<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Psychology</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/56647" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/56647</id>
<updated>2026-05-14T07:49:44Z</updated>
<dc:date>2026-05-14T07:49:44Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan antara Harapan dan Kesejahteraan Subjektif pada Pasien Hipertensi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62582" rel="alternate"/>
<author>
<name>Anjani, Desy</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62582</id>
<updated>2026-05-13T07:19:05Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Harapan dan Kesejahteraan Subjektif pada Pasien Hipertensi
Anjani, Desy
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dan kesejahteraan subjektif pada pasien hipertensi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara harapan dan kesejahteraan subjektif pada pasien hipertensi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan subjektif terdiri atas dua skala yang telah diadaptasi yaitu skala kepuasan hidup yang dikembangkan oleh Diener, dkk (1985) yaitu Scale with Life Satisfaction (SWLS) dan skala pengukuran afek yang dikembangkan oleh Watson, dkk (1988) yaitu Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS). Selain itu, untuk mengukur harapan diadaptasi dari skala harapan yang dikembangkan oleh Snyder, dkk (1991) yaitu Trait Hope Scale (THS). Subjek penelitian ini berjumlah 63 subjek yang merupakan pasien hipertensi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 20 orang laki-laki dan 43 orang perempuan, dengan rentang usia dari 21 tahun hingga 81 tahun. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Product Moment Spearman’s Rho. Berdasarkan analisis data, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harapan dan kesejahteraan subjektif pada pasien hipertensi. analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien r = 0.222 dengan p = 0.040 (p&lt;0.05). Hal ini dapat dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Peneliti ini juga melakukan analisis tambahan berdasarkan data demografis, diskusi terkait dengan hasil tersebut akan dibahas lebih lanjut.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dan Penyesuaian Diri pada Santri</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62578" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ruhiat, Siti Jihan</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62578</id>
<updated>2026-05-13T06:52:59Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dan Penyesuaian Diri pada Santri
Ruhiat, Siti Jihan
This study examined the relationship between authoritative parenting style and self-adjustment in islamic boarding school students. This study tested the hyphothesis that authoritative parenting style have positive correlation with self-adjustment. This research adapt adjustment scale from The Student Adjustment to College Questionnaire (Baker &amp; Siryk in Adler, Raju, Wang, Zhu, &amp; Zimmermann 2008), adapt authoritative parenting style scale from The Parenting Styles and Dimension Questionnaire (Robinson in Kimble, 2014), and adapt social desirability scale from Social Desirability Scale-Short Form A (Reynolds &amp; Gerbasi, 1982). This research was administered to 200 Cipasung Islamic Boarding School students, ages 11-21, consist of 30,5% men and 60,5% women, being in the early stages to late stages of adolescent development, and stayed in the boarding schools from less than one year to more than three years. This research used regression method to analyze data. The result indicate statiscally significant positive of Authoritative Parenting Style on Self-Adjustment. Research findings, limitations, and recommendations are briefly discussed.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Religiusitas dan Kesejahteraan Psikologis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62577" rel="alternate"/>
<author>
<name>Riliziah, Rhela</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62577</id>
<updated>2026-05-13T06:44:40Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Religiusitas dan Kesejahteraan Psikologis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Riliziah, Rhela
Research to understand the relationship between religiosity and psychological well being in patient of diabetes melitus type 2. Hyprothesis in this research was there are the relationship between religiosity and psychological well being in patient of diabetes melitus type 2. To test hypothesis research, researcher taking data using scale psychological well being adapted of the scale Ryff (1989) and scale of religiosity Glock and Stark (1970) was develope by Azam, dkk (2014). The scale to be distributed to 60 patient of diabetes melitus type 2 in Hospital X in Pangkalpinang. Correlation analysis showed value the coefficients r= 0,129 with significance (p) &amp; lt; 0,374 and hypothesis rejected.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dukungan Sosial dan Work-Life Balance pada Karyawati dengan Sistem Shift</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62576" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ratnasari, Zulia Ady</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62576</id>
<updated>2026-05-13T06:40:13Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dukungan Sosial dan Work-Life Balance pada Karyawati dengan Sistem Shift
Ratnasari, Zulia Ady
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan work life balance pada karyawati dengan sistem shift. Peneliti mengajukan hipotesis yaitu, akan ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan work life balance pada karyawati sistem shift. Skala yang digunakan untuk melakukan penelitian adalah skala dukungan sosial (Zimet dkk, 1988) dan skala work life balance (Rinchy &amp; Panchanatham, 2010). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 194 orang wanita yang bekerja dengan sistem shift yang sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial (r=0,292 p=0,000) dengan work life balance.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
