<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Psychology</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/4687" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/4687</id>
<updated>2026-05-14T16:56:46Z</updated>
<dc:date>2026-05-14T16:56:46Z</dc:date>
<entry>
<title>Hubungan Antara Dukungan Sosial Ibu Mertua dan Kepuasan Pernikahan pada Menantu Wanita di Masa Dewasa Awal</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62424" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hidayat, Noormalita</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62424</id>
<updated>2026-05-11T04:11:01Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Antara Dukungan Sosial Ibu Mertua dan Kepuasan Pernikahan pada Menantu Wanita di Masa Dewasa Awal
Hidayat, Noormalita
Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kepuasan pernikahan pada menantu wanita di masa dewasa awal. Subjek yang digunakan adalah 42 subjek yaitu menantu wanita dari berbagai kalangan serta berbagai jenis pekerjaan, berdomisili di Yogyakarta, berusia 20-40 tahun, dan tinggal bersama dengan mertua. Penelitian ini menggunakan skala IMMQS (Indonesian Moslem Marital Quality Scale) yang disusun oleh Wahyuningsih, dkk (2012) yang terdiri dari tiga aspek, yaitu : persahabatan, harmoni (kesesuaian) dan kepuasan terhadap anak. Skala dukungan sosial mertua yang disusun oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dukungan sosial yang dikemukakan oleh Uchino (Sarafino, 2012) yang terdiri dari empat aspek, yaitu : dukungan emosional/harga diri, dukungan informasi, dukungan instrumental, dan persahabatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial mertua dengan kepuasan pernikahan pada menantu wanita di masa dewasa awal, (r = 0.331, p= 0.016 dan p &lt;0.05), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Efikasi Diri Karier dan Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Sarjana di Perguruan Tinggi Swasta Islam di Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62349" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zahrani, Syafira Annastya</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62349</id>
<updated>2026-05-09T08:00:00Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Efikasi Diri Karier dan Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Sarjana di Perguruan Tinggi Swasta Islam di Yogyakarta
Zahrani, Syafira Annastya
Kesiapan kerja pada mahasiswa semester akhir menjadi hal yang penting, karena&#13;
dengan kesiapan kerja diharapkan mahasiswa memiliki keterampilan, kecakapan&#13;
dan mampu bersaing dengan lulusan-lulusan yang lainnya pada dunia kerja&#13;
nantinya. Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa efikasi diri karier&#13;
berkorelasi positif dengan kesiapan kerja, dimana efikasi diri karier dapat&#13;
mempengaruhi kemantapan mahasiswa dalam mengambil keputusan yang&#13;
berhubungan dengan karier nya. Studi ini membuktikan apakah terdapat hubungan&#13;
antara efikasi diri karier dengan kesiapan kerja pada mahasiswa semester akhir di&#13;
perguruan tinggi swasta Islam di Yogyakarta. Penulis menggunakan alat ukur&#13;
kesiapan kerja yang di kembangkan oleh Sultoni, Gunawan, Mangzila (2023) dan&#13;
alat ukur efikasi diri karier yang dikembangkan oleh Taylor dan Betz (1983).&#13;
Hipotesis dalam penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara efikasi diri karier&#13;
dengan kesiapan kerja pada mahasiswa akhir jenjang sarjana di Universitas Islam&#13;
Indonesia. Dengan jumlah akhir responden sebanyak 90. Analisis data&#13;
menggunakan JASP, pengambilan data dilakukan dengan metode Purposive&#13;
sampling menggunakan uji korelasional. hasilnya menunjukkan bahwa efikasi diri&#13;
karier dan kesiapan kerja pada mahasiswa semester akhir berkorelasi positif,&#13;
dimana efikasi diri karier meningkat maka kesiapan kerja juga akan meningkat.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan antara Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Kinerja pada Karyawan Bagian Pelayanan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61799" rel="alternate"/>
<author>
<name>Izza, Hafizul</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61799</id>
<updated>2026-04-21T03:23:33Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan antara Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Kinerja pada Karyawan Bagian Pelayanan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia
Izza, Hafizul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Organizational Citizenship Behavior dan kinerja pada karyawan bagian pelayanan mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara Organizational Citizenship Behavior dan kinerja pada karyawan bagian pelayanan mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 47 karyawan, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, bekerja di Divisi Akademik, Umum, SIM, Rumah Tangga, Keuangan, Sekertariat Prodi, dan Laboratorium. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur, yaitu skala kinerja karyawan yang dibuat oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang dikembangkan oleh Wiedower (Fayyaz, Naheed, &amp; Hasan, 2014) dan skala OCB Organizational Citizenship Behavior Scale (OCBS) yang dikembangkan oleh Podsakoff, MacKenzie, Moorman dan Fetter (1990). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan bantuan program komputer untuk analisis statistika yaitu SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 23.0 for Windows menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Organizational Citizenship Behavior dengan kinerja pada karyawan bagian pelayanan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (r = 0,776, p = 0,000 (p&lt;0,01)). Jadi, semakin tinggi Organizational Citizenship Behavior karyawan, kinerja pada karyawan bagian pelayanan mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Dengan demikian, hipotesis diterima.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Pemaafan dan Stres pada Karyawan Generasi Y di Sektor Pelayanan Restoran</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61787" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sanggusti, Akmal Maulana Luthfi Ridlo</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61787</id>
<updated>2026-04-20T08:05:25Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Pemaafan dan Stres pada Karyawan Generasi Y di Sektor Pelayanan Restoran
Sanggusti, Akmal Maulana Luthfi Ridlo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pemaafan dan stres pada karyawan Generasi Y di sektor pelayanan pada salah satu Restoran X yang berada di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu (a) PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur stres (10 aitem) skala yang dibuat oleh Cohen dan Williamson (1988) dengan α = 0.60, α dimensi 1= 0,75 dan α dimensi 2= 0.60; (b) skala pemaafan (18 aitem) yang dikembangkan oleh Thompson dan Synder (2003) dengan α= 0,76. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi spearman menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara pemaafan dan stres r= -0.31, dan p=0.000 (p&lt;0.05), yaitu semakin tinggi stres karyawan pelayanan maka semakin rendah pemaafan yang dimilikinya atau sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis penelitian adanya korelasi negatif antara pemaafan dan stres diterima.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
