<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Sociocultural Sciences</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/4685" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/4685</id>
<updated>2026-06-02T12:47:27Z</updated>
<dc:date>2026-06-02T12:47:27Z</dc:date>
<entry>
<title>Upaya Gerakan Perempuan Lokal Pada Konflik Ekologi Pertambangan Wadas Pada Tahun 2018-2025</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63118" rel="alternate"/>
<author>
<name>Salsabila, Tiara</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63118</id>
<updated>2026-06-02T03:53:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Upaya Gerakan Perempuan Lokal Pada Konflik Ekologi Pertambangan Wadas Pada Tahun 2018-2025
Salsabila, Tiara
Konflik ekologi di Desa Wadas merupakan bentuk eksploitasi sumber daya alam&#13;
akibat dari proyek pertambangan yang tidak sejalan dengan prinsip pembangunan&#13;
berkelanjutan. Proyek tersebut akan mengancam bentang alam dan kekayaan&#13;
hayati di Desa Wadas, serta kelangsungan hidup masyarakat lokal akan terancam&#13;
hilang. Kekhawatiran masyarakat terhadap resiko penambangan tersebut&#13;
mendorong masyarakat lokal khususnya perempuan untuk membentuk gerakan&#13;
penolakan yaitu, Wadon Wadas. Upaya yang dilakukan perempuan lokal lahir atas&#13;
kesadaran perempuan untuk memperjuangkan hak hidup, serta hubungan erat&#13;
antara perempuan dan alam Wadas. Penelitian ini menggunakan konsep&#13;
Ecofeminist Philosophy yang dikembangkan oleh Karen J. Warren melalui tiga&#13;
aspek: (1) feminism yang muncul pada peran perempuan melindungi dan menjaga&#13;
alam; (2) alam, ilmu pengetahuan terutama ekologi ilmiah, pembangunan, dan&#13;
teknologi yang saling berhubungan untuk mengakomodasikan keprihatinan&#13;
ekologis dan lingkungan yang diajukan oleh feminis dan masyarakat lokal; (3)&#13;
perspektif lokal yang menekankan pada peran perspektif masyarakat lokal dalam&#13;
analisis dan solusi terhadap isu-isu lingkungan dan gender. Upaya gerakan Wadon&#13;
Wadas dalam konflik ekologi pertambangan tidak terlepas dari tiga aspek filsafat&#13;
ekofeminisme. Penelitian ini menemukan bahwa aspek-aspek filsafat&#13;
ekofeminisme muncul dalam studi kasus konflik ekologi pertambangan di Desa&#13;
Wadas meski masih menjadi catatan bahwa konteks teknologi dan pembangunan&#13;
tidak sejalan dengan aspek yang terkait.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Islamofobia Struktural di India Pada Masa Pemerintahan PM Narendra Modi Tahun 2019-2024</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63104" rel="alternate"/>
<author>
<name>Naimah, A. Nurul</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63104</id>
<updated>2026-05-30T08:12:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Islamofobia Struktural di India Pada Masa Pemerintahan PM Narendra Modi Tahun 2019-2024
Naimah, A. Nurul
Islamofobia merupakan fenomena global yang telah berkembang dari prasangka individu&#13;
menjadi diskriminasi yang dilembagakan melalui kebijakan dan institusi negara. Di India,&#13;
Islamofobia memiliki karakteristik khusus karena berkaitan erat dengan nasionalisme&#13;
mayoritarian berbasis ideologi Hindutva, terutama sejak Narendra Modi menjabat sebagai&#13;
Perdana Menteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan dan&#13;
praktik negara pada masa pemerintahan PM Narendra Modi periode 2019–2024&#13;
berkontribusi dalam membentuk dan memperkuat Islamofobia struktural terhadap komunitas&#13;
Muslim di India. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library&#13;
research melalui analisis literatur, jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen&#13;
resmi pemerintah. Kerangka analisis yang digunakan adalah konsep Islamofobia struktural&#13;
dari Khaled A. Beydoun yang menekankan peran negara dalam melegitimasi diskriminasi&#13;
melalui hukum, kebijakan, retorika politik, serta praktik pengawasan dan represi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa kebijakan seperti Citizenship Amendment Act (CAA) 2019,&#13;
National Register of Citizens (NRC), pencabutan Pasal 370 dan 35A di Jammu dan Kashmir,&#13;
serta Undang-Undang anti-konversi mencerminkan pola diskriminasi sistematis yang&#13;
menargetkan komunitas Muslim secara tidak adil. Kebijakan tersebut dibingkai dalam narasi&#13;
keamanan dan integrasi nasional, namun berdampak pada pembatasan hak sipil dan&#13;
normalisasi marginalisasi Muslim.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Upaya Deterens Amerika Serikat Terhadap Ekspansi Tiongkok Melalui Foreign Military Sales Ke Taiwan 2021-2024</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63096" rel="alternate"/>
<author>
<name>Satria, Muhammad Fadhil Riski</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63096</id>
<updated>2026-05-30T07:16:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Upaya Deterens Amerika Serikat Terhadap Ekspansi Tiongkok Melalui Foreign Military Sales Ke Taiwan 2021-2024
Satria, Muhammad Fadhil Riski
Selat Taiwan merupakan salah satu kawasan paling rawan konflik di dunia&#13;
akibat meningkatnya ketegangan antara Tiongkok, Taiwan, dan Amerika Serikat.&#13;
Kebangkitan Tiongkok di bawah Xi Jinping yang menegaskan Taiwan sebagai&#13;
bagian dari kedaulatannya mendorong peningkatan tekanan militer dan politik&#13;
yang semakin intensif. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Biden merespons&#13;
dinamika ini melalui program Foreign Military Sales sebagai instrumen deterens&#13;
untuk menjaga status quo dan menahan ekspansi Tiongkok. Menggunakan&#13;
kerangka deterens Steven L. Spiegel yang menekankan komitmen, kapabilitas,&#13;
dan kredibilitas, penelitian ini menyimpulkan bahwa FMS era Biden memenuhi&#13;
ketiga unsur tersebut, namun efektivitasnya bersifat parsial karena berhasil&#13;
mencegah konfrontasi militer langsung tetapi belum mampu menghentikan&#13;
operasi zona abu-abu Tiongkok secara menyeluruh.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pola-pola Komunikasi Pelatih dan Atlet UKM Pencak Silat di Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gadjah Mada</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63094" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ratnasari, Desy</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63094</id>
<updated>2026-05-30T07:11:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pola-pola Komunikasi Pelatih dan Atlet UKM Pencak Silat di Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gadjah Mada
Ratnasari, Desy
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana pola-pola komunikasi dan&#13;
bentuk komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet dari UKM Pencak Silat di&#13;
Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Pada penelitian ini, metode&#13;
yang digunakan ialah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif dan untuk data&#13;
penelitian ini didapatkan penulis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan&#13;
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dua arah&#13;
(interaksional) dan komunikasi interpersonal, baik secara verbal maupun nonverbal&#13;
memiliki peran penting dalam proses pelatihan dan pertandingan. Komunikasi yang&#13;
diterapkan mencerminkan prinsip keterbukaan, empati, sikap positif, dan kesetaraan yang&#13;
membentuk hubungan emosional antara pelatih dan atlet.&#13;
Temuan dari penelitian ini memperlihatkan adanya pola komunikasi pertukaran&#13;
sosial, pola permainan, dan pola peranan yang berada dalam gaya dan intensitas interaksi&#13;
di kedua universitas. Pelatih UII lebih mengedepankan komunikasi humanistik dan&#13;
emosional, sedangkan pelatih UGM lebih menekankan instruksi langsung yang dipadukan&#13;
dengan pendekatan informal seperti kegiatan makrab dan makan bersama. Perbandingan&#13;
menunjukkan bahwa meskipun pendekatan berbeda, kedua UKM berhasil membentuk&#13;
komunikasi terhadap perkembangan pencapaian prestasi atlet. Oleh karena itu, pola&#13;
komunikasi yang efektif bukan hanya sebagai sarana teknis, tetapi juga sebagai alat&#13;
pembinaan karakter dan memotivasi dalam pengembangan atlet pencak silat di lingkungan&#13;
perguruan tinggi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
