<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Textile Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/48567" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/48567</id>
<updated>2026-06-24T03:38:41Z</updated>
<dc:date>2026-06-24T03:38:41Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Variasi Rasio dan Kerapatan Papan Komposit Limbah Serat Rami-tandan Kosong Kelapa Sawit Bermatriks Polipropilena terhadap Sifat Fisik dan Mekanik sebagai Alternatif Material Papan Partikel</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63582" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kamel, Fadyla</name>
</author>
<author>
<name>Sasikirana, Tania</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63582</id>
<updated>2026-06-20T07:31:33Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Variasi Rasio dan Kerapatan Papan Komposit Limbah Serat Rami-tandan Kosong Kelapa Sawit Bermatriks Polipropilena terhadap Sifat Fisik dan Mekanik sebagai Alternatif Material Papan Partikel
Kamel, Fadyla; Sasikirana, Tania
Permasalahan sampah dan limbah di Indonesia terus meningkat seiring&#13;
pertumbuhan populasi dan aktivitas industri. Limbah plastik, khususnya&#13;
polipropilena (PP), sulit terdegradasi dan berpotensi mencemari lingkungan apabila&#13;
tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, limbah lignoselulosa seperti tandan kosong&#13;
kelapa sawit (TKKS) dan limbah serat rami juga belum dimanfaatkan secara&#13;
maksimal dan penggunaannya masih terbatas. Kondisi ini mendorong perlunya&#13;
inovasi material alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu&#13;
meningkatkan nilai guna limbah melalui pengolahan menjadi produk fungsional,&#13;
seperti papan komposit. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
pengaruh variasi rasio dan densitas komposit terhadap sifat fisik dan mekanik papan&#13;
komposit berbasis limbah serat rami-TKKS sebagai penguat dan limbah plastik&#13;
(thinwall) dari polipropilena sebagai matriks. Variasi rasio limbah serat rami-TKKS&#13;
dengan polipropilena terdiri dari 55:45, 50:50, dan 45:55 serta target densitas 0,4&#13;
gr/cm3 dan 0,5 gr/cm3 . Pengujian meliputi sifat fisik berupa kerapatan, kadar air&#13;
dan pengembangan tebal, serta sifat mekanik melalui uji bending untuk&#13;
memperoleh nilai Modulus of Elasticity (MOE) serta Modulus of Rupture (MOR)&#13;
dengan standar JIS A 5908 : 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan&#13;
komposit dengan target densitas 0,5 gr/cm3 memiliki struktur lebih padat dan&#13;
performa mekanik lebih baik dibandingkan densitas 0,4 gr/cm3 pada seluruh variasi&#13;
rasio. Nilai kadar air dan pengembangan tebal cenderung lebih tinggi pada rasio&#13;
dengan kandungan serat lebih besar (55:45), yang dipengaruhi oleh sifat&#13;
higroskopis serat alam. Pada uji bending, nilai MOE dan MOR meningkat pada&#13;
densitas 0,5 gr/cm3 , dengan rasio 50:50 menunjukkan keseimbangan sifat mekanik&#13;
yang relatif lebih baik dibanding variasi lainnya.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengendalian Ketidakrataan Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing pada Mesin Autoleveller di PT Hanil Indonesia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63474" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sakti, Diva Ibnu</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63474</id>
<updated>2026-06-17T05:09:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengendalian Ketidakrataan Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing pada Mesin Autoleveller di PT Hanil Indonesia
Sakti, Diva Ibnu
Ketidakrataan sliver (Unevenness atau disimbolkan U%) merupakan salah satu&#13;
indikator utama kualitas pada proses pemintalan karena variasi massa yang tidak&#13;
terkendali dapat menurunkan mutu benang dan mengganggu stabilitas produksi.&#13;
Hasil observasi pada mesin Autoleveller (1.1P) di PT Hanil Indonesia menunjukkan&#13;
bahwa nilai U% sliver berada pada rentang 2,07–2,45, melebihi standar mutu&#13;
perusahaan sebesar 1,5–1,9, sehingga diperlukan upaya optimasi parameter proses&#13;
untuk meningkatkan kestabilan drafting dan efektivitas sistem autoleveller.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan parameter proses&#13;
drawing terhadap tingkat ketidakrataan (U%) sliver pada mesin Autoleveller (1.1P).&#13;
Penelitian dilakukan menggunakan metode percobaan dengan variasi parameter&#13;
proses melalui tiga perbaikan, yaitu pengaturan creel tension, delivery, dan&#13;
kombinasi keduanya. Pengujian ketidakrataan dilakukan menggunakan Uster&#13;
Tester 3. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis varians&#13;
(ANOVA) dan Paired One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
pengaturan creel tension menurunkan nilai U% dari 2,07 menjadi 1,96; pengaturan&#13;
delivery memberikan penurunan lebih besar dari 2,45 menjadi 1,86; dan penurunan&#13;
paling optimal diperoleh melalui metode kombinasi, yaitu dari 2,11 menjadi 1,74,&#13;
yang telah memenuhi standar mutu perusahaan. Hasil uji ANOVA dan Paired One&#13;
Sample t-test menunjukkan bahwa perbedaan sebelum dan sesudah perbaikan tidak&#13;
berbeda signifikan secara statistik (p &gt; 0,05), namun secara teknis terjadi perbaikan&#13;
mutu sliver yang nyata. Tidak ditemukan cacat berupa thin, thick, maupun neps&#13;
pada seluruh kondisi pengujian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan&#13;
bahwa optimasi parameter proses, khususnya melalui kombinasi creel tension dan&#13;
delivery setting, efektif dalam menurunkan nilai ketidakrataan sliver serta&#13;
meningkatkan stabilitas proses pemintalan pada mesin Autoleveller (1.1P).
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengendalian Neps Pada Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing Pada Mesin Re- Breaking ei PT Hanil Indonesia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63452" rel="alternate"/>
<author>
<name>Haqi, Syahresa Adilla</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63452</id>
<updated>2026-06-17T03:28:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengendalian Neps Pada Sliver Akrilik Melalui Optimasi Parameter Drawing Pada Mesin Re- Breaking ei PT Hanil Indonesia
Haqi, Syahresa Adilla
Industri pemintalan benang akrilik menuntut konsistensi kualitas untuk&#13;
menjaga daya saing. Salah satu indikator kualitas sliver pada proses drawing adalah&#13;
jumlah neps, yang mempengaruhi penampilan benang, kekuatan, kestabilan proses&#13;
lanjutan, serta efisiensi produksi. Permasalahan muncul ketika pada kondisi&#13;
produksi di PT Hanil Indonesia ditemukan beberapa Order Number (O/N) dengan&#13;
jumlah neps melebihi standar mutu perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa&#13;
pengaturan parameter proses dan kondisi mekanis mesin belum optimal, sehingga&#13;
penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parameter proses drawing terhadap&#13;
jumlah neps pada sliver akrilik. Parameter yang diamati meliputi draft ratio,&#13;
kecepatan mesin, dan tekanan rol. Pengujian jumlah neps dilakukan secara manual&#13;
menggunakan metode black board pada sampel sliver seberat 20 gram sesuai&#13;
prosedur pengendalian mutu perusahaan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa&#13;
pada O/N 34RDW2–9503 KA jumlah neps sebesar 11 dengan standar ≤ 10,&#13;
sedangkan pada O/N E124AW10–9501 T sebesar 20 dengan standar ≤ 15. Setelah&#13;
dilakukan perbaikan melalui pembersihan drafting zone, pemeriksaan mesin, dan&#13;
penyesuaian parameter proses, jumlah neps menurun menjadi 7 pada O/N&#13;
34RDW2–9503 KA dan 15–16 pada O/N E124AW10–9501 T. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pengendalian neps memerlukan pengaturan parameter proses&#13;
dan kondisi mesin secara terintegrasi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pencelupan Kain Polyester/Rayon 65/35% dengan menggunakan Metode Satu Larutan One Bath Two Step Pada Mesin Monforts E-control Dan Kyoto Pad Steam</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63308" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rustanto, Gito</name>
</author>
<author>
<name>Kurniawan, Dodi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63308</id>
<updated>2026-06-08T04:10:21Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pencelupan Kain Polyester/Rayon 65/35% dengan menggunakan Metode Satu Larutan One Bath Two Step Pada Mesin Monforts E-control Dan Kyoto Pad Steam
Rustanto, Gito; Kurniawan, Dodi
Pencelupan kain campuran Polyester/Rayon memerlukan perlakuan khusus&#13;
karena perbedaan sifat fisik dan kimia kedua jenis serat tersebut. Polyester bersifat&#13;
hidrofobik dan memerlukan zat warna disperse pada suhu tinggi, sedangkan Rayon&#13;
bersifat hidrofilik dan memerlukan zat warna reaktif pada kondisi tertentu.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pencelupan kain&#13;
Polyester/Rayon 65/35% menggunakan metode satu larutan one bath two step pada&#13;
mesin Monforts E-Control dan Kyoto Pad Steam. Variabel proses yang dikaji&#13;
meliputi suhu thermofiksasi (170°C, 190°C, 210°C), wet pick up (WPU) sebesar&#13;
55%, 65%, 70%, serta pH larutan sebesar 3,5; 4,5; 5,5. Evaluasi hasil pencelupan&#13;
dilakukan melalui pengujian kerataan warna, ketuaan warna (color strength),&#13;
perbedaan warna (ΔE), serta ketahanan luntur warna (TLW) terhadap pencucian&#13;
dan gosokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 210°C dengan WPU 70%&#13;
dan pH 4,5 merupakan kondisi proses optimum yang menghasilkan nilai ΔE&#13;
terendah (0,06), nilai ketuaan warna mendekati standar (100,46%), serta kerataan&#13;
dan ketahanan luntur warna yang baik. Metode one bath two step terbukti mampu&#13;
meningkatkan efisiensi proses pencelupan tanpa menurunkan kualitas warna kain&#13;
polyester/rayon 65/35%.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
