<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SAKAPARI 2022 #SERIES 10</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/42890" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/42890</id>
<updated>2026-04-26T20:52:58Z</updated>
<dc:date>2026-04-26T20:52:58Z</dc:date>
<entry>
<title>Tipologi Konsep Urban Garden yang Terjadi Akibat Pandemi dalam Mengurangi Transmisi Penularan Virus COVID-19 pada Kedai Kopi di Jakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43631" rel="alternate"/>
<author>
<name>Adenia, Irviananda</name>
</author>
<author>
<name>Samichat Ismail Tafridj, Issa</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43631</id>
<updated>2023-04-26T06:39:47Z</updated>
<published>2022-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Tipologi Konsep Urban Garden yang Terjadi Akibat Pandemi dalam Mengurangi Transmisi Penularan Virus COVID-19 pada Kedai Kopi di Jakarta
Adenia, Irviananda; Samichat Ismail Tafridj, Issa
Fase new normal mewajibkan masyarakat untuk hidup berdampingan&#13;
bersama virus dengan mengubah kebiasaan dan aktivitas kesehariannya, terutama pada&#13;
tempat-tempat ramai pengunjung seperti ruang publik. Kedai kopi, sebagai salah satu&#13;
ruang publik, mulai bermunculan dengan gaya dan konsep yang baru. Salah satu konsep&#13;
yang diharapkan dapat mewadahi ruang interaksi baru dalam suatu rancangan Kedai&#13;
Kopi adalah urban garden. Konsep ini merupakan suatu inovasi dimana terjadi suatu&#13;
batasan yang tidak terlihat antara ruang dalam dan ruang luar. Melalui penataan&#13;
lansekap yang lebih dominan, ruang luar diharapkan dapat memberikan keamanan&#13;
sekaligus keterbukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat tipologi Kedai Kopi baru&#13;
yang terbentuk akibat perubahan preferensi masyarakat dalam melakukan aktivitas&#13;
sosial sehari-harinya, dan bagaimana ruang publik meminimalisir transmisi penularan&#13;
virus COVID-19 melalui konsep urban garden. Metode yang digunakan adalah observasi&#13;
dan dokumentasi di 2 Kedai Kopi yang mengusung konsep urban garden di Kota Jakarta,&#13;
yaitu Tanatap Ampera dan Tanatap Meruya Utara. Penelitian ini berfokus pada sistem&#13;
spasial dan melihat kesamaan bentuk dan sifat dasar ruang dalam dan luar yang&#13;
terbentuk. Hasil dari penelitian ini adalah melihat bagaimana tipologi konsep urban&#13;
garden yang terbentuk di Kedai Kopi, dapat mengurangi transmisi penularan virus&#13;
corona di masa pandemi
</summary>
<dc:date>2022-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PROSES NAVIGASI MELALUI SISTEM PENUNJUK ARAH (WAYFINDING) PADA STASIUN CISAUK DI KOTA TANGERANG SELATAN</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43630" rel="alternate"/>
<author>
<name>W P Agusta, Salina</name>
</author>
<author>
<name>S I Tafridj, Issa</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43630</id>
<updated>2023-04-26T06:36:47Z</updated>
<published>2022-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PROSES NAVIGASI MELALUI SISTEM PENUNJUK ARAH (WAYFINDING) PADA STASIUN CISAUK DI KOTA TANGERANG SELATAN
W P Agusta, Salina; S I Tafridj, Issa
Seiring bertambahnya jumlah penumpang di Stasiun Cisauk, begitu pula&#13;
potensi meningkatnya kompleksitas sistem sirkulasi stasiun. Hal ini dapat memicu&#13;
disorientasi atau kebingungan bagi pengguna dan pengunjung saat bernavigasi di&#13;
stasiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses navigasi yang mempengaruhi&#13;
pengalaman spasial sebagai pengguna KRL Rute Tangerang-Jakarta. Penelitian ini&#13;
berfokus mengkaji proses navigasi di dalam stasiun Cisauk dengan menggunakan&#13;
pendekatan sistem penunjuk arah (wayfinding) dan akan dievaluasi berdasarkan elemenelemen&#13;
yang&#13;
terkandung&#13;
di&#13;
dalamnya.&#13;
Berdasarkan&#13;
hasil&#13;
observasi,&#13;
Stasiun&#13;
Cisauk&#13;
telah&#13;
&#13;
memenuhi&#13;
11&#13;
dari&#13;
16&#13;
elemen&#13;
wayfinding,&#13;
yang&#13;
terdiri&#13;
dari&#13;
hampir&#13;
68%&#13;
elemen&#13;
terpenuhi&#13;
&#13;
dan&#13;
32%&#13;
tidak&#13;
terpenuhi.&#13;
Fasilitas&#13;
dan&#13;
pelayanan&#13;
publik&#13;
di&#13;
dalam&#13;
Stasiun&#13;
Cisauk&#13;
masih&#13;
&#13;
dapat&#13;
&#13;
ditingkatkan berdasarkan situasi dan kondisi di kawasan Cisauk untuk&#13;
menciptakan dinamika dan pengalaman positif secara berkala
</summary>
<dc:date>2022-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>EVALUASI HASIL RANCANGAN YANG MENGGUNAKAN METODE DESAIN PARTISIPATIF DI RPTRA BAHARI</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43629" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nicolas, Christopher</name>
</author>
<author>
<name>Lidwina Pandiangan, Melania</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43629</id>
<updated>2023-04-26T06:33:14Z</updated>
<published>2022-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">EVALUASI HASIL RANCANGAN YANG MENGGUNAKAN METODE DESAIN PARTISIPATIF DI RPTRA BAHARI
Nicolas, Christopher; Lidwina Pandiangan, Melania
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) merupakan hasil dari program&#13;
kerja Kota Layak Anak yang dicetuskan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2015. RPTRA&#13;
dibangun di kawasan perumahan padat penduduk dengan tujuan agar masyarakat dapat&#13;
menggunakan dan merasakan manfaatnya secara langsung. Pembangunan RPTRA&#13;
ditujukan kepada anak–anak agar memiliki tempat yang aman bagi mereka untuk&#13;
beraktifitas. Program–program kerja yang terdapat di RPTRA dibuat untuk membantu&#13;
perkembangan anak. RPTRA Bahari merupakan satu dari enam RPTRA yang dibangun&#13;
pada tahap awal. RPTRA Bahari dibangun menggunakan metode desain partisipatif FGD&#13;
(Focus Group Disscussion). Penggunaan metode desain partisipatif FGD dapat&#13;
menghasilkan sebuah rancangan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam penelitian ini&#13;
pengumpulan data menggunakan metode kualitatif, di mana data dibagi menjadi dua&#13;
yaitu primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang di dapat dari hasil survei&#13;
lokasi, wawancara, dan kuesioner yang nantinya akan di analisis dengan data sekunder&#13;
berupa literatur dari penelitian sebelumnya dan juga buku-buku yang menjelaskan&#13;
beragam teori
</summary>
<dc:date>2022-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PENERAPAN KONSEP URBAN KATALIS PADA M BLOC SPACE</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43628" rel="alternate"/>
<author>
<name>Luthfiyyah Rahmah, Haura</name>
</author>
<author>
<name>Adi Kurniawan, Titus</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43628</id>
<updated>2023-04-26T06:21:08Z</updated>
<published>2022-08-27T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENERAPAN KONSEP URBAN KATALIS PADA M BLOC SPACE
Luthfiyyah Rahmah, Haura; Adi Kurniawan, Titus
Kawasan Blok M yang berlokasi di Kecamatan Kebayoran sudah dikenal lama&#13;
oleh masyarakat pada tahun 1990-an sebagai kawasan berkumpulnya para muda-mudi&#13;
dengan cerita sejarah yang dikenal sebagai lintas Melawai. Namun kini dengan&#13;
seiringnya perjalanan waktu dan zaman semakin modern kawasan Blok M ini telah&#13;
dilupakan oleh masyarakat, sehingga mengalami penurunan kualitas kawasan. Dengan&#13;
keadaan bangunan pada Kawasan Blok M yang kini semakin kurang diminati oleh&#13;
masyarakat. Dalam upaya meningkatkan kembali kawasan Blok M. Kini bangunan eks.&#13;
Perum Peruri yang berdiri sejak tahun 1950-an direvitalisasi. Sehingga menghasilkan&#13;
sebuah fungsi bangunan baru menjadi sebuah creative hub dengan kondisi bangunannya&#13;
masih mempertahankan bangunan eksisting dan memasukkan fungsi bangunan yang&#13;
lebih mengikuti perkembangan zaman. Dengan keberhasilan tersebut hal ini menjadi&#13;
suatu hal yang menarik untuk dijadikan sebagai objek penelitian melalui penerapan&#13;
pendekatan Konsep Urban Katalis. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan&#13;
kuantitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan melihat&#13;
penerapan Urban Katalis berhasil atau tidak dalam kawasan sekitar M Bloc Space. Hasil&#13;
yang diperoleh yaitu setelah mengalami revitalisasi bangunan pada bangunan eks Perum&#13;
Peruri, kawasan Blok M menjadi vital kembali yang diteliti berdasarkan teori Ernest&#13;
Sternberg melalui 5 cara mengidentifikasi sebuah bangunan dapat dikatakan katalis
</summary>
<dc:date>2022-08-27T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
