<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Environmental Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/49" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/49</id>
<updated>2026-09-28T19:12:45Z</updated>
<dc:date>2026-09-28T19:12:45Z</dc:date>
<entry>
<title>Evaluasi Sistem Desinfeksi pada IPA Bedog Perumda Tirta Sembada Kabupaten Sleman</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66785" rel="alternate"/>
<author>
<name>Lailawati, Al Hayyu Kumala</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66785</id>
<updated>2026-09-07T04:54:01Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Sistem Desinfeksi pada IPA Bedog Perumda Tirta Sembada Kabupaten Sleman
Lailawati, Al Hayyu Kumala
Sistem desinfeksi merupakan tahapan penting dalam pengolahan air&#13;
minum untuk mengendalikan mikroorganisme patogen dan menjaga&#13;
kualitas air hingga ke jaringan distribusi. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi efektivitas sistem desinfeksi di Instalasi Pengolahan Air&#13;
(IPA) Bedog Perumda Tirta Sembada Kabupaten Sleman berdasarkan&#13;
kadar sisa klorin, tekanan air, kualitas mikrobiologi, serta pemodelan&#13;
menggunakan EPANET 2.2. Penelitian dilakukan dengan metode&#13;
deskriptif kuantitatif melalui pengambilan sampel pada outlet IPA dan tiga&#13;
titik jaringan distribusi. Kadar sisa klorin dianalisis menggunakan metode&#13;
spektrofotometri UV-Vis, total coliform diuji dengan metode Most&#13;
Probable Number (MPN), sedangkan pemodelan distribusi sisa klorin&#13;
dilakukan menggunakan EPANET 2.2. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa rata-rata konsentrasi sisa klorin menurun dari 0,26475 mg/L di&#13;
outlet IPA menjadi 0,2345 mg/L, 0,2015 mg/L, dan 0,18025 mg/L pada&#13;
titik distribusi terdekat, tengah, dan terjauh. Hubungan antara jarak&#13;
distribusi dan penurunan sisa klorin memiliki korelasi yang kuat dengan&#13;
nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9378. Simulasi EPANET&#13;
menghasilkan konsentrasi sisa klorin sebesar 0,18–0,26 mg/L yang sesuai&#13;
dengan hasil pengukuran lapangan. Tekanan air pelanggan berkisar 0,75–&#13;
0,85 kg/cm2 dan hasil uji total coliform memenuhi baku mutu Permenkes&#13;
Nomor 2 Tahun 2023. Berdasarkan hasil tersebut, sistem desinfeksi di IPA&#13;
Bedog dinilai efektif dalam menjaga kualitas air hingga ke pelanggan,&#13;
namun pemantauan kadar sisa klorin dan pengaturan dosis desinfektan&#13;
perlu dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kualitas air&#13;
distribusi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Sistem Disinfeksi pada IPA (Instalasi Pengolahan Air) Minomartani, PERUMDA Tirta Sembada, Sleman</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66695" rel="alternate"/>
<author>
<name>Magfirah, Restu</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66695</id>
<updated>2026-09-03T07:10:08Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Sistem Disinfeksi pada IPA (Instalasi Pengolahan Air) Minomartani, PERUMDA Tirta Sembada, Sleman
Magfirah, Restu
Kualitas air minum pada jaringan distribusi dipengaruhi oleh efektivitas&#13;
proses desinfeksi dalam mempertahankan konsentrasi sisa klorin hingga&#13;
sampai ke pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sisa&#13;
klorin, tekanan jaringan distribusi, dan total coliform pada sistem distribusi&#13;
air minum IPA Minomartani, Sleman, serta mengevaluasi hasil pengukuran&#13;
lapangan menggunakan EPANET. Pengukuran sisa klorin dilakukan&#13;
&#13;
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan reagen diethyl-p-&#13;
phenylenediamine (DPD), sedangkan total coliform diuji menggunakan&#13;
&#13;
metode MPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sisa klorin&#13;
berkisar antara 0,471–0,5 mg/L dan masih memenuhi standar minimum 0,2&#13;
mg/L sesuai PERMENKES Nomor 2 Tahun 2023. Hasil pemeriksaan total&#13;
coliform juga memenuhi baku mutu yang berlaku. Simulasi EPANET&#13;
menunjukkan konsentrasi klorin relatif stabil selama 24 jam dengan&#13;
perbedaan yang kecil dibandingkan hasil pengukuran lapangan memiliki&#13;
perbedaan sebesar 1,4 %. Secara umum, sistem desinfeksi IPA Minomartani&#13;
masih memenuhi standar kualitas air minum dan mampu menjaga kualitas&#13;
air hingga ke pelanggan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis kandungan klorin (Cl) dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu sisa pembakaran di TPST Sendangsari, Sleman, D.I. Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66388" rel="alternate"/>
<author>
<name>Utami, Riski Sri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66388</id>
<updated>2026-08-27T06:45:58Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis kandungan klorin (Cl) dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu sisa pembakaran di TPST Sendangsari, Sleman, D.I. Yogyakarta
Utami, Riski Sri
Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Sleman mendorong adanya&#13;
pengembangan pengolahan sampah dengan menggunakkan teknologi Refuse&#13;
Derived Fuel (RDF) yang dapat digunakkan sebagai bahan bakar alternatif. TPST&#13;
Sendangsari merupakan salah satu tempat pengolahan sampah terpadu yang telah&#13;
melakukan pengolahan sampah menjadi RDF. TPST sendangsari juga&#13;
menggunakkan alat roraty drying untuk pengeringan, dimana menghasilkan&#13;
residu berupa Bottom Ash. Kandungan klorin (Cl) dan logam berat pada RDF&#13;
maupun Bottom Ash yang dihasilkan perlu diketahui guna memastikan keamanan&#13;
dan kualitas pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi&#13;
kandungan klorin (Cl) dan kandungan logam berat yang meliputi Seng (Zn), Besi&#13;
(fe), Kromium (Cr), Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb).&#13;
Penelitian ini menggunakkan metode grab sampling dalam pengambilan&#13;
sampel. Analisis kandungan logam berat menggunakkan metode Atomic&#13;
Absorption Spectophotometry (AAS) yang mengacu pada SNI 8910-2021,&#13;
sedangkan analisis kandungan klorin menggunakkan metode Spektrofotometer&#13;
UV-Vis dan mengacu pada SNI 8966-2021. Sebelum dianalisis, dilakukan&#13;
preparasi sampel terlebih dahulu melalui proses pengeringan, pengabuan, dan&#13;
destruksi asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel uji terdapat&#13;
kandungan logam berat dan klorin di dalamnya. kandungan klorin tertinggi&#13;
terdapat pada sampel RDF Tersimpan dengan kadar 39,42 mg/kg dan terendah&#13;
pada sampel bottom ash dengan kadar 5,20 mg/kg. Ketiga sampel uji terdapat&#13;
kandungan logam berat dengan parameter tertinggi yaitu besi (Fe) dengan kadar&#13;
1692,85 mg/kg pada bottom ash, 1686,27 mg/kg pada RDF Baru (Fresh RDF),&#13;
dan 1424,15 mg/kg pada RDF Tersimpan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis kandungan klorin dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu insinerator di TPST Modalan, Bantul, D.I. Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66387" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adha, Lubna Mutiara</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66387</id>
<updated>2026-08-27T06:06:02Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis kandungan klorin dan logam berat pada Refuse Derived Fuel (RDF) dan abu insinerator di TPST Modalan, Bantul, D.I. Yogyakarta
Adha, Lubna Mutiara
Permasalahan sampah di Kabupaten Bantul terus meningkat sehingga&#13;
diperlukan pengolahan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu&#13;
teknologi pengolahan sampah yang diterapkan yaitu Refuse Derived Fuel&#13;
(RDF) sebagai bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan klorin (Cl) dan logam berat timbal&#13;
(Pb), besi (Fe), seng (Zn), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) pada RDF dan&#13;
bottom ash hasil pembakaran di TPST Modalan Bantul. Pengujian logam berat&#13;
dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry&#13;
(AAS), sedangkan pengujian klorin menggunakan spektrofotometer UV-Vis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada bottom ash&#13;
cenderung lebih tinggi dibandingkan RDF. Kandungan Pb sebesar 3,98 mg/L,&#13;
Cd sebesar 0,303 mg/L, dan Cr sebesar 8,41 mg/L pada bottom ash melebihi&#13;
baku mutu yang digunakan, sedangkan seluruh parameter pada RDF masih&#13;
memenuhi baku mutu. Tingginya kandungan logam berat pada bottom ash&#13;
dipengaruhi oleh komposisi sampah yang masuk ke insinerator seperti logam,&#13;
kaca, residu, sampah elektronik, dan limbah lainnya sehingga logam berat&#13;
cenderung terakumulasi pada residu abu hasil pembakaran.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
