<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Civil Engineering and Planning</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/45" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/45</id>
<updated>2026-09-28T20:12:56Z</updated>
<dc:date>2026-09-28T20:12:56Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Prioritas Pemeliharaan Bangunan Berdasarkan Tingkat Layanan Menurut Sudut Pandang Pengguna</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67128" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fadlila, Muhammad Rizky</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67128</id>
<updated>2026-09-12T08:14:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Prioritas Pemeliharaan Bangunan Berdasarkan Tingkat Layanan Menurut Sudut Pandang Pengguna
Fadlila, Muhammad Rizky
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta yang telah berusia lebih dari 25 tahun&#13;
berfungsi sebagai pusat berbagai aktivitas di lingkungan universitas. Pemeliharaan bangunan&#13;
dilakukan untuk memastikan agar tingkat pelayanan bangunan tetap berada dalam kondisi yang baik.&#13;
Tingkat pelayanan bangunan dievaluasi berdasarkan empat kriteria, yaitu keselamatan, kesehatan&#13;
pengguna, kenyamanan, dan kemudahan. Setiap kriteria memiliki tiga subkriteria sebagai&#13;
pendalaman setiap kriteria. Keterbatasan biaya pemeliharaan menyebabkan pemeliharaan tidak bisa&#13;
dilakukan secara bersamaan.&#13;
Penentuan tingkat kepentingan kriteria diambil untuk mendapatkan urutan bagian mana yang&#13;
perlu dilakukan pemeliharaan segera agar tingkat layanan gedung rektorat dalam keadaan baik.&#13;
Penilaian kepentingan terhadap masing-masing kriteria dan subkrtieria diperoleh dari sudut pandang&#13;
pengguna bangunan melalui penyebaran kuesioner. Responden pada penelitian kali ini adalah&#13;
responden yang paham terkait pemeliharaan bangunan dan tingkat pelayanan bangunan, agar hasil&#13;
penilaian dapat digunakan dan konsisten. Data penilaian dianalisis menggunakan metode Analytical&#13;
Hierarchy Process (AHP) menggunakan perbandingan berpasangan antar kriteria dan subkriteria&#13;
untuk menentukan tingkat kepentingan relatif masing-masing kriteria dan subkriteria.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kesehatan pengguna memiliki prioritas&#13;
kepentingan tertinggi dengan bobot prioritas sebesar (0,333), diikuti oleh kriteria kenyamanan&#13;
(0,297), selanjutkan kriteria keselamatan (0,242), dan urutan terakhir kriteria kemudahan (0,128).&#13;
Masing-masing nilai bobot prioritas perlu dilakukan pengecekan konsistensi agar nilai dapat&#13;
digunakan dengan syarat nilai Consistency Ratio (CR) dibawah 10% atau CR &lt; 0,1.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Respons Seismik Provinsi Papua Barat Daya Berdasarkan Analisis Bahaya Seismik Probabilistik: Peta, Kelas Situs, dan Faktor Amplifikasi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67013" rel="alternate"/>
<author>
<name>Permatasari, Indah Permatasari 24914009</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67013</id>
<updated>2026-09-11T03:53:42Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Respons Seismik Provinsi Papua Barat Daya Berdasarkan Analisis Bahaya Seismik Probabilistik: Peta, Kelas Situs, dan Faktor Amplifikasi
Permatasari, Indah Permatasari 24914009
Papua dan Papua Barat Daya terletak di paling timur wilayah Indonesia. Struktur&#13;
tatanan lempeng tektonik Papua dan Papua Barat Daya terletak pada pertemuan tiga&#13;
lempeng kerak bumi yaitu lempeng pasifik, lempeng Hindia-Australia dan lempeng&#13;
Eurasia. Kondisi ini menyebabkan Papua dan Papua Barat Daya banyak digoncang gempa&#13;
bumi. Kota Sorong merupakan salah satu kota di Provinsi Papua Barat Daya. Di daerah ini&#13;
terdapat sesar Sorong yang merupakan retakan besar dalam kerak bumi. Selain Sesar&#13;
Sorong masih banyak sesar aktif lainnya yang berpotensi menimbulkan gempa di Pulau&#13;
Papua, seperti halnya Sesar Koor dan Sesar Sorong-Yapen. Hal tersebutlah yang&#13;
melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai bahaya&#13;
seismik di Papua Barat Daya.&#13;
Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari upaya untuk mengidentifikasi bahaya&#13;
seismik di Papua Barat Daya yang dilakukan berdasarkan metode Probabilistic Seismic&#13;
Hazard Analysis(PSHA). Tahapan analisis dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data&#13;
gempa, karakterisasi sumber gempa, analisis bahaya gempa agar dapat membuat peta&#13;
percepatan tanah di batuan dasar dan permukaan untuk probabilitas terlampaui 2% dan&#13;
10% dalam 50 tahun. Kemudian dilakukan deagregasi guna mencari magnitude dan jarak&#13;
dominan untuk melakukan spectral matching dan selanjutnya dilakukan analisis respon&#13;
dinamika tanah untuk mecari faktor amplifikasi, percepatan tanah di permukaan berikut&#13;
respons spektra.&#13;
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan periode PGA di batuan dasar&#13;
untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.15 – 0.2g, sedangkan&#13;
probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.05 – 1.2g. Periode 0.2 detik di batuan&#13;
dasar untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.3 sampai &gt;3.5g,&#13;
sedangkan probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.2 – 3g. Periode 1 detik di&#13;
batuan dasar untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.15 – 2g,&#13;
sedangkan probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.05 – 1g. Kemudian periode&#13;
PGA di permukaan untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.2 –&#13;
3.5g, sedangkan probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.1 – 3.5g. Periode 0.2&#13;
detik di permukaan untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.4 –&#13;
3.5g, sedangkan probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.25 – 3.5g. Periode 1&#13;
detik di permukaan untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun berkisar antara 0.01&#13;
– 3.5g, sedangkan probabilitas 10% dalam 50 tahun berkisar antara 0.1 – 2.5g. Klasifikasi&#13;
kelas situs tanah menunjukkan Provinsi Papua Barat Daya masuk kedalam kelas situs SD,&#13;
SC dan SB. Dan untuk faktor amplifikasi tanah di Kota Sorong menunjukkan adanya&#13;
deamplifikasi sebesar 0.8938 untuk amplifikasi PGA serta 0.6415 untuk amplifikasi respon&#13;
spektra pada gempa Coalinga. Sementara itu, pada gempa Palm Springs deamplifikasi&#13;
sebesar 0.5203 untuk amplifikasi PGA serta 0.4893 untuk amplifikasi respon spektra.&#13;
Adapun deamplifikasi tersebut disebabkan oleh kondisi tanah yang sangat lunak di lokasi&#13;
penelitian.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Kinerja Sistem Saluran Drainase di Sekitar Kawasan Dusun Krawitan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66951" rel="alternate"/>
<author>
<name>Branata, Sulaiman Hadi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66951</id>
<updated>2026-09-09T08:56:43Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Kinerja Sistem Saluran Drainase di Sekitar Kawasan Dusun Krawitan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Branata, Sulaiman Hadi
Wilayah Dusun Krawitan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami&#13;
perkembangan permukiman dan perubahan tata guna lahan yang berpotensi memengaruhi kinerja&#13;
sistem drainase. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah tertutupnya saluran drainase oleh&#13;
beton pada beberapa ruas jalan, khususnya Jalan Kimpulan dan Jalan Sakura, sehingga limpasan&#13;
permukaan mengalir di atas badan jalan dan menyebabkan genangan. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi kapasitas sistem drainase, menghitung debit limpasan rencana, mendesain ulang&#13;
saluran yang tidak mampu menampung debit rencana, serta merencanakan saluran baru pada ruas&#13;
jalan yang belum memiliki drainase.&#13;
Penelitian ini menggunakan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan&#13;
menggunakan data curah hujan maksimum tahunan periode 2011–2023 dari Stasiun Hujan&#13;
Prumpung. Curah hujan rencana ditentukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III diuji&#13;
dengan uji Chi-Kuadrat, intensitas hujan dihitung dengan metode Mononobe, dan debit banjir&#13;
rencana dihitung menggunakan Metode Rasional dengan kala ulang hujan 2 tahun. Analisis&#13;
hidraulika dilakukan berdasarkan hasil pengukuran dimensi saluran eksisting untuk menghitung&#13;
kapasitas saluran.&#13;
Hasil analisis menunjukkan debit kapasitas saluran (Qc) pada Saluran AB, BC, CE, DE, EG,&#13;
dan FG berurutan sebesar 0,597, 0,486, 0,282, 0,384, 2,752, dan 0,431 m3/detik. Debit limpasan (Qi)&#13;
pada Saluran AB, BC, CE, DE, EG, dan FG berurutan sebesar 0,073, 0,201, 0,235, 0,394, 0,365, dan&#13;
0,178 m3/detik. Berdasarkan hasil evaluasi, Saluran DE memerlukan perencanaan ulang dimensi&#13;
saluran. Saluran DE direncanakan dengan saluran berbentuk segi empat dengan lebar saluran (b)&#13;
sebesar 0,568 m dan tinggi saluran (h) sebesar 0,284 m, serta diberikan tinggi jagaan (W) sebesar&#13;
0,4 m.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kinerja Operasional dan Kepuasan Penumpang Trans Padang Koridor I</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66947" rel="alternate"/>
<author>
<name>Shandy, Geraldin Firyan</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66947</id>
<updated>2026-09-09T08:38:10Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kinerja Operasional dan Kepuasan Penumpang Trans Padang Koridor I
Shandy, Geraldin Firyan
Transportasi umum memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat&#13;
perkotaan. Salah satu layanan angkutan massal di Kota Padang adalah Bus Trans Padang Koridor I&#13;
rute Lubuk Buaya–Pasar Raya. Meskipun menjadi koridor utama, masih terdapat berbagai&#13;
permasalahan terkait kinerja operasional dan kualitas pelayanan yang berpotensi memengaruhi&#13;
tingkat kepuasan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional Trans&#13;
Padang Koridor I berdasarkan standar pelayanan yang berlaku, mengidentifikasi karakteristik&#13;
penumpang, mengevaluasi kinerja pelayanan menggunakan metode Importance Performance&#13;
Analysis (IPA), menganalisis tingkat kepuasan penumpang menggunakan metode Customer&#13;
Satisfaction Index (CSI), serta merumuskan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan.&#13;
Indikator kinerja operasional yang digunakan meliputi load factor, headway, waktu sirkulasi,&#13;
dan kecepatan perjalanan. Penilaian kinerja mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal&#13;
Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor&#13;
98 Tahun 2013. Data diperoleh melalui survei operasional lapangan dan penyebaran kuesioner&#13;
kepada 113 responden pengguna Trans Padang Koridor I. Analisis tingkat pelayanan dilakukan&#13;
menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) berdasarkan pendekatan Piñeiro&#13;
dkk. (2006), sedangkan tingkat kepuasan penumpang dianalisis menggunakan metode Customer&#13;
Satisfaction Index (CSI) dengan skala Likert lima tingkat.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator headway, waktu sirkulasi, dan kecepatan&#13;
perjalanan telah memenuhi standar pelayanan, sedangkan nilai load factor rata-rata sebesar 21%&#13;
pada hari Sabtu dan 19% pada hari Senin masih berada di bawah standar ideal sebesar 70%.&#13;
Karakteristik penumpang didominasi oleh laki-laki berusia 20–29 tahun, berstatus pelajar atau&#13;
mahasiswa dengan tujuan perjalanan untuk pendidikan. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa&#13;
atribut yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan meliputi kondisi pendingin udara (AC),&#13;
ketersediaan APAR dan kotak P3K, informasi pelayanan, serta sikap dan perilaku pengemudi&#13;
maupun petugas halte. Sementara itu, hasil analisis CSI memperoleh nilai sebesar 84,811%, yang&#13;
menunjukkan bahwa tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan Bus Trans Padang Koridor I&#13;
berada pada kategori sangat puas. Meskipun demikian, peningkatan kualitas pelayanan pada atribut&#13;
prioritas dan upaya meningkatkan jumlah pengguna masih diperlukan untuk mengoptimalkan&#13;
kinerja layanan Trans Padang.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
