warnet adalah yaitu memperbaiki item – item yang terdapat di kuadran I (prioritas utama). Meningkatkan dan mempertahankan poin – poin yang ada dalam kuadran II ( pertahanan prestasi), kuadrant III (prioritas rendah), kuadrant IV (berlebih). Serta meningkatkan kerjanya supaya mendekati atau mencapai tingkat kepuasan 100%.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kandungan Teknologi untuk Menentukan Prioritas Pengembangan pada Usaha Kecil Menengah Industri Pengecoran Alumunium di Yogyakarta (Studi Kasus di Koperasi Umbul Jaya Yogyakarta)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63107" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zubhata, Vicky</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63107</id>
<updated>2026-06-02T02:05:44Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kandungan Teknologi untuk Menentukan Prioritas Pengembangan pada Usaha Kecil Menengah Industri Pengecoran Alumunium di Yogyakarta (Studi Kasus di Koperasi Umbul Jaya Yogyakarta)
Zubhata, Vicky
Saat ini industri pengecoran alumunium merupakan salah satu industri yang sangat berperan penting untuk pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Industri yang mampu bersaing dengan produk dari beberapa daerah lain di Indonesia. Namun saat ini industri pengecoran aluminium sedang mengalami penurunan akibat adanya kelangkaan bahan baku, tidak kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar, terbatasnya alat produksi dan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) sehingga menyebabkan berberapa usaha kecil di bidang ini tutup. Indonesia pada tahun 2015 akan menghadapi AEC 2015, sehingga persaingan dalam usaha ini akan lebih meningkat dan perlu dilakukan peningkatan khusus dari industri pengecoran alumunium. Dalam mempersiapkan ini perlu dilakukan peningkatan kemampuan teknologi yang digunakan oleh UKM dengan melakukan analisis atau pengukuran terhadap kandungan teknologi yang dillihat dari sisi Technoware, Humanware, Infoware dan Orgaware. Selanjutnya perhitungan Technology Contribution Coefficient (TCC) yang nilainya digunakan untuk mengevaluasi kandungan teknologi dari UKM. Sehingga dapat dihasilkan sebuah solusi prioritas perbaikan pengembangan UKM dari segi teknologi. Penelitian dilakukan di UKM Pengecoran Alumunium yang dinaungi oleh Koperasi Umbul Jaya dengan sample sebanyak 25 UKM. Nilai TCC (Technology Contribution Coeficient) yang didapat untuk industri pengecoran Alumunium dibawah naungan koperasi Umbul Jaya memberi kontribusi sebesar 0.669 atau bernilai tingkat kecanggihan teknologi berklasifikasi baik dimana pengunaan teknologi masuk kedalam semi modern dengan nilai konstribusi pada komponen teknologi technoware, humanware, infoware dan orgaware adalah 0.730, 0.885, 0.635 dan 0.649. Berdasarkan intensitas kontribusi prioritas pengembangan diawali dari komponen orgaware dengan intensitas kontribusi 0.558, infoware 0.263 humanware 0.122 dan technoware 0.057
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Ruang Produksi Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) dan Fault Tree Analysis (FTA) (Studi Kasus: CV. Vintage and Recycle Iron)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63091" rel="alternate"/>
<author>
<name>Idris, Farhan Hafizh</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63091</id>
<updated>2026-05-30T07:00:41Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Ruang Produksi Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) dan Fault Tree Analysis (FTA) (Studi Kasus: CV. Vintage and Recycle Iron)
Idris, Farhan Hafizh
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meruapakan suatu pemikiran dan strategi untuk menjamin&#13;
keselamatan dan keutuhan jasmani dan rohani tenaga kerja . penelitian ini dilakukan pada ruang&#13;
produksi CV Vintage and Recycle Iron. Perusahaan ini bergerak pada bidang daur ulang drum oli bekas.&#13;
Dalam proses pengerjaan daur ulang, terdapat 4 alur proses produksi, diantaranya yaitu, area&#13;
Pembahanan, area Produksi Manual, area Computer Numerical Control (CNC) dan area Finishing.&#13;
Dalam proses produksi, di CV Vintage and Recycle Iron menggunakan lata bantu berupa mesin berat&#13;
seperti mesin CNC dan mesin press dan mesin ringan seperti gerinda dan mesin las. Mesin yang dipakai&#13;
untuk proses produksi melibatkan ma nusia yang mengontrol dan mengoperasikannya sehingga&#13;
kegiatan-kegiatan di ruang produksi mempunyai risiko bahaya yang membahayakan bagi tenaga&#13;
pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber – sumber yang cenderung memiliki&#13;
potensi kecelakaan kerja yang sering terjadi di area proses produksi menggunakan metodde Job Safety&#13;
Analysis (JSE) dan memberikan rekomendasi penanganan kecelakaan kerja dengan mencari sumber&#13;
akar dari kecelakaan yang sering terjadi di setiap area produksi menggunakan metode Fault Tree&#13;
Analysis (FTA). Hasil dari penelitian ini didapatkan temuan potensi baha6ya dengan total jumlah 10&#13;
kecelakaan kerja denan g berbagai kategori, yaitu dengan kategori sering sebesar 3 prosess produksi,&#13;
dengan kategori jarang terjadi sebesar 4 proses produksi dan kategori tidak pernah terjadi sebesar 2&#13;
porses produksi. Analisis FTA dilakukan pada area yang mempunyai jumlah kejadian yang peling&#13;
sering terjadi yang ditemukan, yaitu pada area Pembahanan, Produksi Manual dan Computer Numerical&#13;
Control (CNC). Dengan adanya rekomendasi pengendalian kecelakaan kerja akan membantu&#13;
perusahaan meningkatkanb keselamatan dan Kesehatan serta meningkatkan produktivitas para pekerja.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
