<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Pharmacy</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/55" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/55</id>
<updated>2026-06-24T08:36:44Z</updated>
<dc:date>2026-06-24T08:36:44Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Efektivitas Biaya dan Dampak Klinis Intervensi Farmasis Klinis pada Pasien Sepsis : Studi Komparatif di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63574" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ariawan, Deddy Setyagus</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63574</id>
<updated>2026-06-20T06:35:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Efektivitas Biaya dan Dampak Klinis Intervensi Farmasis Klinis pada Pasien Sepsis : Studi Komparatif di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang
Ariawan, Deddy Setyagus
Sepsis merupakan kegawatdaruratan medis dengan mortalitas tinggi dan beban biaya&#13;
besar. Kompleksitas terapi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs),&#13;
sehingga diperlukan manajemen pengobatan yang optimal. Intervensi farmasi klinis&#13;
berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan luaran klinis, namun bukti dalam sistem&#13;
pembiayaan Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs) masih terbatas.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya intervensi farmasi klinis pada&#13;
pasien sepsis dengan membandingkan biaya rawat inap, insidensi DRPs, dan luaran&#13;
klinis. Studi kohort retrospektif dilakukan di RS AN-NISA Tangerang (Januari 2023–&#13;
Agustus 2025) terhadap 350 pasien sepsis. Data diambil dari Neural Universal&#13;
Healthcare Application (NUHA) dan unit keuangan rumah sakit berdasarkan klaim&#13;
BPJS Kesehatan (INA-CBGs) serta biaya aktual rawat inap. DRPs diidentifikasi&#13;
menggunakan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.0.&#13;
Luaran klinis dinilai berdasarkan mortalitas, perbaikan status neurologis (Glasgow&#13;
Coma Scale) dan lama rawat inap. Analisis data meliputi statistik deskriptif, regresi&#13;
logistik dan linier, analisis survival (Cox regression), serta Cost Effectiveness&#13;
Analysis (CEA) dengan perhitungan Cost Effectiveness Ratio (CER) dan Incremental&#13;
Cost Effectiveness Ratio (ICER).&#13;
Hasil menunjukkan kelompok intervensi memiliki biaya per hari rawat inap yang lebih&#13;
rendah, meskipun total biaya perawatan tidak berbeda signifikan.&#13;
Analisis survival menunjukkan intervensi farmasi klinis secara signifikan&#13;
meningkatkan kecepatan pemulangan pasien (HR 1,601; p=0,030). Insidensi DRPs&#13;
pada kelompok intervensi adalah 24,3%, didominasi masalah terkait efektivitas terapi.&#13;
Intervensi juga berkaitan dengan penurunan mortalitas yang signifikan (43,1% vs&#13;
79,1%; p&lt;0,001). Hasil CEA menunjukkan nilai CER yang lebih rendah dan ICER&#13;
yang menguntungkan, menempatkan intervensi farmasi klinis pada Kuadran I yang&#13;
menunjukkan peningkatan biaya yang sebanding dengan manfaat klinis yang&#13;
diperoleh. Intervensi farmasis klinis terbukti cost-effective dengan nilai tambah klinis-&#13;
ekonomi, sehingga layak diintegrasikan dalam kebijakan pelayanan dan pembiayaan&#13;
kesehatan nasional.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Studi Peresepan Antiplatelet dan Antihiperlipidemia Pada Pasien Rawat Jalan dengan Riwayat Stemi di RSUD Sleman</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63469" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fadillah, Nur</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63469</id>
<updated>2026-06-17T05:00:02Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Studi Peresepan Antiplatelet dan Antihiperlipidemia Pada Pasien Rawat Jalan dengan Riwayat Stemi di RSUD Sleman
Fadillah, Nur
Latar belakang : ST-segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI)&#13;
merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang menjadi penyebab utama&#13;
morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Pencegahan sekunder dengan terapi&#13;
antiplatelet dan antihiperlipidemia terbukti mampu menurunkan resiko kejadian&#13;
iskemik berulang. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menilai&#13;
kesesuaian peresepan kedua golongan obat tersebut pada pasien rawat jalan dengan&#13;
riwayat STEMI di RSUD Sleman.&#13;
Tujuan : Mengetahui gambaran peresepan serta tingkat kesesuaian antiplatelet dan&#13;
antihiperlipidemia dengan pedoman klinis pada pasien rawat jalan dengan riwayat&#13;
STEMI di RSUD Sleman.&#13;
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional (potong&#13;
lintang). Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan di&#13;
RSUD Sleman periode Januari 2022 hingga Desember 2025. Sampel ditentukan&#13;
menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data&#13;
dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kesesuaian peresepan serta&#13;
inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara&#13;
karakteristik pasien dengan kesesuaian peresepan obat.&#13;
Hasil : Sebanyak 109 pasien STEMI di RSUD Sleman periode 2022–2025&#13;
dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki&#13;
(82,57%) dan berada pada kelompok usia ≥50–65 tahun (59,63%). Terapi&#13;
revaskularisasi yang paling banyak diberikan adalah fibrinolisis (47,71%), dengan&#13;
hipertensi sebagai komorbiditas tersering (44,04%). Sebagian besar pasien&#13;
menerima terapi antiplatelet ganda (80,73%), dengan tingkat kesesuaian terhadap&#13;
pedoman klinis sebesar 80,73%. Terapi antihiperlipidemia diberikan pada hampir&#13;
seluruh pasien (99,08%), didominasi oleh statin (94,50%), dan tingkat&#13;
kesesuaiannya juga mencapai 94,50%.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Siswa Sekolah Dasar di SDN 2 Ngemplak untuk mencegah Stunting</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63439" rel="alternate"/>
<author>
<name>Prasasty, Intan Andien Rheina</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63439</id>
<updated>2026-06-17T01:54:13Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Siswa Sekolah Dasar di SDN 2 Ngemplak untuk mencegah Stunting
Prasasty, Intan Andien Rheina
Latar Belakang : Angka stunting di Kabupaten Sleman 4,49% pada tahun 2024,&#13;
dengan Kapanewonan Ngemplak mencatat angka lebih tinggi. Siswa sekolah dasar&#13;
dipilih sebagai subjek penelitian karena pada usia ini anak mulai memahami gizi&#13;
dan kesehatan, sehingga edukasi dini dinilai lebih efektif dalam membentuk&#13;
kebiasaan sehat dan mencegah stunting jangka panjang.&#13;
Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi&#13;
pada anak sekolah dasar di SDN 2 Ngemplak mengenai pencegahan stunting, selain&#13;
itu untuk penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara edukasi&#13;
dengan tingkat pengetahuan pada SDN 2 Ngemplak mengenai pencegah stunting.&#13;
Metode:Rancangan penelitian menggunakan Quasi-Eksperimental Non Equivalent&#13;
Design Pretest dan Posttest. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian edukasi&#13;
terkait pencegahan stunting. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan&#13;
selanjutnya dianalisis dengan uji korelasi Wilcoxon test&#13;
Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan 31 siswa kelas 4 dengan rata-rata pre-test&#13;
83% dan rata-rata post-test 93% .Pada kelas 5, menunjukkan 31 siswa dengan rata-&#13;
rata pre-test 84% dan rata-rata post-test 93%. Untuk kedua kelas, nilai p = 0,001&#13;
(alpha 5%), H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan&#13;
antara nilai pre-test dan post-test.&#13;
Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-&#13;
test pada siswa kelas 4 dan 5. Hal ini menunjukkan intervensi yang diberikan efektif&#13;
meningkatkan pengetahuan siswa.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Pemberian Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Daun Kangkung (Ipomoea reptans Poir) sebagai Penyembuh Luka (Wound Healing) pada Tikus Galur Wistar Jantan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63351" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ramadhani, Farah Utami Putri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63351</id>
<updated>2026-06-10T04:49:48Z</updated>
<published>2018-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pemberian Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Daun Kangkung (Ipomoea reptans Poir) sebagai Penyembuh Luka (Wound Healing) pada Tikus Galur Wistar Jantan
Ramadhani, Farah Utami Putri
Luka adalah rusaknya jaringan tubuh yang dapat terjadi secara normal maupun karena adanya perubahan fisiologis. Salah satu bentuk perubahan fisiologis tubuh yaitu diabetes mellitus (DM). Kangkung darat merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antidiabetes. Selain itu, kangkung darat memiliki kandungan flavonoid sebagai agen antioksidan yang mampu membantu proses penyembuhan luka serta bersifat antimikroba. Pemilihan sediaan topikal nanoemulgel diharapkan dapat meningkatkan penetrasi obat terhadap kulit, memperpanjang waktu retensi obat di area target, serta menghasilkan efek samping yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan nanoemulgel ekstrak daun kangkung sebagai penyembuh luka pada tikus galur Wistar jantan dalam kondisi hiperglikemia dan normal. Metode penelitian menggunakan dua model tikus, yaitu hiperglikemia dan normal. Sebanyak 32 ekor tikus dibagi menjadi 8 kelompok, dengan masing-masing model terdiri atas 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok diberikan perlakuan luka berukuran 2,5 × 0,5 cm dengan kedalaman 0,2 cm. Terapi diberikan satu kali setiap hari. Parameter yang diamati adalah persentase kesembuhan luka. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan nanoemulgel daun kangkung memiliki efektivitas yang signifikan pada kondisi normal dengan nilai p sebesar 0,014 dan 0,037 (p&lt;0,05). Sementara itu, pada kondisi diabetes diperoleh nilai p sebesar 0,011 dan 0,000 (p&lt;0,05).
</summary>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
