<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Statistics</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/53" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/53</id>
<updated>2026-06-24T23:37:39Z</updated>
<dc:date>2026-06-24T23:37:39Z</dc:date>
<entry>
<title>Perbandingan Metode SMOTE-N dan ADASYN-N pada Algoritma Random Forest untuk Klasifikasi Keluarga  Berisiko Stunting  (Studi Kasus: Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Purbalingga Tahun 2024)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63431" rel="alternate"/>
<author>
<name>Qonita, Shifa</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63431</id>
<updated>2026-06-15T08:17:53Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perbandingan Metode SMOTE-N dan ADASYN-N pada Algoritma Random Forest untuk Klasifikasi Keluarga  Berisiko Stunting  (Studi Kasus: Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Purbalingga Tahun 2024)
Qonita, Shifa
Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia yang berdampak&#13;
pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas anak. Salah satu upaya&#13;
pencegahan yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi secara dini terhadap&#13;
keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting. Namun, data keluarga stunting&#13;
umumnya memiliki ketidakseimbangan kelas yang dapat menurunkan akurasi&#13;
model klasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja&#13;
metode klasifikasi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Purbalingga&#13;
menggunakan algoritma Random Forest dengan 15 variabel prediktor, baik&#13;
sebelum maupun sesudah dilakukan penanganan ketidakseimbangan kelas data&#13;
dengan metode SMOTE-N dan ADASYN-N. Berdasarkan hasil penelitian, model&#13;
Random Forest dengan metode ADASYN-N menunjukkan kinerja klasifikasi yang&#13;
paling optimal dalam klasifikasi keluarga berisiko stunting di Kabupaten&#13;
Purbalingga dengan nilai sensitivity sebesar 96,08%, specificity sebesar 99,83%,&#13;
dan AUC sebesar 97,95%. Variabel yang paling berpengaruh secara berurutan&#13;
adalah Kelayakan Jamban, Peserta KB Modern, Sumber Air Minum, Terlalu Tua,&#13;
Terlalu Banyak.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Perbandingan Algoritma XGBoost dan Random Forest dalam Klasifikasi Turnover Karyawan (Studi Kasus: Data Karyawan PT XYZ Tahun 2024-2025)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63430" rel="alternate"/>
<author>
<name>Amalina, Safira Feri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63430</id>
<updated>2026-06-15T08:14:07Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Perbandingan Algoritma XGBoost dan Random Forest dalam Klasifikasi Turnover Karyawan (Studi Kasus: Data Karyawan PT XYZ Tahun 2024-2025)
Amalina, Safira Feri
Turnover karyawan merupakan salah satu permsalahan yang dapat&#13;
mempengaruhi stabilitas, produktivitas, dan keberlanjutan operasional perusahaan.&#13;
PT XYZ juga mengalami kasus turnover yang relatif tinggi, meskipun perusahaan&#13;
telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kompetensi karyawan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi risiko turnover karyawan serta&#13;
membandingkan kinerja dua algoritma machine learning, yaitu Random Forest dan&#13;
Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Data yang digunakan merupakan data&#13;
historis HR pada periode Juni 2024 hingga Juni 2025, meliputi karaktristik&#13;
karyawan, indikator kerja, kompensasi, serta berbagai informasi kepegawaian&#13;
lainnya. Tahapan analisis meliputi prepocessing data, label encoding, pembagian&#13;
data menjadi training dan testing, pelatihan model, serta hyperparameter&#13;
menggunakan Grid Search Cross-Validation. Evaluasi model dilakukan&#13;
menggunakan matriks akurasi, precision, recall, F-1 Score, dan AUC, sementara&#13;
analisis feature importance mengidentifikasi faktor-faktor utama yang&#13;
memengaruhi risiko turnover. Hasil penelitian menunjukan bahwa algoritma&#13;
Random Forest memiliki performa yang sedikit lebih unggul dengan akurasi&#13;
sebesar 96.7% dan AUC 0.96, dibandingkan XGBoost yang memperoleh akurasi&#13;
95% dan AUC 0.95. Analisis feature importance menunjukan bahwa usia masuk,&#13;
masa kerja, dan gaji pokok merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam&#13;
penelitian turnover karyawan pada PT XYZ.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kepuasan Peserta Terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes RI dengan Pendekatan SERVQUAL, SEMPLS, dan ANN</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63397" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azizah, Ananda Nabila</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63397</id>
<updated>2026-06-15T08:11:36Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kepuasan Peserta Terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes RI dengan Pendekatan SERVQUAL, SEMPLS, dan ANN
Azizah, Ananda Nabila
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan salah satu inisiatif&#13;
Kemenkes RI dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan&#13;
preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi kualitas layanan&#13;
program CKG dari perspektif peserta, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang&#13;
paling berpengaruh terhadap kepuasan mereka. Metode penelitian menggunakan&#13;
pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner berbasis model SERVQUAL,&#13;
yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan&#13;
empathy. Data dikumpulkan dari peserta program CKG yang berdomisili di&#13;
Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, dan telah&#13;
mengikuti kegiatan dalam periode Februari 2025 – Desember 2025. Hasil analisis&#13;
SEMPLS menunjukkan bahwa dimensi tangibles, responsiveness, assurance, dan&#13;
empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta, sedangkan&#13;
reliability tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Dimensi empathy memiliki&#13;
koefisien pengaruh terbesar dalam model linier. Di sisi lain, hasil analisis ANN&#13;
mengidentifikasi bahwa tangibles merupakan konstruk paling dominan dalam&#13;
memengaruhi kepuasan peserta, diikuti oleh empathy, assurance, dan&#13;
responsiveness, sedangkan reliability memiliki kontribusi paling rendah. Temuan&#13;
ini menunjukkan bahwa pendekatan SEMPLS ANN mampu memberikan&#13;
pemahaman yang lebih komprehensif dengan menggabungkan analisis hubungan&#13;
kausal linier dan identifikasi pola prediktif non-linier. Hasil penelitian diharapkan&#13;
dapat memberikan rekomendasi strategis bagi peningkatan kualitas layanan&#13;
program CKG, sekaligus memperkaya literatur mengenai pendekatan SERVQUAL&#13;
menggunakan metode SEMPLS dan ANN dalam evaluasi program kesehatan&#13;
masyarakat tidak berbayar.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perbandingan Ordinary Kriging dan Universal Kriging Berbasis Tren Kedalaman Gempa untuk Interpolasi Peak Ground Acceleration (PGA) (Studi Kasus : Kejadian Gempa Bumi di Jawa Barat Tahun 2021-2025)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63385" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahmania, Aulia</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63385</id>
<updated>2026-06-12T01:58:02Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perbandingan Ordinary Kriging dan Universal Kriging Berbasis Tren Kedalaman Gempa untuk Interpolasi Peak Ground Acceleration (PGA) (Studi Kasus : Kejadian Gempa Bumi di Jawa Barat Tahun 2021-2025)
Rahmania, Aulia
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia&#13;
dan berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa. Provinsi&#13;
Jawa Barat termasuk wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang relatif tinggi&#13;
karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik serta dilalui oleh sejumlah sesar&#13;
aktif. Salah satu parameter utama untuk mengukur tingkat guncangan gempa adalah&#13;
Peak Ground Acceleration (PGA), yang merepresentasikan percepatan maksimum&#13;
getaran tanah pada suatu lokasi. Untuk memetakan distribusi spasial nilai PGA di&#13;
wilayah Jawa Barat, penelitian ini menggunakan pendekatan interpolasi&#13;
geostatistika, yaitu Ordinary Kriging (OK) dan Universal Kriging (UK). Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi spasial nilai PGA,&#13;
membandingkan hasil interpolasi antara metode OK dan UK, serta menentukan&#13;
metode interpolasi dengan performa terbaik. Evaluasi kinerja model dilakukan&#13;
menggunakan indikator Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute&#13;
Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi nilai PGA&#13;
di Jawa Barat tidak bersifat acak dan memiliki autokorelasi spasial positif (Moran’s&#13;
I = 0.582; p-value &lt; 2.2 × 10−16). Interpolasi menggunakan OK menghasilkan&#13;
rentang nilai PGA sebesar 8.455–43.435 gal, sedangkan UK menghasilkan rentang&#13;
9.366–46.505 gal. Berdasarkan evaluasi akurasi, metode UK menunjukkan kinerja&#13;
yang lebih baik dengan nilai RMSE sebesar 5.207 dan MAPE sebesar 21.50%,&#13;
dibandingkan OK yang memiliki RMSE sebesar 6.894 dan MAPE sebesar 23.45%.&#13;
Oleh karena itu, Universal Kriging dinilai lebih optimal dalam menginterpolasi&#13;
distribusi nilai PGA di Provinsi Jawa Barat selama periode penelitian.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
