<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Sustainability in Architecture (SIA)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45162" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45162</id>
<updated>2026-04-22T15:55:11Z</updated>
<dc:date>2026-04-22T15:55:11Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisa Biaya Struktur Bangunan Dengan Metode Delivery Konvensional Dan IPD Studi Kasus: RM Pringsewu Pangandaran, Jawa Barat</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45677" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tama, Bintang Satria</name>
</author>
<author>
<name>Handoyotomo, Handoyotomo</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45677</id>
<updated>2023-10-24T13:06:36Z</updated>
<published>2021-11-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Biaya Struktur Bangunan Dengan Metode Delivery Konvensional Dan IPD Studi Kasus: RM Pringsewu Pangandaran, Jawa Barat
Tama, Bintang Satria; Handoyotomo, Handoyotomo
Industri bangunan saat ini belum efisien, dengan hampir sepertiga proyek&#13;
kehilangan target anggaran atau jadwal. Desainer dan pembangunan oleh delivery struktur&#13;
dan kontrak tradisional, menciptakan ketidakpercayaan dan mencegah wawasan konstruksi&#13;
membuat desain menjadi lebih efektif. Menurut penelitian AIA untuk Dewan Eksekutif&#13;
Komponen Arsitektur (CACE) AIA, hampir 40 persen proyek berakhir terlambat dari jadwal&#13;
dan lebih dari 60 persen melebihi anggaran menggunakan model delivery tradisional, tetapi&#13;
presentase itu berkurang setengahnya untuk model collaborative delivery. Kajian ini&#13;
dilakukan guna menemukan perbedaan-perbedaan mendasar pada dengan mempraktikkan&#13;
kedua metode delivery pada satu proses pekerjaan arsitektur yang sama. Guna dapat&#13;
dihimpun dan memperkaya solusi-solusi baru praktik dunia AEC (Architecture, Engineering&#13;
&amp; Construction) yang lebih efisien.
</summary>
<dc:date>2021-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisa Cost Effective Struktur Baja Terhadap Efesiensi Bangunan Dengan Metode Integrated Project Delivery (IPD) Studi Kasus: Office &amp; Workshop Bengkel di Bekasi, Jawa Barat</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45676" rel="alternate"/>
<author>
<name>Gumilar, Syifa Azahra</name>
</author>
<author>
<name>Handoyotomo, Handoyotomo</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45676</id>
<updated>2023-10-24T13:05:02Z</updated>
<published>2021-11-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Cost Effective Struktur Baja Terhadap Efesiensi Bangunan Dengan Metode Integrated Project Delivery (IPD) Studi Kasus: Office &amp; Workshop Bengkel di Bekasi, Jawa Barat
Gumilar, Syifa Azahra; Handoyotomo, Handoyotomo
Dalam perkembangan zaman material konstruksi pada sebuah perencanaan biaya sangat&#13;
berpengaruh terhadap kinerja bangunan. Metode Traditional Project Delivery (TPD) yang saat ini&#13;
masih banyak digunakan oleh pihak pembangunan proyek di Indonesia masih memiliki beberapa&#13;
keterbatasan. Dalam proyek yang dilakukan dengan kontrak panjang maupun pendek sering&#13;
terindikasi sebuah masalah. Kesalahan bisa disebabkan dari laporan keuangan, pelaksanaan kontruksi,&#13;
pemilihan material, dll. Salah satunya dalam proyek kantor yaitu Office &amp; Workshop Bengkel di Bekasi&#13;
ini pemilihan struktur dengan menggunakan material rangka baja, dimana material baja tersebut&#13;
sangat memakan biaya yang banyak. Teknologi baru dapat membantu dan memberikan peluang untuk&#13;
berkembang menjadi efektif dan efesien, sehingga teracapainya cost effective dalam kinerja biaya&#13;
perencanaan sebuah proyek. Integreted Project Delivery (IPD) adalah pendekatan untuk meningkatkan&#13;
implementasi proyek. Metode IPD berbeda dengan metode TPD, dimana IPD memberikan efisiensi,&#13;
penghematan biaya dan dapat meningkatkan produktivitas untuk konstruksi bangunan, salah satunya&#13;
dengan menggunakan BIM. Penggunaan BIM ini berfungsi untuk cross check sebagai prosedur&#13;
komunikasi dan kolaborasi antar stakeholder, dari penggunaan teknologi yang dipakai dapat&#13;
mengidentifikasi prosedur quality control, dan struktur model. Metode penelitian dilakukan secara&#13;
kuantitatif, dengan melakukan analisis komparasi antara metode TPD dengan metode IPD. Untuk itu&#13;
penelitian ini dapat mengetahui biaya yang tidak diduga, sehingga kesalahan sebelumnya dapat&#13;
dihindari dan diperbaiki.
</summary>
<dc:date>2021-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisa Efektivitas Biaya Pada Elemen Pemipaan Bangunan Menggunakan Metode Integrated Project Delivery Studi Kasus: Proyek Fasilitas Kesehatan Masyarakat di Jawa Timur</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45675" rel="alternate"/>
<author>
<name>Azzura, Nadya Putri</name>
</author>
<author>
<name>Handoyotomo, Handoyotomo</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45675</id>
<updated>2023-10-24T13:02:39Z</updated>
<published>2021-11-30T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisa Efektivitas Biaya Pada Elemen Pemipaan Bangunan Menggunakan Metode Integrated Project Delivery Studi Kasus: Proyek Fasilitas Kesehatan Masyarakat di Jawa Timur
Azzura, Nadya Putri; Handoyotomo, Handoyotomo
Dalam metode pendekatan Traditional Project Delivery (TPD) kerap ditemukan berbagai&#13;
masalah sehingga dianggap tidak efisien. Objek dari makalah ini adalah menggarisbawahi dan&#13;
menggambarkan peran simulasi Integrated Project Delivery (IPD) dalam memperhitungkan volume&#13;
serta efektivitas biaya pada elemen yang dipilih dalam sebuah proyek untuk kemudian dibandingkan&#13;
dengan perhitungan yang telah dilakukan dengan pendekatan TPD. Selanjutnya, makalah ini juga&#13;
menggambarkan peran dari permodelan informasi bangunan atau building information modelling&#13;
(BIM) dalam mengintegrasikan sistem-sistem serta elemen-elemen dalam bangunan untuk dapat&#13;
didiskusikan oleh seluruh pihak sebelum proses konstruksi sebagai usaha preventif mencegah masalah&#13;
saat pelaksanaan melalui deteksi dini. Metode yang digunakan adalah metode komparasi simulatif&#13;
antara TPD dan IPD dengan melakukan perhitungan volume serta biaya dari elemen terpilih. Tujuan&#13;
dari makalah ini adalah untuk menggambarkan bagaimana tingkat efektivitas biaya elemen terpilih&#13;
dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan pendekatan IPD yang dibantu dengan pengoperasian&#13;
BIM. Hasil dari makalah ini adalah perbandingan kuantitas volume serta biaya antara perhitungan&#13;
metode TPD dan IPD sehingga dapat diketahui proyeksi biaya yang lebih valid pada elemen terpilih.
</summary>
<dc:date>2021-11-30T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ARSITEKTUR INFILL MUSEUM Studi Kasus : Rancangan Gedung Pameran Tetap dalam Komplek Museum Sonobudoyo, D.I Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45674" rel="alternate"/>
<author>
<name>Irianto, Kuncoro Rizqy</name>
</author>
<author>
<name>Wibisono, Tony Kunto</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45674</id>
<updated>2023-10-24T12:58:31Z</updated>
<published>2018-01-31T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ARSITEKTUR INFILL MUSEUM Studi Kasus : Rancangan Gedung Pameran Tetap dalam Komplek Museum Sonobudoyo, D.I Yogyakarta
Irianto, Kuncoro Rizqy; Wibisono, Tony Kunto
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengunjung, Museum Sonobudoyo akan&#13;
meningkatkan sarana prasarana museum. Berdasarkan Masterplan Museum Sonobudoyo Tahun&#13;
2014 telah diamanatkan untuk melakukan pembangunan gedung baru dan lingkungannya yang&#13;
terletak di bagian belakang komplek Museum Sonobudoyo Unit 1, Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta.&#13;
Pembangunan gedung baru Museum Sonobudoyo dan lingkunganya sangat diperlukan mengingat&#13;
koleksi yang dipamerkan di Pameran Tetap hanya 397 dari 62.661 atau 0,6 % dari keseluruhan&#13;
koleksi. (KAK Penyusunan DED Gedung Pameran Tetap Museum Sonobudoyo). Mengingat urgensi&#13;
dari kebutuhan akan penambahan fasilitas guna meningkatkan sarana dan prasarana museum,&#13;
maka diperlukan sebuah metode khusus dalam proses perancangan Gedung Pameran Tetap&#13;
Museum Sonobudoyo ini. Arsitektur Konservasi dengan pendekatan Infill Design dipilih untuk menjadi&#13;
solusi desain mengingat Komplek Museum Sonobudoyo sendiri merupakan kawasan Cagar&#13;
Budaya (SK Menteri NoPM.89/PW.007/MKP/2011) yang perlu penanganan khusus. Tulisan ini&#13;
berisikan analisis untuk mengetahui mengenai tingkat eksplorasi dan kesesuaian terhadap proses&#13;
desain yang telah dilakukan dengan metode Arsitektur Infill pada rancangan Gedung Pameran&#13;
Tetap Museum Sonobudoyo.
</summary>
<dc:date>2018-01-31T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
