<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Psychology</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/56647" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/56647</id>
<updated>2026-06-25T23:58:27Z</updated>
<dc:date>2026-06-25T23:58:27Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Berita Kriminal dengan Kecemasan Menjadi Korban Kejahatan pada Ibu Rumah Tangga</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63717" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sari, Meta Tunjung</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63717</id>
<updated>2026-06-25T03:34:20Z</updated>
<published>2008-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Antara Intensitas Menonton Tayangan Berita Kriminal dengan Kecemasan Menjadi Korban Kejahatan pada Ibu Rumah Tangga
Sari, Meta Tunjung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara intensitas menonton tayangan berita kriminal dengan kecemasan menjadi korban kejahatan pada ibu rumah tangga. Dugaan awal, ada hubungan yang positif antara intensitas menonton tayangan berita kriminal dengan kecemasan menjadi korban kejahatan yang dialami subjek. Semakin tinggi intensitas subjek dalam menonton tayangan berita kriminal, maka akan semakin tinggi pula subjek mengalami kecemasan menjadi korban kejahatan. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah korelasi product moment (r) spearman's rho. Berdasarkan teknik korelasi produk moment, apabila didapatkan koefisien korelasi yang signifikan, berarti terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Sebaliknya apabila koefisien korelasi tidak signifikan, berarti tidak terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS Windows versi 12.0. Hasil analisis data menunjukan tidak ada hubungan yang positif antara variabel intensitas menonton tayangan berita kriminal dengan variabel kecemasan menjadi korban kejahatan. Koefisien korelasi sebesar r = 0,174 dan p=0,096 (p&gt;0,05) menunjukan bahwa semakin tinggi intensitas seseorang dalam menonton tayangan berita kriminal tidak berhubungan dengan tingginya kecemasan menjadi korban kejahatan yang dialami subjek, begitu juga sebaliknya semakin rendah kecemasan menjadi korban kejahatan yang dirasakan subjek tidak berhubungan dengan rendahnya intensitas subjek dalam menonton tayangan berita kriminal.
</summary>
<dc:date>2008-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Adversity Quotient dan Kecendrungan Burnout pada Mahasiswa yang Bekerja</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63715" rel="alternate"/>
<author>
<name>Afriza, Cut Sandra</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63715</id>
<updated>2026-06-25T03:31:19Z</updated>
<published>2008-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Adversity Quotient dan Kecendrungan Burnout pada Mahasiswa yang Bekerja
Afriza, Cut Sandra
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout pada Mahasiswa yang Bekerja. Hipotesa penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout. Semakin tinggi Adversity Quotient semakin rendah Kecenderungan Burnout yang akan timbul. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan rentang usia 18 tahun sampai 26 tahun sebanyak 80 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Adversity Quotient dan Skala Burnout. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis yang dilakukan dengan bantuan program SPSS 11,00 for Windows diperoleh hasil bahwa besarnya koefisien korelasi (r) antara Adversity Quotient dengan Kecenderungan Burnout adalah ry=- 0,572 dengan p=0,000 (p &lt; 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara Adversity Quotient dan Kecenderungan Burnout pada mahasiswa yang bekerja. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
</summary>
<dc:date>2008-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Pola Asuh Demokratis Orangtua terhadap Tingkat Asertivitas Remaja</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63711" rel="alternate"/>
<author>
<name>02320080</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63711</id>
<updated>2026-06-25T02:15:57Z</updated>
<published>2008-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Pola Asuh Demokratis Orangtua terhadap Tingkat Asertivitas Remaja
02320080
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara pola asuh demokratis orangtua dengan tingkat asertivitas remaja. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara pola asuh demokratis orangtua terhadap tingkat asertivitas remaja. Semakin tinggi pola asuh demokratis yang diberikan orangtua, maka semakin tinggi pula tingkat asertivitas yang dimiliki remaja. Sebaliknya semakin rendah pola asuh demokratis yang diberikan orangtua, maka semakin rendah pula tingkat asertivitas yang dimiliki remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja putra dan putri yang berumur 18 sampai 24 tahun. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan menggunakan skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala pola asuh demokratis yang berjumlah 30 aitem dengan menggunakan aspek-aspek pola asuh demokratis dari Dalimunthe dan skala tingkat asertivitas yang berjumlah 30 aitem dengan mengunakan aspek-aspek asertivitas dari Alberti dan Emmons. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas SPSS Versi 14,0 for windows untuk menguji apakah ada hubungan antara pola asuh demokratis orangtua dengan tingkat aserivitas remaja. Korelasi product moment dari Karl Pearson menunjukkan korelasi sebesar r = 0,7444 dan p = 0,000 (p&lt; 0,01). Hal ini berarti ada bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara variabel pola asuh demokratis dengan tingkat asertivtas. Jadi hipotesis yang diajukan peneliti diterima.
</summary>
<dc:date>2008-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Kepuasan Kerja terhadap Persepsi Kinerja pada Guru</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63710" rel="alternate"/>
<author>
<name>Raditya, Wisnu</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63710</id>
<updated>2026-06-25T02:08:35Z</updated>
<published>2009-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Kepuasan Kerja terhadap Persepsi Kinerja pada Guru
Raditya, Wisnu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepuasan kerja dengan persepsi kinerja pada guru. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara kepuasan kerja dengan persepsi kinerja pada guru. Dimana semakin tinggi kepuasan kerja maka persepsi kinerja pada guru juga akan semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja maka semakin rendah juga persepsi kinerja pada guru. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 125 guru SD Negeri se-kecamatan Bener yang berasal dari 12 Sekolah Dasar yang berada dalam satu kecamatan Bener, yaitu SD Bener, SD Kaliboto, SD Kedung Pucang, SD Kaliurip, SD Sendangsari, SD Jati, SD Mayungsari, SD Kalijambe, SD Mejoro, SD Medono, SD Pekacangan, SD Cacaban Lor, dengan rentang usia antara 20-60 tahun. Tehnik pengambilan subjek yang dilakukan adalah metode purporsive sampling. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepuasan Kerja dari Robbins (2006) dan Skala Kinerja Guru SD dari Uno (2007). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas progam SPSS versi 16.0 untuk menguji apakah ada hubungan antara kepuasan kerja dengan persepsi kinerja pada guru. Korelasi non parametric dari Spearman menunjukkan koefisien korelasi r-0.372 yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara kepuasan kerja dengan persepsi kinerja pada guru. Jadi hipotesis penelitian diterima.
</summary>
<dc:date>2009-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
