<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Civil Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/47" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/47</id>
<updated>2026-06-03T03:12:39Z</updated>
<dc:date>2026-06-03T03:12:39Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Relokasi Jalan Nasional Ruas Sui Duri – Mempawah</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63108" rel="alternate"/>
<author>
<name>Akbar, Albaresi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63108</id>
<updated>2026-06-02T02:16:41Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Relokasi Jalan Nasional Ruas Sui Duri – Mempawah
Akbar, Albaresi
Pembangunan infrastruktur jalan memegang peranan vital dalam mendukung konektivitas&#13;
dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Proyek pembangunan relokasi Jalan Nasional Ruas Sei&#13;
Duri – Mempawah merupakan salah satu upaya strategis dalam memperbaiki akses transportasi,&#13;
terutama sebagai konsekuensi dari pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing. Efektivitas&#13;
pelaksanaan proyek sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat berat, terutama excavator dan dump&#13;
truck, yang memiliki peran utama dalam proses pekerjaan lapangan, maka dilakukan analisis&#13;
produktivitas alat berat berdasarkan standar literatur dan kondisi aktual di lapangan untuk&#13;
menentukan kombinasi alat berat yang efisien.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan kombinasi alat berat pada&#13;
proyek tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan&#13;
dan wawancara sebagai metode pengumpulan data primer serta studi dokumen sebagai data&#13;
sekunder. Analisis dilakukan dengan menghitung produktivitas excavator dan dump truck&#13;
berdasarkan waktu siklus, kapasitas, dan efisiensi kerja alat, kemudian dilakukan analisis&#13;
kombinasi alat berat berdasarkan kapasitas, biaya sewa, durasi pekerjaan, dan volume pekerjaan&#13;
untuk menentukan alternatif kombinasi yang efisien.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas excavator mencapai 140,686&#13;
m3/jam dan 1125,491 m3/hari, sedangkan dump truck menghasilkan rata-rata produktivitas sebesar&#13;
10,726 m3/jam dan 85,805 m3/hari. Kombinasi alat berat untuk kondisi aktual di lapangan&#13;
membutuhkan durasi 71 hari dengan biaya sebesar Rp 2.535.462.895,49. Alternatif 1 merupakan&#13;
opsi yang paling efisien dengan mempercepat durasi menjadi 56 hari dan sedikit peningkatan&#13;
biaya sebesar 1,11% disbanding kondisi aktual di lapangan. Alternatif 3 menyesuaikan dengan&#13;
durasi rencana yaitu selama 90 hari tetapi terdapat peningkatan biaya yang signifikan sebesar&#13;
27,93%. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk perencanaan dan&#13;
peningkatan efisiensi kerja alat berat pada proyek konstruksi jalan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Efisiensi Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan (Surface) (Studi Kasus pada Proyek Pelebaran Jalan Menambah Lajur Anjir Pasar (Bts.Prov.  Kalteng) – SP.Serapat - Batas Kota Banjarmasin)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63105" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63105</id>
<updated>2026-05-30T08:37:32Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Efisiensi Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Lapis Permukaan Jalan (Surface) (Studi Kasus pada Proyek Pelebaran Jalan Menambah Lajur Anjir Pasar (Bts.Prov.  Kalteng) – SP.Serapat - Batas Kota Banjarmasin)
Pekerjaan lapis permukaan jalan merupakan salah satu tahapan penting dalam konstruksi&#13;
jalan yang sangat bergantung pada kinerja dan produktivitas alat berat. Penggunaan alat berat yang&#13;
tidak efisien dapat menyebabkan keterlambatan waktu pelaksanaan serta peningkatan biaya proyek.&#13;
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi produktivitas alat berat pada&#13;
pekerjaan permukaan jalan (AC-WC) pada Proyek Pelebaran Jalan Menambah lajur Anjir Pasar&#13;
(Batas Provinsi Kalimantan Tengah)-SP.Serapat-Batas Kota Banjarmasin. Alat berat yang ditinjau&#13;
dalam penelitian ini meliputi dump truck, asphalt finisher, tandem roller, dan pneumatic roller.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung di lapangan selama 14 hari&#13;
untuk mendapatkan data waktu kerja, kecepatan, dan volume pekerjaan alat berat yang meliputi&#13;
dump truck, asphalt finisher, tandem roller, pneumatic roller. Data dianalisis untuk memperoleh nilai&#13;
produktivitas aktual, koefisien alat berat, serta kebutuhan jumlah alat berdasar kondisi lapangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produktivitas dump truck sebesar 4,419 ton/jam, asphalt&#13;
finisher sebesar 30,399 ton/jam, tandem roller sebesar 13,460 ton/jam, dan pneumatic roller sebesar&#13;
22,024 ton/jam.&#13;
Nilai koefisien alat berat lapangan lebih besar dibandingkan dengan koefisien rencana,&#13;
yang mengindikasikan adanya penurunan efisiensi kerja alat. Penurunan efisiensi disebabkan karena&#13;
beberapa faktor, antara lain waktu tunggu alat yang cukup tinggi, ketidakseimbangan kinerja antar&#13;
alat berat, kondisi teknis alat, serta pengaruh kondisi lapangan dan cuaca. Berdasarkan analisis&#13;
kebutuhan alat berat, diperlukan penyesuaian jumlah alat berat agar tercapai keseimbangan kerja&#13;
yang lebih efisien. Dengan demikian, pengelolaan dan penyesuaian kombinasi alat berat berdasarkan&#13;
produktivitas aktual lapangan sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan&#13;
pekerjaan lapis permukaan jalan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hec-ras 6.6 Dam Break Analysis With InaSAFE Disaster Impact Assessment Approach of Bili Bili Dam</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63084" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahmatna, Teuku Dimaz</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63084</id>
<updated>2026-05-30T06:16:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hec-ras 6.6 Dam Break Analysis With InaSAFE Disaster Impact Assessment Approach of Bili Bili Dam
Rahmatna, Teuku Dimaz
Bili Bili Dam is a zoned rockfill embankment dam that plays a critical role in water supply,&#13;
hydropower, and flood control for the Jeneberang River Basin. However, with an effective reservoir&#13;
volume of 346 million m3&#13;
&#13;
, the dam possesses a high hazard potential to the downstream area. In&#13;
accordance with Permen PUPR No.27/PRT/M/2015, every dam is required to develop and&#13;
periodically review its emergency action plan, particularly when changes occur in hydrology&#13;
conditions, environmental factors, or the social conditions of the downstream. Therefore, a dam&#13;
break analysis is essential to support emergency compilation and disaster-risk reduction for the Bili&#13;
Bili Dam.&#13;
This study performs a comprehensive dam break analysis using HEC‐RAS 6.6 through an&#13;
integrated 1D-2D unsteady flow modelling approach. The 1D model represents the river channel&#13;
hydrodynamics, while the 2D domain captures the floodplain propagation and inundation behaviour.&#13;
Breach parameters were determined using the empirical equations of Froehlich (2016), and three&#13;
piping‐failure scenarios were simulated at breach-initiation elevations for both the Main Dam and&#13;
the Right‐Wing Dam. Hazard and exposure data processed in QGIS and analyzed using InaSAFE&#13;
5.0.7 to quantify potential impacts. Numerical stability was achieved through stepwise calibration&#13;
of steady and unsteady simulations.&#13;
The simulation revealed that the highest peak discharge reached 30,635.40 m3/s under the&#13;
Right‐Wing Dam top‐piping scenario, while the most extensive inundation of 238.336 km2 occurred&#13;
in the middle‐piping scenario. The results further showed that flood waves arrived in downstream&#13;
settlements in less than 3 hours, with maximum depths in Makassar occurring within 3–6 hours.&#13;
InaSAFE impact assessment indicated that up to 143,100 buildings, 2,017 km of road network, and&#13;
12,800 ha of farmland may be affected.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Sistem Drainase di Sekitar Kawasan Legolan, Sleman, Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63081" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fajri, Fauzul</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63081</id>
<updated>2026-05-30T04:30:32Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Sistem Drainase di Sekitar Kawasan Legolan, Sleman, Yogyakarta
Fajri, Fauzul
Kawasan Legolan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami&#13;
perkembangan permukiman dan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada kinerja sistem&#13;
drainase. Permasalahan utama adalah belum tersedianya saluran drainase di beberapa ruas jalan&#13;
seperti Gang Kantil dan Gang Melati yang terhubung dengan Jalan Ngemplak, sehingga&#13;
menyebabkan genangan air saat hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas sistem&#13;
drainase eksisting, menghitung debit limpasan, serta merencanakan dimensi saluran baru untuk titik-&#13;
titik yang belum memiliki drainase.&#13;
Metode penelitian mencakup analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi&#13;
menggunakan data curah hujan maksimum harian tahunan periode 2009–2023 dari tiga stasiun hujan&#13;
terdekat. Distribusi frekuensi dilakukan dengan metode Log Pearson Tipe III yang teruji sesuai&#13;
melalui uji Chi-Kuadrat. Intensitas hujan dihitung dengan rumus Mononobe, dan debit limpasan&#13;
dihitung dengan metode rasional. Analisis hidraulika meliputi perhitungan kapasitas saluran&#13;
eksisting berdasarkan dimensi dan kemiringan saluran draianse.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam saluran yang ditinjau, tiga saluran yaitu AB,&#13;
CB, dan BE tidak memiliki drainase sama sekali, sementara tiga saluran lainnya yaitu CD, DE, dan&#13;
EF memiliki kapasitas yang memadai. Perencanaan dimensi saluran baru untuk saluran AB, CB, dan&#13;
BE menghasilkan desain dengan lebar masing-masing saluran yaitu 0,32 m, 0,32 m, dan 0,38 m&#13;
serta kedalaman saluran yaitu 0,44 m, 0,44 m, dan 0,49 m yang telah dilengkapi tinggi jagaan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
