<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Chemistry</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/54" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/54</id>
<updated>2026-06-03T01:58:44Z</updated>
<dc:date>2026-06-03T01:58:44Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Warna Botol dan Penambahan VCO (Virgin Coconut Oil) pada Umpan Fruitfly Trapper Berbasis Minyak Selasih Ungu (Ocimum canum, Sims)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62938" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sari, Dian Novita</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62938</id>
<updated>2026-05-23T06:23:14Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Warna Botol dan Penambahan VCO (Virgin Coconut Oil) pada Umpan Fruitfly Trapper Berbasis Minyak Selasih Ungu (Ocimum canum, Sims)
Sari, Dian Novita
Pestisida merupakan zat senyawa kimia (zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh), organisme renik, virus dan zat lain-lain yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman atau bagian tanaman. Ketergantungan petani terhadap pestisida masih tinggi dan akibatnya muncul beberapa dampak negatif, di antaranya terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem, terbunuhnya musuh alami dan serangga bukan sasaran. Indonesia merupakan penghasil minyak atsiri tersohor di dunia. Minyak dari daun selasih ungu salah satu contohnya. Ekstrak daun selasih (Ocimum santum) diindikasi mengandung senyawa metil eugenol. Metil eugenol adalah suatu senyawa yang dikenal sebagai semio chemicals. Semio chemical dapat mempengaruhi tingkah laku hewan serangga, seperti perilaku mencari makanan, meletakkan telur, hubungan seksual dan lainnya, salah satu bahan semio cemical adalah metil eugenol (C11H12O8) yang merupakan atraktan lalat buah yang dapat merangsang olfactory (alat sensor) serangga. Penambahan minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan VCO dengan metil eugenol dari selasih ungu dan variasi warna botol FFT (fruitflytrapper) dapat mempengaruhi dari keefektifan sebagai atraktan lalat buah dibanding hanya dengan menggunakan metil eugenol yang didapat dari tanaman selasih ungu.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potensi Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L.) Sebagai Sumber Antibakteri Alami dan Penghasil Enzim Amilase</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62793" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rasyah, Tamita Kina</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62793</id>
<updated>2026-05-21T07:30:40Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potensi Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L.) Sebagai Sumber Antibakteri Alami dan Penghasil Enzim Amilase
Rasyah, Tamita Kina
Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai limbah lignoselulosa yang kaya&#13;
akan senyawa fenolik berpotensi dimanfaatkan sebagai substrat pertumbuhan&#13;
Bakteri Asam Laktat (BAL) penghasil senyawa antimikroba dan enzim amilase.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi BAL dari&#13;
tempurung kelapa, menguji sifat probiotik dan aktivitas antibakterinya terhadap&#13;
beberapa bakteri patogen, serta mengevaluasi kemampuannya menghasilkan&#13;
emzim amilase secara kualitatif dan kuantitatif. Tahapan penelitian meliputi&#13;
fermentasi anaerob tempurung kelapa, penentuan total koloni, pewarnaan gram, uji&#13;
resistensi pH, uji antibakteri, analisis proksimat, dan pengukuran aktivitas amilase&#13;
melalui metode DNS dengan spektrofotometri UV-Vis. Isolat tampak berbentuk&#13;
batang gram positif, mampu berkembang di lingkungan asam, membentuk zona&#13;
bening atau zona hambat pada bakteri uji. Proses fermentasi mengubah profil kimia&#13;
tempurung kelapa dengan meningkatkan protein dan menurunkan karbohidrat&#13;
menandakan aktivitas biomassa dan degradasi substrat. Uji amilase menunjukkan&#13;
terbentuknya zona bening 14 mm dan aktivitas enzim pengulangan pertama dan&#13;
pengulangan kedua masing-masing sebesar 7,685 × 10!" U/mL dan 7,750 × 10!"&#13;
U/mL mengindikasikan potensi BAL tempurung kelapa sebagai probiotik penghasil&#13;
enzim dan agen antimikroba.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Ampas Teh (Camellia Sinensis L.) Sebagai Pangan Probiotik</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62701" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adlin, Marsa Luqyana</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62701</id>
<updated>2026-05-19T03:42:57Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Ampas Teh (Camellia Sinensis L.) Sebagai Pangan Probiotik
Adlin, Marsa Luqyana
Penelitian ini mengkaji potensi bakteri asam laktat (BAL) hasil fermentasi ampas&#13;
teh sebagai pangan probiotik. Proses fermentasi dilakukan secara anaerob selama&#13;
36 jam, kemudian isolat BAL diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis&#13;
melalui pewarnaan Gram. Hasil menunjukkan bahwa isolat T36 tergolong dalam&#13;
bakteri Gram positif, berbentuk batang dengan koloni berwarna putih. Uji resistensi&#13;
terhadap asam dengan variasi pH 1,0 hingga 6,0 menunjukkan bahwa isolat&#13;
memiliki toleransi tinggi pada pH rendah. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan&#13;
adanya zona hambat terhadap bakteri patogen uji. Hasil uji proksimat menunjukkan&#13;
bahwa fermentasi ampas teh 36 jam meningkatkan kadar air dan lemak, disertai&#13;
dengan penurunan kadar abu, protein, dan karbohidrat. Penurunan karbohidrat dan&#13;
protein mengindikasikan pemanfaatan senyawa tersebut sebagai substrat mikroba&#13;
serta tingginya kadar air mendukung aktivitas metabolik mikroba. Perubahan&#13;
komposisi proksimat menunjukkan bahwa ampas teh terfermentasi berpotensi&#13;
menjadi media pertumbuhan BAL, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan&#13;
sebagai bahan pangan fungsional berbasis probiotik.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Sintesis Hidroksi Sitronelal melalui Intermediet Oksazolidin dengan Dietanolamin</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62505" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ramadhani, Khansa Azalia</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62505</id>
<updated>2026-05-13T02:13:51Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Sintesis Hidroksi Sitronelal melalui Intermediet Oksazolidin dengan Dietanolamin
Ramadhani, Khansa Azalia
Hidroksi sitronelal merupakan salah satu bahan aroma sintetis penting dalam industri&#13;
parfum karena karakter baunya yang manis, lembut, dan floral, terutama menyerupai&#13;
lily of the valley. Penelitian ini bertujuan mensintesis hidroksi sitronelal melalui jalur&#13;
intermediet oksazolidin menggunakan sitronelal dan dietanolamin, serta mengevaluasi&#13;
pengaruh jenis pelarut ekstraksi terhadap %reaktivitas dan %selektivitas produk untuk&#13;
aplikasi parfum. Sintesis dilakukan tanpa pelarut, dilanjutkan dengan hidrolisis dan&#13;
ekstraksi menggunakan etanol, etil asetat, dan n-heksana. Karakterisasi produk&#13;
dilakukan melalui uji KLT, analisis GC dan GC-MS, FTIR, serta pengujian sifat fisika&#13;
kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol merupakan pelarut ekstraksi yang&#13;
cukup efektif menghasilkan hidroksi sitronelal dengan karakter fisik yang sesuai, yaitu&#13;
warna jernih, aroma manis seperti bunga, dan kenampakan cair berminyak. Temuan ini&#13;
menegaskan bahwa pemilihan pelarut berperan signifikan dalam memperoleh hidroksi&#13;
sitronelal berkualitas tinggi untuk kebutuhan parfum, sekaligus mendukung&#13;
pengembangan bahan pewangi sintetis yang lebih stabil dan ekonomis.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
