<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SAKAPARI 2023 #SERIES 11</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/42891" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/42891</id>
<updated>2026-04-21T20:42:14Z</updated>
<dc:date>2026-04-21T20:42:14Z</dc:date>
<entry>
<title>PENGARUH TIPE BUKAAN TERHADAP KINERJA ANGIN DALAM RUANG PADA RUMAH TINGGAL DI DUSUN MLANGI, SLEMAN, YOGYAKARTA</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/47282" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hanifah, Jihan 'Azzah</name>
</author>
<author>
<name>Sugini, Sugini</name>
</author>
<author>
<name>Handoko, Jarwa Prasetya Sih</name>
</author>
<author>
<name>Fauziah, Isyrin</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/47282</id>
<updated>2024-02-04T20:51:17Z</updated>
<published>2023-09-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH TIPE BUKAAN TERHADAP KINERJA ANGIN DALAM RUANG PADA RUMAH TINGGAL DI DUSUN MLANGI, SLEMAN, YOGYAKARTA
Hanifah, Jihan 'Azzah; Sugini, Sugini; Handoko, Jarwa Prasetya Sih; Fauziah, Isyrin
Bangunan menjadi penyumbang energi terbesar saat ini, disumbang dari&#13;
sistem air conditioning (AC), pencahayaan, dan lainnya. Bangunan sangat terikat dengan&#13;
arsitektur, sehingga dunia arsitektur memiliki peran untuk membantu agar lingkungan&#13;
menjadi berkelanjutan, dengan cara meminimalkan penggunaan energi. Salah satu cara&#13;
yaitu memanfaatkan passive design pada bangunan, seperti menggunakan bukaan&#13;
sebagai ventilasi alami untuk sirkulasi angin dalam ruang. Desa Mlangi menjadi salah&#13;
satu kawasan di Yogyakarta yang padat penduduk sehingga memiliki bangunan&#13;
terbangun dengan jumlah yang banyak. Maka dari itu akan dilakukan pengujian&#13;
seberapa efektif penggunaan bukaan sebagai ventilasi alami yang sudah dilakukan oleh&#13;
warga. Pengujian akan dilakukan dengan melihat perbedaan dari tipe jendela yang&#13;
digunakan, kemudian akan dikumpulkan data kinerja angin dalam ruang pada beberapa&#13;
rumah warga, dan akan diuji menggunakan software CFD, untuk melihat bagaimana&#13;
perbedaan tiap jendela pada tiap bangunan akan mempengaruhi kinerja angin dalam&#13;
ruang. Sehingga, menghasilkan hasil akhir bahwa terdapat pengaruh dari perbedaan tipe&#13;
jendela dengan kecepatan angin dalam ruang.
</summary>
<dc:date>2023-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>KENYAMANAN DAN KEAMANAN BAGI ANAK PADA RUANG BERMAIN DI PERMUKIMAN GUNUNG KETUR, KOTA YOGYAKARTA</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/47281" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pangastuti, Ovinna</name>
</author>
<author>
<name>Darmawati, Rini</name>
</author>
<author>
<name>Fauzi, Hilmi Nur</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/47281</id>
<updated>2024-02-04T20:48:56Z</updated>
<published>2023-09-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">KENYAMANAN DAN KEAMANAN BAGI ANAK PADA RUANG BERMAIN DI PERMUKIMAN GUNUNG KETUR, KOTA YOGYAKARTA
Pangastuti, Ovinna; Darmawati, Rini; Fauzi, Hilmi Nur
Ruang bermain menjadi suatu kebutuhan penting terutama bagi kalangan&#13;
anak-anak untuk belajar bersosialisasi, memahami, dan mengenal lingkungan sekitar.&#13;
Pada kawasan pemukiman Gunung Ketur di Kota Yogyakarta terdapat sebuah ruang&#13;
bermain anak yang terletak di dalam RTH (Ruang Terbuka Hijau). Pemanfaatan ruang&#13;
bermain anak di tengah keterbatasan lahan merupakan wujud pemenuhan ruang&#13;
bersama bersifat publik baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi fisik ruang&#13;
bermain dari segi kualitas fasilitas permainan mempengaruhi pola dan jenis kegiatan&#13;
yang dilakukan oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan &#13;
dan kenyamanan bagi anak bermain taman bermain di permukiman Gunung Ketur&#13;
Yogyakarta. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan data didapatkan&#13;
melalui survei lapangan, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian ini&#13;
menunjukkan ruang bermain anak di permukiman Gunung Ketur belum maksimal&#13;
memperhatikan keamanan dan kenyamanan fasilitas permainan yang telah tersedia.
</summary>
<dc:date>2023-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EVALUASI KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN KOMERSIAL KAFE DI GODEAN DENGAN DESAIN PASIF</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/47280" rel="alternate"/>
<author>
<name>Surya, Maulana Dwi</name>
</author>
<author>
<name>Suprahman, Faiz Hamdi</name>
</author>
<author>
<name>Puspitasari, Pratiwi Dyah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/47280</id>
<updated>2024-02-04T20:46:50Z</updated>
<published>2023-09-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EVALUASI KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN KOMERSIAL KAFE DI GODEAN DENGAN DESAIN PASIF
Surya, Maulana Dwi; Suprahman, Faiz Hamdi; Puspitasari, Pratiwi Dyah
Pentingnya teknik pencahayaan dalam desain interior kafe tidak bisa&#13;
diabaikan. Selain memberikan efisiensi energi, penggunaan cahaya alami juga dapat&#13;
menciptakan efek optik yang menarik. Pemenuhan standar pencahayaan yang sesuai&#13;
juga dipengaruhi oleh kualitas pencahayaan. Pendekatan ini melibatkan penggunaan&#13;
rumus yang sesuai dengan SNI 03-6575-2001 dan menerapkan Velux Daylight Visualizer&#13;
sebagai alat perancangan. Dengan menggunakan aplikasi ini, simulasi cahaya alami di&#13;
dalam kafe dapat dibuat dan hasilnya dapat dibandingkan dengan standar SNI kafe.&#13;
Tujuan utamanya adalah untuk menilai apakah pencahayaan di dalam kafe memenuhi&#13;
standar kenyamanan, dengan menggunakan hasil simulasi sebagai acuan untuk tingkat&#13;
kenyamanan yang diinginkan. Standar SNI 03-2396-2000, yang mengatur metode&#13;
perancangan sistem pencahayaan alami di dalam bangunan kafe, digunakan sebagai&#13;
pedoman dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan&#13;
merancang tingkat pencahayaan yang sesuai dengan standar SNI untuk kedai kopi&#13;
Godean. Dari hasil yang didapatkan ditemukan bahwa terdapat beberapa ruang yang&#13;
sudah memenuhi standar dan tidak memenuhi standar.
</summary>
<dc:date>2023-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KONSERVASI AIR PADA BANGUNAN SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA BERDASARKAN STANDAR GREENSHIP</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/47279" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rahmalia, Ulya</name>
</author>
<author>
<name>Wibisono, Tony Kunto</name>
</author>
<author>
<name>Sinaga, Bryan Putra Persada</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/47279</id>
<updated>2024-02-04T20:44:26Z</updated>
<published>2023-09-21T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KONSERVASI AIR PADA BANGUNAN SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA BERDASARKAN STANDAR GREENSHIP
Rahmalia, Ulya; Wibisono, Tony Kunto; Sinaga, Bryan Putra Persada
Gedung SMPN 8 Yogyakarta adalah bangunan kolonial yang terletak di&#13;
Kelurahan Terban, Yogyakarta. Pertumbuhan penduduk menjadikan Terban sebagai&#13;
kawasan padat penduduk dan rawan mengalami krisis air bersih karena penurunan&#13;
kualitas air tanah. Sumber air bersih di SMPN 8 Yogyakarta yang hanya mengandalkan&#13;
air sumur menyebabkan penggunaan air tanah menjadi tinggi dan meningkatkan potensi&#13;
terjadinya krisis air bersih pada bangunan. Kondisi itu mengakibatkan perlunya&#13;
dilakukan upaya untuk menjaga ketersediaan air bersih yaitu dengan cara konservasi air.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya konservasi air pada SMPN 8 Yogyakarta&#13;
dengan pendekatan greenship sehingga hasil dari penelitian ini bisa menjadi evaluasi&#13;
atau acuan dalam melakukan konservasi air. Metode pengumpulan data dilakukan secara&#13;
kualitatif dengan mengamati jumlah &amp; tipe sanitair, luas area bangunan, dan wawancara&#13;
dengan pengelola bangunan untuk mengetahui jumlah pengguna, jam operasional&#13;
gedung, sumber air dan upaya konservasi air yang telah dilakukan. Data – data tersebut&#13;
lalu dianalisis secara kuantitatif menggunakan water calculator for greenship. Hasil&#13;
penelitian ini menunjukkan bahwa nilai penggunaan air di SMPN 8 Yogyakarta yakni&#13;
sebesar 62,96 liter/hari sedangkan standar penggunaan air pada bangunan sekolah&#13;
menurut greenship adalah sebesar 50 liter/hari, sehingga diperlukan rekomendasi&#13;
perbaikan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.
</summary>
<dc:date>2023-09-21T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
